Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Berkumpul


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, kini semua berkumpul di ruang keluarga seperti biasa, Arya dan Aiden sedang bermain PS, sedangkan Bian masih kesal dengan kejadian sore tadi, sehingga membuatnya enggan ikut bermain dan memilih menidurkan dirinya di sofa panjang sambil memainkan Hapenya.


Jenar pun beranjak dari duduknya dan berjalan perlahan ke arah dapur sambil memegang perut nya yang sudah semakin besar.


"Mbok Ni," panggil Jenar lembut saat melihat mbok ni dan Lira sedang menikmati cemilan di ruang belakang dekat dapur, ruangan itu biasa dulu Jenar dan mbok ni pake untuk bersantai sambil menonton tv bersama yang lain nya juga.


"Eh non Jenar," ujar mbok Ni langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Jenar yang tengah memberengut kesal lantaran lagi dan lagi di panggil non.


"Mbok lagi ngapain?" tanya Jenar masih dengan bibir manyun nya.


"Kaya biasa aja, ada apa?" tanya mbok Ni, "Mau du buatin susu?" tanyanya lagi, namun Jenar menggelengkan kepalanya.


"Emmm siapa nama kamu, aku lupa," tanya Jenar kepada Lira.


"Oh nama saya Lira non, hehe salam kenal bos que," kata Lira melambaikan tangan nya ke Jenar membuat Jenar terkekeh.


"Umur kamu berapa?" tanya Jenar lagi.


"Hemm sekarang masih 19tahun tapi sebentar lagi 20 tahun non," jawab lira sopan.


"Santai aja Ra sama aku mah, bahkan umur ku lebih muda dari kamu," ucap Jenar terkekeh. Ia semakin merasa paling muda di rumah ini.


"Hah serius non, emang non Jenar umurnya berapa?" tanya Lira penasaran.

__ADS_1


"18 jalan 19," jawab Jenar santai, lalu ia ikut mendudukkan dirinya di kasur lipat yang tadi di buat duduk mbok Ni dan Lira, serta dirinya dulu.


"Eh non jangan duduk disini, Lira ambilkan kursi yah," kata Lira terkejut melihat istri majukan nya duduk di bawah.


"Gapapa Lira, aku udah biasa kok," kata Jenar sambil mencari posisi PW. Jenar menyilakan kakinya dan menyandarkan tubuhnya pada tembok lalu mulai kembali bercerita dengan Lira.


Awalnya mereka membahas seputaran acara televisi komedi yang sedang mereka tonton tapi lama lama Pembicaraan mereka merembet hingga drama drama Korea, Thailand, China dan lain lain nya, Jenar merasa sangat senang karena akhirnya ia menemukan teman yang cocok untuk membahas judul judul Drama yang pernah ia tonton.


🍁


Siang ini Chaca dan Nayla sedang menikmati makan siang bersama di salah satu restauran yang pernah mereka datangi dulu bersama Jenar.


Jangan tanyakan dimana dan kemana Hanna, karena ia sedang menikmati waktunya bersama sang kekasih tercintanya.


"Eh ngomong ngomong pacar, gue penasaran lo minggu kemaren pergi kemana?" tanya Chaca penuh selidik, membuat Nayla menelan Saliva nya begitu susah.


"Ke kemana ma maksud lo apaan sih Cha," jawab Nayla terbata dan memandang arah lain.


'Si Chaca punya indra ke enam apa gimana sih, perasaan nih anak selalu aja tau semuanya lebih dulu di antara yang lain,' gumam Nayla dalam hati.


"Halah, gak usah ngeles deh, gak usah pura pura polos lo," kata Chaca mencibir, "Gue lihat lo keluar dari Hotel 'Famous' sama laki laki, bukan cowok ya tapi laki laki," tekan Chaca.


"A aku gak ngerti beneran deh Cha maksud kamu," Nayla masih berusaha berkilah dengan tuduhan Chaca.

__ADS_1


"Ohhh gak ngerti yah,, oke deh, nanti gue minta bantuan Jenar supaya dia mau menyuruh laki nya buat nge tetes cctv itu hotel, kalau gak salah tu Hotel kayaknya mau ngebangun kerja sama dengan lakinya Jenar, jadi seperti nya tidak sulit," jelas Chaca sambil tersenyum smirk.


"Chacaaaaa," pekik Nayla kesal membuat Chaca terkekeh.


"Hay selamat siang," ucap seorang pria tampan menyapa dua gadis yang sedang berbincang sambil tertawa bercanda itu.


"Lo bukan nya yang waktu itu dateng dateng dan ngerusak acara makan kita ya?" kata Chaca to the point tanpa basa basi, "Dan sekarang lo mau ngerusak acara makan kita lagu?" sambung nya.


"aoh tidak tidak, saya minta maaf bila saya pernah mengganggu waktu kalian," ucap Fahmi tulus, "Hemm saya hanya ingin menanyakan perihal teman kalian, kemana dia mengapa tidak ikut dengan kalian," tanya Fahmi membuat kening Nayla dan Chaca berkerut.


"Jenar," ucap Fahmi lagi saat ia melihat ekspresi wajah kedua gadis di depan nya seperti bingung.


"Oh, Jenar hari ini gak ikut karena dia mau periksa kandungan sama suaminya," jawab Nayla santai.


"Ja jadi benar Jeje sudah menikah?" gumam Fahmi sekali lagi dengan raut wajah sendu nya. "Hemm bolehkah saya meminta alamat Jeje?" tanya nya lagi.


"Lo siapa nya Jenar sih?" kata Chaca ketus, "Jangan macem macem ya, jangan harap lo bisa jadi Pembinor dalam rumah tangga Jenar," kata Chaca mengancam.


"Tidak, kalian tidak perlu khawatir, saya hanya ingin tau alamat nya saja," kata Fahmi sopan. "Saya janji tidak akan mengganggu mereka," sambungnya.


Nayla dan Chaca saling berpandangan, mereka bingung harus memberikan alamat Jenar atau tidak.


Hayoo, gimana nih, kasih gak alamatnya si Jenar ke Fahmi 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2