Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Ke Dokter


__ADS_3

"Mas, kenapa kita kesini?" tanya Jenar bingung pasalnya yang mereka datangi bukan dokter umum, melainkan Dokter spesialis.


"Kamu nurut aja dulu ya, kita lihat sama sama," ujar Arya.


Arya dan Jenar mulai memasuki ruangan Dokter, Jantung Jenar berdegup sangat kencang.


"Baiklah Tuan, Nona, perkenalkan nama saya Maya," ujar Dokter Maya.


"Ahh iya dok," jawab Jenar tersenyum kikuk.


"Hemm saya akan melakukan beberapa tes untuk nona Jenar," ucap Dokter Maya, "Kapan anda terakhir Menstruasi nona?" tanya Dokter Maya lagi.


"Hah," Jenar terkejut bingung juga karena ia lupa.


"Kapan sayang?" tanya Arya lembut.


"Sa saya lu lupa Dok," jawab Jenar menunduk malu.


"Hemm kalau begitu kita coba tes pakai alat saja langsung ya," ujar Dokter Maya tersenyum.


Dokter Maya mempersilahkan Jenar untuk berbaring di atas brankar lalu, Dokter maya menutupi sebatas perut kebawah dengan selimut dan menaikkan dres yang di kenakan Jenar ke atas, Namun tangan nya langsung berhenti saat akan menaikan dress Jenar.


"Hey apa yang kau lakukan?" kata Arya.

__ADS_1


"Hah, maksud tuan?" tanya Dokter Maya bingung.


"Kenapa pakai acara buka baju?" kata Arya lagi.


"Kita akan melakukan USG tuan, kalau gak di buka bajunya bagaimana saya bisa memeriksanya," ucap Dokter Maya sedikit geram.


"Suruh mereka keluar dulu," kata Arya sambil matanya melirik ke arah beberapa Suster yang ada di dalam ruangan itu.


Dokter Maya tidak habis fikir mengapa Tuan Arya bisa seperti ini, padahal Arya yang ia kenal dulu tidak sebodoh ini.


'Astaga, Apakah jatuh cinta bisa membuat seseorang menjadi bodoh,' gumam Dokter Maya dalam hati.


"Jangan mengataiku atau kau ku pecat," ucap Arya dingin dan tajam membuat Dokter Maya menelan Saliva nya.


Setelah menyuruh para Suster keluar ruangan, Dokter maya kembali menyingkap Dres Jenar dan mulai mengoleskan Gel ke alat USG.


"Apakah Nona bisa melihatnya?" tanya Dokter Maya.


"Hey, apa yang mau di lihat, cuma gambar hitam putih dengan banyak semut seperti itu," pekik Arya dengan kesal.


Dengan menghela Nafas kasar dan terus berucap dalam hati, Sabar, sabar, sabar, sabaaarrr,,, Dokter maya pun kembali tersenyum dan menjelaskan.


"Nona dan Tuan bisa lihat, ini adalah Janin," kata Dokter Maya menunjuk ke arah monitor nya, Terlalu ribet kalau menyuruh dua pasutri ini menatap ke layar besar yang sudah di peruntukkan untuk pasien tapi pasien nya kaya begini.

__ADS_1


"Mana ada Janin begitu, kau jangan membohongiku May," kata Arya. "Masa iya anakku bentuk nya begitu." Arya tidak terima lantaran janin di layar USG itu hanya berbentuk bulat kecil tidak seperti bentuk bayi biasanya.


"Astagaa, ARYA!" pekik Dokter Maya alpada akhirnya karena sudah jengah dengan sifat bodoh Arya.


"Mana ada juga bayi di dalam kandungan yang masih kecil langsung berbentuk bayi," Kesal Dokter Maya, "Gue tuh Heran kenapa lo bisa sukses kaya gini kalau otak lo kosong sama pengetahuan beginian," kesal Dokter Maya. Jangan Heran kenapa Dokter Maya bisa berani berbicara seperti itu kepada Arya, karena Maya adalah mantan Adik ipar Dimas. dan juga mereka pernah satu sekolah bareng.


"Ya lagi kau menberi penjelasan tidak jelas begitu, kau lihat saya baik baik, saya ganteng tinggi perfect sempurna, dan istri ku cantik, imut, manis ngemesinmeskipun sedikit mungil, masa iya anakku, astaga," ucap Arya berdecak menggelengkan kepalanya.


"Nona Jenar sepertinya saya lelah menangani suami anda, bolehkah saya pamit undur diri saja," kata Dokter Maya kepada Jenar.


"Jangan Dok, tolong jangan di masukkan ke hati, Dokter bisa lanjutkan saja tanpa memperdulikan dua, anggap saja dia Angin," kata Jenar yang sedari tadi udah penasaran dengan penjelasan Dokter namun harus di tunda karena perdebatan Arya.


"Sayang," panggil Arya lembut dan manja. langsung mendapatkan pelototan tajam dari Jenar.


"Diem atau mas Arya keluar dari sini," kata Jenar ketus. mau tidak mau Aeya menurutinya.


"Baiklah Nona Jenar, anda bisa lihat kembali ya disini ada dua bulatan bulatan kecil itu tandanya anda sedang mengandung Janin Kembar," Jelas Dokter Maya tersenyum. "Usia kandungan anda sudah memasuki usia 9 minggu, Apakah selama ini anda tidak merasakan sesuatu?" tanya Dokter Maya.


"Hemm, enggak Dok, cuma saya sekarang lebih malesan aja bawaan nya pengen tiduran terus, makan juga tidak nafsu dan juga setiap mencium bau masakan saya langsung merasa Mual, padahal dulu saya hobi masak." Jelas Jenar.


"Oh itu wajar, tapi anda harus tetap makan makanan yang sehat dan bernutrisi ya, meskipun pada akhirnya akan muntah tapi anda harus memaksa nya sedikit demi sedikit gapapa asal sering, Bisa juga di bantu oleh susu ibu hamil, saya akan memberikan Vitamin dan obat pereda Mual agar bisa mengurangi jualnya." Jelas Dokter Maya.


"Satu hal yang harus anda inget dan jadikan Motivasi nona, di dalam perut anda ada dua nyawa yang sedang bertumbuh membutuhkan asupan nutrisi, bila anda tidak memaksa makanan masuk kedalam tubuh anda maka anak anak anda akan kelaparan," ujar Dokter Maya.

__ADS_1


"Oke, baiklah Dok, saya akan coba paksa lagi nanti," kata Jenar.


Bersambung dulu***


__ADS_2