Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Main Yuk


__ADS_3

"Hallo," kata Hanna di saat sedang melakukan VC dengan Arlan.


"Hallo sayang," jawab Arlan. "Lagi ngapain?" tanyanya.


"Lagi tiduran aja nih nungguin si Chaca belum dateng dateng juga," kata Hanna sambil meletakkan Hape nya di meja belajar nya dan dia meletakkan kepalanya miring di meja.


"Ngapain si Chaca?" tanya Arlan.


"Entahlah, kayaknya dia ribut lagi sama nenek lampir, makanya tadi dia bilang mau nginep disini," kata Hanna dijawab oh ria saja oleh Arlan.


"Kamu udah makan?" tanya Arlan.


"Belum," jawab Hanna cemberut.


"Kenapa."


"Kangeeenn sama Aa makanya gak nafsu makan," kata Hanna sambil menutup wajahnya malu malu, (Gapapa kali Han, biasa kok pacaran masih baru masih anget, anget anget ai ayam💃).


"Aku gak nyangka kamu bisa gombal juga," kata Arlan tertawa.


"Dih siapa juga yang gombal," kata Hanna cemberut.


"Jangan cemberut gitu, nanti aku gak kuat," kata Arlan.


"Gak kuat kenapa?" tanya Hanna.


"Gak kuat pengen cepet Halalin," kata Arlan senyum senyum sendiri, "kiya nyusul Bos Arya sama Jenar yuk," kata Arlan antusias.


"Diihh Hanna mau kuliah dulu A', Nanti kalau Hanna buru buru nikah Kuliah Hanna pasti berhenti," kata Hanna.


"Kamu kan masih bisa kuliah kaya Jenar," kata Arlan bingung.


"Apaan, nyatanya baru dapet 2 semester dia juga harus cuti kan karena Hamil, Hanna gak mau," kata Hanna menggelengkan kepalanya.


tok tok tok! "Eh kayaknya Chaca udah dateng deh A " kata Hanna berjalan menuju pintu.


"Njirr lama banget buka nya eh taunya lagi pacaran." keluh Chaca saat melihat Hape Hanna masih menyala.

__ADS_1


"Hehehee," Hanna pun segera menghampiri Hape nya dan menyudahi VC nya, tentu saja setelah dengan rayuan maut rayuan maut sang raja Alay di keluarkan oleh Hanna sehingga membuat Chaca tertawa terpingkal pingkal.


"Gue gak nyangka lo Bucin nya ngelebihin si Jenar," Kata Chaca sambil tertawa.


"Au ah," kesal Hanna.


"Si Nayla mana?" tanya Chaca yang langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


"Dia lagi ada acara, keluarga nya kesini tadi sore.


"Ohhh," kata Chaca, akhirnya mereka berdua bercanda dan mengobrol bersama.


🍁


"Mas Arya gak mau ke dokter aja," kata Jenar yang tidak tega melihat Arya harus bolak balik terus setiap pagi ke kamar mandi.


"Gapapa sayang, toh percuma juga ke Dokter gak akan ngaruh," kata Arya merebahkan kepalanya di paha Jenar. Arya kemarin sudah konsultasi dengan Dokter Maya dan katanya itu wajar dan akan hilang dengan sendiri nya. jadi yang harus di lakukan Arya adalah BERSABAR.


"Sayang," kata Arya lembut.


"Ada apa mas," tanya Jenar dengan tangan masih mengusap usap kepala suami nya.


"Main?" ucap Jenar bingung.


"Main ITU," kata Arya mengkode dengan menaik turun kan alisnya.


Mendengar kata ITU membuat Jenar baru paham. "Mas Arya lagi lemes gitu juga malah ngajakin main," kata Jenar kesal.


"Badanku emang lemes sayang tapi ITU enggak kok, percaya deh, mas bisa nakhlukin kamu," bisik Arya di telinga Jenar membuat Jenar bergidik ngeri.


"Mas, tapi ini masih pagi, nanti malem aja yah," kata Jenar menawar.


"Tapi aku maunya sekarang sayang," rengek Arya seperti anak kecil meminta mainan, membuat Jenar menghela nafasnya.


"Tapi pelan pelan, inget anak di dalem dua," kata Jenar mewanti wanti.


"Iya sayang," kata Arya lalu ia segera bangun dan mulai permainan nya.

__ADS_1


Dan pagi ceria itu mereka awali dengan pagi yang Panas.


🍁


Di meja makan semua orang sudah berkumpul, Hanya Jenar dan Arya saja yang belum datang.


"Jenar dan Arya kemana nih kok tumben belum turun," kata Tamara.


"Kesiangan kali," kata Bian.


"kamu panggilin gih Bi," perintah Tamara.


"Kok Bian sih mah, tuh anak Tuyul nganggur," kata Bian menunjuk Aiden dengan dagu nya.


"Om nya tuyul gak lihat si anak tuyul yang ganteng nya kebangetan ini lagi sarapan," kata Aiden lembut.


"Anak tuyul yang manis tapi ngeselin nya kebangetan, lo juga gak lihat gue lagi sarapan juga," kata Bian tak kalah lembut namun penuh penekanan.


"Sudah sudah, lama lama semua penghuni disini jadi Tuyul semua," ucap Tamara berdecak menanggapi panggilan panggilan abstruk dari anak dan cucunya.


"Udah lah mah, nanti juga pada turun kalau sudah selesai," kata Dimas ikut bicara.


"Selesai ngapain?" tanya Bian.


"Anak kecil gak usah keppo," kata Dimas membuat Bian mencibir.


"Si Arya lagi menikmati Morning Sicnes mah, biarlah dia bermanja manja sama istrinya," kata Dimas lagi.


"Hah maksud kamu?" tanya Tamara.


"Sama kaya papa dulu waktu mama Hamil Bian," jawab Dimas, baru Tamara mengangguk paham, karena dulu sewaktu ia hamil anak bungsu, Adi lah yang mengalami morning sicnes dan ngidam yang aneh aneh.


Dan Dimas pun juga sama dengan Adi waktu mantan istrinya Hamil Aiden dia juga mengalami gejala itu.


'Apa kabar kamu sayang,' gumam Dimas dalam hati kala membahas masalah mengidam malah dia teringat dengan mantan istrinya.


Bang Dimas belum bisa Move on dari Bini nya, Gimana dong dia mau nyalahin ijo kalau begini? 🙄

__ADS_1


kayaknya Chaca harus bekerja Ekstra buat naklukin om Duda. 💃💃


__ADS_2