
Seperti yang di sarankan oleh Santi kemarin. Hari ini Arya membawa kedua bayinya kedalam ruangan Jenar.
Arya meletakkan kedua bayinya di sisi kanan dan kiri Jenar dengan nyaman.
"Sayang, ayo bangunin mommy nya nak." kata Arya lembut.
"Ajak Mommy bermain sayang, ayo bangunin mommy."
Seperti mengerti ucapan Daddy nya, baby twin J pun seketika langsung menangis dengan kencang, sehingga membuat Tamara yang baru masuk kedalam ruang rawat Jenar merasa terkejut.
"Arya, itu twin J menangis seperti itu kenapa kamu diamkan." omel Tamara dengan kesal.
"Mereka sedang membangunkan mommy nya mah." jawab Arya, namun ia juga segera meraih botol susu untuk memberikannya kepada baby twin J.
Setelah beberapa saat baby twin J pun sudah diam dan kembali terlelap dalam tidurnya.
Hari demi hari berlalu begitu cepat. umur baby twin J kini sudah berumur dua minggu, Arya pun masih dengan senantiasa setiap hari mendekatkan baby twin J kepada Jenar.
"Sayang, kapan kamu akan bangun?" tanya Arya yang sudah mulai frustasi. Ia sangat takut Jenar tidak akan pernah bangun lagi.
"Ku mohon sayang, bangun hiks." Arya terisak dalam tangisnya karena Jenar tak kunjung ada tanda tanda akan bangun dari tidur panjangnya.
"Euugghh." Sebuah lenguhan dari bibir mungil Jenar terdengar begitu jelas di telinga Arya, membuat Arya langsung mendongakkan kepalanya dan melihat Jenar yang dengan perlahan mulai membuka matanya.
"Sayang!" pekik Arya dengan bahagia.
"Ayah ... Bunda ..." gumam Jenar lirih masih dengan nata terpejam nya.
"Sayang, bangun yank. Besok ayah dan bunda pasti akan kesini. Ku mohon bangun sayang." Ucap Arya sambil tangannya meraih sebuah tombol darurat untuk memanggil tim medis.
"Aku bahagia kamu bangun sayang, aku sangat bahagia." Arya langsung memeluk tubuh Jenar dengan erat saat melihat mata Jenar sudah mulai terbuka sempurna.
__ADS_1
"A aku dimana?" tanya Jenar lemah.
"Kamu masih di rumahs sakit sayang."
"Hah! Ru rumah sakit?"
"Iya, kamu sudah tertidur sekitar dua mingguan lebih."
"Ka kamu si siapa?"
Deg!
Jantung Arya seketika langsung berhenti berdetak. Rasa yang tadinya sedang melambung tinggi karena bahagia dengan sadarnya Jenar dari koma nya. Kini langsung terhempas begitu saja saat Jenar tak lagi mengenalnya.
"Ka kamu tidak mengenalku?" tanya Arya dibalas gelengan kepala oleh Jenar.
Ceklek! Dokter Maya memasuki ruangan Jenar dengan wajah yang sumringah karena melihat Jenar sudah membuka matanya.,
"Je ...." panggil Dokter Maya dengan senyuman di wajahnya dan langsung di sambut senyuman juga oleh Jenar.
"May, kenapa dia tidak mengenaliku?" tanya Arya lebih dulu membuat Dokter Maya mengernyitkan dahinya.
"Je, kamu ingat nama kamu?" tanya Dokter Maya.
"Jenar." jawab Jenar dengan senyum manisnya.
"Kamu tau siapa saya?" tanya nya lagi.
"Dokter Maya."
"Lalu dia?" tanya Dokter Maya lagi dengan menunjuk ke arah Arya, membuat senyum di wajah Jenar langsung hilang.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Jenar dengan wajah datar nya.
"Sayang, aku suami kamu. Bagaimana kamu bisa mengingat Dokter sialan itu tapi kamu melupakan ku?" ucap Arya tidak terima.
"Taukah kamu, aku adalah Suami kamu satu satu nya. Suami yang paling ganteng, dan sempurna di muka bumi ini. Aku adalah suami yang paling mencintai kamu dengan tulus dan sepenuh hatiku." kata Arya tegas membuat Dokter Maya mencibir tak percaya.
"Iyakah?" tanya Jenar bingung dibalas anggukan kepalan oleh Arya.
"Je, apa kamu ingat kenapa kamu berada di rumah sakit ini?" tanya Dokter Maya.
"Oh iya, aku habis melahirkan kan Dok. Dimana anak anak ku?" tanya Jenar sangat antusias.
"Siapa yang menghamili kamu?" tanya Arya dingin.
"Kamu lah siapa lagi." jawab Jenar cepat lalu ia segera menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan membulatkan matanya dengan sempurna.
"Yank ...!" kata Arya menatap Jenar dengan tajam dan geram karena merasa di bohongi. Namun meski begitu di dalam hatinya ia merasa sangat bahagia karena Jenar sudah mau bangun dan kembali seperti Jenar nya yang dulu, yang suka Usil.
"Hehehe ... pisss." Ucap Jenar lalu segera memeluk tubuh Arya dengan erat.
"I miss you my Hubby." Ucapnya lagi.
"I miss you to my wife." kata Arya dan langsung mencium kening Jenar dengan lembut dan lama.
'Hadeuhh ... l lagi lagi jadi obat nyamuk gue.' gumam Dokter Maya dengan kesal. Namun juga bahagia karena Jenar sudah bangun dan Arya kembali menjadi Arya yang arogant narsis kembali. Tidak seperti beberapa hari kebelakang yang sangat berantakan.
Bersambung 😘😘💃💃💃
Dan setelah mommy putuskan, mommy akan memisahkan kisah mereka berdua di kamar lain yah 🙈😂💃
__ADS_1
Mommy plin plan emang 🙈 Nanti yang mommy campur kisah Bian dan Lira saja disini karena cerita mereka lebih mendekati judul disini 🙈💃💃
Insya'allah akan Publish tgl 28 yaa, kisahnya om Duda sama neng Chaca. Mommy masih nyaring dan nyamain dulu dari sini. 😘😘😍