
Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Kini semua kisah kelam antara Prilly dan Choco hanyalah tinggal kenangan. Melinda telah dihukum dengan ancaman lima belas tahun penjara karena percobaan pembunuhan terhadap Pram, sementara perusahaan Prilly sudah bergabung dengan perusahaan Aneeq.
Jadi, kini perusahaan itu sudah dikelola oleh sang kakak ipar. Namun, meskipun begitu, kelak jika Prilly sudah melahirkan pewaris Elguero. Maka Aneeq akan mengembalikannya.
Kini kandungan Prilly sudah sangat besar. Seperti yang lain, dia pun kembali dianugerahi bayi kembar.
Sudah dua minggu sejak ditetapkannya HPL Prilly. Gadis itu tidak kuliah. Karena sang suami pun melarangnya, dia takut terjadi sesuatu terhadap anak mereka.
Choco berubah sangat cerewet dan juga perhatian. Seperti saat ini, setelah makan malam, dia menyempatkan waktu untuk memijat kaki Prilly. Karena ia tahu menjadi ibu hamil itu tidaklah mudah.
"Sayang, sambil dipijat minum dulu susunya," ucap Choco pada sang istri yang tengah melihat-lihat majalah bayi.
Pria tampan itu mengambil gelas susu di atas nakas, lalu menyerahkannya pada Prilly. Jadi, mau tidak mau ibu hamil itu pun menerimanya. Prilly menghabiskan air rasa strawberry itu hingga tandas, lalu menyerahkannya lagi pada Choco.
"Sebentar lagi anak kita akan lahir, Sayang. Aku sudah tidak sabar," ucap Choco, tangannya bergerak naik untuk mengusap perut buncit Prilly.
"Iya, Kak. Mereka pasti sangat lucu-lucu."
"Tentu saja, dia lucu seperti kamu." Pria itu mengetuk hidung mancung Prilly, membuat wanita itu terkekeh kecil. Mereka berdua terus mengajak si jabang bayi bicara, hingga tendangan-tendangan terus diberikan.
Setelah lelah tertawa, Choco mengajak Prilly untuk istirahat. Karena Prilly memang memiliki jadwal tidur, selama ia hamil.
"Milikmu semakin besar, Sayang," bisik Choco, yang membuat Prilly tidak jadi memejamkan mata. Karena ia juga merasakan sedikit remasaan di dadanya.
"Kemarin kamu sudah melakukannya, sekarang kita tidur saja," balas Prilly memperingati. Choco terkekeh, tanpa membantah dia pun mengikuti ucapan istrinya.
Kecupan selamat malam dari Choco, menghantarkan mereka ke alam mimpi. Namun, baru beberapa jam mereka tertidur, Prilly kembali terbangun dan merasakan perutnya yang sakit.
__ADS_1
"Kak, bangun! Perutku sakit," ucap Prilly sambil meringis. Dia terus berusaha untuk membangunkan suaminya, hingga pria itu berhasil membuka mata.
"Sayang, ada apa?" tanya Choco dengan kening yang mengernyit.
"Kak, perutku sakit. Aku tidak tahu kenapa," keluh Prilly. Mendengar itu, tentu Choco langsung membelalakkan mata, dia bangkit dari ranjang dan ternyata sisi di tubuh Prilly sudah basah.
"Sayang, kamu pipis atau bagaimana?"
Namun, Prilly hanya bisa menggelengkan kepala. Dengan perasaan cemas, pria itu langsung menghubungi pihak rumah sakit Puri Medika, dan dokter Alana.
Tak lupa dia juga membangunkan sang ibu, hingga kini Zoya pun ikut turun tangan.
"Cho, sepertinya ketuban Prilly sudah pecah," ucap Zoya memberitahu. Dengan perasaan kalut, Choco membawa istrinya ke rumah sakit. Sementara di dalam perjalanan Prilly terus mencengkram tangannya, menahan semua rasa sakit.
Dan hal tersebut tentu membuat Choco merasa tidak tega. Dia terus mendekap tubuh Prilly dan berkata. "Sabar, Sayang. Sebentar lagi kita sampai."
Mobil itu melandas dengan kencang. Hingga tak berapa lama kemudian, mereka sampai di rumah sakit keluarga. Prilly langsung mendapat penanganan, dan dokter Alana menyarankan agar Prilly melakukan operasi caesar.
"Kalau begitu biar aku tanda tangani surat persetujuan itu, lakukan yang terbaik untuk istri dan anakku." Putus Choco. Di sampingnya Zoya terus memberikan dukungan dan kekuatan.
Setelah semuanya beres, Choco menemani Prilly masuk ke dalam ruang operasi. Pria itu terus menguatkan sang istri dengan memberikan kata-kata cinta yang sangat banyak. Hingga tak berapa lama kemudian, lahirlah putra kembar mereka.
Namun, putra kedua mereka tidak langsung menangis ketika diangkat oleh dokter Alana. Hingga wanita itu melakukan prosedur dengan menepuk paha si bayi, hingga akhirnya bayi itu pun menangis.
Mendengar itu, Choco langsung merasa lega, dengan tangisnya yang mendera. Lalu dia kembali mengecupi wajah sang istri. "Kamu hebat, Sayang. I love you so much, Prilly."
***
__ADS_1
Pagi pun datang.
Semua orang berkumpul di rumah sakit Puri Medika untuk menyambut keluarga baru mereka yang baru saja lahir ke dunia.
Tak terkecuali bocah-bocah kecil yang sudah pandai sekali bicara. "Mana adik bayinya, Mommy?" Tanya Xania pada sang ibu, Eliana.
"Kita belum bisa melihatnya, Sayang. Adik bayinya sedang diperiksa oleh dokter. Nanti kalau sudah pulang, baru kita akan bermain dengan mereka," jawab El, karena kedua putra Choco dan Prilly berada di ruang inkubator.
Gadis cantik berambut emas itu pun mengangguk.
Lalu mereka dikejutkan oleh kedatangan Bizard dan Bianca yang datang paling akhir. Dengan membawa ketiga anak mereka. "Wah, jadi berapa anak kalian berdua? Apakah bisa menyaingiku?" Tanya pria itu dengan gaya sombongnya.
Semua orang sontak mengerucutkan bibir. Sementara Choco hanya bisa geleng-geleng kepala. Bukannya memberi selamat, malah adu banyak-banyakkan anak.
"Heleh, jumlah anakmu masih kalah denganku!" cibir El, mematahkan kesombongan kakak keduanya. Dan pada saat itu juga semua orang pun tergelak kencang.
Gelak tawa bahagia untuk menyambut datangnya Leopard Graciano Tan dan Forest Constanzo Tan menjadi anggota baru di keluarga ular-ularan.
...TAMAT ...
...****...
Terima kasih atas semua cinta kalian ❤️❤️
Sampai jumpa dicerita selanjutnya 🤗🤗🤗
Yang mau baca silsilah keluarga mereka, bisa cek profil ngothor yak💋💋💋
__ADS_1
Salam anu👑