Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri
Cobra #6


__ADS_3

Seperti sudah menjadi rutinitas di akhir pekan. Choco dan keluarga kecilnya akan berkunjung ke mansion, untuk mengunjungi Ken dan Zoya. Namun, sebelum itu, mereka datang ke pemakaman terlebih dahulu, untuk menyapa Forest dengan bunga-bunga dan segala untaian doa.


Keempat orang itu berjongkok di depan gundukan tanah. Sudah 5 tahun berlalu, tetapi rasa kehilangan itu tentu masih ada.


Bahkan kedua mata Prilly senantiasa mengembun tiap datang ke tempat ini. Tak kuasa menahan sesak yang masih tersisa di dalam dada.


Melihat itu, Choco langsung menggerakkan tangan untuk merengkuh bahu istrinya. Dia dan Prilly saling melempar senyum, karena akhirnya mereka kuat untuk bangkit dari keterpurukan.


"Mommy, apakah Adik Folest sudah bahagia di sulga?" tanya Leo, memecah keheningan di antara mereka.


Prilly pun menoleh, sementara Titan sudah merangkak naik ke tubuh ayahnya.


"Tentu saja, Boy. Dia sana Asik Forest punya banyak mainan dan juga teman, jadi dia tidak kesepian."


"Kenapa Leo tidak diajak? Dia tidak sayang padaku yah?"


Wanita cantik itu mengelus rambut sang anak yang terasa cukup basah, karena cuaca terik, membuat Leo yang begitu aktif jadi mudah berkeringat. "Justru karena Adik Forest sayang pada Kak Leo, makanya dia tidak mengajakmu. Kalau Kak Leo pergi, siapa yang menemani Mommy, Daddy dan adik Titan di sini?"


Mendengar penjelasan itu, Leo yang masih polos pun mengangguk-angguk. "Iya juga yah. Kalau begitu adik Folest jangan nakal di sana yah. Aku di sini jaga Mommy, Daddy, dan adik Titan. Nanti kalau aku sudah punya pacal, aku akan mengenalkannya padamu. Okey?"


Ada rasa haru bercampur lucu yang dirasakan oleh Prilly, hingga dia geleng-geleng kepala sambil menahan senyum.

__ADS_1


"Masih kecil Leo, tidak boleh pacar-pacaran! Belajar yang benar dulu, dan jangan ikuti Kak Lee!" Sambar sang ayah.


"Tentu saja, Dad. Tapi kata Kak Lee—"


"Hustt, sudah-sudah! Ayo kita kembali ke mobil!" potong Choco, jika dia terus meladeni sang anak, yang ada Leo akan bicara melantur ke mana-mana. Dan pastinya, akan menggunakan nama Cornelius, sebagai guru besarnya.


Prilly terkekeh kecil saat melihat wajah Leo yang memberenggut kesal. Bocah tampan itu lantas berdiri, dia menghentak tanah lalu melangkah. "Daddy tidak asyik!"


"Dasar bocah zaman sekarang! Yang di otaknya hanya pacaran, pacaran dan pacaran!" gerutu Choco seraya menggendong Titan yang mulai merengek, karena merasa kepanasan.


Akhirnya mobil hitam yang dikendarai Choco kembali membelah jalan raya. Dan mereka menghabiskan waktu hampir satu jam untuk sampai di mansion.


Begitu pintu mobil dibuka, Leo langsung berlari untuk masuk ke dalam rumah besar nenek dan kakeknya.


"Aunty Yoy!"


Kebetulan Gloria baru saja menuruni anak tangga, gadis cantik yang sudah mulai remaja itu pun sontak membelalakkan mata. Malas sekali meladeni tingkah keponakannya.


Ish, bocah nakal itu! Kenapa harus ke sini terus tiap Minggu.


Dengan tergesa, dia membalik badan untuk kembali ke atas. Namun, pergerakannya diketahui oleh Leo, sehingga pria kecil itu berteriak memanggil namanya.

__ADS_1


"Aunty Yoy! Tunggu aku."


Leo berlari hingga kini dia berada di ujung tangga. Melihat sang bibi yang senantiasa memasang wajah cemberut.


"Ada apa dengan wajahmu, Aunty?"


"Jangan ganggu aku kali ini, pergilah! Cari Lee saja sana!"


"Tapi kata Daddy aku tidak boleh seling-seling main dengan Kak Lee."


Leo mengerucutkan bibirnya dengan wajah memelas. Padahal sang ayah tidak bicara demikian.


"Lho kenapa?" Tanya Gloria sambil melebarkan kelopak matanya. Tidak percaya jika sang kakak bicara seperti itu pada Leo.


"Daddy tidak suka kalau aku pacalan."


Mulut Gloria langsung menganga mendengar jawaban Leo. "Dasar para pria nakal! Kalian itu masih kecil, mana bisa pacar-pacaran, tunggu besar baru bisa!" Omelnya.


Akan tetapi bukannya takut pipi Leo justru langsung mengembang. Dia menaiki anak tangga hingga berdiri tepat di samping Gloria. "Kalau begitu aku main dengan Aunty Yoy saja. Nanti kalau sudah besal, kita menikah."


"Hei, mana bisa!" sentak Gloria.

__ADS_1


***


Nih uler unyil ngebet banget yak 🤣🤣


__ADS_2