
Jenar dan Arya kini tengah duduk berdua di taman belakang untuk menikmati suasana malam hari, mengamati ribuan bintang bintang yang menghiasi langit.
"Mas," panggil Jenar yang sedang menyandarkan kepalanya di dada bidang Arya.
"Ada apa sayang?" tanya Arya sambil mengusap rambut Jenar dengan lembut.
"Mas Arya pengen nya twin J itu perempuan atau laki - laki, atau dua - dua nya?" tanya Jenar, karena sampai saat ini mereka belum mengetahui apa jenis kelamin kedua anaknya.
"Apapun," jawab Arya cepat sambil mengelus perut Jenar yang sudah besar. "Laki - laki atau perempuan sama saja, yang penting mereka lahir dengan sehat dan selamat, begitupun dengan kamu," ucap Arya mengecup kening Jenar dengan lembut.
"Apapun yang di berikan Allah, kita harus menerimanya dengan ikhlas, mas tidak mengharapkan mereka laki laki semua atau perempuan semua atau sepasang, kehadiran kamu dan mereka sudah membuat mas sangaaattt bahagia," ucap Arya membuat Jenar terharu.
"Mas, Jenar beruntung banget bisa nyasar kerumah mas Arya, Jenar bisa dapat keluarga baru yang menyayangi Jenar dan juga suami sebaik mas Arya yang selalu ada untuk Jenar, meskipun sedikit tua," ucap Jenar terkekeh mengingat awal awal menikah dulu selalu mengatai Arya tua.
"Apa kamu bilang hemm," ucap Arya menghujani Jenar dengan ciuman membuat Jenar tertawa kegelian. "Coba bilang mas tua lagi," katanya lagi.
"Hahaha kan mas Arya memang udah tua, umur mas Arya udah mau kepala tiga loh," kata Jenar tertawa.
"mas itu gak tua, tapi DE WA SA," tekan Arya sedikit cemberut, membuat Jenar semakin terkekeh.
__ADS_1
"Uwuu suami ku yang ganteng, iya iya DE WA SA setengah tua," Jenar semakin tergelak melihat wajah masam Arya.
"Kamu yaaa, tunggu pembalasan mas ya, dasar bocah licik," kata Arya kembali menciumi wajah Jenar.
"Bocah bocah begini mas Arya juga sayang kan?" tanya Jenar menjulurkan lidahnya.
"Iyalah kan seperti kata kamu, biarpun bocah tapi udah bisa nampung bocah, mana dua sekaligus lagi, woaahh," ucap Arya menyeringai.
"Yaaa," pekik Jenar cemberut, gantian Arya yang tergelak.
Tak jauh dari tempat Arya dan Jenar, Tamara dan Adi tengah mengamati kebersamaan mereka, Tamara merasa bersyukur karena Jenar bisa membuat Arya kembali seperti dulu lagi.
"Semoga Arya akan selalu begini ya pah," kata Tamara.
"Kok mama kaya nyium sesuatu ya pah," kata Tamara mengendus ngenduskan hidungnya.
"Nyium apaan?" tanya Adi bingung.
"Nyium bau bau MODUS," kata Tamara melepaskan pelukan Adi lalu pergi meninggalkan Adi yang terkekeh melihat istrinya cemberut.
__ADS_1
"Maahh," teriak Adi mengejar Tamara.
"Au ah, udah tua juga masih aja mesum," kata Tamara kesal, ia sangat tau apa arti kata 'TIDUR' yang di ucapkan Adi barusan.
"Papi," panggil Aiden saat membuka pintu kamar Dimas.
"Ada apa sayang?" tanya Dimas, "Sini," katanya lagi menyuruh Aiden mendekat.
"Papi kenapa gak suka sama tante Chaca?" tanya Aiden to the poin dengan wajah dingin dan datar.
"Apa maksud kamu sayang?" tanya Dimas bingung.
"Aiden bukan anak kecil yang bisa papi bohongin," kata Aiden, "Aiden sudah cukup besar untuk bisa melihat dan menilai seseorang," katanya lagi.
Dimas pun hanya menghela nafasnya pelan, lalu ia meraih Hapenya dan memperlihatkan sebuah video kepada Aiden, membuat Aiden terdiam dan menatap Dimas dengan tatapan yang sulit di mengerti.
Bersambung dulu yaa,, mommy lagi sibuk banget nih dengan kegiatan di dunia nyata,,,
tapi mommy akan selalu usahain buat Update tepat waktu,,, 🤗
__ADS_1
love love buat kalian semua,, dan nanti Mommy akan buat tread baru untuk Dimas dan chaca yaaa,, jadi mommy akan fokus kepada Jenar dan Arya saja dulu, sesuai permintaan kalian 🤗
makasih buat semua masukannya,, mommy seneng banget 🤗🤗🤗🤗🤗