
Di dalam perjalanan Choco sudah merasa tak tenang. Sebab sebelum datang ke hotel, anak buahnya telah memberikan semua informasi tentang masa lalu Melinda.
Dia tidak ingin percaya, tetapi nyatanya fakta telah berbicara. Dia telah dibohongi habis-habisan oleh wanita itu, sementara cintanya masih teramat besar.
Kecewa? Jangan ditanya, jantungnya seperti diremass-remass, hingga meninggalkan kesakitan yang luar biasa. Dia tidak menyangka takdir akan membawanya pada titik ini, titik di mana dia merasa menjadi orang terbodoh di dunia.
Karena cinta telinganya tuli, karena cinta matanya buta dan karena cinta mata hatinya tertutup. Sehingga tidak bisa menilai yang benar dan yang salah.
Dengan bukti yang telah berada di tangannya, akhirnya Choco pergi ke hotel yang dimaksud anak buahnya. Tidak bingung, karena ternyata Melinda dan Tuan James bertemu di salah satu hotel milik keluarganya.
Dan di sinilah dia berada sekarang. Melihat wanita yang dicintainya bercumbu dengan pria lain. Menggoreskan luka yang lebih dalam di hatinya.
Inikah yang dimaksud oleh Prilly? Inikah yang membuat gadis itu menggagalkan rencana pernikahannya dengan Melinda?
Hati Choco memanas dengan darah yang mendidih. Kemarahannya memuncak bersama rasa kecewa yang memenuhi dadanya. "KEPARAAAAAAT!!!" Teriak pria tampan itu sekuat tenaga.
Hingga membuat kedua orang yang ada di dalam sana sangat terkejut. Melinda dan Tuan James sama-sama melihat ke asal suara. Keduanya terbelalak lebar, sementara api kemarahan Choco sudah naik hingga ke atas kepala.
"Choco," lirih Melinda nyaris tak terdengar, dia benar-benar tidak menyangka jika yang ada di hadapannya sekarang adalah sang kekasih. Namun, bagaimana bisa? Apakah Prilly memberitahu pria itu, jikalau dia pergi dari rumah?
Dengan langkah lebar Choco mendekati Melinda dan Tuan James. Tanpa diduga pria itu menarik baju Tuan James, hingga pria tua itu bangkit dari duduknya.
Bugh!
Satu pukulan melandas begitu saja, karena Choco terlalu emosi dengan apa yang dia lihat. Tanpa pikir panjang dia melampiaskan semuanya pada Tuan James, hingga pria tua terperangah.
"Hadapi aku, Keparaaat!" teriak Choco sekuat tenaga. Dia kembali melayangkan tangannya untuk menghajar pria yang berani bermain-main dengan Melinda.
__ADS_1
"Tenangkan dirimu, Tuan," balas Tuan James, tetapi Choco tidak peduli dengan ucapan pria tua itu.
"Tenang? Kamu pikir aku bisa tenang setelah melihat tindakan kalian yang begitu menjijikkan? Tidak!"
Sementara wanita itu langsung membenahi pakaiannya dan berteriak histeris. "Stop!" Melinda berusaha untuk bangkit dan melindungi Tuan James dari amukan Choco. Namun, hal tersebut justru membuat Choco semakin bertambah beringas.
Dia menghajar Tuan James dengan brutal. Hingga mereka terlibat perkelahian. Namun, Tuan James terlihat kewalahan, sebab Choco sudah seperti kesetanan.
"Aku bisa jelaskan semuanya!" jerit Melinda dengan nafas yang terengah-engah. Ingin menghentikan aksi kekasihnya.
"Apa yang ingin kamu jelaskan? Kamu ingin menjelaskan bahwa dia adalah kekasih barumu?" Tuding Choco pada Tuan James yang tengah mengusap pinggiran bibirnya yang berdarah. "Kenapa, kenapa tidak dari awal kamu membebaskan aku dari ikatan ini! Kalian malah bermain di belakangku, menjijikkan!"
Mendengar itu, tentu Melinda terperangah, karena untuk pertama kalinya Choco terlihat begitu marah sampai mengeluarkan kata-kata kasar di hadapannya.
"Menjijikkan? Lalu apa yang kamu lakukan bersama Prilly? Bukankah itu sama saja menyakiti aku? Kamu tidak sadar dengan tindakanmu?" Melinda berusaha memutarbalikkan keadaan, agar Choco yang terlihat bersalah. "Aku seperti ini karena kamu! Kamu yang egois karena membatalkan pernikahan kita!"
Choco menarik sudut bibirnya ke atas, tak menyangka jika Melinda memang pintar sekali bermain drama. "Jangan kamu pikir aku tidak tahu semuanya! Aku tahu Melinda, semua identitasmu sudah ada di tanganku. Kamu adalah pembohong yang sebenarnya, selama ini kamu telah membohongi aku."
"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan!"
"Dan aku tidak perlu susah payah membicarakan ini semua denganmu! Mulai hari ini, jangan pernah datangi aku, apalagi mengaku-ngaku sebagai kekasihku. Kita sudah selesai!" ucap Choco dengan gamblang. Air mukanya sudah tidak bisa dikondisikan, antara ingin menangis dan memendam kekecewaan.
Sementara Tuan James yang mendengar perdebatan sengit itu hanya bisa tersenyum miring. Rencana Aneeq telah berhasil, sekarang tinggal dia yang pergi dari sisi wanita gila seperti Melinda.
"Cho, bicara apa kamu!" sentak Melinda lalu berusaha untuk meraih lengan Choco. Akan tetapi pria tampan itu langsung menepisnya.
Rahang Choco mengatup rapat, jika sebelumnya dia akan menyambut sentuhan Melinda. Namun, tidak untuk sekarang. "Jangan pernah sentuh aku dengan tangan kotormu. Karena sudah terlalu banyak pria yang mendapatkannya, dan aku tidak ingin menjadi salah satunya."
__ADS_1
"Kamu bicara omong kosong?" Melinda kembali berusaha mendapatkan perhatian Choco lagi, tetapi pria itu semakin menyingkir.
"Aku pantang memukul seorang wanita, jika kamu berani menyentuhku lagi, maka aku akan menganggap kamu bukan wanita, aku tidak akan segan!" kata Choco dengan tatapan nyalang. Dia pun memutar badan, karena sudah merasa gerah berada di tempat ini.
Melinda semakin merasa direndahkan. Karena merasa kesal, akhirnya dia pun membiarkan Choco pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua. Toh masih ada Tuan James yang bersedia berdiri di sampingnya.
"Pergilah, kamu memang cocok dengan gadis licik itu!" ucap Melinda untuk yang terakhir kalinya. Membuat Choco menghentikan langkah, lalu sedikit menoleh.
"Setidaknya dia lebih baik dari kamu!"
Setelah kepergian Choco, Melinda pun mendekati Tuan James yang sedang membenahi pakaiannya. "Tuan, maaf."
"Tidak apa-apa, aku yang minta maaf, karena aku kalian bertengkar."
"Tuan, itu—"
"Tidak perlu dijelaskan. Dan perlu kamu tahu, aku tidak bermain dengan wanita yang masih memiliki masa lalu, jadi anggap saja malam ini tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita," ucap Tuan James yang membuat Melinda terhenyak.
"Tuan, anda dengar sendiri kan kalau dia sudah melepaskan aku."
"Maaf, aku tidak ingin menambah masalah."
Lantas setelah itu Tuan James pergi begitu saja meninggalkan Melinda. Membuat wanita itu menganga tak percaya. Dalam satu waktu, dia ditinggalkan oleh dua pria.
"SIALANNNN!"
***
__ADS_1
Namanya juga cinta satu malam, udah satu malam ya ditinggalkan 🤣🤣🤣
Jangan lupa vote, ini hari senin ya oeyyyy🥱🥱🥱