Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Anak Tiri
Bab 49. Cinta Pertama


__ADS_3

Kini tujuan Choco adalah kediaman Elguero. Meskipun ia tahu hanya kesia-siaan yang ia dapat. Namun, dia tetap datang untuk memastikan bahwa sang istri memang tidak pulang ke sana.


Rumah megah yang menjadi tempat tinggal Prilly dari semasa kecil, sampai dia besar telah Choco pandang dari dekat. Rasanya dengan begitu saja sudah membuat dia merasa sangat sesak.


Dia mengaku salah. Karena pada kenyataannya orang yang dia anggap sebagai penghancur hubungannya adalah seseorang yang Tuhan takdirkan untuk menyadarkan dia.


Tak ingin berlama-lama di dalam mobil, Choco pun keluar untuk menginjakkan kakinya lagi di rumah ini. Rumah yang kerap ia singgahi saat masih menjadi kekasih Melinda.


"Tuan, maaf, Nyonya Melinda tidak ada di rumah," ucap seorang security. Karena dia mengira bahwa Choco akan bertemu dengan sang majikan.


"Aku tidak mencarinya. Aku mencari istriku," jawab Choco lugas. Dia tidak peduli lagi tentang Melinda, yang di pikirannya sekarang hanyalah Prilly, Prilly dan Prilly. Di mana dia?


Security rumah itu mengerutkan keningnya. Sebab Prilly pun tidak pulang ke rumah. "Maaf sekali lagi, Tuan. Tapi Nona juga tidak pulang ke rumah. Semalam dia datang, tapi habis itu pergi lagi."


Mendengar itu, Choco langsung memejamkan matanya. Ya, dia tentu masih ingat bahwa Prilly izin untuk pulang ke rumah. Dan setelah itu dia pergi untuk memergoki Melinda.


"Boleh saya masuk ke dalam?" tanya Choco meminta izin. Selalu ada harapan kecil, bahwa dia bisa melihat wajah cantik itu lagi.


"Silahkan, Tuan," balas security sambil membuka pintu gerbang lebih lebar. Dan akhirnya Choco melangkahkan kakinya, membuka pintu utama dengan debaran jantung yang menggila.


Mata dengan sorot tajam itu melirik ke sana ke mari, menatap tiap sudut ruangan yang terasa sangat sunyi, bagai rumah yang tak berpenghuni.


Choco tentu masih begitu hafal di mana letak kamar Prilly. Tak ingin membuang waktu lebih lama dengan rasa cemas yang semakin melanda, Choco segera masuk ke dalam sana.

__ADS_1


Ruangan bercat putih itu masih tampak rapih, tidak ada tanda-tanda bahwa seseorang telah menyinggahinya. "Pril?" Satu nama itu lolos dari bibir Choco, saat melihat foto istri kecilnya terpajang di atas meja.


Pria tampan itu mendekat, lalu meraih foto tersebut. Ukiran senyum di bibir tipis Prilly terlihat sangat ceria. Namun, setelah menikah dengannya sedikitpun dia tidak pernah memberikan kebahagiaan pada gadis cantik itu.


Beginikah rasa penyesalan setelah kehilangan?


Pandangan mata Choco seketika beralih pada benda persegi panjang. Sebuah buku yang ia yakini menjadi tempat keluh kesah sang istri. Choco mengambilnya lagi. "Diary Prilly."


Dengan gerakan penuh keraguan Choco mencoba membuka benda itu. Dan di halaman pertama dia melihat foto keluarga kecil yang begitu bahagia. Ada Prilly dan kedua orang tuanya.


Dia membuka lembar demi lembar. Hingga dia melihat sebuah lukisan tangan membentuk wajah seorang pria yang tidak asing di matanya. Ya, pria itu adalah dirinya. Yang ditulis oleh sang istri dengan sebutan 'Cinta Pertama'


Deg.


Dan sesuatu yang membuatnya semakin menangis adalah ungkapan hati Prilly yang ditulis secara gamblang di lembar berikutnya.


Dear Diary :


Kamu tahu apa yang paling sakit? Ya, mencintai seseorang yang tidak mencintai kamu.


Padahal dia dekat, tapi tidak bisa kamu gapai. Dia juga sering tersenyum, tapi senyumnya bukan untukmu.


Kamu sadar itu, tapi kamu bodoh. Kamu ingin terus bersamanya, sementara dia bersama wanita lain.

__ADS_1


Lalu apa yang kamu dapat? Ya, kamu hanya mendapatkan luka. Karena obsesi dan ambisi mengiringi perasaanmu.


Andai kamu mencintai dia dengan sebenar-benarnya cinta. Kamu pasti akan mengikhlaskan dia.


Tapi ... ikhlas yang seperti apa? Jika kamu pun tahu sosok wanita yang ada di sampingnya. Wanita yang bahkan bisa menghancurkan kebahagiaan wanita lain, untuk mencapai kebahagiaannya.


Ingin egois? Tapi bolehkah? Apakah dia akan menerima alasannya? Atau justru terus-menerus menyalahkanmu, karena kamu dituding sebagai penyebab hancurnya hubungan mereka.


Chow Branson King Tan. Pria pertama yang mengisi hatiku. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa mencintaimu. Perbedaan yang begitu membentang telah aku sadari, tapi entah kenapa aku memilih untuk tidak tahu diri.


Mencintaimu dalam diam adalah pilihanku. Karena kamu tidak akan mungkin percaya pada ucapan gadis kecil sepertiku.


Tapi aku yakin, seyakin saat aku memutuskan untuk masuk ke dalam kehidupanmu. Bahwa aku mencintai kamu dengan tulus, dengan sebenar-benarnya seorang pria, bukan calon ayah.


Prilly Hadwin.


Tubuh Choco ambruk di lantai karena lututnya sudah terasa sangat lemas. Dia sudah tidak berdaya dengan air mata yang semakin menderas. "Aku sudah terlalu banyak menabur luka. Maafkan aku, Pril." Lirihnya dengan tersedu-sedu.


Dia memeluk foto gadis cantik itu. Tapi hanya keheningan yang dia dapat. "Pulanglah ... kita perbaiki semuanya. Pulanglah, Sayang."


***


__ADS_1


__ADS_2