Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Bonus Chapter II


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan kini Jenar dan Arya telah sampai di sebuah rumah yang begitu familiar untuk Jenar.


Jenar yang sedari tadi tidur dan terbangun saat sudah sampai tujuan langsung terdiam melihat keadaan sekitar. Ia merasa tidak asing dengan lingkungan sekitar, namun rumah yang kini di depannya sangat asing baginya.


"Mas ... " ucap Jenar pelan sambil terus melihat sekitar.


Rumah dengan berdinding kaca hampir seluruh nya membuat nya bisa langsung melihat keadaan dalam rumah itu.


"Kamu suka?" Tanya Arya sambil memeluk Jenar dari belakang.


(Lupakan Twin J dan encus yah, mereka sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah bersama pengurus rumah)


"Ini rumah siapa?" Tanya Jenar balik.


"Menurut kamu?" Tanya Arya.


"Kalau Jenar tau, Jenar tidak akan bertanya mas." Sahut Jenar kesal.


"Kenapa Jenar merasa tidak asing ya mas disini, Jenar merasa seperti sudah mengenal tempat ini. Tapi Jenar baru kali ini kesini kan?" Tanya Jenar bingung.

__ADS_1


"Kamu yakin baru kali ini kesini hem?" Tanya Arya kini kepalanya bertumpu pada bahu Jenar.


"Entahlah." Jawab Jenar bingung.


Arya melepaskan pelukannya dan kembali masuk kedalam mobil. Saat keluar ia membawa sebuah map yang berisi surat kepemilikan, ia menyerahkannya kepada Jenar dan Jenar langsung membuka nya.


Deg!


Jantung Jenar berdetak begitu cepat kala melihat namanya tertera di map itu. Ia menatap Arya dengan mata berkaca kaca menahan haru lalu sedetik kemudian Arya mengangguk membuat Jenar langsung menghambur memeluk Arya dengan erat hingga tangis nya tumpah membasahi baju Arya.


"Happy Anniversary sayang." Ucap Arya lembut dan membalas pelukan Jenar.


"Mas Arya." lirih Jenar sambil menangis haru.


"Jenar yang harusnya berterimakasih sama mas Arya, karena mas Arya hidup Jenar jauh lebih berwarna dan sempurna. Jenar tidak pernah merasa se bahagia. I love you mas i love you." Ucap Jenar sambil kembali memeluk Arya.


"Dan maaf, Jenar melupakan hari anniversary ke dua kita, semoga ke depannya Jenar tidak akan melupakan nya lagi." Ucap Jenar.


"Love you to sayang." Jawab Arya. "Tidak masalah kamu melupakan hari hari seperti ini, asal kamu tidak melupakan ku." Ucap Arya sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Bagaimana Hadiahnya? Apa kamu suka?" Tanya Arya.


"Suka." Jawab Jenar dengan cepat. "Bagaimana mas tau kalau ini rumah Jenar?" Tanya Jenar karena seingatnya ia tidak pernah memberitahu Arya tentang diri nya di masa lalu apalagi tempat tinggalnya.


"Terlalu mudah untuk mencari tau tentang kamu sayang. Dan juga apa sih yang mas gak bisa." Jawab Arya tersenyum bangga.


"Kamu tau, sebenernya mas sangat ingin memberikan hadiah ini dari awal saat mas mendapatkannya. Tapi karena waktu itu kamu hamil dan kandungan kamu lemah, mas menahannya dan mencoba merenovasi nya. Mulai sekarang setiap satu bulan sekali kita akan berlibur kemari. Mas ingin anak anak tau dimana dulu mommy nya tumbuh. Dan mas ingin kita menikmati masa tua kita disini. Jauh dari kebisingan kendaraan dan polusi udara. Mas ingin menghabiskan waktu bersama disini." Jelas Arya panjang lebar sambil menatap lekat wajah Jenar.


"Jenar sayang banget sama mas Arya." Ucap Jenar meneteskan air mata bahagia nya. "Terimakasih, terimakasih dan terimakasih." Imbuhnya dan kembali memeluk tubuh Arya begitu erat.


"Ayo kita masuk." Arya mengajak Jenar masuk dan melihat sekeliling rumah barunya. Rumah yang dulu menyisakan luka bertubi dari ibu tiri dan saudara tirinya, kini berubah menjadi sebuah istana yang membuatnya nyaman dan tenang.


Jenar semakin merasa terharu saat masuk kedalam rumah dan menemukan foto pernikahannya bersebelahan dengan foto pernikahan orang tua kandung Jenar.


"Darimana mas Arya dapatkan foto Ayah dan Bunda Jenar?" Tanya Jenar lagi.


"Kamu lupa siapa suami kamu hem? Dan juga apa sih enggak bisa suami kamu ini lakukan." Ucapnya bangga membuat Jenar mencebik kesal.


"Yang gak bisa kamu lakukan?" Tanya Jenar. "Mas Arya gak pernah bisa membiarkan Jenar tidur nyenyak itu yang gak bisa mas Arya lakukan." Ucap nya ketus lalu ia segera melenggang meninggalkan Arya yang terkekeh sendiri.

__ADS_1


"Sayang, kalau itu kamu pun juga menyukainya." Teriak Arya sambil terkekeh lalu mengejar langkah Jenar dan kembali melanjutkan keliling rumah nya hingga ke kamar.


__ADS_2