
Beberapa minggu telah berlalu. Prilly sudah masuk kuliah seperti biasa, dan Choco kembali pada profesinya. Setiap hari mereka berangkat dan pulang bersama, membuat semua orang tahu, bahwa kini mereka telah berbaikan.
Akan tetapi ada yang berbeda pagi ini, saat bangun tidur, Prilly langsung berlari ke arah kamar mandi. Dia terus muntah-muntah sampai waktu sarapan tiba.
Dan hal tersebut membuat Choco sangat khawatir. Sedari tadi dia tidak keluar dari kamar, sebab menemani istrinya yang senantiasa berdiri di depan wastafel.
"Huwek, huwek!" Prilly kembali diserang rasa mual. Perutnya terasa seperti diaduk-aduk, hingga dia merasakan gejolak yang tak biasa.
"Sayang, sebentar ya. Aku panggil De ke sini untuk memeriksamu dulu," ucap Choco, merasa kasihan melihat sang istri yang mulai melemah. Karena tubuhnya tidak bisa menerima asupan apapun.
Bahkan tangan Prilly sudah terasa dingin, dengan peluh yang memenuhi dahinya.
Pria tampan itu bergegas keluar, untuk menelpon saudara kembarnya yang berprofesi sebagai dokter. Namun, ditengah kecemasannya, tiba-tiba sang ibu masuk dengan langkah tergesa.
Mereka sempat beradu pandang.
"Cho, di mana Prilly?" tanya Zoya disusul oleh Jennie. Keduanya curiga kalau itu semua tanda-tanda kehamilan, dan Prilly belum menyadarinya.
"Di kamar mandi, Mom," jawab Choco. Lantas setelah itu Zoya pun langsung masuk ke dalam ruangan di mana Prilly berada. Sementara Jennie malah mendekati adik iparnya.
"Kamu mau apa, Cho?" tanya wanita berdada besar itu, melihat Choco yang sedang berusaha menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Aku sedang menghubungi De. Aku takut terjadi sesuatu pada istriku."
Namun, sampai beberapa saat De masih belum mengangkat telepon darinya. Karena pria dengan tiga anak itu, tengah memandikan bayi kecilnya yang masih berumur 3 bulan.
Ya, tiga bulan lalu, Cyara kembali melahirkan putri ketiga mereka yang bernama Grizella. Jadi, De masih tetap menjadi pria tertampan di keluarga kecilnya.
"Cho, lebih baik kamu hubungi dokter kandungan saja, ada 'kan kenalannya De itu," ujar Jennie memberi saran. Karena dia dan Zoya berpikir bahwa ini semua bagian dari trimester pertama kehamilan Prilly.
Mendengar itu, tentu membuat Choco terhenyak. Apa katanya dokter kandungan?
"Maksudmu Prilly seperti itu karena dia hamil?" tanya Choco dengan pelan-pelan. Takut jika harapannya akan pupus dengan jawaban tidak.
"Bisa jadi, Cho. Aku dan Mommy hanya menduga-duga, dan semoga saja dugaan kami benar. Jadi, aku sarankan kamu hubungi dokter kandungan, supaya lebih jelas," jelas Jennie, lalu pandangan matanya beralih pada Prilly yang sedang dipapah oleh ibu mertuanya.
"Sayang, tunggu sebentar lagi yah. Aku sedang berusaha menghubungi dokter," ucap Choco, lalu mengecup kening istrinya yang terasa lembab.
Akhirnya pria itu menelpon dokter Alana, dokter kandungan yang ada di rumah sakit Puri Medika. Wanita yang sempat menaruh hati pada dokter De. Namun, tak kesampaian karena pria itu lebih memilih untuk menikahi Cyara.
Beruntung, dokter Alana langsung mengangkat panggilannya. Dan mengatakan bersedia untuk datang. Kini mereka semua hanya perlu menunggu, sambil menemani Prilly yang terus bolak-balik kamar mandi.
"Aku buatkan jahe hangat untukmu, Pril," ujar Jennie setelah ia keluar untuk membuat ramuan pereda mual.
__ADS_1
Dengan dibantu oleh sang suami, Prilly meminum air rebusan jahe itu sedikit demi sedikit. Choco benar-benar selalu ada di sampingnya, membuat Prilly merasa begitu dicintai.
Cup!
"Cepat sehat ya, Sayang," kata Choco dengan tatapan yang sayu. Prilly mengangguk kecil, dan setelah itu dokter Alana pun datang.
Dia langsung memeriksa keadaan Prilly. Sementara semua orang menunggu dengan harap-harap cemas. Tak terkecuali Choco yang merasa sangat deg-degan.
Tiba-tiba dokter Alana tersenyum. Menandakan bahwa kabar bahagia itu akan segera tiba. Wanita itu menatap ke arah Choco, lalu berkata. "Selamat ya, Tuan. Istri anda hamil. Untuk memastikannya, lebih baik dibawa saja ke rumah sakit, untuk melakukan USG."
Kelopak mata semua orang membelalak dengan sempurna. Apalagi Choco yang masih belum percaya, bahwa dia akan menjadi seorang ayah.
"Dok, apakah itu benar?" tanyanya. Dokter Alana langsung mengangguk sebagai jawaban. Seketika itu juga Prilly dan Choco saling pandang.
Tanpa melihat sekitar, Choco langsung menghambur dan menciumi wajah istrinya. "Sayang, kamu hamil. Kita berhasil membuatnya ada."
Melihat binar kebahagiaan di mata Choco, ternyata mampu mengembalikan semua tenaga Prilly. Dia langsung mengangguk semangat, dan menangkup kedua sisi wajah tampan suaminya.
"Iya, Sayang. Kita akan punya anak. Dan kamu akan menjadi seorang ayah, ayah yang hebat untuk keluarga kecil kita," ujarnya penuh haru.
***
__ADS_1
Besok gue kasih bagan silsilah keluarga python ðŸ˜