Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Bonus Chapter III


__ADS_3

"Mommy." Teriak Javie saat tak menemukan Jenar di dalam kamar nya.


"Javie berisik!" Ucap Javier sambil menutup telinganya.


"Mommy." Teriak nya lagi.


"Astaga Javie kenapa sih." Seru Javier kesal karena Javie terus berteriak.


"Mommy!" Javie tidak memperdulikan ucapan Javier dia terus menerus memanggil Jenar.


"Javie berisik!" Ucap Javier untuk kesekian kalinya dan kini ia melemparkan bantal ke arah Javie saking kesal nya.


"Javier!' seru Javie tak terima dan melemparkan bantal nya kembali ke Javier.


"Makanya jangan berisik!" Seru Javier sambil kembali melemparkan bantal ke arah Javie.


Jadilah mereka berdua perang bantal hingga saat Javier melihat Javie berdiri dan sukses membuatnya terbelalak dan tertawa terbahak bahak.


Javie yang menyadari akan hal itu langsung menangis dengan kencang.


"Hey, ada apa ini hem?" Tanya Jenar saat memasuki kamar anak nya yang kini sudah seperti kapal pecah.


"Javie ngompol hahahahaha." Ucap Javier sambil tertawa terbahak bahak. Sedangkan Javie hanya menunduk masih dengan isak tangis nya.


"Javie." Panggil Jenar dengan lembut.

__ADS_1


"Hiks hiks sorry Mom hiks." Ucap Javie terisak membuat Jenar menghela napasnya berat.


"Javier gak boleh meledek begitu lagi, mommy gak suka anak anak mommy bertengkar. Kalau ada yang kesusahan harus saling mendukung dan jika ada masalah harus saling membantu." Ucap Jenar seketika membuat tawa Javier berhenti.


"Javie ayo ke kamar mandi." Jenar segera menuntun Javie untuk ke kamar mandi.


"Kapan kamu mandiri hem?" Tanya Jenar sambil memandikan Javie. Kini usia Javie dan Javier sudah mulai menginjak 7 tahun. Namun Javie masih sangat manja kepada Jenar, sedangkan Javier dia mandiri dan sok cool sangat mewarisi sifat Arya.


"Kalau udah gede." Jawab Javie sambil memainkan busa di tubuhnya.


Tak jarang Javie suka ngompol bila tidur malam, dan seperti sekarang ini, ia mengompol dan membuat Jenar memandikan nya.


Javie sudah bisa mandi sendiri, namun bila ia Habi mengompol maka ia akan meminta Jenar untuk memandikan nya.


"Kamu sudah gede sayang." Ucap Jenar sambil menyiram tubuh Javie di bawah kucuran air shower.


Setelah selesai mandi, Jenar keluar dari kamar mandi, rupanya sprei dan kasur Javie sudah di ganti dan sekarang arya rupanya sudah duduk dengan santai nya di sana sambil memainkan Hape.


"Ngompol lagi?" Ucap Arya menatap Javie dengan tatapan datar.


"Maaf Dad." Ucap Javie sambil menundukkan kepalanya takut pada Arya.


"Jangan berekspresi ke anak seperti itu." Ucap Jenar langsung menatap Arya dengan tajam.


"Sayang kamu terlalu memanjakan nya, lihat Javier saja sudah tidak ngompol dan bahkan ia sudah sangat mandiri." Ucap Arya.

__ADS_1


"Aku tidak mau debat di depan anak anak. Lebih baik kamu kembali ke kamar dan ngaca bagaimana sikap kamu selama ini padaku." Ucap Jenar dingin membuat Javie dan Javier menahan tawanya seketika.


"Sayang." Ucap Arya merengek seperti anak kecil membuat twin J semakin tak bisa menahan tawanya.


"Ayo Javie kita ganti baju." Ucap jenar tidak memperdulikan Arya.


"Dad, apa perlu Javier yang ambilkan kan kemari?" Tanya Javier sambil mengulum senyumnya.


"Javier!" Ucap Arya.


"Hahahaha Dad, kau sungguh cerminan dari kita berdua. Daddy tak ingin kami bermanja manja sama Mommy agar Daddy bisa bermanja dengan Mommy kan. Daddy curang!" Ucap Javier cemberut.


"Hey, kalian itu sudah pada besar, jadi sudah saat nya Daddy yang bermanja pada mommy kalian." Ucap Arya.


"Daddy jauh lebih besar dari kami berdua Dad." Ucap Javier mampu membuat Arya menutup mulutnya. Arya heran mengapa Javier sangat pandai sekali menjawab ucapan orang lain.


'Gara gara anak tuyul sialan, anak gue jadi ikut ikutan kaya dia.' Gumam Arya dalam hati. Yups selama ini Javier sangat dekat dengan Aiden.


Mungkin itu yang membuat Javier tidak berbeda jauh dengan Aiden.


.


.


.

__ADS_1


Ikuti kelanjutan kisah anak2 Tuyul beserta teman teman nya di Chat story terpaksa menikah dengan pembantu yaa, klik profil mommy



__ADS_2