Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Om dan keponakan Tuyul


__ADS_3

"Jadi kalian satu kampus?" tanya Dimas, kini empat orang itu sedang makan siang di Caffe yang tidak jauh dari taman tersebut.


"Dia sekelas sama Jenar," ujar Bian sambil memakan makanan nya.


"Jadi om ganteng Papa nya Aiden," ujar Chaca tersenyum senang, "Makasih ya waktu itu udah nolongin Chaca," ucap Chaca tulus.


"Emang tante Chaca kenapa?" tanya Aiden.


"Waktu itu tante Chaca di gangguin orang jahat nah kebetulan papa Aiden lewat dan nolongin tante," jelas Chaca.


"Emang darimana lo malem malem?" tanya Bian penuh selidik.


"Supermarket," jawab Chaca.


"Ngapain?" tanya Bian lagi.


"Bi, sejak kapan sih lo keppo sama hidup gue?" tanya Chaca penuh selidik membuat Bian sampai tersedak oleh makanan nya.


uhuukkk hukkk uhukk! Chaca pun dengan spontan memberikan minuman nya kepada Bian.


"om Bian mah kebiasaan kalau makan kaya anak kecil," kata Aiden.


"Heh anak tuyul, gue juga gak bakal keselek kalau gak kaget," kata Bian kesal.


"Kalian ini kenapa sih selalu saja bertengkar," ucap Dimas berdecak.


Setelah selesai makan, Bian dan Aiden langsung pulang sedangkan Dimas kembali ke kantor, Namun sebelum kembali ke kantor Dimas menyempatkan untuk mengantarkan Chaca pulang terlebih dahulu, Awalnya Chaca menolak tapi karena Paksaan dan juga kaki nya masih sakit akhirnya ia mau di antarkan oleh Dimas.


***

__ADS_1


Tamara dan Adi begitu Bahagia setelah mendengar kabar bahwa Jenar tengah hamil dan kembar pula, Tamara sangat berharap salah satu dari calon cucu nya itu adalah perempuan atau kalau bisa dua dua nya perempuan.


"Sayang, kamu gak ngidam atau ingin sesuatu gitu?" tanya Tamara, kini mereka tengah duduk di ruang keluarga.


"Enggak ma, Jenar gak mau apa apa," ucap Jenar, sebenernya Jenar merasa risi dan tidak enak karena Jenar begitu di perhatikan oleh semua orang, termasuk suami dan mama mertua nya yang sangat over protektif, Jenar merasa bahagia dan beruntung namun juga jengah kalau terlalu di kekang.


"Kalau kamu ingin sesuatu kamu bilang ya sama mama," kata Tamara.


"Mama mau nurutin kemauan cucu mama?" tanya Adi.


"Kalau mama bisa, kalau gak bisa ya tinggal suruh aja Arya, gampang kan," kata Tamara santai.


"Huuffttt," Arya menghembuskan nafas kasarnya.


"Tante Jenarrr," teriak Aiden yang dari luar berlari saat mengetahui Jenar sudah pulang dari Rumah sakit.


"Tante gapapa kan, tante gak sakit parah kan? apa yang sakit, bilang sama Aiden," kata Aiden begitu lantang.


"Tante gapapa sayang," ujar Jenar lembut sambil mengelus rambut Aiden, kini Aiden duduk di samping Jenar.


"Oma mau punya Cucu baru jadi oma gak akan temenan lagi sama Aiden nanti," ujar Tamara bercanda.


"Hah," pekik Aiden terkejut langsung menatap Tamara, Namun Tamara malah tersenyum lalu menunjuk ke arah Jenar dengan dagu nya.


Aiden menatap Jenar dengan penuh arti, lalu Jenar tersenyum dan mengangguk membuat senyum indah terbit di bibir manis Aiden.


"Tante Jenar hamil?" tanya Aiden antusias.


"Iya dong, jadi lo harus jagain tante Jenar baik baik mulai sekarang, karena di dalam perut tante Jenar ada dua dedek bayi," kata Arya menatap tajam ke arah Aiden.

__ADS_1


"Perasaan dari awal emang Aiden selalu jagain tante Jenar deh, om Arya aja yang gak tau, dan Harusnya kata kata itu Aiden yang ngucapin buat om Arya," ucap Aiden mencibir.


"Yaaa, anak tuyul bisaan banget ya selalu ngejawab," kata Arya kesal langsung meraih tubuh Aiden untuk dibawa ke pangkuan nya.


"om nya Tuyul ini yang selalu ngajarin gimana anak tuyul ngejawab," kata Aiden cemberut.


Arya pun langsung menggelitik pinggang Aiden dengan gemas sambil menciumi wajah Aiden menyeluruh membuat sang empunya berteriak kegelian.


"Hahahaha om Arya, hahaha om Arya lepasin haha geli om hahaha geli hahaa," ucap Aiden berteriak meronta minta di bebaskan.


"Ampun gak, jadi anak tuyul ngeselin mulu," kata Arya yang terus menggelitik pinggang dan perut Aiden.


"Hahaha tante tante Jenar tolongin Aidennyang ganteng, manis dan imut ini hahaha tanteee, omaaa tolong hahahaha," Aiden terus meminta pertolongan sedangkan orang orang malah terkekeh.


"Mas, udah ah, kasian Aiden nya," ujar Jenar baru Arya melepaskan si anak tuyul.


Nafas Aiden sampai terengah engah akibat terus berteriak dan memberontak sedari tadi.


"Tante Jenar emang paling the Best, gak kaya Oma," ucap Aiden melirik Tamara, membuat Tamara memicingkan matanya.


"Aiden gak mau temenan sama oma, nanti kalau dede ya udah lahir Aiden mau temenan sama baby twin J ja," ucap Aiden cemberut.


"baby twin J?" tanya Jenar.


"itu nama buat calon dede nya tante Jenar," kata Aiden tersenyum lalu memeluk Jenar dengan erat.


'Aiden akan pastikan kalau Twin J tidak akan kaya Aiden, Aiden akan pastiin tante Jenar selalu sehat dan bahagia biar Twin J juga bahagia,' gumam Aiden dalam hati sambil mengelus perut Jenar yang masih rata.


Bersambung,,, lanjut nanti lagi ya sayang 😘😘🤗💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2