Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri
Cobra #5


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, kesedihan yang telah mereka dapatkan akhirnya berbuah manis, setelah lima tahun kemudian. Sebab kehadiran seorang bayi cantik bernama Titania Veronica Tan, membuat Prilly kembali merasakan kebahagiaan.


Kini usia bayi itu sudah masuk 2 tahun, karena tak berbeda jauh dengan Baby Leo.


"Kakak, ayo bangun! Ini sudah jam berapa? Kamu kan harus mengajar," ucap Prilly, membangunkan sang suami yang masih terlelap, padahal dia sudah bangun sedari tadi dan membantu sang anak untuk bersiap-siap sekolah.


"Aku masih mengantuk, Sayang. Sebentar lagi yah." Balas Choco, masih memejamkan mata. Nyaman sekali di atas ranjang.


"Sayang, anakmu juga harus sekolah. Kalau dia terlambat bagaimana?" rengek Prilly sambil memukuli bahu suaminya. Bukan apa, jika dikata lelah dan mengantuk. Dia pun sama, sebab jam 2 dini hari mereka baru bisa tidur setelah menghabiskan malam panas berdua.


Choco mengembuskan nafas kasar, jika sudah begini maka dia harus mengalah. Atau ibu dua anak ini akan mengomel sepanjang hari.


"Oke, oke. Tapi cium dulu," ujarnya sambil menegakkan tubuh. Dengan bibir yang mengerucut Prilly mengikuti kemauan Choco, dia mengecup pipi suaminya sekilas lalu membuang wajah.


Sementara Choco hanya bisa tersenyum miring. "Cantiknya istriku kalau sedang cemberut."


"Jangan membuatku kesal!" cetus Prilly sambil menghindari tangan Choco yang sedang mencubit-cubit pipinya.


"Iya-iya, Sayang. Wajahmu jadi mirip Titan kalau sedang minta susu."


Prilly mendelikkan mata, sementara Choco langsung menyambar handuk dan berlari ke kamar mandi, sebelum dia mendapat semburan api dari mulut sang istri.

__ADS_1


Wanita cantik itu menghela nafas panjang. Lalu melangkah ke arah lemari pakaian untuk menyiapkan pakaian Choco. Kini mereka hanya tinggal berempat, dan satu asisten rumah tangga. Sebab sejak 2 tahun lalu, keduanya sepakat untuk keluar dari mansion dan mulai hidup mandiri.


"Mommy!" teriak Leo sambil berlari menghampiri Prilly.


Mendengar itu, Prilly pun langsung menoleh. "What's up, Boy?"


"Adik Titan menangis, sepeltinya dia butuh susu," jawab bocah tampan itu, seraya menunjuk keluar.


"Oh baiklah, ayo kita ke sana."


Prilly lebih dulu meletakkan pakaian suaminya di atas ranjang. Lalu bergegas untuk melihat sang putri yang semula dia tinggalkan dalam keadaan terlelap.


Begitu sampai di kamar Titan, Prilly dan Leo langsung disambut oleh tangis bayi cantik itu. "Mummy." Panggilnya sambil mengangkat kedua tangan.


Dan tepat pada saat itu tangis Titan pun mulai mereda. Lantas Prilly menggandeng tangan Leo untuk masuk ke dalam dapur. "Come on, sambil menunggu Daddy selesai mandi. Kita sarapan dulu."


"Yeah, Daddy menyebalkan. Selalu saja bangun kesiangan, apakah Daddy tidak pelnah tidul kalau malam?" timpal Leo menggerutu, sesampainya di dapur dia naik ke atas kursi lalu memakan sarapannya.


Sementara Prilly dan asisten rumah tangganya saling pandang, lalu terkekeh. Anak kecil mana tahu urusan orang dewasa.


"Ketika besar, kamu akan mengerti, Boy."

__ADS_1


"Of course, Mom."


Titan juga mendapatkan sarapannya, berupa satu botol susu. Karena bocah cantik itu susah sekali untuk diajak makan. Namun, walaupun seperti itu tubuh Titan sangatlah gembul, sebab dalam satu hari dia hampir menghabiskan 4-6 botol susu.


Tak berapa lama kemudian, Choco keluar dengan penampilan yang segar bugar. Dia mengecup pipi Prilly, dan putri kecilnya. Lalu duduk di samping Leo, Choco berinisiatif untuk melakukan hal yang sama pada putranya, tetapi pria kecil itu justru menolak.


"No, aku sudah besal. Aku tidak butuh ciuman Daddy."


Choco langsung terbelalak. "Why?"


"Kalena aku seolang plia, dan aku anak peltama," Ujar Leo dengan menepuk dada bangga.


"Oh my God, kamu belajar dari mana kata-kata itu?"


Sambil mengunyah sarapannya, Leo pun menjawab. "Kak Lee yang mengajaliku, katanya kalau mau punya pacal, tidak boleh jadi anak manja."


Hah?


Astaga, Aneeq cilik ternyata memiliki pengaruh yang besar untuk putraku.


***

__ADS_1


Selalu dan selalu 🤣🤣🤣


__ADS_2