Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Makan siang bersama


__ADS_3

Setelah sekian lama tidak bertemu dan berkumpul, kini Jenar cs kembali berkumpul di Jf resto and Caffe, tentu saja Jenar harus di dampingi Aiden, tak lupa Lira pun di ikut sertakan.


"Kalian mau pesen apaan?" tanya Chaca, "Biar gue yang traktir kali ini," sambungnya.


"Cakep," ujar Hanna memberikan dua jempolnya kepada Chaca.


"Aku dulu," kata Jenar heboh, "Aku mau ayam goreng tapi yang paha ya, terus , , udang deh sama cumi goreng tepung, terus gurame nya satu juga, sayur nya Chapcay sama kangkung aja deh, ah sama minumnya es campur, es kelapa muda tapi jangan pake gula sama air putih, aku itu ajah," kata Jenar menyerahkan buku menu kepada Hanna, membuat semua melongo tak percaya terkecuali Aiden dan Lira yang memang sudah tau porsi makan Jenar sekarang.


"lo yakin abis Je?" tanya Chaca sambil menelan Saliva nya.


"Gak kebanyakan Je?" kata Hanna menimpali.


"Iya Je, kalau gak abis sayang loh," sambung Nayla.


"Itu kan buat bertiga," kata Jenar cemberut.


"Bertiga?" kata Chaca, "Lo Aiden sama Lira? biarin aja mereka pesen sendiri," sambungnya.


"Bukan," jawab Jenar cemberut, "Itu buat aku dan twin J, pas porsi bertiga, paling kurang dikit gapapa lah," kata Jenar santai membuat ketiga temannya semakin tidak percaya.


'Apakah semua orang hamil begitu?' gumam Chaca dalam hati.


'Astaga, itu perut Jenar isinya beneran bayi atau karung sih,' batin Hanna.


Hanna, Nayla dan Chaca terus mengamati cara makan Jenar yang seperti tidak ada kenyangnya, setelah memakan makanan nya dia bahkan masih sempat menyomot makanan Aiden kadang makanan Chaca juga Hanna, membuat semua berdecak kagum dengan Jenar.


"Jeje," panggil Fahmi yang baru keluar dari ruang VIP dan melihat Jenar sedang berkumpul dengan teman temannya.

__ADS_1


"Aiden," panggil Dimas juga saat melihat Aiden tengah makan bersama Jenar dan yang lainnya.


"Papi," kata Aiden melihat Dimas menghampirinya.


"Kok kakak bisa sama mas Dimas?" tanya Jenar pada Fahmi.


"Iya kami abis metting tadi," ujar Fahmi tersenyum, "Udah makan?" tanya nya.


"Ouwhh,,," jawab Jenar memanggukkan kepalanya," udah baru aja selesai," sambungnya.


"Oh ya, ini kenalin sahabat sahabat Jeje," kata Jenar, "ini Nayla, Hanna, Lira dan satu lagi Chaca marica," ucap Jenar terkekeh membuat Chaca cemberut.


"Lo kata gue lagu," ucap Chaca kesal.


"Lucu kali Cha, jadi lagu," ucap Jenar terkekeh, "Ehemm, gabung aja sih sini, pasti belum pada makan kan?" tanya Jenar membuat Fahmi menggelengkan kepalanya.


"Aiden kita pulang saja," kata Dimas memegang tangan Aiden namun Aiden tidak mau.


"Tante Jenar sudah ada mbak Lira yang nemenin," kata Dimas.


"Mas Dimas kenapa sih?" tanya Jenar, "mas Dimas gak suka ya Aiden deket deket sama Jenar," tuduh Jenar yang mulai kumat jiwa sensitifnya.


"Eh," Dimas terkejut dengan ucapan Jenar, "Bu bukan begitu Je, ta tapi," Dimas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia langsung melirik Chaca dengan intens, Dimas tidak mau Aiden terlalu dekat dengan Chaca tapi malah Jenar yang salah paham.


"Kalau emang mas Dimas gak ngebolehin Aiden deket deket sama Jenar lagi ya sudah mas Dimas ngomong aja, biar Jenar nanti pindah lagi ke Apartemen sama mas Arya hiks hiks," ucap Jenar yang sudah berderai air mata.


"Om ganteng jangan gitu dong om," kata Chaca ikut angkat bicara, "Jahat banget sih, padahal kan Aiden sayang sama Jenar, ya kan Aiden?" tanya Chaca semakin memojokkan Dimas.

__ADS_1


"Emang Jenar salah apaan sih om, kok om ampe begitu ke Jenar," sambungnya.


"Papi jangan jahat sama tante Jenar, tuh lihat gara gara papi tante Jenar nangis kan, nanti Aiden aduin sama om Arya loh," ancam Aiden membuat Dimas semakin frustasi.


"Padahal Jenar sayang banget sama Aiden hiks, kenapa mas Dimas gak ngebolehin Aiden deket sama Jenar hiks," ucap Jenar masih dengan tangisnya.


"Astagaa," geram Dimas mengusap wajahnya dengan kasar, "Serah dah terserah," kata Dimas semakin kesal.


"Awas kamu," ucap Dimas lagi sambil menunjuk wajah Chaca dengan telunjuknya lalu pergi meninggalkan Restauran itu.


"Gimana aktingku?" tanya Jenar langsung berhenti menangis seketika membuat Hanna dan Nayla terkejut, begitupun dengan Lira dan Fahmi, namun tidak dengan Aiden dan Chaca, mereka seolah sudah tau bahwa Jenar hanya berpura pura, Jenar pun tau sebenernya bahwa Dimas berkata seperti itu karena tidak mau Aiden terlalu dekat dengan Chaca, sedangkan Jenar dan Tamara sudah memiliki misi untuk menyatukan duren itu dengan sang daun muda.


"Tos!" ucap Chaca memberikan kedua tangannya ke udara yang langsung di sambut oleh Jenar dan Aiden.


'Semangat Chaca, lo punya calon ipar, calon anak serta calon mertua idaman semua umat,' gumam Chaca dalam hati sambil terkekeh.


Bersambung 👏💃💃


Mommy : Semangat Chacaaa, mommy mendukung mu 😍👏


Chaca : Makasih mommy ku sayang, pokoknya gue harus taklukin om duren ya mom 💪


Mommy : Harus dong, maju terus pantang kalah sebelum berperang 💃


Chaca : Jangan kasih kesempatan buat si mantan pokoknya mom 👊


Mommy : Gak janji sayang 🙈

__ADS_1


Chaca : Moommm 😤


Mommy : 🙈💃💃💃💃💃


__ADS_2