
Karena Aiden tidak bisa mengikuti acara surprise yang di rencanakan Hanna dan Nayla, Aiden pun memutuskan untuk memberikan surprise sendiri kepada Chaca, eh bukan sendiri deh ralat, Aiden di temani Lira mendatangi rumah Chaca siang itu.
"Suprise," Pekik Aiden saat Chaca membuka pintu rumahnya.
"Aiden," ucap Chaca tidak percaya, bagaimana bisa Aiden tau rumah nya, dan ini dia membawa sebuah Bucket bunga mawar putih dan sebuah kotak berwarna Pink, membuat Chaca terkejut namun juga terkekeh.
"Happy Birthday tante," ucap Aiden, "Aiden gak telat kan ngucapin nya," katanya lagi.
"Ya Allah, tante kok ngerasa lagi di kasih surprise ya sama pacar tante," ucap Chaca terkekeh.
"Makasih ya ganteng," ucapnya Chaca lagi lalu menerima Bunga dan kotak yang Aiden bawa, "Gak telat kok, ayo masuk dulu," ajaknya.
Aiden datang kerumah Chaca bersama mbak Lira, dan Aiden mendapatkan alamat Chaca dari Jenar kemarin sebelum Jenar pergi keluar kota.
"Aiden dia siapa?" tanya Chaca menunjuk Lira.
"Oh ini mbak Lira, dia Fans nya Aiden," jawab Aiden sok cool seperti biasa membuat Lira dan Chaca terkekeh.
"Pantes aja kamu selalu di sebut anak Tuyul ya ternyata tingkat ke narsisan kamu akut banget," kata Lira mencibir.
"Mbak Lira yang cantik tapi masih Cantik kan tante Jenar dan tante Chaca, Aiden itu bukan narsis tapi JUJUR," kata Aiden.
"Hemmm ya ya ya serah dah," ucap Lira, "Oh ya mbak Chaca selamat ulang tahun ya, dan salam kenal dari saya Lira, pacarnya Dylan Wang," ucap Lira memperkenalkan dirinya.
"Astaga, kayaknya lo udah ketularan sama Aiden hahah," Chaca merasa terhibur dengan kedatangan Aiden dan juga Lira kerumahnya.
__ADS_1
"Oh ya, hemm gimana kalau kita jalan jalan yuk, tante bosen nih," kata Chaca.
"Kuy lah mbak, Lira juga bosen dari tadi ngikutin anak tuyul," kata Lira membuat Aiden menatapnya dengan tajam.
"Mbak Lira tuh anak Kun kun," kata Aiden cemberut.
Akhirnya mereka bertiga pergi dengan menggunakan mobil yang di bawa Aiden dan Lira tadi.
Satu yang membuat Chaca kagum dengan sosok Lira, selain memiliki paras cantik dan gampang berbaur, Lira juga sangat pandai, bahkan ia bisa menyetir mobil.
"Lo udah lama ya Ra kerja di rumah Aiden?" tanya Chaca, saat ini mereka sedang makan di salah satu Caffe yang ada di mall itu, sebelum mereka menonton film dan bermain, mereka mengisi perut dulu.
"Hemm belum lama mbak hehe belum ada sebulan," jawab Lira sambil menyeruput jus jeruknya.
"Umur lo berapa sih?" tanya Chaca lagi.
"Oh kita seukuran, jangan panggil mbak Ah, kesan nya gue kek tua banget," kata Chaca terkekeh.
"Oke deh mbak eh Chaca," kata Lira senang.
"Nanti kapan kapan ikut gabung deh ya kalau lo libur kerjanya, lo pasti udah kenal Jenar kan, nah gue punya dua temen lagi yang gak kalah asik," kata Chaca bersemangat mendapat teman baru,"Kayaknya asik kalo kita ngumpul berlima," katanya lagi.
"Emang mbak eh kamu gak mau temenan sama pembantu?" tanya Lira sedikit lirih.
"Ngapain sih biasa aja lagi, gak usah malu lo juga, santuy aja temenan sama kita mah," kata Chaca santai.
__ADS_1
"Tante tante kalau udah ngobrol begini ya, ada cowok ganteng di anggurin," kata Aiden bersedekap dada dan cemberut.
"Eh, hehehe maaf sayang, udah selesai belum makan nya?" tanya Chaca, "Kuy kita nonton abis itu kita main," Sambungnya.
Setelah perdebatan panjang antara ketiga anak manusia itu, akhirnya mereka menonton Film Horor, padahal Aiden maunya menonton yang genre romantis tapi Chaca bersikeras menolaknya, dan akhirnya saran dari Lira adalah Horor.
Chaca menghabiskan waktu seharian bersama Lira dan Aiden, Chaca merasa terhura dan bahagia atas kejutan dari Aiden, bagaimana bisa bocah 9 tahun memberikan nya kado dan bunga, Astaga gue berasa punya pacar berondong, batin Chaca.
🍁
"Ayah, bunda kami pamit ya," ucap Jenar kepada Bagas dan Santi.
"Kenapa kalian tidak menginap lagi saja nak," kata Bagas yang enggan ditinggal oleh Jenar.
"Lain kali kami akan datang lagi yah, sekarang kami harus pulang karena besok pagi saya akan ada meeting penting di kantor," jawab Arya sopan. "Sepertinya Fahmi juga akan menghadiri mitting besok," sambungnya.
"Iya yah, biarkan Jenar pulang, nanti kapan kapan kita saja yang kesana," kata Santi, "Kasian Jenar juga kalau harus bolak balik kemari, tuh perut nya sudah sebesar itu kan," sambungnya.
Bagaspun hanya mengangguk lemah, mengingat kondisi Jenar yang tidak boleh kecapekan dan juga ia merasa malu bila harus bermanja dengan Arya di depan Bagas dan Santi, makanya Jenar sangat ingin cepat pulang.
"Ya sudahlah, kalian hati hati ya," kata Bagas, "Sering sering terllfon ayah ya je."
"Pasti yah, ayah juga jaga kesehatan ya, cepet sembuh biar nanti bisa ke kota daan menggendong cucu cucu ayah," kata Jenar tersenyum sambil mengelus perutnya.
"Iyah, pasti ayah akan menemani putri ayah nanti dan akan menggendong juga mengajak cucu cucu ayah bermain," ucap Bagas senang, Akhir akhir ini kesehatan Bagas memang menurun karena ia terus di hantui rasa bersalah, tapi kini sejak dia sudah bertemu Jenar, kesehatan nya sudah mulai membaik.
__ADS_1
Bersambung 💃💃💃