
Setelah rutinitas seharian yang membuatnya lelah, kini saat nya malam tiba, saat bermanja manja dengan sang istri, ralat bukan bermanja manja namun memanjakan sang istri.
Pekerjaan Arya kini bertambah saat malam haru, yakni mengusap usap perut Jenar kala menjelang tidur, karena kalau tidak di usap maka akan di pastikan Jenar tidak akan bida tidur, begitupun dengan baby twin J yang akan terus menendang hingga membuat Jenar sering meringis kesakitan karena tegang di perutnya.
"Mas," panggil Jenar karena Arya belum juga kembali dari Walk in closetnya.
"Iya sayang, sebentar," kata Arya setengah berteriak, setelah selesai dengan pakaian nya Arya pun langsung merebahkan tubuhnya atas tempat tidur, Jenar pun dengan segera menghambur ke pelukan Arya, mengendus ketiak Arya adalah Hobi baru Jenar sejak Hamil.
Jenar meletakkan kepalanya di lengan Arya agar bisa lebih dekat dengan ketiak Arya, bila boleh jujur Arya merasa geli dengan tingkah Jenar, namun ia tidak bisa menolak keinginan Jenar sama sekali, maka dari itu dia hanya bisa Pasrah.
"Tidur gih udah malem tuh," ucap Arya menunjukkan jam dinding yang berada tembok dekat sofa, lalu Arya segera mematikan lampu tidur.
"Gak bisa tidur," ujar Jenar cemberut sambil memainkan dada Arya.
"Oh ya, hemm besok mas akan ada kerjaan ke kota B," ucap Arya pelan dan selembut mungkin, "Dan sepertinya harus menginap dua hari," ucapnya lagi dengan jantung berdetak kencang.
1 menit kemudian ..
2 menit kemudian ...
3 menit kemudian ...
5 menit kemudian ...
Lama Jenar terdiam namun akhirnya, "Hiks hiks hiks," Jenar terisak di ketiak Arya sambil memukul mukul dada Arya, "mas Arya jahat mau ninggalin Jenar," katanya.
__ADS_1
"Sayang, mas perginya sama Arlan, dan hanya dua hari, setelah itu mas akan ambil libur dan mengajak kamu juga twin J jalan jalan, bagaimana?" kata Arya memberi penawaran.
"Terus nanti kalau mas Arya gak ada gimana Jenar bisa tidur hiks," tanya Jenar dengan masih terisak.
"Hanya dua hari sayang, yah," kata Arya lagi memohon.
"Terus Jenar tidur sama siapa?" tanya Jenar, "terus nanti kalau twin J mau ketek Daddy nya gimana?" kata Jenar lagi.
"Sayang, kamu sayang gak sama baby twin J hem?" tanya Arya sambil mengusap perut Jenar, "Dia sebentar lagi lahir loh, mas kan cuma pergi dua hari aja, nanti kalau bisa di cepetin mas akan cepetin urusan disana biar bisa lebih cepat pulangnya."
"Janji," kata Jenar menatap mata Arya lekat lekat. "Iya sayang, mas Janji," kata Arya lalu memeluk Jenar dengan erat.
🍁
"Lah, kamu gak masuk?" tanya Hanna.
"Iya nih aku haru pulang hari ini," kata Nayla, "Papa ku sakit," sambungnya.
"Oh ya sudah nanti ku absenin," kata Hanna.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jaman akhirnya Arya dan Arlan sudah sampai di lokasi tujuan nya, Arya tidak mampir ke hotel terlebih dahulu untuk istirahat, ia langsung pergi ke lokasi pembangunan Resort yang tempo hari ia bicarakan dengan Fahmi.
Setelah memastikan tidak ada kendala apapun, Arya kembali melanjutkan perjalanan ke sebuah hotel untuk beristirahat karena nanti malam ia akan menemui salah satu Clien nya dari luar negri.
🍁
__ADS_1
"Lah, papa sudah sembuh?" tanya Nayla sedikit terkejut saat sudah sampai di rumah, melihat papanya tengah bersantai di teras rumah.
"Jadi kalau papa gak sakit kamu gak mau pulang begitu?" kata Zainal (papa Nayla) yang sedang menyeruput kopi sambil menopang sebelah kakinya di kaki satu lagi.
"Ya bukan begitu pa, tapi mama bilang sakit, makanya Nayla buru buru pulang karena khawatir sama papa," ujar Nayla cemberut sambil mencium tangan Zainal.
"Sudah berapa bulan kamu gak pulang hem, emang gak kangen sama papa?" tanya Zainal langsung menarik Nayla untuk duduk di pangkuannya, "Kangen tapi kesel juga," jawab Nayla cemberut.
"Putri papa sekarang sudah besar, sudah berat buat di pangku, sana duduk sendiri," kata Zainal, membuat Nayla terkekeh.
Nayla adalah anak tunggal, makanya Zainal sangat memanjakan Nayla sedari kecil, "Lagian papa yang mangku Nay kok," kata Nayla.
"Kamu istirahat gih, nanti malam papa akan mengajak kamu makan malam di luar, sudah lama kita gak keluar bertiga kan," kata Zainal.
"Ya udah, Nay kedalam dulu ya pah," pamit Nayla lalu masuk kedalam rumah.
'Semoga ini pilihan yang tepat dan terbaik buat kamu nak,' gumam Zainal dalam hati.
Bersambung 💃💃💃
Adakah yang penasaran sama kisah Nayla?
Mommy pengen buat sebelum ending semua sahabat Jenar bahagia juga 😍💃
meskipun belum kelihatan Hilal bahagianya 🙈
__ADS_1