Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Menginap dirumah Mertua


__ADS_3

"Nar, bangun," panggil Bian saat Bis mereka telah sampai di sekolah Aiden,


"Euughh," lenguh Jenar meregangkan otot nya karena pegal, "Udah sampai ya mas,"


"Sudah," jawab Bian mengangguk, "Aiden masih tidur biar aku gendong kamu bawa Tas gapapa kan," tanya Bian di jawab anggukan oleh Jenar,


Mereka mulai menuruni Bis dan ternyata Arya sudsh stay cool menunggu mereka dengan wajah dingin dan datarnya, Seketika wajah Jenar yang tadinya kusut karena bangun tidur langsung seger melihat Arya yang sudah menunggu nya,


"Wahh Aiden tidur ya," tanya salah seorang ibu teman Aiden,


"Iya bu, kecapek'an kayaknya," jawab Jenar sopan,


"Waahh kalian ini kelihatan nya masih muda banget yah, tapi kompak mengurus anak," kata Ibu itu kagum, "Saya doakan semoga rumah tangga kalian Bahagia ya langgeng terus sampai tua," sambung nya lagi dan langsung di amin kan oleh Bian, sedang kan Jenar membulatkan matanya mendengar jawaban Bian,


Baru Jenar akan menjawab, Arya sudah lebih dulu mendekat dan merangkul Jenar dengan posesif, "Dia istri saya bu," ucap Arya, "Dan dia Adik saya," tunjuk Arya ke arah Bian," dan yang di gendong anak kakak saya, jadi jangan berfikir macam macam," ucap Arya dingin dan tajam, membuat ibu ibu itu merinding.


"Ohh. maaf maaf saya kira mereka suami istri, soalnya saya juga belum mengenal Papi nya Aiden," jawab Ibu itu sungkan, "Ya sudah kalau begitu saya permisi," ibu itu langsung berjalan secepat mungkin karena takut melihat wajah Arya yang sedang menahan marah,


Bian terkekeh dalam hati, antara Senang dan juga Sedih, entahlah, biarlah ia yang merasakan rasa itu sendiri, bila Jenar bisa bahagia sama Arya, Bian tidak akan mengganggu mereka namun bila Jenar tidak bahagia maka Bian baru akan mengambil Jenar dsn membawanya sejauh mungkin dari Arya,


"Mas Arya lepas ih," kata Jenar risi karena di peluk di depan umum begini, ia merasa sangat malu karena sedari tadi banyak mata yang memandang ke arah mereka.


"Ohh jadi kamu malu di peluk begini sama suami sendiri, tapi gak malu pelukan sama adik ipar kamu hah," kata Arya geram,


"Ihh mas Arya kenapa sih, cemburu yah," tanya Jenar dengan senyum mengembang di wajahnya,


"Buang fikiran itu jauh jauh," kata Arya melepaskan pelukan nya dan menyentil kening Jenar,


"Auuww," ucap Jenar memegang kening nya, "Mas," pekik nya kesal,


"Udah sih, kalian mau sampai kapan sih berantem, berat nihh," kata Bian tak kalah kesal karena lelah menggendong Aiden yang tengah tertidur,

__ADS_1


Arya pun segera membuka kan pintu mobil belakang agar Bian masuk dan meletakkan Aiden disana, lalu ia naik ke mobil pengemudi, di susul Jenar yang mau tak mau duduk di samping Arya,


Sesampai nya di rumah Pranata sudah hampir jam 10 malam, Akhirnya Arya dan Jenar memutuskan untuk menginap, toh besok minggu mereka Libur.


"Mas Arya mau ngopi atau ngeteh mungkin," tawar Jenar setelah selesai mandi,


"Teh" jawab Arya tanpa melihat ke arah Jenar, ia sibuk dengan Laptop nya untuk mengecek pekerjaan nya, gara gara Jenar pekerjaan nya hari ini terbengkalai,


Jenar turun ke bawah menuju dapur, rupanya di dapur ia bertemu mbok Ni yang belum tidur,


"Mbok," panggil Jenar,


"Ya Allah Jenar, kapan kamu dateng nya," ujar mbok Ni memeluk Jenar, Jenar pun langsung membalas pelukan mbok Ni,


"Baru mbok, kan Jenar abis nemenin Aiden jalan jalan, seru banget deh mbok " kata Jenar bercerita dengan semangat, mbok Ni senantiasa mendengarkan curhatan Jenar yang sedang bahagia karena habis jalan jalan ke berbagai tempat, persis seperti anak kecil yang abis di ajak jalan jalan oleh orang tua nya, seperti itulah Jenar bercerita kepada mbok Ni, membuat mbok Ni terkekeh dan semakin menyayangi Jenar,


Hampir satu jam sudah Jenar bercerita ngalor ngidul sama mbok Ni hingga ia melupakan tujuan nya ke dapur untuk apa,


"Jenar," ucap mbok Ni pelan,


"Tadi kamu kesini mau ngapain," tanya mbok Ni seketika membuat mulut Jenar menganga dan meringis karena melupakan tujuan nya,


"Jenar mau buat teh buat mas Arya mbok, haduuhhh," keluh Jenar sambil menepuk jidatnya sendiri,


"Ya udah buruan gih, nanti keburu tuan Arya marah loh " ucap mbok Ni sambil geleng geleng,


Jenar segera membuatkan teh dan menyiapkan beberapa potong kue kali aja Arya mau sambil mengemil, pikir nya.


Ceklek,


Jenar membuka pintu kamar nya perlahan dan ternyata Arya masih sibuk dengan laptop nya, Jenar meletakkan Teh dan kue itu di Nakas sebelah ranjang,

__ADS_1


"Teh nya mas," ujar Jenar hati hati,


"Kamu bikin Teh di apartemen," kata Arya dingin dan datar sambil mata dan tangan nya fokus ke laptop.


"Maaf mas, tadi keasikan ngobrol jadi lupa," ucap Jenar lirih membuat Arya menghentikan aktifitasnya, Arya mengira Jenar mengobrol sama Bian hingga melupakan nya.


"Masih belum cukup seharian kalian ngobrol dan ketawa bareng sampai harus di lanjut lagi," kata Arya menatap tajam ke arah Jenar yang sedang menundukkan kepalanya.


"Hah," ucap Jenae spontan langsung menegakkan kepalanya, "Jenar baru ketemu tadi pas di dapur mas, gimnaa bisa Jenar mengobrol seharian, kan seharian Jenar pergi, dan kita udah lama gak kesini jadi Jenar kangen sama mbok Ni," jawab Jenar panjang lebar membuat hati Arya sedikit lega namun Malu juga karena salah mengira Jenar mengobrol sama Bian.


"Terserah lah, sekarang kamu tidur aja besok kita pulang," kata Arya dingin menutupi rasa malunya yang telah salah menuduh,


"Jenar tidur dimana?" tanya Jenar polos, "Sofa nya udah gak ada," sambung nya, yah memang dulu ada sofa di kamar Arya, namun sekarang sofa itu sudah tidak ada, entah di kemanain oleh sang mama,


"Kasur ini lega Jenar, gak mungkin kamu akan jatuh kalau tidur disini sama aku," ucap Arya,


"Bukan Jenar takut jatuh mas, tapi Jenar takut mas Arya kebablasan," jawab Jenar,


"Gak usah kebanyakan Mimpi, aku tidak akan melewati batasku," kata Arya yakin, "Lagian siapa yang mau nyentuh bocah badan rata kaya kamu," decak Arya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Rata rata begini Jenar juga wanita mas," ucap Jenar lantang tak terima di katain seperti itu,


"Kamu bukan wanita, kamu itu masih BOCAH," tekan Arya,


"Bocah bocah begini juga udah bisa nampung bocah," ucap Jenar polos, membuat Arya membulatkan matanya,


"Apa maksud mu," kata Arya menatap tajam ke arah Jenar,


"Pikir aja sendiri, Jenar ngantuk mau tidur," ucap Jenar ketus lalu merebahkan tubuhnya di kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga ujung kepala,


Arya hanya menggeleng kan kepalanya,"Jangan begitu nanti kamu gak bisa nafas," ucap Arya sambil menurunkan selimut nya hingga keleher Jenar, Jenar hanya berdehem saja karena tubuhnya terasa sangat lelah akibat perjalanan hari ini, sedangkan Arya kembali mengerjakan pekerjaan nya.

__ADS_1


Bersambung, , ,


1066 kata loh ini udah paling panjang yah, hehehe


__ADS_2