
Acara akikahan untuk baby twin J berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Semua keluarga besar Pranata dan juga Fahmi beserta kedua orang tuanya pun turut hadir di acara itu.
Kini rumah itu masih terasa sangat ramai meskipun acara telah selesai.
Sahabat Jenar masih tetap betah berada di sana bermain bersama baby twin J.
"Hallo Javie," sapa Chaca pada Javier.
"Tante, ini Javier bukan Javie." Protes Aiden.
"Eh, iyakah?" tanya Chaca menggaruk tengkuknya. "Tante salah." sambungnya cekikikan.
"Javie yang memiliki lesung pipit, tapi kalau Javier gak punya." kata Aiden menjelaskan.
"Ah dan lagi, Javier hidungnya mancung kaya Aiden, tapi Javie hidungnya kaya tante Jenar sedikit mancung kedalam." bisik Aiden sambil melihat ke arah Jenar yang tengah cemberut memperhatikan nya.
"Hidung tante Jenar tuh udah mancung tau, tapi ini karena sering tidur tengkurep dan idung tante ketindih, jadinya agak ringsek ke dalem." Ucap Jenar tak terima.
"Hahahaha." Chaca, Nayla dan Hanna tertawa melihat wajah kesal Jenar.
"Nak, Bunda sama Ayah pulang dulu ya." Pamit Santi kepada Jenar.
"Loh kok cepet banget bun?" tanya Jenar.
"Iya nak, bunda masih ada beberapa pekerjaan untuk di selesaikan sebelum kembali ke kota B." jawabnya sambil tersenyum.
"Hufftt ... ya sudahlah, makasih ya Bunda sudah mau datang dan menjenguk baby twin J." ucap Jenar tulus sambil memeluk Santi.
"Sama sama sayang, mereka kan cucu bunda juga." kata Santi tersenyum. "Bunda tinggal nunggu cucu dari kakak kamu." Katanya lagi sambil menunjuk Fahmi dengan dagunya.
__ADS_1
"Bunda ..." kata Fahmi tak suka.
"Hahaha iya tau kak, masak kakak kalah sih sama Jenar," ujar Jenar terkekeh.
"Haiss,, nanti lihat aja kamu kan baru dua. Nanti kakak sekali cetak 4 sekaligus." kata Fahmi menaik turunkan alisnya sambil tersenyum.
"Udah kaya kucing aja sekali cetak 4," kata Chaca langsung tertawa di susul yang lainnya.
"Nah iya hahaha." Kata Jenar yang juga ikut tertawa.
"Kak Fahmi mau nikah nya sama kucing mana nanti Chaca bantu cari yang bisa sekali cetak 4," ujar Chaca.
"Kalau sama kamu aja gimana?" kata Fahmi menggoda seketika melunturkan tawa di wajah Chaca.
Mata Fahmi dan Chaca saling menatap satu sama lain. Hingga tiba tiba sebuah suara membuyarkan tatapan mata mereka berdua.
"Lah, om duren kenapa dah?" tanya Hanna berbisik di telinga Arlan.
"Ikan mulai makan umpan," bisik Arlan tersenyum kecil.
Setelah semua tamu sudah tidak ada, kini Jenar dan Arya segera kembali ke kamarnya.
Jenar masih banyak butuh istirahat, Jadi ia memutuskan untuk langsung tidur dan bermanja dengan Arya.
Baby twin J sudah di serahkan kepada perawat nya masing-masing.
Setelah beberapa bulan kedepan, Jenar akan mulai kembali kuliah, maka dari itu mereka memutuskan menggunakan jasa Pengasuh.
"Sayang," panggil Arya lembut.
__ADS_1
"Kenapa mas?" tanya Jenar menatap mata Arya dengan intens.
"Kapan mas bisa buka puasa?" tanya Arya sambil mengusap wajah Jenar dengan jemarinya.
"Hemm, sebulan lagi." kata Jenar menahan senyumnya.
"Hah, yang bener aja dong yank." protes Arya, membuat Jenar terkekeh.
Tanpa berkata lagi, Jenar langsung mencium bibir Arya dengan lembut, awalnya Arya sangat terkejut dengan serangan tiba tiba yang di lakukan Jenar, namun akhirnya dia segera membalas serangan itu dengan tak kalah panasnya.
Setelah beberapa saat, Jenar melepaskan pagutannya dan menatap suaminya dengan intens.
"Jenar merasa sangat beruntung bisa memiliki suami seperti mas Arya. Terimakasih sudah menjadikan Jenar wanita paling bahagia di dunia ini." ujar Jenar tersenyum manis.
"No no no! Mas yang seharusnya berterimakasih. Terimakasih karena kamu sudah mau menjadi bagian dari hidupku. Meski awal kita tidak begitu menyenangkan tapi mas bersyukur kamu bisa mencintai mas dengan setulus hati."
"Mas sangat bahagia atas kehadiran kamu di hidup mas. Di tambah dengan adanya kedua pangeran kita yang akan menjadi pelengkap hidup kita, terimakasih sayang. Terimakasih sudah rela berkorban begitu banyak untukku dan juga anak anak kita. Mas tidak akan pernah menyakiti kamu sayang, mas sangat sangat mencintai kamu. Mas tidak akan membiarkan kamu terluka sedikitpun." ujar Arya membuat Jenar langsung memeluk Arya dengan erat.
"I love you my Hubby." Bisik Jenar di telinga Arya.
"I love you to my wife." Ucap Arya. "Bolehkah?" Tanya Arya dibalas anggukan kepala oleh Jenar.
Jadilah Arya berbuka setelah hampir dua bulan berpuasa. 😂💪💃
T.A.M.A.T !
Yeeyy akhirnya selesai juga. Maafkan bila Endingnya kurang greget yah ... 🙊🙈💃
Jenar dan mas Arya gak benar benar selesai kok, Nanti akan ada beberapa Chapter lagi untuk Jenar dan mas Arya di sela perjalanan kisah Bian dan Lira, jadi buat yang kangen sama kisah lanjutan mereka masih bisa baca lagi nanti, hanya saja tidak terlalu sering 😘 😘
__ADS_1