Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Reuni


__ADS_3

"Mas Arya," panggil Jenar saat memasuki kamarnya. Ia bisa melihat sang suami saat ini tengah duduk bersandar di tempat tidur.


"Ada apa Sayang?" tanya Arya pelan, ia melepaskan kaca mata nya dan segera merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut sang istri tercinta.


"Aku dari tadi nyariin, gak taunya disini," ujar Jenar menghela napasnya berat.


"Ada apa? Kangen yah?" tanya Arya terkekeh.


"Iks, apaan sih. Itu yang lain udah pada nunggu di bawah," kata Jenar sedikit memanyunkan bibirnya dengan sebal.


"Anak dan cucu kita juga sudah datang?"


"Ya sudahlah Mas, kamu ini sudah tua udah pikun yah?" decak Jenar, karena anak, menantu dan ketiga cucunya tinggal bersama mereka. Bagaimana bisa, Arya mempertanyakan hal seperti itu.


***


"Dan, mari kita sambut bintang utama kita malam ini!" seru Adik bungsu Arya dan langsung di sambut tepuk tangan yang begitu meriah oleh para tamu undangan.


Hari ini, adalah hari anniversary pernikahan Arya dan Jenar. Mereka mengadakan pesta kecil di rumah utama, dengan mengundang seluruh keluarga besar serta teman teman dan sahabat nya.

__ADS_1


"Happy anniversary Mom, Dad." ucap Javier langsung memeluk kedua orang tuanya secara bergantian.


"Terimakasih Sayang," jawab Jenar tersenyum lalu mencium kening putra nya.


"Happy anniversary ya Mom, Daddy. Lena punya sedikit hadiah untuk kalian." ujar Celena, menantu kesayangan Jenar sambil memberikan sebuah bingkisan kecil kepada nya.


"Terimakasih Sayang, nanti akan mommy buka."


"Jenarrrr!" pekik ketiga sahabat nya bersamaan, membuat Jenar langsung menutup telinga nya dengan tangan.


"Astagfirullah, kalian itu sudah tua loh. Masih aja suka begini," kata Jenar berdecak kesal saat melihat ketiga sahabat nya menghampirinya.


"Gue masih muda Je," saut Hanna mendengus kesal, karena memang di antara mereka, hanya Hanna yang belum memiliki cucu.


"Hahaha, makanya buruan nikahin itu anak bujang. Biar cepet nimang cucu kaya kita." goda Chaca terkekeh.


"Ahh, entahlah. Susah bicara sama anak itu. Entah sifat siapa yang dia tiru," jawab Hanna berdecak, namun mengundang tawa para sahabatnya.


Sementara itu, para lelaki kini juga tengah berkumpul bersama. Mereka adalah, Arya, Dimas, Bian, Arlan dan juga Chen.

__ADS_1


"Chen, kau tidak ingin menikah lagi?" tanya Arya membuka pembicaraan.


"Menikah?" gumam Chen terkekeh, lalu ia menggelengkan kepala nya, "Aku sudah bahagia. Untuk apa menikah lagi? Sudah ada Saka dan juga Cara di samping ku, dan juga aku sudah memiliki Airon untuk jadi penerus ku nanti. So untuk apa memikirkan hal begitu?"


"Tentu saja itu berbeda Chen!" saut Dimas menyela pembicaraan adik dan juga besan nua.


"Tidak ada bedanya, aku sudah bahagia dengan anak, menantu dan cucu ku. Aki tidak butuh istri lagi."


"Kau tidak butuh istri, tapi, apakah itu mu juga tak butuh sarang?" ucap Bian tiba tiba, seketika membuat semua langsung terdiam dan menatap ke arah nya, "Apakah aku salah berbicara? come on, aku hanya bertanya. Secara Nayla sudah lama meninggal. Dan sejak saat itu kau tidak pernah berolah raga apakah itu masih berfungsi?"


"Pertanyaan mu konyol Bi, gak mungkin dia tidak berolah raga. Kecuali dia lelaki up normal!" saut Arlan dengan cepat.


"Hey, kau pikir aku warung kopi Up normal! Sialan!" seru Chen mendengus kesal, membuat semuanya langsung tertawa.


.


.


.

__ADS_1


Adakah yang sama kaya Mommy? Kangen sama kebersamaan Arya dan kawan2 ... 😪😪😪


__ADS_2