Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Berangkat Honeymoon


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu untuk Arya, karena mereka akan berangkat Honeymoon sesuai permintaan Tamara dan juga para Readers yang terus menyuruh Arya dan Jenar Honeymoon.


Awalnya Jenar menolak karena ia merasa itu tidak terlalu perlu, toh sama aja pikirnya Honeymoon itu cuma kedok aja karena artinya sama saja dengan apa yang ia lakukan stiap malam bersama Arya.


Tapi karena desakan sang mertua tercinta serta Readers tersayang yang terus mendesak Mommy Author akhirnya Jenar mengikuti keinginan semua nya.


Kini Arya dan Jenar sedang berada didalam pesawat, Jenar yang baru kali ini naik pesawat mengalami Jetlag sehingga membuatnya mual dan pusing serta lemas.


Padahal sedari awal Jenar sudah bilang jangan pergi terlalu jauh, cukup bisa pergi dengan mobil saja, tapi ternyata semua sudah di atur oleh sang mertua.


"Sayang, kamu gapapa?" tanya Arya khawatir, padahal perjalanan baru 20menit tapi kondisi Jenar sudah terlihat begitu pucat. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Kota B yang memerlukan waktu kurang lebih 2jam.


"Aku gapapa mas, aku cuma butuh istirahat aja, boleh ya Jenar tidur," kata Jenar lirih sambil menyandarkan kepalanya di bahu Arya.


Arya pun langsung merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukan nya, perjalanan masih lumayan lama, tapi Arya tidak tega melihat Jenar yang seperti itu.


Arya terus mengelus kepala Jenar berharap bisa mengurangi pusing nya, hingga tiba tiba Jenar terbangun dan kembali muntah di baju Arya.


"Hoeeekkk," Arya langsung memijit mijit leher Jenar dan merapikan rambutnya agar tak membuatnya risi dan fokus memuntahkan isi perut nya.


"Hoeeekkk," Jenar kembali memuntahkan isi perutnya ke baju Arya, dan Arya dengan sabar mengurut leher Jenar. "Maaf mas," lirih Jenar kembali bersandar di bahu Arya.


"Gapapa, ini minum dulu," Arya memberikan air putih ke Jenar, baru Jenar meminum satu cegukan Jenar kembali memuntahkan nya.


"Hoeekkk, aku gak kuat mas," lirih Jenar, "Aku gak mau minum apa apa." tanpa sadar Jenar malah menangis, membuat arya semakin bingung.


"Hey, kamu kenapa sayang? apa ada yang sakit?" tanya Arya panik lalu segera memanggil petugas yang kebetulan lewat.


"Tolong teh anget," ucap Arya lalu kembali memijit mijit kepala Jenar, Pramugari itu hanya bengong melihat Arya yang terkenal dingin dan galak ternyata bisa selembut dan se perhatian itu kepada seorang gadis di samping nya yang sang pramugari tidak tau siapa, dan jangan lupakan penampilan Arya yang terkena muntahan Jenar, Namun Arya hanya cuek saja.


"Hey, apa kau tak mendengar ku?" pekik Arya membuat pramugari itu tersadar dan secepat kilat membuatkan pesanan Arya.


"Mas Arya hiks hiks," Jenar semakin terisak saat Arya melepaskan pelukan nya.


"Sebentar sayang, aku ganti baju dulu ya," ucap Arya lembut.


"Gara gara Jenar baju mas Arya kotor hiks hiks," Jenar semakin terisak karena merasa bersalah, membuat arya pusing sendiri padahal ia sudah bilang tidak apa apa.


"Gapapa, udah dong jangan nangis lagi oke," ucap Arya sambil melepaskan jaket dan kaos nya, untuk Celananya gak kena muntahan juga jadi Arya bisa mengganti baju disitu.


Arya kini hanya mengenakan jaket tanpa dalaman saja karena yang terkena muntahan hanya kaos.


***

__ADS_1


"Sepi ya gak ada si Jenar," ucap Chaca, saat ini trio somplak sedang makan di kantin.


"Hooh," kata Hanna cemberut, tak lama Hape nya berdering, namun ia bingung harus menjawab nya.


"Kenapa gak di angkat?" tanya Chaca.


"Hehehe gak papa, nanti aja," jawab hanna kikuk.


"Dari asisten laki nya si Jenar ya?" tebak Chaca membuat Hanna membulatkan matanya.


"Hahahaha gue udah tau kali, dari awal lo sering chattingan dan telfonnan waktu gue nginep di kosan lo," kata Chaca lagi.


"Chacaaaaa," Hanna merasa malu karena ketahuan bahwa ia sering Asik sendiri dengan Hapenya.


"Santuy aja say," jawab Chaca cekikikan.


"Kalian ngomongin apaan sih," tanya Nayla bingung, "Apa cuma aku doang nih yang ketinggalan berita." sambungnya cemberut.


"Gue cuma nyium bau bau orang mau lepas masa Jones nya hahahaha," kata Chaca tertawa.


"Duhhh gue kapan yah," ucap Nayla spontan sambil memangku dagu dengan tangan nya.


"Santuy Nay, gue juga masih single hahaha, Single happy," kata Chaca.


***


"Entar mah," jawab Bian santai.


"Ah kamu ini entar mah entar mah terus, lumutan mama lama lama nungguin kamu bawa pacar kerumah." kesal Tamara.


"Duuhh mamah ku yang cantik jelita walau sudah tua, kalau cemberut gitu jelek tau,," ucap Bian merayu Tamara, "Iya gak Ai, oma Jelek yah kalo cemberut,"


"Enggak kok, oma tetep cantik nomor dua meskipun cemberut." jawab Aiden membuat Bian cemberut, ini anak tuyul emang gak bisa di ajak kerja sama. pikirnya.


"Kok nomor dua sih, nomor satunya siapa?" tanya Tamara.


"Tentu saja Tante Jenar, kan dia masih muda masih bening dan masih seger, kalo oma udah berumur, udah ada uban kaya opa dan udah keriputan," jelas Aiden menahan tawa, "Dan oma jangan percaya kalau om Bian bilang oma cantik walau lagi marah itu BOHONG, itu hanya Rayuan maut om Bian aja, karena kalo oma marah marah nanti om Bian gak dapet duit soalnya kan om Arya gak ada," jelas Aiden lagi.


"Anak Tuyul sialan, itu mulut udah kaya Ember aja bocor." sungut Bian kesal.


"Aiden jahat sama oma," ucap Tamara cemberut.


"Justru karena Aiden baik oma, Aiden jujur sama oma," jawab Aiden sok bijak. "Bukankah lebih baik jujur walau menyakitkan daripada bohong awal nya manis berujung menyakitkan juga, jadi mending jujur aja," ucapnya lagi.

__ADS_1


"Ya ya ya kamu memang paling pandai berbicara," kata Tamara lalu beranjak pergi dari duduknya. "Nanti kalau oma punya cucu lagi, oma gak mau temenan sama Aiden lagi." kesal Tamara.


"Kalau Aiden punya dede lucu dari tante Jenar, Aiden juga gak mau temenan sama oma lagi," balas Aiden sambil terkekeh.


"Haisss kamu ini kecil kecil bisa aja itu mulut ngejawab ya," ujar Bian.


"Kan Ajaran nya om Bian," ucap Aiden terkekeh.


"Anak tuyul sialan, sembarang kalau ngomong," kata Bian kesal tak terima, "Nanti kalau papi lo denger di kira beneran," ujar Bian lagi.


"Hahhaha," Aiden tertawa melihat dua orang kesal dengan nya.


****


Di sebuah Villa yang berada di pinggiran laut, Jenar berdiri di balkon kamar lantai dua, menikmati deburan ombak dan sumilir angin sore hari.


Yah, Jenar dan Arya sudah sampai di kota B siang tadi dan langsung istirahat, karena tubuh Jenar bagai ayam tak bertulang, Lemes bahkan untuk mengangkat kepala nya saja tak kuat.


"Kenapa disini hem," ucap Arya tiba tiba memeluk Jenar dari belakang dan meletakkan dagu nya di bahu Jenar, menikmati aroma tubuh sang istri yang telah membuatnya Candu.


"Pantai nya bagus banget ya mas," kata Jenar dengan mata masih memandangi pantai.


"Kamu suka?" tanya Arya, Jenar menganggukan kepalanya.


"Dulu waktu kecil, aku pengen banget jalan jalan ke pantai, Ayah janji akan membawa Jenar ke pantai sama Bunda, tapi ternyata Bunda pergi sebelum kami pergi, lalu setelah Ayah menikah dengan ibu, kami berlima berencana akan ke pantai untuk liburan semester, Tapi ternyata Ayah yang pergi lebih dulu, Aku dulu berfikir kenapa setiap kali aku ingin ke pantai pasti orang yang menyayangiku harus pergi," ujar Jenar tanpa sadar membuat air matanya menetes.


"Andai dulu Jenar tidak ingin pergi ke pantai, pasti Bunda dan Ayah masih ada sama Jenar," sambungnya.


"Hey hey, look at me," kata Arya membalikkan tubuh Jenar agar menghadapnya. "Semua hidup sudah ada garisnya, kita tidak boleh menyesali semua itu."


"Percaya sama aku, sekarang kamu punya suami, orang tua, punya adik dan kakak juga punya keponakan, kami semua menyayangi kamu sayang," jelas Arya langsung memeluk Jenar.


"Tapi dulu Jenar selalu sendiri mas, bahkan ibu, ibu yang dulu menyayangi Jenar kini terus mengganggu Jenar bahkan ia memeras Jenar saat tau Jenar sudah menikah dengan mas Arya, Jenar takut," ucap Jenar keceplosan.


Arya langsung melepaskan pelukan nya dan memegang bahu Jenar, "Apakah mereka Menemui kamu lagi?" tanya Arya dengan serius.


Bersambung lagi bersambung lagi 🙈🙈💃💃💃💃




__ADS_1


Visual Honeymoon, , ,


__ADS_2