
Sore hari semua keluarga Pranata berkumpul di taman belakang, tadinya Jenar dan Arya akan pulang siang namun di larang oleh Tamara dan Adi, mereka menyarankan untuk pulang setelah makan malam, Jadilah mereka sekarang sedang berkumpul mendengarkan cerita Aiden yang terlihat sangat bersemangat,
Jenar merasa begitu bahagia bisa berada di tengah tengah keluarga Pranata, Andai waktu itu ia tidak nyasar ke rumah ini mungkin Jenar masih harus kerja keras banting tulang untuk menghidupi kehidupan nya di kota ini, Tanpa sadar Jenar meneteskan air matanya, ia merasa sangat beruntung sekali, berulang kali ia mengucapkan kata syukur dalam hatinya dan berharap semua ini abadi dan tak cepat berakhir.
"Jenar, kamu kenapa sayang," tanya Tamara yang tidak sengaja melihat Jenar menghapus air matanya. membuat semua mata langsung menatap ke arah Jenar termasuk Arya yang duduk di samping Jenar sambil memainkan Handphone nya.
"Eh, Jenar gapapa ma hehehe," jawab Jenar sambil tersenyum, lalu Aiden mendekati Jenar dan duduk di pangkuan Jenar,
"Tante gak boleh Nangis," kata Aiden sambil menghapus sisa air mata Jenar, "Kalau tante nangis nanti Aiden bilangin oma tentang yang Aiden lihat tadi loh," ucap Aiden berbisik di telinga Jenar membuat Jenar membulatkan matanya dan mulutnya menganga.
"Kamu ngancem tante, Hemm.." ucap Jenar geram dan Malu tentu nya.
Aiden memang masih umur Delapan tahun namun pemikiran mya cukup pintar untuk membedakan mana yang bisa di ucapkan dan mana yang harus ia rahasia kan.
"No," kata Aiden tegas, "Kalau tante gak sedih dan nangis lagi Aiden bisa jaga Rahasia."
"Rahasia apa nih," Sahut bian membuat Aiden tersenyum penuh arti, Jenar segera membungkam mulut Aiden agar tak keceplosan,
"Gapapa, bukan apa apa hehehe." jawab Jenar kikuk. sedangkan Arya cuek dan hanya Fokus dengan Handphone nya membuat Jenar semakin geram.
"Um um emm emm," gumam Aiden karena mulutnya di bungkam oleh Jenar, setelah Jenar lepaskan bungkaman nya Aiden langsung bernafas lega tapi masih tetap menjahili Jenar,
"Tadi Om.." ucap Aiden sambil tersenyum ke arah Jenar yang sudah melototkan mata nya ke arah Aiden.
"Oke oke, minggu depan tante ajak Aiden jalan jalan beli es krim, gimana," tawar Jenar
__ADS_1
"Oke," jawab Aiden lalu turun dari pangkuan Jenar dan kembali duduk di samping Tamara dan Adi,
akhirnya Jenar bisa bernafas dengan lega.
"Kayaknya ada yang kalian sembunyiin yah," tanya Dimas penuh selidik ke arah Aiden,
"Ra ha si a," ucap Aiden, "Papi kan tau harga diri seorang laki laki itu adalah memegang omongan nya, Aiden laki laki sejati jadi harus bisa jaga Rahasia," kata Aiden penuh percaya diri membuat semua terkekeh, termasuk Jenar.
"Rahasia sesama Bocah iya," cibir Arya sambil tanpa mengalihkan pandanganya dari Handphone.
"Cihh ngatain bocah terus, iya deh iya yang sudah TUA," balas Jenar dengan mencibir.
"Aku tuh belum Tua ya, tapi De wa sa," kata Arya tegas,
"Kalian itu bocah ya bocah aja gak usah ngelak," ujar Arya
"Om itu juga udah Tua ya Tua aja gak usah ngelak," jawab Aiden
"Kamu ini kalau di bilangin ngejawab mulu," kata Arya kesal,
"Kalau Aiden diem, om akan terus menjajah tante Jenar kaya tadi Pagi," ucap Aiden keceplosan lalu ia langsung menutup mulut nya sendiri dengan telapak tangan nya.
"Aideenn," lirih Jenar sambil menggelengkan kepala nya,
"Oops," ujar Aiden nyengir,
__ADS_1
"Emang om Arya ngapain tante Jenar Den," tanya Dimas penasaran,
"Gak usah keppo deh," kata Arya menatap Dimas,
"Lah wajar gue keppo kalo lo sampe mencemari otak anak gue," bantah Dimas
"Sialan, gue gak kaya gitu yah," kata Arya kesal
"Hahaha ngaku aja ngapain lo sama Jenar tadi pagi sampe muka si Jenar merah begitu," ujar Dimas sambil menunjuk Jenar yang tengah menundukan wajahnya karena malu
"Papii, Stop it, jangan buat tante nya Aiden malu, ini RAHASIA Aiden dan tante Jenar," kata Aiden menatap ke arah Dimas,
"Ini kenapa malah pada berantem sih," kata Tamara yang sebenarnya senang bila sedang berkumpul seperti ini, apalagi sejak kehadiran Jenar di keluarga Pranata, Aiden terasa lebih hidup lebih ceria gak seperti dulu yang terkesan dingin, datar dan jarang berbicara, begitupun Arya kini juga sering banyak berkomentar meskipun sedikit pedas dan nyelekit namun setidaknya ia sudah tidak pendiam lagi kaya dulu,..
Next...
beberapa foto pernikahan mereka yaaa 🙏😊🤗😍😍
__ADS_1