Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri
Bab 58. Diliputi Kesedihan


__ADS_3

Beberapa jam sebelum pertemuan antara Choco dan Prilly.


Ken yang kala itu melihat betapa tersiksanya sang putra, mulai merasa tidak tega. Apalagi saat Zoya pun ikut menangis di depan matanya. Sungguh batinnya pun turut lara.


Walaupun ia dan Aneeq melakukan konspirasi atas kepergian Prilly. Namun, ini semua tidak lepas dari keputusan gadis cantik itu. Sebelumnya Prilly meminta izin padanya untuk meninggalkan Choco, sementara ia dan Aneeq tidak mungkin bisa mencegahnya.


Hingga hari itu, Prilly benar-benar pergi. Gadis itu hanya mengatakan bahwa kelak, jika dia sudah siap bertemu lagi dengan Choco, maka dia akan pulang.


Dan sekarang, rasanya Ken tidak bisa lagi melihat putranya terus-menerus menderita. Akhirnya malam itu dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Aneeq, seolah tak ada hari esok, Ken tidak berpikir jam berapa sekarang.


"An!" panggil Ken sambil terus menggedor benda persegi panjang itu. Sementara Aneeq yang baru saja menyelesaikan ritual suci bersama istrinya, langsung bergegas memakai pakaian.


"Dear, aku keluar dulu," pamit Aneeq setelah mengecup kening Jennie. Sebab dia yakin, ada sesuatu yang terjadi.


"Iya, An," jawab Jennie sambil mengelus lembut pipi suaminya. Baru setelah itu, Aneeq keluar dari kamar. Dia cukup terkejut saat mendapati ayahnya sudah berdiri di depan pintu dengan raut sendu.

__ADS_1


"Dad, ada apa?" tanya Aneeq dengan kening yang berkerut.


Pria paruh baya itu menghela nafas panjang, lalu mengajak Aneeq untuk masuk ke dalam kamar kosong, yang semula ditempati oleh Bizard.


"An, tolong bantu adikmu. Coba bicara dengan Prilly, agar dia mau menemui Choco. Daddy sudah tidak bisa melihatnya terus-menerus tersiksa," ujar Ken apa adanya. Dia tahu Prilly cukup dekat dengan Aneeq, jadi dia ingin si sulung yang bicara dengan menantunya itu.


Aneeq tak langsung menjawab, dia lebih dulu berpikir bagaimana baiknya. Karena selama ini Prilly masih belum bersedia untuk menemui suaminya. "Nanti An coba ya, Dad. Semoga saja, Prilly sudah bisa membuka hatinya lagi untuk Choco. Karena walau bagaimanapun, aku tahu dia sangat mencintai suaminya."


Mendengar itu, ada senyum yang terbit dari bibir Ken. Dia pun mengangguk kecil. "Iya, An. Kalau tidak bisa, biar Daddy yang bicara. Kita selesaikan semuanya ini bersama-sama, Karena Daddy rasa sudah cukup. Daddy yakin bahwa Choco bisa berubah."


Orang tua mana yang sanggup melihat rumah tangga anaknya berantakan. Begitu pun dengan Ken. Sebisa mungkin dia akan membantu Choco, agar bisa kembali dengan istrinya. Karena ia yakin, bahwa sebenarnya Choco sudah mulai mencintai gadis itu.


"Iya, Dad. Besok pagi An akan menelpon Prilly," putus Aneeq yang membuat Ken semakin tersenyum lebar.


Pria paruh baya itu menepuk-nepuk bahu putra sulungnya. Dia merasa senang, karena si sulung dapat diandalkan. "Sekarang, esok dan nanti. Kamu akan menjadi pengganti Daddy untuk melindungi adik-adikmu, An. Apalagi di saat Daddy sudah tidak ada, Daddy titip Mommy, Fierce Dan Glor ya."

__ADS_1


Mendengar itu, Aneeq pun merasa tak suka. "Daddy ini bicara apa?" Tanyanya dengan nada yang sedikit ketus. Dia menatap manik mata Ken yang tiba-tiba mengembun, seperti menahan kesedihan yang mendalam.


"Daddy sudah merasa semakin tua, An. Sementara kalian terus tumbuh dan berkembang. Daddy hanya takut, suatu saat Daddy sudah tidak bisa mendampingi kalian lagi, terlebih di saat kalian ada masalah seperti ini," ujar Ken sesuai dengan ketakutan yang ada di hatinya.


Semakin hari ia semakin sadar, bahwa waktunya bersama keluarga semakin berkurang. Karena tidak selamanya dia akan hidup di dunia.


"Jangan bicara yang tidak perlu! Daddy akan selalu ada bersama kami, Daddy akan selalu menjadi ayah dan suami yang hebat untuk aku, Mommy, dan semua adikku," jawab Aneeq, dalam sekejap dia pun merasakan ketakutan yang sama.


Namun, dia meyakinkan diri meskipun hari itu telah tiba. Ken akan tetap ada di hati mereka semua. Sosoknya tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun.


Kedua pria tampan itu saling pandang. Dengan sorot kesedihan yang sama, tanpa bicara Aneeq langsung menghambur memeluk Ken, dengan bola matanya yang sudah memerah.


"Kamu tahu, Dad. Aku tidak akan pernah siap untuk hari itu. Jadi, jangan membuatku takut, tetaplah di sisi kami, lindungi kami dengan caramu, sayangi dan cintai kami dengan hatimu. Karena Daddy harus tahu, usia hanyalah angka, tapi kasih sayang yang Daddy berikan akan melekat di hati kami sepanjang masa," kata Aneeq dengan bibir yang bergetar.


Entah kenapa suasana malam itu mendadak diliputi kesedihan. Karena detik selanjutnya, air mata Ken jatuh saat ia menepuk-nepuk punggung putra sulungnya. Dia sudah tidak sanggup lagi untuk bicara, yang jelas dia sangat bersyukur, memiliki istri seperti Zoya, dan ketujuh putra-putrinya.

__ADS_1


***


Maaf yaa update nya telat🥺🥺🥺


__ADS_2