Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Perubahan Singa jadi Kucing


__ADS_3

"Braaakkk." Bian membanting Tas nya tepat di depan meja Calista,


Calista yang sedang asik bercanda dengan kedua teman nya pun langsung terkejut saat mendapati Bian datang dengan aura kemarahan.


"Fabian" ucap Calista tersenyum menutupi ketakutan di wajahnya.


"Maksud lo apa Hah." pekik Bian membuat seluruh siswa yang ada di kelas itu langsung menatap ke arah Bian dan Calista.


"Ma maksud nya apa sih Fab, gu gue gak ngerti." jawab Calista pura pura tidak tau


"Gue udah peringatin lo berulang kali ya, JANGAN SAMPAI LO TERLIBAT DENGAN JENAR," ucap Bian penuh penekanan dan menatap tajam ke arah Calista, "Kelakuan lo itu gak lebih dari seekor BINATANG!"


"FABIAN," teriak calista sampai meneteskan air mata.


"Gue ngelakuin itu karena gue sayang sama lo, gue cinta sama lo, gue gak mau lo terlalu deket sama cewek kampung kaya dia." Kata Calista dengan suara meninggi


"Gue gak peduli lo mau ngelakuin apapun kepada cewek cewek yang sebelumnya, tapi Jenar, gue gak akan ngebiarin lo nyentuh dia seujung kuku pun." ucap Bian dingin


Calista tentu saja terkejut, dia tidak menyangka bahwa Bian tau tentang apa yang ia lakukan selama ini terhadap cewek cewek yang dekat dengan Fabian.


"Fabian, gue cinta sama lo, gue mau kita kaya dulu lagi " suara Calista sedikit pelan namun Bian malah tertawa


Bian mendekat dan berbisik di telinga Calista, "Sebentar lagi lo akan tau siapa Jenar sebenernya, dan saat itu terjadi gue yakin lo nangis darah pun PERCUMA." ucap bian lalu pergi, namun baru beberapa langkah ia berhenti, "Ah dan satu lagi, meskipun Jenar berasal dari kampung, tapi dia memiliki hati yang lembut dan pemaaf tidak seperti seseorang yang terlihat berpendidikan tapi tidak bermoral dan malah murahan." ucap Bian tanpa berbalik lalu kembali berjalan keluar.


"Aaaarrkkkhhhh," teriak Calista kesal, "Dasar cewek kampung sialaaann,"


"Cal, kayaknya Jenar bukan orng sembarangan deh, buktinya si Bian sampe segitunya ngebela tu anak." ucap Sasi salah satu teman Calista


"Gue sependapat sama sasi, lo harus hati hati Cal." ucap Jenny teman satu lagi.


"Sial, berani dia ngaduin gue ke Bian, lihat aja nanti, sepertinya pelajaran kemarin masih kurang buat tu cewek kampung." ucap Calista marah.


*


Setelah di rawat tiga hari di rumah sakit, kini Jenar sudah di perbolehkan pulang, dan sesuai rencana Jenar pulang ke rumah Utama, tentu saja Aiden dan Bian adalah orang yang paling senang dan antusias untuk menyambut kedatangan Jenar.


Bian dan Aiden tak henti henti nya memberikan perhatian kepada Jenar, sehingga membuat Arya jengah dan kesal.


"Kalian berdua bisa diem gak sih," ucap Arya kesal karena sedari tadi Bian dan Aiden terus saja berlomba melayani Jenar, padahal Arya juga ingin.


"Om jangan marah marah, nanti kalau marah terus bikin penuaan dini loh, nanti om tambah tua sedangkan tante Jenar masih muda, nanti kalau tante Jenar malah suka sama Aiden yang masih imut dan muda ini gimana." tanya Aiden panjang lebar membuat Arya lagi lagi menghela nafasnya pusing.


"Dasar bocahh lo, ketinggian kalau ngomong, umur lo itu masih jauh banget gak usah mikir mikir suka sama Jenar, mending sama gue." ucap Bian sambil tersenyum smirk ke arah Arya

__ADS_1


"Ngomong sekali lagi mending kalian keluar." ucap Arya kesal.


"Gak mau, Aiden mau nemenin tante Jenar, nanti kalau om tindas lagi gimana," kata Aiden menatap tajam ke arah Arya.


"Aiden, om tidak pernah menindas tante kamu ya, kemarin itu cuma pemanasan." jawab Arya membela diri


"Cihh pemanasan," cibir Bian kesal


"Lo masih bocah mana ngerti." ledek Arya kepada Bian


"Sialan," ucap Bian melempar bantal sofa ke Arya namun dengan sigap Arya menangkapnya.


"Lo berani sama gue, jangan minta duit lagi lo sama gue." kata Arya mengucapkan kata Ultimantum yang paling di takuti Bian.


"Ciihh beraninya ngancem." ujar Bian mencibir


"Om Bian sama Om Arya kenapa malah jadi berantem sih kaya anak kecil saja." ucap Aiden dingin sok dewasa.


"Yaaaa." pekik Arya dan Bian bersamaan menatap ke arah Aiden yang sedang menyuapi Jenar makan jeruk.


Uhuukkk hukk hukk. Jenar tersedak jeruk saat mendengar pekik kan Arya dan Bian.


"Tuh kan, gara gara om om nih, tante Jenar sampai tersedak." omel Aiden kepada Bian dan Arya, membuat Arya dan Bian saling menatap satu sama lain.


"Kalau sayang Cium dong tante," ucap Aiden manja kepada Jenar, dengan Senang hati Jenar langsung mengecup kening dan kedua pipi Aiden,


Cup. cup. cup


Sedangkan Arya dan Bian melongo tak percaya, padahal Aiden paling anti di cium, dia selalu bilang bahwa dia sudah besar jadi setiap di cium dia akan marah, tapi sekarang malah dia yang menyodorkan dirinya untuk di cium Jenar.


"Sayang, Kenapa aku enggak." ucap Arya ikut manja dan mendekat ke arah Jenar, membuat pipi Jenar memerah seperti tomat karena malu, ini adalah kali pertama Arya memanggilnya Sayang terlebih di depan orang lagi, membuat Jenar semakin malu.


Bian lagi lagi terkejut melihat perubahan Arya,


"Astaga," gumam Bian di tengah bengong nya. "Kenapa dua makhluk astal yang dingin ini bisa berubah sedrastis ini sih." ucap Bian tak percaya.


"Apaan sih mas, gak malu apa sama mas Bian sama Aiden." ucap Jenar sambil menahan senyum.


"Kamu nyium bocah tengik ini aja gak protes kenapa suruh nyium suami sendiri protes sih." ucap Arya kesal.


"Enak aja masak Aiden di katain bocah tengik, Aiden udah gede yah, sebentar lagi umur Aiden 9 tahun." ucap Aiden ketus.


"Cihh baru 9 kan, om aja udah mau 30 biasa aja." kata Arya tak kalah ketus.

__ADS_1


"Dihh jadi makin TUA kok bangga." cibir Aiden, "Meskipun Aiden nambah umur tapi makin dewasa makin Ganteng dan makin unyu, lah om Arya nambah umur makin tua, banyak keriput sama Uban nanti kaya Papi hahaha." jawab Aiden tertawa.


"Kalian ini kenapa malah pada ribut sih." kata Jenar sambil menggeleng gelengkan kepala nya.


"Tantee om Arya tuh ngeselin." ucap Aiden manja


"Hey bocah tengik mending kamu keluar sana, ajak tuh om nya sekalian tuh." ucap Arya melirik Bian yang masih bengong dengan perubahan drastis sikap Arya dan Aiden yang tiba tiba manja seperti anak kucing.


"Jenar lo Hebat, bisa ngubah singa jadi kucing." ucap Bian memberikan dua jempol nya ke Jenar.


"Hah, singa jadi kucing" kata Jenar bingung sedangkan Arya dan Aiden menatap tajam ke arah Bian.


"Kalian ini benar benar kaya sepasang Singa." ucap Bian lalu segera berlari kabur keluar dari kamar Arya,


"Om BIANNN." teriak Aiden kesal.


"Tante, nanti kalau om Arya menindas tante Jenar lagi, tante panggil nama Aiden yah." kata Aiden lembut kepada Jenar.


"Iya panggil nama Aiden tiga kali nanti pasti Aiden langsung nongol kaya jin tomang." kata Arya mencibir membuat Jenar sekuat tenaga menahan tawa.


"Om Arya tuh yang jin tomang," kata Aiden tak terima.


"Kamu itu anak Jin." kata Arya


"Berarti om Arya adek nya Jin." kata Aiden santai


"Kamu, kenapa selalu ngejawab sih." ucap Arya kesal


"Om juga selalu ngajakik Aiden debat." kata Aiden tak kalah kesal.


"Sudah sudah sesama Jin jangan berdebat yah, harus akur." ujar Jenar sambil menahan senyum membuat Arya dan Aiden menatap Jenar seketika.


"Tanteee."


"Sayang.."


Ucap Aiden dan Arya bersamaan dengan nada Manja membuat Jenar tidak bisa lagi menahan tawanya.. . .


Hay sayang, semoga kalian gak Bosen yaaa baca cerita mas Arya dan Jenar yang gitu gitu aja,..


***Maafin mommy kalau mommy gak bisa bikin karya sebagus yang lain nya, Mommy tuh bukan seorang penulis, Mommy hanya IRT anak satu yang hobi ngehalu gegara kecanduan Novel disini,


Jadilah mommy mencoba menyalurkan Hobi sekaligus Famtasi Halu, maaf kalau gak sesuai sama keinginan kalian, 🙏

__ADS_1


Peluk dan cium jauh dari mommy buat kalian yang sudah mau mampir dan ngedukung mommy dari awal sampai sejauh sinii 🤗🤗🤗😘😘😘😘***


__ADS_2