
Hari ini Jenar hanya ada satu mata kuliah, dan siangnya ia berencana untuk mendatangi kantor Arya dengan di antar oleh Bian.
Jenar merasa akhir akhir ini Bian mulai menjaga jarak dengan nya dan ia merasa sangat kehilangan sosok sahabat seperti Bian, padahal Bian lah teman pertama yang ia punya sewaktu bekerja di rumah Pranata.
Jangan tanya mengapa Bian menjaga jarak dengan Jenar, semenjak ia tau bahwa Jenar dan Arya sudah benar benar 'Menyatu', Bian sudah merasa memang harus melupakan Jenar, namun Bian tidak bisa bila ia terus berada di dekat Jenar, makanya Bian memutuskan untuk tinggal di Apartemen dengan alasan ingin mandiri, tapi tentu saja itu hanya berlaku beberapa hari saja, nyatanya ia yang sangat manja kepada Tamara tidak bisa jauh dari sang mama, dan itu membuatnya sangat frustasi.
oke kembali ke topik!
Kaki jenjang Bian membawa Jenar memasuki lobi kantor dan langsung mengajak Jenar menaiki Lift khusus untuk ke lantai 45 dimana ruangan Arya berada, Banyak mata yang memandang sinis karena memang baru mereka melihat Jenar di kantor itu.
Saat sudah sampai di lantai 45 ternyata disana sangat sepi karena memang Arya dan kedua pengawalnya (Asisten dan Sekretarisnya) sedang ada meeting di lantai 30.
"Kamu tunggu disini aja ya, aku mau cabut" kata Bian setelah mengantarkan Jenar ke ruangan Arya.
"Tapi mas," ucap Jenar tidak enak.
"Udah tungguin aja paling bang Arya bentar lagi juga selesai," ujar Bian lagi, "Aku buru buru nih."
"Hemm ya udah deh, makasih ya mas" ucap Jenar tulus, Bian pun langsung pergi meninggalkan Jenar disana sendirian, Jenar menelisik ruangan Arya yang terlihat sangat luas dan rapi juga indah, Jenar begitu terpesona saat ia melihat pemandangan seluruh kota J dari sana.
'Woaahhh bagus banget,' ucap Jenar kagum, Jenar sangat betah berdiri di dekat dinding kaca itu dan melihat pemandangan langit di siang hari yang di hiasi awan indah serta burung burung berterbangan.
"Ini tuh ngebangun nya gimana ya, kok bisa setinggi ini astaga."
"Kalau terjun pasti langsung innalilahi deh,"
Jenar bergidik ngeri membayangkan hal yang tidak tidak, sehingga membuatnya tiba tiba merasa takut berada disana.
Jenar pun beralih duduk ke sofa sambil memainkan Hape nya, hingga beberapa saat ia mendengar pintu dibuka, tentu saja hatinya sangat senang karena mengira itu mas Arya namun ternyata bukan.
Jenar membulatkan matanya tak percaya dengan siapa yang kini memasuki ruangan suaminya itu.
"Ka kak Keysa," lirih Jenar, nafasnya sudah naik turun dsn tubuhnya bergetar hebat.
__ADS_1
"Woaahh, siapa ini yang baru saja menyapaku," sinis Keysa dan berjalan mendekat ke arah Jenar membuat Jenar langsung memundurkan langkahnya.
"Lo udah bikin hidup gue dan nyokap berantakan gara gara lo kabur " pekik Keysa menjambak rambut Jenar.
"Lo tau gak, lo itu pembawa sial, gue nyariin lo kemana mana ternyata lo di kota ini hah."
"Gue mesti kasih tau juragan Sadi biar jemput lo kesini," Keysa meraih hape nya untuk menghubungi Arini namun Jenar langsung menampis Hape itu sehingga membuat Hape Keysa jatuh dan pecah.
"Berani lo sama gue hah," teriak Keysa.
"Sejak Jenar pergi, udah gak ada lagi yang perlu Jenar takutin kak," ucap jenar berani walau sebenernya ia takut.
"Hahaha udah punya nyali sekarang lo ya."
"Kenapa kakak disini," tanya Jenar mengalihkan pertikaian nya.
"Harusnya gue yang nanya sama lo, ngapain lo disini, oh gue tau, lo mau nyuri ya atau lo mau ngegoda tuan Arya."
"Kenapa kalian biarkan orang luar masuk ke ruangan tuan Arya hah, apa kalian mau di pecat!" teriak Keysa sok berkuasa.
"Saya tidak mau tau, suruh Satpam cepat kemari dan usir wanita ini, atau tuan Arya akan memecat kalian semua," ancam Keysa lalu segera menutup telfon nya dengan kasar.
"Kenapa kakak bisa ada disini" tanya Jenar lagi.
"Hah, lo mau tau kenapa gue bisa disini? gue kerja sebagai sekertaris disini" ucap Keysa bangga, "Dan lo, lebih baik pergi dari sini, lo bisa cari tempat perlindungan sebelum orang orang juragan Sadi nemuin elo" ucap Keysa sinis.
"A apa maksud kakak, aku tidak akan pernah takut lagi sama kakak apalagi juragan Sadi, aku tidak pernah ada urusan apapun dengan nya," ucap Jenar berani.
"Hahaha, lo kesini pasti mau ngegoda tuan Arya atau si Arlan hem" ucap Keysa, "Gue kasih tau ke lo ya, tuan Arya sudah punya kekasih jadi lo gak akan bisa berhasil ngeodain dia."
Jenar hanya diam mendengarkan ucapan Keysa, tangan ya mengepal kuat, ia menyesal mengapa ia harus ke kantor Arya dan menemui fakta bahwa kakak tirinya berkerja dengan suaminya, Terkadang 'Tidak Tau' itu lebih baik daripada 'Tau' tapi menyakitkan.
Keysa lalu segera duduk di kursi kebesaran Arya lalu membuka laci yang ada di meja itu dan mengeluarkan sebuah bingkai foto sepasang kekasih yang mampu membuat dada Jenar terasa begitu sesak,
__ADS_1
Keysa pernah melihat Arya mengambil sebuah foto di laci itu, makanya dia tau ada foto dan mengambilnya,
Keysa tau bahwa itu adalah mantan nya Arya tapi ia tidak tau bahwa Jenar lah yang sudah jadi istrinya, Keysa mengira bahwa Jenar akan menggoda Arya jadi ia akan memperlihatkan foto Arya bersama Tata untuk membuat Jenar pergi dan tak mengganggu Arya lagi, sehingga Arya hanya bisa melihat nya saja sebagai seorang wanita, pikir Keysa.
"Lo tau itu siapa?" tanya Keysa dengan senyum sinis, "Dia kekasihnya tuan Arya, jadi mending lo buang jauh jauh niat lo buat godain dia" sambungnya lagi.
Air mata Jenar menetes tanpa bisa ia bendung lagi, Ia tak menyangka bahwa rasanya akan sesakit ini saat tau kalau suaminya masih menyimpan fotonya bersama sang mantan, di foto itu terlihat sangat jelas bahwa mereka begitu saling mencintai dan menyayangi, hati Jenar begitu sesak dan sakit.
Beberapa saat kemudian datanglah dua orang security yang di panggil Keysa, "Kalian bawa wanita ini keluar sebelum tuan Arya tau bahwa kalian membiarkan orang luar memasuki ruangan nya," ucap Keysa dingin.
"Lepasin," Jenar memberontak saat kedua security itu menggandeng tangan nya untuk membawanya keluar.
"Silahkan keluar nona, sebelum kami kasar kepada anda," ucap salah satu security itu.
"Cepat kalian bawa dia keluar sekarang," ucap Keysa lagi dengan suara meninggi.
"Anda mau jalan sendiri atau kami paksa," ucap security itu lagi namun Jenar masih diam dan menangis, Hatinya masih berkelana jauh menikmati rasa sakit yang ia rasakan kini...
Bersambung yaaa💃💃💃💃
Jenar : Mommy jahat banget sih
Mommy : Eh mommy jahat kenapa
Jenar : kenapa mommy ngebiarin mas Arya nyimpen foto mantan
Mommy : lah yang salah suami kamu Jenar, kenapa mommy yang di salahin...
Jenar : Baru juga aku ngerasain seneng mom, mommy tega banget ngasih air mata lagi buat akuhh ðŸ˜
Mommy : Eh eh yang salah Arya kenapa mommy yang di salahin ðŸ˜
Jenar : pokoknya semua salah mommy ðŸ˜
__ADS_1