Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Made in mana yaaa


__ADS_3

Hari ini Trio somplak mendatangi Jenar karena ia tidak masuk kampus dan harus menyelesaikan beberapa tugas.


"Assalamualaikum" ucap ketiga sahabat Jenar, saat ini Jenar memang sedang menunggu kedatangan mereka sambil menonton tv.


"Walaikumsalam," jawab Jenar sambil berjalan perjalan menuju pintu.


Mereka kini langsung membahas tugas tugas yang di maksud dengan sesekali bercanda dan tertawa.


brug.


Aiden datang dan langsung menghempaskan dirinya di sofa samping Jenar.


"Aiden," pekik Jenar terkejut.


"Hehehe... Aiden capek banget tan," keluh Aiden.


"Capek kenapa?" tanya Jenar, "Kamu abis lari larian?"


"Di kejar Fans nya Aiden" ucap Aiden sambil menganggu kan kepala nya.


Jenar hanya menggeleng geleng kan kepalanya melihat tingkah lucu Aiden, "Oh ya, Aiden ini kenalin sahabat sahabat tante Jenar" Jenar memperkenalkan ketiga teman nya kepada Aiden dan langsung di sambut hangat oleh Aiden.


Chaca mengeringkan sebelah matanya kepada Aiden membuat Aiden bingung, "Kamu ga inget sama suara tante ?" tanya Chaca membuat semua menatap ke arahnya.


"Oohhh tante yang kemaren siang tlfn" kata Aiden setelah mengingat suara Chaca yang di telfon kemarin dan memberikan misi agar tidak mengganggu Jenar dalam proses berpetualang.


"Iyah, bagaimana tugas yang tante berikan kemarin?" bisik Chaca di telinga Aiden, dan Aiden langsung memberikan dua jempol kepada Chaca pertanda sukses.


'Kalian bisik bisik apaan sih," tanya Nayla.


"RAHASIA," ucap Chaca dan Aiden bersamaan lalu mereka ber tos ria dan tertawa bersama.

__ADS_1


Mereka menghabiskan waktu hingga sore hari, saling bercanda tertawa dan menggoda, tentu saja Jenar yang jadi topik pertama, mereka menggoda malam pertama Jenar.


***


Setelah selesai makan malam semua keluarga Pranata berkumpul di ruang keluarga.


"Arya," panggil Tamara memulai pembicaraan.


"Iya ma" jawab Arya tanpa melihat ke arah Tamara karena ia sedang fokus dengan PS nya, Yah meskipun anak anak Tamara sudah pasa dewasa dan bekerja bahkan berkeluarga (Kecuali si bungsu) tapi tetap saka di depan orang tua mereka masih seperti anak kecil yang sering berebut PS, dulu Arya sangat jarang ikut bermain, ia terlalu sibuk mengurus kantor dan juga hidupnya datar datar saja dan lebih irit bicara, namun berbeda setelah kehadiran Jenar ia sekarang lebih banyak bicara dan cerewet bahkan posesif dan lebih sering bercengkrama bersama kedua saudaranya.


dan Tamara merasa sangat bersyukur karena kini anaknya jauh lebih Hangat dibanding dulu dan ia tidak menyesal sama sekali karena batalnya pernikahan Arya dan Tata, karena Tamara merasa Jenar jauh lebih baik dan lebih bisa membuat hidup Arya berwarna.


"Kamu gak ingin bulan madu?" tanya Tamara membuat Arya langsung menghentikan permainan nya.


"Yesss K.O" pekik Bian saat memenangkan game nya, namun Arya tidak peduli dan memutar tubuhnya menatap ke arah Jenar yang duduk menunduk, Arya tau pasti Jenar sedang malu.


"Hemm akan Arya pikirkan ma" jawab Arya santai dan mengulum senyumnya masih menatap ke arah Jenar.


"Kapan? mama sudah pengen nambah cucu" kata Tamara membuat pipi Jenar semakin merona.


"Di rumah nanti ada ulet bulu lagi loh" sindir Bian mengingat kejadian Aiden kemarin.


"Ulet bulu pala item ya Nar" kata Dimas tertawa membuat Jenar semakin malu.


"Mas Aryaaa" ucap Jenar cemberut manja membuat Arya begitu gemas dan langsung menghampiri istrinya di sofa.


"Biarin aja, mereka itu Jomblo jadi iri" kata Arya sambil memeluk dan mengecup kening Jenar mesra.


"Woy inget sikon woy, masih ada Bocah disini" pekik Bian, Antara Cemburu atau Kesal entahlah.


"Iri, bilang bos" cibir Arya.

__ADS_1


"Aiden gak lihat apa apa kok," kata Aiden melihat ke arah televisi.


"Astaga mata anak gue tercemar," ucap Dimas sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Sudah sudah, kenapa malah jadi ribut sih," ucap Adi melerai anak nya agar tak ribut, padahal dia merasa bahagia di masa tua nya anak anaknya berkumpul seperti ini.


"Sayang, kamu mau bulan madu kemana?" tanya Tamara lembut.


"Heemm emang harus ya mah?" tanya Jenar lirih, sesungguhnya Jenar tak menginginkan bulan madu bulan madu seperti itu, cukup dirumah berkumpul dengan keluarga Jenar sudah bahagia.


"Harus dong Nar, biar nanti anak kamu ada Made in nya," ucap Bian tertawa, membuat Jenar menyerngitkan kening nya.


"Sialan, lo pikir anak gue barang pake made in segala," sungut Arya kesal.


"Lah salah emang? kan gak lucu anak abang Launching nanti terus Made in nya cuma Made in rumah Pranata, coba kalau bikin nya di bali atau luar negri beuh kan bagus tuh gampang di kasih nama," kata Bian lagi. "Misal kalau cewek Tukiyem made in Jerman atau korea atau china atau mana gitu," ucap Bian sambil tertawa geli disambut Dimas yang sudah tidak bisa menahan tawanya.


"Kalau anaknya cowok Parjo made in japan" sambung Dimas dengan tawa yang semakin kencang.


"Papi sama om Bian jahat, masa dede nya tante Jenar namanya begitu," sungut Aiden kesal, "Pokoknya kalau dede nya cewek namanya," Aiden mendongakan kepalanya ke atas sambil jarinya mengetuk ngetuk dagunya, "Ah Jeslyn dan kalau cowok Jacklyn," pekik Aiden bertepuk tangan seolah mendapatkan lotre.


"Dan gak pake Made in made in Aiden gak suka," ucap Aiden cemberut.


"Aiden emang best" ucap Arya mengacungkan jempolnya ke Aiden membuat Aiden bangga diri.


"Kalian ini ada ada aja sih" ucap Tamara terkekeh, mereka aja tidak tau bahwa pasutri itu sudah mulai buka pabrik atau belum, tapi sudah heboh mencari nama untuk anaknya nanti.


Arya menatap datar ke arah Dimas dan Bian sedangkan Jenar semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arya, Jenar sangat malu di goda goda seperti itu. Baru juga tadi malam ia buka pabrik masak udah pada mikirin nama buat anaknya nanti.


Hayo hayo, pada setuju nama duo gesrek apa nama dari Aiden 😂😂


__ADS_1


Visualnya Aiden yaa unyu2 ngegemesin 😂😍



__ADS_2