
"Mau makan apaan?" Tanya Bian pada akhirnya mengalah dan membuang rasa malunya pada Lira.
"Hemm, di deket sini ada kedai ramen enak deh, makan disana yuk..." Ucap Lira dengan wajah imutnya membuat Bian tak kuasa menolak nya namun juga tak mengiyakan.
"Sadar Bian, sadar jangan sampai lo naksir sama cewek bar bar kaya dia." Gumam Bian dalam hati.
Tanpa menjawab ucapan Lira, Bian segera tancap gas menuju tempat yang dimaksud oleh Lira. Kedai itu cukup rame dan cukup viral di sosmed beberapa waktu terakhir ini, makanya tak sulit bagi Bian sampai di lokasi itu.
Dengan jalan tertatih, Lira segera memasuki Kedai itu dan segera mencari tempat duduk.
"Mbak, Ramen nya dua yah pedes semua." Kata Lira dengan semangat.
"Gue gak suka pedes." Kata Bian meralat pesenan Lira.
"Lah ya udah mas Bian pesen yang gak pedes aja. Lira kan pesen buat Lira sendiri." Kata Lira seketika membuat Bian speechless karena mengira bahwa Lira sekalian memesankan untuknya juga.
"Setan!" Umpat Bian dengan cemberut kesal.
"Ya udah mbak yang pedes dua dan yang sedeng satu, sama minumnya Ice Tea aja dua sama air mineral satu." Kata Lira tersenyum senang.
"Awas aja kalau gak habis." Kata Bian kesal. Entah mengapa seharian ini emosinya sedang tidak tidak stabil, ia merasa geram dan kesal dengan semua yang Lira lakukan hari ini.
"Siap Bos ... " Ucap Lira memberi hormat sambil tersenyum manis. Lagi lagi membuat Bian tertegun kembali saat melihat senyuman dan tawa Lira.
__ADS_1
🍂
"Kakak kapan sih nikahnya?" Tanya Jenar kepada Fahmi. Saat ini Jenar dan twin J bersama keluarga Fahmi tengah berkumpul di ruang keluarga kediaman Fahmi.
"Jangankan nikah Je, pacar aja dia belum ada." Kata Santi terkekeh.
"Bun ... " kata Fahmi yang sedang memangku baby Javier sedikit kesal.
"Bunda bicara fakta sayang ... " jawab Santi terkekeh.
"Je, apa kamu tidak punya kenalan untuk di pasangkan dengan kakak kamu, Ayah kasian dengan nya kelamaan menyendiri." Kata Bagas.
"Kok Ayah ikut ikutan Bunda sih." Kata Fahmi lagi dengan kesal.
"Dia gadis yang manis." Kata Santi melirik kearah Fahmi yang sedang terdiam membayangkan sosok Chaca.
"Dia cantik, manis baik dan penyayang Yah, Bun tapi sedikit bar bar dia." Kata Jenar semakin terkekeh kala melihat Fahmi yang semakin tersenyum melebar dalam lamunan nya.
"Gak usah di khayalin terus terusan kak, buruan halalin kalau niat mah." Sambung Jenar ssambil melempar bantal sofa kearah kaki Fahmi, membuat lamunan Fahmi buyar membuat semua tertawa.
"Javier kalau kamu besar nanti jangan seperti mommy kamu Oke. Kamu harus seperti Uncle," kata Fahmi dibalas dengan tawa oleh baby Javier.
"Anak ku ya harus mirip denganku lah, kalau kamu mau yang mirip denganmu bikin sendiri," Kata Arya sambil mendudukkan dirinya karena baru ikut bergabung.
__ADS_1
"Cih," Fahmi hanya berdecak menanggapi ucapan Arya.
"Sayang, kita gak jadi nginap ya, besok pagi aku harus ke luar kota." Kata Arya lembut.
"Yah ... " desah Jenar lesu, lalu menatap ke arah Bagas dan Santi.
"Kapan kapan kalian bisa kesini lagi Je." Ujar Santi tersenyum lembut.
"Ayah ... " panggil Jenar menatap Bagas dengan perasaan tak enak.
"Gapapa nak, benar kata Bundamu nanti kapan kapan kalian bisa kesini lagi dan menginap disini. Tapi harus sering yah ... " ujar Bagas membuat Jenar bernapas lega.
"Makanya Kakak buruan nikah terus punya anak biar baby twin J kalau main kesini ada temen nya, dan juga biar Ayah sama Bunda gak kesepian." Ujar Jenar sambil menjulurkan lidahnya meledek ke arah Fahmi.
"Sialan, kenapa semakin kesini gadis kecilku ini semakin banyak tingkah yah." Geram Fahmi.
"Dia bukan gadis kecilmu lagi, dia istriku!" Seru Arya yang merasa cemburu istri kecilnya du sebut sebut gadis kecik oleh Fahmi.
"Astaga, dia masih aja cemburu padaku." Ucap Fahmi menggeleng gelengkan kepalanya menanggapi perkataan Arya.
"Javier kelak kalau kamu dewasa jangan ikuti sifat Daddy kamu yang posesif dan cemburuan AKUT ini yah." kata Fahmi kepada baby Javier dan dibalas dengan celotehan tawa baby Javier.
Bersambung 😍😊🙏💃💃💃
__ADS_1