
Chapter ini digabung dengan chapter selanjutnya. silahkan klik halaman Next. Terima kasih.
Warning 21+
yang masih dibawah umur mohon di skip ya sayang 🙏😘🤗
Sebelumnya maaf ya kalau diluar ekspetasi kalian, ini tuh menurut mommy sudah Hot sekali tapi gak tau kalian 😂 mommy nulis ini senyam senyum geli sendiri bahkan sampe ngakak 😂
semoga kalian syukaaa 🙏🙏💃
Arya menatap Jenar dengan tatapan seperti Singa kelaparan, Jenar merasa semakin terpojok dan takut melihat tatapan Arya yang seperti itu,
'Inikah akhir dari status perawan ku?" gumam Jenar dalam hati.
"Sayang," ucap Arya dengan suara serak dan membelai wajah Jenar, membuat Jenar langsung merinding
"Ma mas Arya ma mau apa." tanya Jenar terbata karena gugup
"Aku mau mengabulkan keinginan kamu" jawab Arya dengan senyum miring nya.
"Ke keinginan a apa."
"Tentu saja meneruskan yang kemarin sempat tertunda" bisik Arya di telinga Jenar membuat Jenar semakin menegang
"Ma maksud ma mas Arya." dada Jenar sudah naik turun karena nafasnya kian terasa sesak, entah kenapa suasana kamar ini tiba tiba terasa sangat panas hingga membuatnya sangat sesak
"Kamu makai Lingerie seperti ini bukankah ingin menggodaku?" ucap Arya
"Me menggoda, sembarang aja," ucap Jenar tak terima padahal memang iya, "Jangan ke PD an kalo ngomong" sambung nya
"Baiklah kalau begitu biar aku yang menggodamu," bisik Arya lagi membuat tubuh Jenar semakin menegang
Arya langsung mencium bibir Jenar dengan lembut, lama kelamaan ci*man itu berubah menjadi lum*tan lum*tan lembut, lalu Lidah mereka bergelut saling beradu dan bertukar Saliva, Jenar memejamkan matanya sambil mere*as kain sprei menikmati sentuhan Arya,
Setelah beberapa saat Ci*man Arya turun hingga ke leher jenjang Jenar dan mulai mengeksplor ria disana dan menanam buah Cerry kembali, hingga membuat mulut Jenar mengeluarkan lenguhan sexy di telinga Arya,
Tangan Arya pun tak mau tinggal diam, ia langsung merobek Lingerie yang di kenakan oleh Jenar dan mulai berjalan jalan di pegunungan yang indah dan lembut, Arya begitu gemas memainkan Squishy barunya sehingga menimbulkan Suara Jenar yang semakin terdengar sexy di telinga Arya dan kala ia mulai mem*lin coklat kecil yang ada di puncak gunung Jenar lenguhan itu semakin terdengar sangat sexy.
Tangan Jenar pun kini sudah beralih ke rambut Arya, mere*mas nya kuat senada dengan apa yang ia rasakan, Ci*man Arya pun semakin liar dan bringas disana, setelah puas bercocok tanam buah Cerry di leher jenjang Jenar, Arya kembali menebarkan benih Cerry di pegunungan masih bersih mulus dan indah itu, Sehingga membuat Jenar semakin terbakar api gair*h.
"Kamu sangat Sexy sayang," ucap Arya tersenyum dengan suara parau
Nafas Jenar semakin ngos ngosan seperti habis berlari maraton, tubuhnya terasa sangat panas,
Jenar menggigit bibir bawahnya kala merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan, "Mas Arya stop"
Jenar menyuruh Arya berhenti namun Arya tak memperdulikan nya ia masih fokus dengan kerjaan nya mencangkul di hutan,
"Mas Arya hemm Aku mau pipis" ucap Jenar sambil menggigit bibir bawahnya, membuat Arya semakin gemas dan Berg**rah.
"Keluarkan sayang," ucap Arya lalu kembali membungkam bibir Jenar dengan bibirnya, dan Semakin mempercepat aksi mencangkulnya,
Jenar melenguh Sesuai permintaan Arya, Jenar pun melepaskanya dan tubuhnya langsung terasa sangat lemas serta nafas yang naik turun.
"Boleh aku memulainya." tanya Arya lembut
"Lakukan lah mas," jawab Jenar lirih karena malu, lalu Arya kembali mengecup Jenar dengan lembut dan mulai menuntun adiknya untuk menjelajahi hutan belantara untuk mencari harta karun.
"Maass Sakittt" Ucap Jenar meringis menggigit bibir bawah nya dan mencengkram kuat bahu Arya sehingga menimbulkan bekas cakaran disana, Arya pun juga menahan sakit malah double di bahunya juga 'Adik' nya, karena ini benar benar pengalaman pertama untuk keduanya, Bahkan Jenar sampai meneteskan air mata karena menahan rasa sakit itu,
"Maaf sayang," ujar Arya lembut, sebenernya ia tidak tega melihat Jenar kesakitan sampai menangis tapi tidak mungkin kan ia kembali mencabutnya, ya kali ia harus bersolo Karir lagi, Arya akhirnya mendiamkan sang adik di pintu masuk dan kembali mencium Jenar dengan lembut, dan Tangan nya mulai bermain kembali di puncak gunung himalaya, agar Jenar bisa lebih rilex dan tenang,
Setelah beberapa saat Jenar sudah tak meringis lagi, Arya langsung memulai permainan itu dengan perlahan, perlahan tapi semakin lama semakin cepat agar mereka bisa menuju puncak Himalaya bersama.
__ADS_1
***Bersambung 🙈 Sudah Mommy Revisi yaa karena terlalu panas 🙈💃
Arya*** : Terimakasih Mommy akhirnya bisa duet sama Jenar
Mommy : Makasih sama Fans kamu karena mereka yang terus memaksa mommy mu yang polos ini agar kamu segera duet 🙄
Arya : I love you full pokoknya buat kalian, Doain supaya mommy cepet launchingin Album buat gue sama Jenar ya 😍
Mommy : Terus mommy gak di kasih hadiah nih? 🤔
Arya : Uluh uluh Mommy ku yang baik hati ini mau hadiah apa sih,
Mommy : Mommy cuma minta like dan komen fans kamu aja, bilangin gih agar mereka ninggalin jejak biar mommy makin semangat buat bikinin kalian berdua album 😂
Arya : Hay reders ku tercinta, sayang nya mas Arya yang keren kece badai ini, yuk tinggalkan jejak kalian, cuma jempol doang tekan Like dan love nya biar mommy gue senang, biar gue gak solo karir terus, masa kalian tega sih ngebiarin gue solo karir 😍🙏🙏
Jenar : Tenang sayang, kan sekarang ada Jenar mas Arya gak bakal Solo karir lagi 🤗
Arya : I Love you sayang 😘
Jenar membuka matanya dan menemukan sang suami terlelap sambil memeluknya, Jenar mengamati setiap lekuk wajah Arya yang semakin tampan,
'Sekarang aku sudah benar benar jadi seorang istri, Ya Allah, terimakasih atas segala nikmat yang engkau berikan kepada kami' gumam Jenar dalam hati,
"Sudah puas memandang ku?" kata Arya membuayarkan lamunan Jenar,
"pagi mas" kata Jenar sambil tersenyum tanpa menjawab ucapan Arya
"Pagi sayang, Cup." Arya mengecup singkat bibir manis Jenar yang sepertinya sudah menjadi candunya, "Makasih ya" sambung Arya
"Buat" tanya Jenar bingung
"Makasih karena kamu sudah hadir dalam hidupku, makasih karena kamu sudah memberikan warna dalam hidupku, terimakasih sudah mau menerima segala kekurangan dan kelebihan ku, dan terimakasih telah memberikan hak istimewa untukku" ucap Arya tulus membuat semburat merah di wajah Jenar semakin terpancar
"Mas Arya ih, pagi pagi udah gombal aja Jenar malu" ucap nya langsung menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.
Arya membuka telapak tanga. Jenar dan kembali mengecup bibir manis Jenar, "Jenar mau mandi dulu" ucap Jenar lalu melilit selimut yang membungkus tubuhnya untuk menutupi tubuh polosnya
"Awwww shhhh" Jenar meringis saat akan turun dari tempat tidur membuat Arya langsung bangun dari posisi tidurnya
"Kenapa ? tanya Arya
"Sakit," ucap Jenar lirih
"Apanya ?" tanya Arya lagi lalu mata Jenar melirik ke arah bawahnya membuat Arya paham, tanpa mengucap lagi Arya langsung mengangkat tubuh Jenar untuk membawanya ke kamar mandi,
"Yaaa, mas Arya turunin Jenar" pekik Jenar
"Kamu sakit, biar mas gendong aja" jawab Arya santai sambil melangkah menuju kamar mandi, Jenar malu sangat malu karena saat ini tubuh mereka masih sama sama polos dan tanpa selimut atau benang sehelaipun yang menutupi tubuh mereka.
Arya meletakkan Jenar di dalam bathtup lalu menyalakan air dan mengatur suhunya,
"Mas Arya keluarlah" kata Jenar malu
"Kenapa? kita sudah saling tau bentuk dan rasanya kenapa mesti malu" ujar Arya terkekeh, lalu segera ikut masuk ke dalam bathtup dan mereka melakukan nya lagi,
***
Meja Makan,
"Bi panggil Arya sama Jenar gih," ujar Tamara menyuruh Bian memanggil anak keduanya dan menantu nya.
"Gak mau," jawab Bian tegas, karena dia tau abang keduanya itu tidak akan turun ikut bergabung sarapan pagi ini
__ADS_1
"Kenapa? ini udah siang loh, dia gak ke kantor apa" ucap Tamara "Aiden panggil tante Jenar sayang"
"Gak Mau" jawab Aiden cepat
"Eh kenapa sayang?" tanya Tamara bingung, pasalnya biasanya Aiden paling bersemangat saat disuruh memanggil Jenar
"Aiden gak mau ganggu om dan tante waktu pagi, Aiden takut gagalin misi" jawab Aiden membuat semua orang menyerngitkan dahinya
"Misi ?" ucap semuanya bersamaan namun Aiden hanya diam dan mengedikan bahunya.
Flashback**
"Hallo" ucap Aiden
"Hallo, eh kok suara anak kecil" pekik seseorang di seberang sana
"Aiden udah gede ya bukan anak kecil lagi" kata Aiden tak terima di katain anak kecil padahal umurnya sudah mau 9 tahun.
"Oh jadi kamu yang namanya Aiden, hallo sayang, tante Jenar nya mana ya?" tanya nya
"Lagi ke toilet" jawab Aiden singkat
"Eh Aiden kamu mau bantu tante gak" tanya orang di seberang sana
"Bantu apa?" tanya Aiden
Lalu orang itupun menceritakan semua misinya kepada Aiden, yang menyuruh Aiden agar tak mengganggu waktu Jenar dan Arya malam ini dan besok pagi, Aiden pun hanya mengangguk anggukan kepalanya.
"Gimana"
"Beres deh," jawab Aiden senang
"Ya udah kalau gitu, bye bye ganteng mmuuach" ucap seseorang disana lalu tertawa dan mematikan sambungan telfon nya.
Flashback off**
"Tapi ini udah siang loh," ucap Tamara
"Mungkin mereka lagi duet mah" ucap Dimas buka suara
"Duet ?" ucap semua kecuali Bian, Bian hanya diam entah kenapa hatinya terasa seperti ada yang mencubit saat mengetahui misi yang di ceritakan Aiden, semalaman Bian tidak bisa tidur karena memikirkan Jenar, Bian sudah berusaha membuang perasaan nya namun entah kenapa rasa itu malah semakin dalam, Bian memang tidak pernah memperlihatkan nya di depan semua orang, dia cukup bahagia bisa dekat dengan Jenar, tapi saat tau dia akan menyerahkan mahkotanya kepada abang keduanya berarti Bian memang sudah benar benar harus Move on.
"Bian kenyang," kata Bian lalu beranjak dari duduknya. "Tuyul, lo bareng supir atau papi lo ya, gue ada kelas pagi ini" kata Bian, tanpa mendengar jawaban Aiden ia segera pergi meninggalkan meja makan.
**
"Mana sih si Jenar udah jam segini belom dateng juga, tumben banget" gerutu Chaca sambil melihat jam di tangan nya
"Tau nih, gue kan keppo sama ceritanya" ucap Nayla
"Sama," timpal Hanna
"Kalian ini ya pikiranya gak jauh dari situ" ucap Chaca kesal tanpa mengaca dirinya sendiri.
"Yaaa, emang kamu fikir siapa yang ngajarin kita kita?" kata Hanna tak kalah kesal
"Hehehee," Chaca hanya nyengir kuda merasa bersalah, yah memang Chaca yang paling gesrek dan mesum diantara mereka mereka yang masih polos,
tapi meskipun Chaca gesrek dan mesum dia juga tidak berpengalaman karena dia belum pernah mempraktekan apapun dari video video yang sering ia tonton,
'Bagaimana mau praktek kalau temen duet nya belom ketemu,' gumam Chaca dalam hati. 'Eh ngomong ngomong temen duet, gimana ya kabar om om ganteng itu'
Chaca terus memikirkan sosok om om yang telah menolong nya tempo hari dan berharap ia bisa bertemu lagi dengan om om itu.
__ADS_1
Hayoo, adakah yang tau siapa yang di maksud Chaca?