Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri
Bab 71. Si Bungsu


__ADS_3

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Ken pun sadarkan diri. Dokter langsung mengecek kondisi pria berusia 69 tahun itu, dengan ditemani Zoya, karena sedikitpun Ken tidak ingin jauh dari istrinya.


"Bagaimana, Dok?" tanya Zoya dengan raut wajahnya yang terlihat sedikit kuyu, sebab separuh hidupnya tengah terbaring lemah di atas brankar.


"Tekanan darahnya mulai stabil, Nyonya. Jadi disarankan agar Tuan beristirahat dengan total dan melepaskan semua beban yang ada di pikiran, jangan terlalu stress. Apalagi sampai dibuat terkejut dengan kabar yang kurang mengenakkan, itu semua akan membuat tekanan darahnya kembali menurun," jelas sang Dokter dengan gamblang.


"Baik, Dok. Terima kasih atas penjelasannya," balas Zoya, dia ingin tersenyum tetapi remasaan di bawah sana membuat dia urung. Sebab ia tahu, pria yang katanya sakit ini, akan selalu bersikap posesif padanya.


"Ya, sama-sama, kalau begitu saya permisi keluar, Nyonya."


Lantas setelah itu, pria berjas putih itu pun keluar. Sementara Ken langsung merentangkan kedua tangannya yang lemah. "Mau peluk." Kata Ken dengan suaranya yang manja, nyaris tak ingat dengan umurnya yang sudah semakin tua.


Zoya mengerucutkan bibir, tetapi tubuhnya justru bergerak untuk memeluk Ken. Tak hanya itu, Zoya juga meninggalkan kecupan di kening suaminya. Terasa sangat dalam dan lama. "Kamu membuatku khawatir, Hubby. Aku sangat takut." ungkapnya dengan bibir bergetar.


Ken mengelus surai hitam milik istrinya. Sebuah usapan lembut penuh kasih sayang.


"Apa yang kamu takut 'kan? Toh kita akan selalu bersama selamanya, bahkan jika kamu pergi lebih dulu, maka aku akan menyusulmu ke alam baka."

__ADS_1


"Bicaramu seram sekali. Bukannya tenang aku malah tambah takut," rengek Zoya. Keduanya seperti kembali ke masa muda, karena dengan cepat Ken menangkup kedua sisi wajah istrinya dan mencium benda kenyal itu.


"Tidak ada yang perlu ditakutkan selagi kita bersama."


Baru saja selesai mengucapkan kalimat itu, dari arah pintu terdengar suara decitan disusul Gloria yang berlari sambil memanggil ayahnya.


"Daddy!"


Zoya langsung melepas pelukannya, sementara Gloria sudah menangis keras sambil berusaha naik ke atas brankar sang ayah. "Daddy, sakit apa? Kenapa bisa seperti ini? Apa Daddy tidak makan tadi pagi?" Tanyanya.


Tangan mungil itu memeriksa dahi, pipi dan leher Ken. Seperti apa yang dilakukan pria itu saat dirinya sedang sakit.


"Bohong! Kalau Daddy tidak apa-apa, Daddy tidak akan ada di sini," ujarnya sesenggukan. Sepulang sekolah, dia tidak lagi mengganti pakaian karena langsung merengek meminta bertemu dengan sang ayah.


Ken membuka tangannya, melihat si kecil menangis membuat ia pun merasa tidak tega. Inilah resikonya memiliki anak di saat usianya sudah tidak lagi muda, takut jika kelak tidak bisa mendampingi mereka sampai menikah.


Gloria langsung menghambur memeluk ayahnya. Seperti Eliana kecil, bocah cantik itu sangat dekat dengan Ken.

__ADS_1


"Daddy hanya sebentar di sini, beberapa hari lagi juga pulang," ucap Ken menenangkan Gloria. Lalu menatap Eliana yang mengerucutkan bibir, sudah pasti cemburu karena sekarang sang ayah terlihat lebih perhatian pada adik bungsunya.


Ken paham sekali dengan tatapan itu, hingga dia meraih tangan El untuk digenggam. Menyiratkan bahwa kasih sayangnya akan selalu mengalir dengan takaran yang sama, tidak ada yang dibeda-bedakan.


"Janji yah tidak boleh lama-lama?" ujar Gloria dengan suara yang sudah sumbang, karena sepanjang jalan menuju rumah sakit, dia sudah menangis.


"Janji, Sayang. Yang penting sekarang Yoy tidak boleh menangis lagi. Keep smile, okey?"


Gadis cilik itu pun mengangguk, lalu kembali bersandar di dada ayahnya. Melihat pemandangan manis itu, semua orang pun tersenyum. Bahkan saking gemasnya dengan tingkah sang adik, Aneeq mengusak puncak kepala Gloria.


Akan tetapi Gloria segera menepisnya. "Nggak mau, Daddy aja!"


Dan Ken langsung terkekeh dibuatnya.


***


__ADS_1


Makanya abis punya anak tuh python diiket lagi, biar ceby-nya kagak jadi 🙄🙄


__ADS_2