
Siang ini Fahmi mendatangi Kantor Pranata Grup, ia akan kembali membahas masalah kerja sama yang beberapa bulan lalu mereka rencanakan, dan akan mulai di mulai pembangunannya bulan depan. ia tidak menyangka bahwa Jeje kecil nya ternyata selama ini berada di dekat nya, dan bahkan suaminya adalah rekan kerjanya sendiri.
"Bos, ada tuan Sebastian dari JF grup," ucap Arlan memberitau Arya yang saat ini sedang memeriksa beberapa berkas di meja nya.
"Suruh masuk aja, kita bahas disini saja," kata Arya tanpa mengalihkan pandangan matanya pada berkas bekas di depan nya.
"Selamat siang tuan Arya," sapa Fahmi saat ia memasuki ruang kerja Arya, Fahmi bisa melihat foto Pernikahan Arya dan Jenar yang terpampang jelas di atas Kursi yang di duduki oleh Arya. dan juga di meja kerja Arya.
"Oh selamat siang tuan Sebastian, silahkan duduk," Arya mempersilahkan Fahmi untuk duduk di sofa yang tak jauh dari meja nya, lalu ia mulai meninggalkan pekerjaan nya dan beralih membahas pekerjaan lainya bersama Fahmi.
Sekitar satu jam mereka fokus membahas masalah pembangunan proyek yang akan di mulai bulan depan, tiba tiba pintu terbuka dengan cepat bersamaan dengan suara merdu sang istri yang selalu merdu di telinga Arya.
"Mas Aryaaa," pekik Jenar sesaat lalu ia segera menutup mulutnya dengan telapak tangan nya kala ia melihat bahwa Arya ada tamu. "Oops, maaf," lirih Jenar tidak enak, namun Arya segera menghampirinya dan memeluknya serta mencium keningnya.
"Jeje," gumam Fahmi lirih saat melihat kemesraan Jenar dan Arya.
"Oh maaf, tuan Sebastian, perkenalkan ini istri saya," ujar Arya memperkenalkan Jenar kepada Fahmi namun mereka malah saling berdiam.
'Kakak sangat merindukan mu Je,' gumam Fahmi dalam hati.
"Kakak," lirih Jenar pelan namun masih bisa di dengar oleh Arya, hingga membuat Arya mengernyitkan dahinya.
"Sayang," ucap Arya pelan, membuat Jenar langsung menatap mata suaminya yang seolah meminta penjelasan.
__ADS_1
"Apa kabar Je," ucap Fahmi lebih dulu dan mengulurkan tangan nya kepada Jenar.
"Apakah anda mengenal istri saya tuan Sebastian," tanya Arya bingung.
"Iya, saya sangat mengenal istri anda tuan, sangat," jawab Fahmi sendu. "Jeje, maafin kakak," sambungnya membuat Arya semakin bingung.
"Bisa tolong jelaskan ada apa ini sebenernya," kata Arya dingin dsn tajam menatap Istri dan juga rekan bisnis nya itu.
Jenar mengepalkan tangan nya dengan kuat, ia masih sangat kecewa dengan Fahmi dan juga ia bingung harus menjelaskan bagaimana dengan Arya.
"Je," panggil Fahmi lagi sambil berjalan mendekat ke arah Jenar, namun Jenar langsung memundurkan langkahnya untuk menghindari Fahmi.
"Jeje, maafin kakak," ucap Fahmi lagi masih dengan terus memajukan langkahnya.
"Aaahhhhh," pekik Jenar dengan memegang perutnya yang tiba tiba terasa Kram, akibat ketegangan nya,membuat Arya dan Fahmi sama sama terkejut.
"Sayang,"
"Jeje,"
Teriak Fahmi dan Arya bersamaan, Arya segera merengkuh tubuh Jenar dna membawanya duduk di sofa, agar Jenar lebih rilex.
"Sayang, jangan nakal ya nak ya," ucap Arya sambil mengelus perut Jenar, membuat Jenar semakin meringis karena twin J yang terus menendang membuat Jenar merasa ngilu.
__ADS_1
Fahmi hanya menghela nafasnya pelan melihat Jenar dan Arya seperti itu, "Je, ini alamat kakak yang baru, Ayah sangat ingin bertemu dengan mu, ada banyak hal yang harus kamu dengar dari ayah, ku mohon," ucap Fahmi sembari meletakkan kartu nama nya di meja.
"Tuan Arya, saya permisi," ucapnya lagi lalu segera pergi dari ruangan yang membuat dadanya terasa sesak.
Seperginya Fahmi dari ruangan itu, Arya langsung menggendong Jenar ke dalam kamar nya, Arya merebahkan Jenar dengan perlahan lalu ia duduk di samping Jenar dengan bertumpu pada lutunya.
"Sayang, tidakkah kamu akan menjelaskan sesuatu padaku?" tanya Arya selembut mungkin agar Jenar tidak merasa tertekan.
"Di dia kakak Jenar mas," ucap Jenar lirih sambil menundukkan kepalanya, tanpa sadar ia meneteskan air mata.
"Kakak?" kata Arya mengernyitkan dahinya, dan Jenar mengangguk mengiyakan.
"Bukan kah saudara kamu hanya dua perempuan itu?" kata Arya lagi, karena setaunya saudara Jenar hanya Keysha dan Khanza.
"Kakak," ucap Jenar lirih lalu menangis terisak membuat Arya semakin bingung, "Dia kakak ku mas, tapi dia jahat hiks hiks," ucap Jenar menangis sesegukan di pelukan Arya.
"Hey hey, tenang sayang tenang jangan seperti ini, kasian twin J," kata Arya berusaha menenangkan Jenar. "Ceritakan perlahan oke," sambungnya.
Jenar pun akhirnya menceritakan semuanya kepada Arya tanpa ada yang ia tutupi sedikitpun, ia tidak ingin Arya salah paham nantinya bila ia hanya menceritakan sepotong potong seperti ucapan nya tempo hari. Dan Arya hanya diam mendengarkan cerita Jenar, Ia kini mengerti bahwa nama JF grub adalah nama Gabungan antara Jenar dan juga Fahmi.
'Berarti Jf Resto and caffe itu adalah desain Jenar,'gumam Arya dalam hati. 'Dan gadis kecil yang di maksud Sebastian waktu itu adalah istriku.'
Kok bisa Fahmi kakak nya Jenar?
__ADS_1
Lanjut nanti lagi yaaa 😉💃💃💃