Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Cengeng


__ADS_3

Pagi hari Jenar saat Jenar terbangun, ia sudah tidak menemukan Arya di sampingnya.


Jenarpun mengedarkan pandangan nya untuk menyapu kamar, namun ia tidak juga menemukan Arya, membuat Jenar tiba tiba merasa sesak dan air matanya memaksa untuk keluar.


Saat Jenar terisak karena merasa di tinggal oleh Arya, tiba tiba Arya keluar dari Walk in closet nya dan sudah berpakaian rapi, lengkap dengan jas dan dasinya, tentu saja Arya sangat terkejut melihat Jenar yang terisak.


"Sayang, hey ada apa?" tanya Arya lembut, sambil menghapus air mata di wajah Jenar.


Jenar menatap lekat wajah Arya lalu ia menghambur ke pelukan Arya, "Jenar kira mas Arya pergi hiks hiks," ucap Jenar masih dengan isak tangisnya.


"Mas akan ada metting pagi ini sayang, jadi mas bangun duluan," ucap Arya pelan, sejak Jenar hamil Arya merasa kini istrinya berkali lipat lebih cengeng, bahkan hanya masalah sepeleh bisa langsung membuat gadis kecilnya itu menangis tersedu sedu.


"Ikuuutt," kata Jenar manja sambil menghapus air matanya.


"Mandi dulu gih, mas siapin baju kamu," kata Arya, tanpa berucap lagi, Jenar segera beranjak dari posisinya dan segera ke kamar mandi.


Arya pun langsung menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh Jenar, Arya memilihkan sebuah Dres berwarna pink selutut dengan lengan panjang.


🍁


Kini semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, sudah beberapa hari ini meja makan terasa sepi karena Arya dan Jenar pergi, serta kadang Tamara dan Adi yang pergi, tapi pagi ini semua sudah berkumpul seperti biasanya.


"Jenar, kamu mau ikut Arya lagi?" tanya Tamara lembut, Tamara pun harus lebih lembut lagi saat berbicara dengan Jenar, ia takut bila salah sedikit akan membuat Jenar menangis tiba tiba, tidak hanya Tamara, semuanya pun juga sudah di peringatkan oleh Arya bahwa Jenar sekarang menjadi sangat sensitif.


"Iya mah, boleh kan?" kata Jenar lirih dan menunduk, nah kalau seperti ini Tamara merasa bingung harus menjawab apa, sebenernya Tamara ingin melarang Jenar untuk ikut lantaran ia habis melakukan perjalanan jauh kemarin, namun bila ia melarangnya, sudah di pastikan Jenar akan langsung menangis.


"Emmm boleh dong sayang, masak gak boleh sih," kata Tamara tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Tante gak mau di rumah aja apa temenin Aiden," kata Aiden lirih, ia seolah tau maksud ekspresi wajah oma nya yang ingin melarang Jenar pergi karena khawatir dengan kandungan Jenar.


"Tante kan kemarin abis pergi, Aiden kesepian gak ada tante, Aiden kangen sama twin J," lirihnya lagi.


"Eh, emang Aiden gak sekolah?" tanya Jenar memicingkan matanya.


"Huufftt Aiden libur tan, kan kelas 6 sedang Ujian," kata Aiden cemberut, "Tante jangan pergi yah, temenin Aiden aja," katanya lagi.


"Mas," kata Jenar menatap Arya bingung.


"Terserah, kamu mau dirumah apa ikut mas ke kantor," kata Arya lembut.


"Kalau Jenar dirumah emang gapapa?" tanya Jenar mengedip ngedipkan matanya.


"Gapapa sayang, kamu di rumah saja biar sekalian istirahat," kata Arya tersenyum lega.


"Kok kayaknya mas Arya seneng sih Jenar gak jadi ikut?" kata Jenar tiba tiba ketus, "mas Arya gak nyembunyiin sesuatu kan dari Jenar," katanya lagi.


"Mas Arya jahat, bilang aja emang sebenernya mas Arya gak suka kan Jenar ikut ke kantor karena mas Arya malu bawa bawa Jenar yang gendut ini," ucap Jenar dengan isak tangisnya, membuat semua yang ada di meja makan menepuk kening masing masing.


"Iya om Arya jahat," kata Aiden ikut menyalahkan Arya lalu mengedipkan sebelah matanya ke Arya, "Ayo tante mending kita kekamar Aiden aja, om Arya jahat," sambugnya lagi dengan menggandeng tangan Jenar, dan Jenar langsung mengikuti Aiden ke kamarnya.


"Kenapa semakin hari semakin parah sih mah," keluh Arya sendu.


"Sabar bang, jangan mau enak nya aja, susahnya juga harus hadapin," ucap Bian terkekeh.


"Lo kayaknya seneng banget lihat gue menderita, hah," pekik Arya melampiaskan kekesalan nya pada Bian.

__ADS_1


"Lah, kenapa jadi Bian yang di salahin, sebenernya nih ya bang, Bian bukan nya seneng. cuman TERHIBUR," ucap Bian tergelak lalu segera berlari kabur sebelum dapat amukan dari singa.


"Anak setaaan," pekik Arya kesal.


"Sudahlah Ar, sabar aja, gak lama lagi kok tinggal beberapa bulan lagi anak lo lahir, dan sifat Jenar bakal balik lagi," kata Dimas ikut berbicara, "Bener kata Bian, jangan hanya mau enaknya doang," smabungnya terkekeh.


"Bapaknya Tuyul diem deh gak usah ikut ikutan," kata Arya lalu segera pergi.


"Lah, anak singa marah," kata Dimas tertawa.


"Kalian ini kenapa selalu begini sih astaga," ucap Tamara menggeleng gelengkan kepalanya. "Yang anak Setan lah, anak tuyul lah bapak tuyul, anak singa, terus menurut kalian itu mama sama papa apaan?" kata Tamara pura pura kesel.


"Pabrik Utama," kata Dimas terkekeh lalu kabur.


"Dimaaasss," teriak Tamara cemberut. "Anak anak kamu pah astaga," ucapnya sambil memegang kepalanya yang pusing.


"Anak kamu juga kali ah," kata Adi. "Eh gimana kalau pabriknya produksi lagi mah," ucap Adi tersenyum penuh arti kepada Tamara.


"Pabrik? produksi?" tanya Tamara masih bingung, lalu saat Tamara melihat senyum di wajah Adi langsung membuatnya mengerti. "Bapak sama anak sama aja," kata Tamara beranjak berdiri dari duduknya.


"Sama sama mesum." Katanya kesal, membuat Adi terkekeh dan langsung menyusul Tamara.


Bersambung 🙏💃💃💃


*Maaf yaa, Hape mommy lagi rusak jaringan sinyalnya ilang entah kenapa, jadi gak bisa di pake internetan lagi kecuali pakai wifi, (Maklum HP murah),


jadi mommy bisanya nulis malem nunggu suami mommy pulang kerja,, mommy gak bisa nulis banyak2, jadi mommy cuma bisa kasih 2bab perhari, tapi malem minggu mommy akan tetap selalu usahain kasih bonus,,,

__ADS_1


(Minta doa nya aja ya semoga mommy ada rezeki biar kebeli Hape baru 😂🙊🙈🙈💃💃)


Bye bye sayang2 mommy, semoga kalian selalu sehat semua dan selalu diberikan rezeki berlimpah 😘 peluk cium dari mommy buat semuanya 🤗🤗🤗*


__ADS_2