
Hari berganti minggu, begitupun minggu berganti bulan, Usia kandungan Jenar semakin bertambah besar, membuat aktifitasnya terbatas, meskipun kandungan Jenar baru 4 bulan namun perut Jenar seperti sudah 7 bulan dan berat badan Jenar naik drastis karena ia suka makan ini dan itu, dan kini Jenar sudah mulai mengambil cuti kuliah nya, ia hanya berdiam diri di rumah menonton Drama korea kesukaan nya atau kadang ia ikut ke kantor bersama Arya, padahal di kantor pun juga sama, Jenar hanya akan berdiam di dalam kamar dan menonton drama korea.
Hari minggu pagi, Keluarga Pranata sedang berkumpul di ruang keluarga seusai sarapan, dan Semenjak Jenar hamil, Aiden selalu saja mengekor pada Jenar, kemana pun kecuali kamar.
Bahkan Aiden suka sekali mengelus ngelus perut Jenar, seperti saat ini, Jenar bersandar di dada bidang Arya dan sebelahnya lagi Aiden mengelus perut Jenar sambil matanya menonton tv.
"Mas Dimas, gimana sama Chaca," tanya Jenar membuat semua mata mengalihkan pandangannya kepada Jenar dan Dimas.
"Gimana apanya?" tanya Dimas malah balik nanya.
"Dihh mas Dimas mah gitu," kata Jenar cemberut, "Padahal udah dapet lampu ijo dari semuanya juga," sambungnya, membuat Dimas paham kemana alur pertanyaan Jenar.
"Iya Dim, Chaca anaknya baik kok mama lihat, dan dia dekat sama Aiden," kata Tamara.
"Oma benar," sambung Aiden masih dengan tangan mengelus elus perut Jenar dan Jenar mengelus kepala Aiden.
Dimas menghela nafasnya pelan, "Mah, perasaan itu gak bisa di paksaain," kata Dimas lirih.
"Gak usah ngarepin yang gak pasti," kata Arya ikut bicara. "Ya gak Aiden," katanya lagi.
"Betul," jawab Aiden cepat, membuat Dimas menatap Aiden dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
"Emang Aiden gak mau sama mami?" tanya Dimas pelan.
"Mau lah, Mami Chaca," kata Aiden santai, Aiden tidak pernah mengenal siapa ibu kandung nya, karena sedari kecil ia sudah di tinggalkan oleh sang mami demi mengejar karir, dan itu membuat Tamara juga Adi marah sehingga membuang semua foto foto mantan istri Dimas.
"Bukan tapi mami,," kata Dimas segera di potong oleh Tamara.
"Gak ada mami lain selain mami Chaca ya Aiden," kata Tamara menatap tajam pada anak sulung nya.
Tamara memang tidak membeda bedakan kasta dan derajat, namun ia sangat menjujung tinggi sopan santun serta kesetiaan, Sekali ia merasa kecewa dan sakit hati, Tamara tidak akan mudah memaafkan nya lagi, apalagi ini menantunya sendiri yang tega meninggalkan anak serta suami hanya demi karir yang tidak seberapa uangnya menurut Tamara.
Bahkan Dimas pernah sampai berlutut dan memohon kepada mantan istrinya agar tidak meninggalkan nya dan juga Aiden yang saat itu masih bayi, namun mantan istri Dimas tetap pergi dan meminta cerai dari Dimas. Itu lah yang membuat Tamara sangat membenci mantan istri Dimas, karena ia telah merendahkan harga diri anak sulungnya.
Dan kini dia kembali dan meminta bantuan kepada Arya agar ia bisa kembali bersama Dimas. Oh tidak smudah itu ferguso.
Arya sama kecewanya dengan mantan kakak ipar nya itu makanya dia tidak akan sudi membantu mantan kakak ipar nya ini untuk kembali masuk ke keluarga Pranata.
"Terserah kalian lah, pokoknya Dimas gak akan pernah menikah lagi dengan wanita lain selain DIA," kata Dimas lalu segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Aiden yang melihat kemarahan papi nya pun langsung menatap ke arah Tamara meminta penjelasan. "Papi kenapa oma?" tanya Aiden, namun Tamara hanya diam.
"Gak usah kamu dengerin sayang, udah sini sama tante lagi," kata Jenar namun Aiden masih tetap menunggu jawaban dari Tamara.
__ADS_1
Dug! "Aduuhh," pekik Jenar memegang perut nya hingga membuat semua menatap ke arahnya.
"Kenapa sayang?" tanya Arya heboh, ia juga panik mendengar pekikkan Jenar.
"Tante kenapa?" Aiden juga ikut panik dan segera mengelus perut Jenar, baru sekejab Aiden ikut memekik karena terkejut.
"Tante," teriak Aiden dengan wajah berseri, membuat Jenar terkekeh.
"Dia sudah mulai menendang," ucap Jenar terkekeh sambil tangannya ikut mengelus perutnya.
Karena penasaran, Arya pun ikut mengelus perut Jenar dan benar saja, sebuah tendangan maut dari Arya junior membuatnya terkejut.
"Hallo twin J, ini abang Aiden," ucap Aiden mendekatkan telinga nya di perut Jenar, "Tendang abang lagi dong dek, nanti kita main bola bareng yah," katanya lagi.
Dug!
Twin J langsung merespon ucapan Aiden membuat Aiden senang bukan main, ia bahkan langsung melupakan pembicaraan nya dengan Dimas dan Tamara tadi.
Tamara dan Adi yang melihat suasana seperti itu merasa bahagia, sayang tidak ada Bian disana, karena Bian sedang ada tugas keluar kota dalam seminggu ini.
Bersambung dulu yaaa 💃💃
__ADS_1
Yang kemarin pada nanya kemana mantan istri babang Dimas, sudah mommy jelasin yaa, nanti akan mommy hadirkan karena dia juga merindukan Aiden (Sepertinya)
Hayoo menurut kalian babang Dimas gimana nih enaknya, sama yang Daun muda atau Rujuk lagi 🙈🙈💃💃💃