Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Sahabat Sejati


__ADS_3

*Pranata Grub*


Arya sedang sibuk berkutak dengan laptop juga berkas berkas nya, hingga sebuah suara ketukan membuatnya mengalihkan pandangannya, Arlan datang dengan membawa setumpuk berkas lagi dan lagi,


"Lo mau bikin gue gak bisa balik," kata Arya dengan nada kesal,


"Bos, situ sendiri yang kemarin dua hari gak masuk hanya demi memata matai istri anda, jadi jangan salahkan saya bila kerjaan anda sebanyak ini," jawab Arlan santai,


Yah selama dua hari Arya membututi Jenar di kampus nya, Arya merasa Jenar kini telah berubah, tidak lagi banyak tanya dan cerewet seperti biasanya, ia jadi lebih banyak diam dan sering tertawa sendiri saat memainkan Handphone nya, makanya Arya rela membolos kerja hanya demi memata matai Jenar di kampus, Entahlah Arya sendiri juga bingung kenapa ia bisa bersikap seperti itu, padahal bukan urusan nya Jenar mau melakukan apa, toh ia sendiri yang bilang kalau ia tidak bisa mencintai Jenar dan akan melepaskan nya setelah satu tahun pernikahan, dan entah kenapa Arya merasa semakin kesal dengan ucapan nya sendiri, Arya teringat beberapa bulan lalu yang Jenar pergi seharian dengan Aiden dan Bian membuatnya merasa begitu kesepian, bagaimana nanti saat mereka bercerai, Arya sampai Frustasi sendiri memikirkan hal itu.


"Aaarrkkhhhh," teriak Arya kesal,


tok tok tok,,


pintu ruangan Arya di ketuk dan di buka menampilkan sosok wanita berparas cantik dan memiliki lekuk tubuh yang lumayan Sexy,


"Ada apa," kata Arya dingin,


"Maaf tuan, saya lupa memberitau bahwa nanti malam anda harus menghadiri jamuan makan malam bersama tuan Sebastian," ujar nya dengan sopan, namun Arlan memandang tidak suka dengan sekrestaris baru Arya yang baru di pekerjakan nya selama beberapa bulan ini,


"Jam berapa," tanya Arya dingin tanpa menatap sang sekertaris,


"Makan malam di adakan di Restauran JF jam 7 malam ini, maka kita bisa pergi jam 6 tuan," ujarnya.


"Oh, ya sudah kau atur saja nanti," jawab Arya,

__ADS_1


"Saya permisi tuan," ucap Sekertaris itu sedikit membungkuk lalu pergi,


Seperginya sang Sekertaris Arlan mendekat ke arah Arya, "Bos, kenapa anda merekrut Sekertaris seperti dia," tanya Arlan yang tak habis fikir, bisa bisa nya bos nya ini merekrut wanita yang seperti dia, Dari awal Arlan memang sudah tak menyukai Sekertaris baru bos nya itu, lantaran ia selalu memakai pakaian yang terbuka dan terkesan murahan, sungguh bukan type Arlan apalagi Arya,


"Entahlah, gue juga bingung, " jawab Arya seadanya, ia merekrut sekertarisnya itu saat Arlan sedang sakit akibat kecelakaan beberapa bulan yang lalu dan ia terpaksa harus merekrut karyawan baru karena ia keteteran mengurus semua nya sendiri tanpa Arlan, tapi semakin kesini kinerja nya lumayan sehingga membuat Arya masih mempertahankan nya.


"Ya udahlah, nanti lo ikut gue, sama ajak dia," kata Arya tegas, "Sana lo keluar, makin pusing gue lihat lo"


"Bos, HATI HATI, dah cuma itu aja," kata Arlan laku segera pergi meninggalkan Arya yang menyerngitkan dahinya bingung, namun ia tak memperdulikan nya, ia kembali sibuk memeriksa berkas berkas yang sudah menggunung, padahal hanya dua hari ia bolos, bagaimana bila nanti ia Honeymoon pasti akan memakan waktu lama, mau sebanyak apa nanti kerjaan dia.


"Eh, ngapain gue mikirin gituan sih," ucap Arya yang sudah tersadar dari lamunan nya yang berfikir tentang Honeymoon,


"Sial, bocah itu juga kenapa sih, sikap dia yang kaya gini bener bener buat gue gak bisa mikir," keluh Arya kesal karena terus terbayang bayang akan wajah Jenar.


"Eh, aku ke toilet dulu ya," ujar Jenar, saat ini mereka sedang berjalan menuju kelas karena sehabis dari kantin


"Perlu di temenin gak," tanya Nayla dibalas gelengen oleh Jenar


"Perut ku agak mules, nanti kalau aku telat absenin aja ya," kata nya lagi sambil berlari setelah menyerahkan tas nya kepada Nayla agar membawanya ke kelas lebih dulu,


"Iks anak itu, udah tau gak bisa makan pedes masih aja ngeyel," gerutu Hanna kesal melihat Jenar sakit perut gara gara makan Seblak terlalu pedas,


"Ckckck, bukan Jenar namanya kalau gak Ngeyel," ucap Nayla sambil terkekeh


"Kalian kayaknya deket banget ya sama Jenar," tanya Chaca

__ADS_1


"Kami ini sahabatan sudah sejak Paud tau," jawab Hanna cekikikan


"Woaahh lama banget yah, berarti kalian tau banget dong kisahnya Jenar," ucap Chaca sedih


"Jenar itu orang nya kuat kok, kamu gak usah khawatir, dari dulu dia paling anti di kasianin, bila memang dia bener bener sudah tidak sanggup lagi maka dia yang akan berlari ke kita, tapi selama dia masih sanggup dia tidak akan memperlihatkan kesedihanya pada kita," jawab Nayla sambil tersenyum, mengingat permasalahan permasalahan yang di hadapi Jenar sedari kecil namun Jenar tak pernah mau mengeluh kepada teman teman nya, padahal Orang tua Nayla dan Hanna sudah menawarinya untuk tinggal bersama, Namun Jenar dengan halus menolak nya,


"Gue beruntung banget bisa dapet sahabat baru kaya kalian," ujar Chaca tulus dan mereka bertiga berpelukan bak Teletubies lalu tertawa bersama.


Hayoo hayoo masih mau lanjut, , ,?


Jangan lupa tinggalin Jejak yah, biar Mommy makin semangat Up nya, kalau Mommy bahagia pasti akan ada Extra part yang muncul tiba tiba kaya Jin tomang hihihihi...


Oh ya, mulai Besok Mommy ganti jam tayang nya yaa,,


Mulai besok mommy akan Update tiap jam 00:00 sama dengan jam 15:00 (alias 3 sore),


Kali ini besok Bab nya pasti lebih panjang 1000+, jadi hanya 2 kali,,,,


Tetep semangat semuanya, I love you 😘🤗




Anggep mas Bian sama Aiden yaa 😂😂

__ADS_1


__ADS_2