Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Makan malam bersama


__ADS_3

Setelah sekian lama akhirnya Jenar bertemu dna berkumpul lagi dengan Trio somplak. Jenar belum mengetahui kejadian Chaca dan Chaca pun melarang keras untuk Hanna dan Nayla memberitau nya, mengingat kondisi Jenar yang sedang hamil muda dan kembar pula jadi Chaca tidak mau membuat Jenar banyak pikiran.


"Eh Nar, gimana Honeymoon kemarin? ceritain dong," kata Chaca yang mulai mengasah kekepoan nya.


"Eh iya Nar, gimana gimana cerita dong ayo," timpal Nayla.


"Apanya yang mau di ceritain, orang disana cuma. diem di kamar sama jalan ke pantai sebentar, badan aku tuh lemes karena aku mabok parah, ku fikir itu mabok karena baru pertama naik pesawat, eh ternyata mabuk karena ada mas Arya junior disini," ucap Jenar mengelus perut nya dengan senyum bahagia.


"Jadi sebelum lo berangkat itu sebenernya lo udah hamil gitu?" kata Chaca.


"Udah, tapi kita gak tau, soalnya pas pulang dari honeymoon kemarin gue baru periksa dan ternyata sudah mau 9 minggu," ujar Jenar antusias.


"Tapi aneh nya setelah tau aku Hamil mabuk ku berkurang, aku udah gak pernah mual mual lagi malah itu langsung pindah ke mas Arya," ujar Jenar menerawang kejadian kejadian akhir akhir ini.


"Kok bisa?" tanya ketiga nya bersamaan, sedangkan Jenar hanya mengedikkan bahunya saja.


"Tak tau."


"Eh iya habis kelas, kerumah yuk, Mama nyuruh aku ngajak kalian untuk makan malam nanti buat ngerayain kehadiran baby twin," ucap Jenar.


"Mauuuu," ucap ketiganya bersamaan lalu terkekeh.


🍁🍁


Makan malam di adakan di taman belakang pinggir kolam ikan, agar mendapat suasana baru dan juga lebih rilex.


"Tante Chaca nanti tidur sini aja," kata Aiden, membuat Chaca tersedak.

__ADS_1


Uhuukk hukk uhukk... Dimas yang di depan chaca dengan sigap memberikan air minum untuknya dan langsung di teguk oleh Chaca.


"Hemm tante gak bisa sayang, besok kan tante mesti kuliah," jawab Chaca tersenyum.


"Kan kuliah bisa bareng sama Jenar," kata Tamara ikut menimpali.


"Hemm itu anu tante hemm gimana ya," ucap Chaca bingung.


"Disini banyak kamar kok Cha, kamu gak akan saya suruh tidur sama Dimas tenang aja," ujar Tamara santai namun membuat kedua manusia itu tersedak lagi.


Uhukkk hukk! "Mama," pekik Dimas dengan kesal.


"Lah kenapa kamu marah, jangan jangan kamu memang berharap tidur sama Chaca ya?" tanya Tamara semakin ngawur, "Halalin dulu Dim, ya kan nak Chaca," sambungnya, Entah mengapa ucapan Tamara membuat pipi Chaca memerah, membuat Jenar dan lainya terkekeh melihatnya.


"Mama jangan ngaco deh ah," kata Dimas.


"Jenar juga setuju Chaca jadi kakak ipar Jenar," kata Jenar menimpali ucapan Aiden.


"Mama dan Papa juga setuju Chaca jadi menantu kami," sambung Tamara.


"Kode tuh Dim Kode," ujar Arya menggoda Dimas.


"Sikat aja bang, biar makan siang gak ngerecokin orang pacaran mulu," sindir Arlan mendapatkan tatapan tajam dari Dimas.


"Gue gak tau setuju apa kaga dia jadi kakak ipar gue," kata Bian menggaruk rambutnya yang tidak gatal, "Kenapa kakak ipar gue semua umur nya di bawah gue sih," sambungnya membuat semua orang terkekeh, kecuali Dimas dan Arya.


"Ya nanti tinggal om Bian cariin adik ipar buat Papi dan om Arya yang umur nya di atas Papi, beres kan om," ucap Aiden polos Namun kelewatan ngeselin.

__ADS_1


"Yaaa, maksud lo gue harus nikah sama tante tante begitu," ucap Bian berdecak kesal, membuat semua tertawa.


"Gapapa, Aiden aja kalau bisa mau nya sama tante Jenar," ucap Aiden santuy, "Tante Jenar juga umur nya lebih banyak dari Aiden, dan Aiden gapapa tuh."


"Heh anak tuyul jangan macem macem," kata Arya.


"Om Arya tuh yang jangan macem macem sama pacar Aiden," kata nya lalu tersenyum dan mengerlingkan sebelah matanya ke Jenar, membuat Jenar membalas dengan kissbay dan logo salangheo 😂


"Tuh kan, om Arya lihat sendiri tante Jenar terang terangan pacaran sama Aiden di depan om Arya," katanya sambil merapikan rambutnya agar terlihat semakin keren.


"Astaga anak tuyul, ada aja tingkah nya yang bikin orang Dartink," kesal Arya.


"Lo jangan terlalu kesal sama Aiden bos, nanti anak lo mirip sama dia," kata Arlan ikut berbicara.


"Enggak, gak bakalan kaya dia," kata Arya mengusap perut Jenar, membuat semua orang tertawa.


"Ih masih mending mirip sama Aiden lah udah ganteng, putih, mancung, tinggi, baik hati dan tidak sombong lagi, hayoo kurang apa lagi," kata Aiden menaik turunkan alisnya.


"Masih gantengan gue bambang," kata Arya.


"Tante Jenar, om Arya sama Aiden gantengan mana?" tanya Aiden kepada Jenar.


"om Arya lebih ganteng," ucap Jenar menatap Arya yang tersenyum senang, lalu ia menatap Aiden yang cemberut, "Tapi Aiden lebih lucu, gemesin dan Cute," sambung nya membalikkan kedua ekspresi wajah Arya dan Aiden.


Acara makan malam di hias dengan canda tawa yang begitu menyenangkan, Suasana yang belum pernah Jenar maupun Chaca rasakan du keluarganya.


Chaca merasa nyaman dan hangat saat di tengah tengah keluarga Pranata.

__ADS_1


Tuh Chaca udah dapet lampu ijo dari keluarga Pranata, tinggal lampu nya bang Dimas yang belom di nyalain ijo nya, saat ini masih merah 😂💃💃💃


__ADS_2