
Pagi hari Jenar terbangun seperti biasa, setelah mandi dan menyiapkan air hangat serta baju ganti untuk Arya, Jenar pun membangunkan Arya agar lekas mandi.
"Mas, bangun," ucap Jenar menggoyangkan tubuh Arya agar bangun.
"Sebentar lagi sayang, aku sangat lelah," jawab Arya kembali merapatkan selimutnya.
Jenar pun mendesah pelan, "Mas Arya ini udah jam 6 loh, ayo buruan bangun."
"Heem sebentar lagi aja, lima menit janji," kata Arya di balik selimut.
Five minutes letter***
"Mas," Jenar kembali menggoyangkan tubuh Arya,"Ayo bangun,"
"2 menit," jawab Arya masih tak bergerak di tempatnya.
"Tadi 5 menit, sekarang 2 menit, gak sekalian aja 2 jam," sungut Jenar kesal karena dari tadi suaminya Ngaret.
"Yank, aku cape banget beneran deh, bentar lagi, kamu kan tau semalaman aku lembur," ucap Arya membela diri namun masih terbungkus selimut.
"Ohh capek yaa? lembur semalaman," sindir Jenar,"Oke, dua menit ya, dua menit gak bangun lebih baik Libur SEMINGGU, biar gak KECAPEK'AN lagi," Ancam Jenar penuh penekanan karena kesal dan merasa di permainkan oleh Arya.
Arya pun yang di sindir dan mendengar kata 'Libur' langsung beranjak dari tidurnya dan berlari ke kamar mandi, namun saat akan membuka pintu kamar mandi, Arya kembali dan mengecup sekilas pipi Jenar.
Cup.
"Morning kiss," ucap Arya lalu kembali lagi ke kamar mandi, membuat Jenar tersipu malu dan Terkekeh.
***
Di meja makan kini semua orang sudah berkumpul untuk sarapan bersama, wajah Aiden dan Arya tentu saja sudah berubah ceria lagi tidak seperti kemarin yang udah kaya Cancut lecek.
Acara makan pun di warnai dengan canda dan tawa seperti biasa, Tamara dan Adi sangat menyukai suasana ramai seperti ini, mereka merasa muda kembali, tidak seperti sebelum sebelumnya semua serba diam saat makan sudah seperti manekin.
Tapi semenjak ada Jenar, dua bongkah es di rumah itu sudah mulai cair dan hangat.
"Bi, Jenar bareng lo ya, gue ada meeting penting di luar kantor pagi ini," kata Arya.
"Lah si anak tuyul gimana?" kata Bian menunjuk Aiden.
"Sialan lo kalau ngomong anak gue anak tuyul, maksud lo gue tuyul," sungut Dimas kesal.
"Hahaha bapaknya tuyul marah," ucap Bian tertawa.
"Aiden mau berangkat sama Papi, gapapa om Bian sama tante Jenar aja," kata Aiden mengalah.
"Pinter," Arya mengacungkan jempolnya kepada Aiden.
***
***JF grup***
Hari ini Arya akan mengadakan meeting di Kantor Sebastian untuk membicarakan kembali tentang kerja sama nya.
JF grup. adalah salah satu Perusahaan yang memiliki Arsistek terbaik di kota itu, dan juga nama JF grup sangat melambung akhir akhir ini karena memang hasil kerjanya yang nyata dan memuaskan para klien nya.
Arya sendiri yang memilih JF grup untuk menangani proyek pembangunan Hotel bintang 7 yang akan di bangun Mall juga di bawahnya.
__ADS_1
Arya sudah membuktikan sendiri hasil kerja JF grup salah satunya tentang JF resto, yah Arya sangat mengagumi sosok Sebastian, masih muda berbakat tapi sayang Status nya lumayan tidak mengenakan.
"Bagaimana tuan Arya," tanya Sebastian setelah mereka melakukan pembicaraan mengenai kerja sama nya.
"Lumayan, saya percayakan semua kepada anda, saya sangat menyukai hasil desain desain yang anda berikan ini," ucap Arya.
"Ahh anda terlalu menyanjung tuan, baiklah silahkan di minum," ucap Sebastian lagi.
Setelah berbincang bincang sebentar, Arya pun pamit undur diri bersama Arlan.
"Lan, lo urus jadwal Honeymoon gue ya, sepertinya gue memang butuh itu," ucap Arya saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Kapan bos," tanya Arlan sambil menyetir.
"Hemm mungkin minggu depan, karena minggu ini kita akan lihat proyek di kota M kan," jelas Arya.
"Oke sip bos, pulang harus bawa oleh oleh ya," kata Arlan sambil cekikikan.
"Oleh oleh," ucap Arya mengernyitkan dahinya. pasalnya selama sekian tahun bersama baru ini Arlan meminta oleh oleh.
"Yoi bos, oleh oleh," jawab Arlan, "Arya junior," ucapnya lagi sambil Terkekeh.
"Kalau itu gampang." ucap Arya santai, "Lo kapan mau nyusul," tanya Arya.
"Gak tau nih, dulu sih niatnya mau nungguin Janda nya istri bos tapi kayaknya gak jadi deh," sindir Arlan.
"Sialan lo," Arya menendang kursi pemengudi Arlan dari belakang.
"Hahaha," Arlan tertawa melihat wajah Arya yang kesal, "Padahal dulu lakinya sendiri yang bilang begitu," lanjut Arlan lagi.
"Diem gak lo," Arya memberikan tatapan tajam ke Arlan, namun Arlan masih tidak bisa diem, ia malah semakin terkekeh.
***
"Iya," jawab Jenar.
"Gimana hubungan kamu saka suami kamu kemarin," tanya Nayla.
"Iya Nar, Kita penasaran banget," kata Hanna.
"Udah baik baik kok," ujar Jenar dengan wajah berseri nya, Jenar mengingat pendakian gunung himalaya nya bersama Arya tadi malam.
'Astaga kenapa sekarang aku jadi ikut ikutan mesum kaya mas Arya ya,' Batin Jenar menutupi wajahnya dengan telapak tangan nya.
"Nar," panggil Hanna khawatir mengira Jenar nangis lagi.
"Lo gak nangis lagi kan?" sambung Nayla.
"Kalian gak usah khawatir, gue yakin si Jenar kaga nangis, paling dia lagi Travelling pikirannya." Ujar Chaca tertawa membuat Jenar langsung membuka matanya dan melotot tak percaya kepada Chaca.
Chaca yang melihat exspresi wajah Jenar yang seperti mengatakan 'Kok Tau,' malah semakin membuatnya Tertawa terpingkal pingkal.
Hanna dan Nayla seketika langsung ikut menatap ke arah wajah Jenar dan benar saja, wajah Jenar kini sudah memerah bak kepiting rebus.
"Buahahahaaha, Muka lo Nar Nar hahaha." tawa Chaca semakin menjadi.
"Cha sumpah kamu berisik dan ngeselin banget," bisik Jenar cemberut.
__ADS_1
"Gue gak nyangka otak lo bisa mesum juga hahahaha, lo udah gak sepolos dulu hahaha." ucap Chaca lagi.
"Seriusan Nar, kamu mikirin begituan?" tanya Nayla menelisik.
"Jangan bilang semalem kamu abis.." Nayla tak melanjutkan ucapan nya karena melihat mata Jenar yang semakin melotot, Nayla pun langsung membekap mulutnya dengan tangan.
"Hahahahahaha."tawa Chaca semakin kencang.
"Aahh kalian kenapa suka banget sih jadiin aku bahan ejekan begini," ucap Jenar malu.
"Eh Nar, gimana rasanya?" bisik Nayla di telinga Jenar. "Sakit gak?"
"Enak gak Nar, punya tuan Arya gede gak?" bisik Chaca membuat wajah Jenar semakin panas.
"Panjang gak Nar, pasti sakit banget yah awalnya," sambung Nayla.
"Gue penasaran tau Nar," ucap Chaca lagi. mereka kini tengah berbisik dengan mencondongkan kepalanya agar berdekatan membentuk lingkaran.
"CHACAAA, NAYLAA," teriak Jenar membuat mereka menjauhkan kepalanya masing masing dan membuat seisi kantin menatap ke arah mereka.
"Kalian Nyebelin tau gak," ucap Jenar lagi lalu segera meninggalkan Kantin dengan wajah kesal, sementara Trio somplak tertawa terbahak bahak.
"Lo pada lihat wajahnya tadi hahaha." kata Chaca di sela tawanya.
"Hahaha iya, padahal cuma di tanya begitu." sambung Nayla.
"Lagi kenapa kalian nanya nya begituan sih, yang gede panjang apaan coba?" tanya Hanna yang memang sebelas dua belas dengan Jenar polosnya.
"Terongnya lah," jawab Chaca santai.
"Emang suaminya Jenar jualan Terong, kok kalian nanya nanya, kan Suami Jenar kerjanya Bos di kantor, ya kali itu perusahaan segede itu jualan Terong." sungut Hanna kesal karena tak percaya.
"Buahahaha, lo sama Jenar emang sama, Polosnya kebangetan," kata Chaca lalu segera mengejar Jenar.
"Bukan aku yang polos tapi emang otak kalian aja yang gak jelas," kata Hanna kesal.
'Ya Allah, kenapa aku punya temen pada Gesrek semua ya otaknya." gumam Hanna lalu ikut menyusul ketiga temannya.
**Lanjut Nanti lagi yaa sampai ketemu di Jam Kunti ❤👌😘
Hanna : Mom, emang apaan sih yang di maksud gede panjang?
Mommy : Mana mommy tau sayang,
Hanna : Kan mommy yang ngasih bisikan ke temen temen aku mom,
Mommy : Astagfirullah, emang mommy Setan 🙄
Hanna : hehehe aku gak ngomong mom 💃💃
Mommy : Mommy tuh masih polos Hanna, bahkan lebih polos dari kamu, jadi mana mommy bisa tau, ,
Hanna : Pret mommy polos apaan, aku yakin yang ngajarin Jenar itu mommy, mommy yang buat otak Jenar makin kesini makin mesum 🤔
Mommy : Astaga, kenapa mommy di Fitnes terus sih 😩😭
Hanna : Fitnah mom 🙄
__ADS_1
Mommy : Oh udah ganti namanya, mommy taunya Fitnes 💃
Hanna : Au ah 🙄