Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Menemui Jenar


__ADS_3

"CUKUP BU, CUKUP!" pekik Jenar saat sudah merasa Jengah dengan drama sang ibu Tiri.


'Iks gak nyangka ya, kalau dia anak durhaka,'


'Iya, berani banget ngebentak ibu nya di depan umum seperti itu,'


'Huum, wajahnya aja yang polos ternyata dia wanita panggilan"


'Iya, nyatanya dia bisa hamil di luar nikah'


' Masih untung ibu nya mau mencari nya dan menghawatirkan nya, eh malah gak tau diri banget ya,'


'Iya, emang dasar anak durhaka, gak tau diri,'


Dan masih banyak lagi bisikan bisikan para Setan yang berlalu lalang sambil melirik sinis kepada Jenar karena percaya dengan ucapan Arini dan kedua anak nya.


"Aku capek bu, Aku lelah hiks ," Jenar mulai berbicara pelan dan menangis, "Aku selama ini selalu menuruti semua keinginan ibu, Aku selalu berharap sikap ibu akan kembali lagi seperti dulu saat ayah masih ada, tapi ternyata ibu memang tidak pernah tulus menyayangiku,"


"Ibu, Jenar mohon jangan ganggu Jenar lagi, Jenar memang benar benar tidak memiliki uang sebanyak itu, Bahkan Jenar sekarang sudah tidak bekerja." ujar Jenar lembut, meskipun ia sakit hati dengan Arini, namun Jenar tidak bisa melawan Arini, bukan tidak bisa tapi Jenar tidak mau, Karena Jenar tetap menganggap Arini sebagai ibunya yang telah membesarkan nya meskipun tanpa Cinta.


Arini terdiam sesaat, jauh di dalam lubuk hatinya sedikit merasa tercubit namun ia enggan mengakui nya, sebisa mungkin dia kembalikan wajah sinis nya.


"Ibu kasih kamu waktu dua hari, atau kamu lihat apa yang akan ibu lakukan kepada kamu," ujar Arini lalu segera mengajak kedua anaknya untuk pergi dari sana.


Jenar langsung lemas dan terjatuh di tanah.


"Jenar," panggil Bian yang baru datang.


Jenar mendongakan kepalanya menatap Bian dengan raut wajah yang terluka, Bian pun segera berjongkok dan merengkuh tubuh Jenar dengan erat, Bian tau itu salah tapi saat ini ia yakin Jenar pasti butuh pelukan itu.


"Siapa mereka?" tanya Bian lembut, namun Jenar masih diam.


"Mereka itu ibu tirinya Jenar dan kedua putri lampir nya," ucap Nayla kesal.


"Apa mereka yang sudah membuatmu kabur waktu itu?" tanya Bian lagi dan Jenar mengangguk lemah.


"Apa bang Arya tau?" tanya Bian lagi.


"Kak Keysha bekerja sama mas Arya," jawab Jenar lirih, air matanya kembali menetes.

__ADS_1


"Ayo ikut," Bian mengangkat Tubuh Jenar dan menuntunnya menuju taman, di ikuti trio somplak di belakangnya.


"Kenapa kamu kemarin gak pulang hem," tanya Bian saat mereka sudah duduk di bangku Taman.


Jenar menatap lekat mata Bian, membuat Bian ikut merasakan sesak di dadanya.


"Kalau kamu gak mau cerita gak usah gapapa," kata Bian.


"Apa menurut mas Bian, mas Arya masih mencintai mba Tata?" lirih Jenar sambil menunduk.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" kata Bian bingung.


"Kemarin," Jenar menghirup nafasnya panjang lalu menghembuskan nya perlahan, "Aku lihat foto mas Arya dan mba Tata masih di simpan rapi di dalam laci nya," lirih Jenar.


"Apakah aku salah bila aku cemburu mas, apakah salah bila aku takut mas Arya bakal ninggalin Aku suatu saat nanti saat mbak Tata kembali," Jenar kembali menangis di pelukan Bian.


"Kamu gak usah khawatir aku yang akan pastikan kamu dan Bang Arya gak akan pernah terpisahkan, bang Arya gak akan pernah ninggalin kamu, aku pastikan itu, dan nyawaku taruhan nya," ucap Bian yakin, "Aku akan memastikan kebahagiaan itu datang kepadamu Jenar, aku janji," sambung Bian.


'Meski aku harus mengorbankan perasaan ku dan aku rela terluka untuk mu Nar,' gumak Bian dalam hati.


***


Jam makan siang, Arya memutuskan untuk menjemput Jenar ke kampus nya dan menjelaskan semuanya.


"Lan, lo disini aja jangan kemana mana, gue mau ke kampus," ujar Arya sambil berjalan menuju Lift.


"Bos mau kuliah lagi," entah kenapa Arlan tiba tiba menjadi beg*, dia melupakan bahwa istri Arya masih kuliah.


"Pikir aja Sendiri." jawab Arya ketus lalu mempercepat jalan nya.


Arya memasuki kawasan kampus dan langsung menuju kelas dimana Jenar berada.


Banyak mata yang memandang kagum sosok Arya, tidak sedikit orang yang tau siapa Arya Pranata, selain orang penting yang sering masuk Majalah sebagai CEO termuda di kota itu, Arya juga sering datang ke kampus itu untuk menjadi wali Fabian.


"Wahh itu tuan Arya kan, abang nya kak Bian,"


"Gila, ganteng banget ya,"


"Sayang sudah punya istri,"

__ADS_1


"Aku rela deh jadi simpanan nya,"


bisik bisik Fans nya Arya mulai terdengar di telinga Arya, namun ia tidak memperdulikan nya, ia terus melangkah kan kakinya menuju kelas Jenar.


Arya melihat Jenar sedang duduk di kursi ujung sambil menatap ke arah Jendela dengan menopangkan satu tangan nya di dagu nya.


Saat Arya memasuki kelas itu, Arya tidak memperdulikan tatapan orang orang.


Di saat semua mahasiswi berteriak teriak histeris karena kedatangan seorang pangeran, Jenar masih asik dengan lamunan nya, hingga akhirnya dia merasakan sebuah pelukan hangat di tubuhnya.


Wangi parfum Arya yang begitu Jenar kenal langsung membuat Jenar tau siapa yang telah memeluknya, Jantung nya berdetak kian kencang dan hatinya mulai terasa sesak kembali.


Arya mengkode Trio somplak untuk menyuruh seluruh manusia yang ada di ruangan itu keluar, mau tidak mau Trio somplak pun melakukan perintah Arya, awalnya seluruh mahasiswa itu tidak mau, karena masih ingin melihat ketampanan Arya tapi saat melihat tatapan tajam membunuh seorang Arya Pranata membuat mereka langsung menturuti permintaan Trio somplak.


"Sayang," panggil Arya lembut, Arya meletakan dagu nya di bahu Jenar, dia sangat merindukan istri kecilnya itu. "Maaf," satu kata yang Arya ucapkan mampu meloloskan air mata melewati pipi mulus Jenar.


Arya langsung membalikkan tubuh Jenar agar menghadap ke arahnya, Jenar memejamkan matanya membuat air mata kembali lolos membasahi pipinya.


"Aku salah, aku minta maaf,," Arya menghapus air mata di pipi Jenar lalu mengecup manja mata Jenar yang masih terpejam lalu turun ke pipi dan berakhir di bibir manis Jenar. Namun Jenar masih bergeming tanpa suara.


"Sayang, apa kamu tidak mau memaafkan ku?" tanya Arya lembut.


"Apa aku punyak Hak untuk tidak memaafkan mu mas," ucap Jenar lirih.


"Sayang, maafin aku, aku akui aku salah pliss maafin aku."


"Apa aku salah bila aku marah mas?" lirih Jenar.


"Kamu berhak marah, kamu berhak karena kamu istriku, Jujur aku seneng lihat kamu Marah dan cemburu, karena itu berarti kamu sudah benar benar mencintaiku," ucap Arya mengecup tangan Jenar.


"Sayang, Awal kita menikah memang tidak di dasari oleh Cinta, tapi beberapa bulan ini kita bersama, Rasa itu muncul dan semakin lama semakin nyata," Arya menjeda ucapan nya, saat melihat Jenar yang masih diam. "Seharian aku mencoba menghubungi kamu tapi tidak pernah kamu respon, aku sangat sangat kehilangan kamu, aku mohon jangan pergi lagi." Arya mengecup tangan Jenar dengan lembut.


"A apa mas Arya masih mencintai mba Tata?" tanya Jenar dengan bibir bergetar, lalu ia menatap mata Arya dan menggigit bibir bawahnya menunggu jawaban dari Arya.


Bersambung ahhh...


Hayoo apa kira kira jawaban Arya,, masihkah ia mencintai Tata??


Komen yaaa 😘💃

__ADS_1


__ADS_2