
Sebelumnya.
Beda halnya dengan orang-orang yang ada di sana yang melihat interaksi antara Naruto dan Hokage Ke-3. Mereka di buat terdiam dan seperti agak terkejut dengan cara interaksi keduanya.
Sedangkan untuk Ino sendiri yang mendengar keputusan dari kekasihnya hanya dapat terdiam.
Toh lagi pula itu juga ada untungnya untuk dirinya. Karena secara tidak langsung ia dapat berduaan bersama kekasihnya itu tanpa ada kedua saudarinya yang lain.
"Baiklah baiklah, biar aku panggil dulu klien kalian itu. " Ucap Hokage Ke-3 sambil memberi kode kepada ANBU nya yang ada di sana untuk memanggilkan kliennya keruanganya.
Lanjut........................
Beberapa saat setelah Hokage Ke-3 memberi kode, tibalah beberapa orang yang memasuki ruangan tersebut. Orang-orang tersebut terdiri dari dua orang wanita dewasa, satu orang gadis yang mungkin seumuran dengan Naruto, dan satu orang anak laki-laki yang mungkin berumur 10 tahun.
"Salam nona muda dan tuan muda. " Ucap semua orang yang ada di ruang tersebut kepada seorang gadis dan seorang anak laki-laki.
Sedangkan kedua orang yang di beri salam hanya menganggukan kepala mereka sebagai tanda balasan.
"Tuan Hokage Ke-3, bagaimana apakah semuanya sudah siap. " Ucap seorang gadis kepada Hokage Ke-3.
"Ya nona Hana, saya telah menyiapkan beberapa shinobi terbaik kami dan juga telah memanggil Uzumaki Naruto untuk mengikuti misi ini juga. " Ucap Hokage Ke-3.
"Mmm baguslah kalau begitu. " Ucap Gadis tersebut sambil memperhatikan satu persatu shinobi yang ada di sana. Sampai pandangannya berhenti saat melihat wajah Naruto. Hingga menyebabkan wajahnya sedikit merona.
Naruto yang merasa di perhatikan oleh gadis tersebut hanya mengacuhkannya saja.
Beda halnya dengan Ino yang di buat cemburu dan emosi saat melihat kekasihnya di perhatiankan oleh gadis atau wanita lain.
Tapi ia juga patut bersyukur, karena ternyata kekasihnya bahkan tidak peduli akan gadis yang sedang memperhatikannya.
Naruto yang sedari tadi terus di perhatikan oleh gadis tersebut di buat cukup risih. Hingga ia berinisiatif untuk memperkenalkan diri kepada gadis tersebut sebagai seorang shinobi kepada kliennya.
"Salam nona, perkenalkan nama saya adalah Uzumaki Naruto. Saya salah satu shinobi yang akan mengawal dan melindungi anda selama perjalanan ke Negeri Bumi hingga perjalanan kembali ke Ibu Kota Negeri Api. " Ucap Naruto dengan membukukan badannya dan bersikap formal saat memperkenalkan dirinya.
Sedangkan gadis yang sedari tadi memperhatikan di buat sadar akan lamunanya saat mendengar Naruto memperkenalkan dirinya.
"A...Ah ya, perkenalkan namaku adalah Hana dan ini adalah adikku yang bernama Hiro. Juga tolong jangan terlalu formal di hadapanku dan itu berlaku untuk semuanya. " Ucap Gadis tersebut dengan gugup saat memperkenalkan dirinya.
Naruto yang mendengar ucapan perkenalan dari Hana hanya menganggukan kepalanya saja.
"Nona Hana, perkenalkan saya Sarutobi Asuma. Saya salah satu Jonin pembimbing yang akan mengawal anda dalam misi kali ini. " Ucap Asuma yang memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Nara Shikamaru, nona. " Ucap Shikamaru memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Yamanaka Ino, nona. " Ucap Ino memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Akimichi Choji. nona. " Ucap Choji memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Might Guy, Noan Hana. Saya juga adalah Jonin yang akan mengawal anda kali ini, nona. " Ucap Guy memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Hyuga Neji, nona. " Ucap Neji memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Rock Lee, nona. " Ucap Lee memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Tenten, nona. " Ucap Tenten memperkenalkan dirinya.
Hana yang mendengar perkenalan dari shinobi-shinobi yang akan mengawalnya di buat menganggukan kepalanya.
"Ya mohon bantuannya semuanya. " Ucap Hana kepada shinobi-shinobi yang ada di depannya.
"Mohon bantuannya juga Nona Muda dan Tuan Muda. " Ucap semuanya kepada Hana dan adiknya Hiro.
"Maaf nona dan tuan muda, bisa saya meminjam tangan anda. " Ucap Naruto kepada Hana dan Hiro.
Hana dan Hiro yang mendengar permintaan dari Naruto di buat bingung dan penasaran akan kenapa Naruto ingin meminjam tangan mereka.
Hingga Hana yang merasa bingung langsung menatap Hokage Ke-3 untuk meminta penjelasannya.
Hokage Ke-3 yang melihat tatap Hana di buat mengerti dan ingin menjelaskanya.
Akan tetapi sebelum Hokage Ke-3 menjelaskanya Naruto telah terlebih dahulu berbicara untuk menjawab rasa penasaran dari kliennya itu.
"Maaf Nona Hana dan Tuan Muda Hiro jika saya lancang atau membuat anda kurang nyaman. Tujuan saya meminjam tangan anda adalah untuk saya terapkan sebuah segel jutsu, supaya saya dapat mendeteksi keadaan anda berdua dan saya juga dapat menolong anda apa bila anda berdua dalam masalah atau bahaya. Apa lagi yang akan kita tuju adalah Negeri Bumi, yang pastinya bisa saja para shinobi nakal akan memanfaatkan momen ini untuk membuat kedua Negeri bersiteru dan berperang. Mungkin saja bagi anda yang notabennya keluarga Daimyo merasa bahwa hubungan kedua keluarga Daimyo baik-baik saja. Akan tetapi bagi para shinobi yang memiliki luka ya tak terlihat. Pastinya mereka akan berusaha membuat sebuah perang yang hanya dilandasi ego mereka sendiri. Jadi saya mohon anda berdua jangan tersinggung atas permintaan saya tadi. Saya hanya berusaha bersikap profesional di sini. " Ucap Naruto yang berusaha menjelaskan semunya kepada Hana dan Hiro.
Hana yang mendengar penjelasan dari Naruto di buat mengangguk paham dan mulai mengulurkan tangannya.
Sedangkan bagi Hokage Ke-3 dan mereka yang mengerti maksud Naruto di buat mengangguk setuju dan juga merasa kagum atas pemikiran Naruto.
__ADS_1
Naruto yang melihat Hana mulai mengulurkan tangannya di buat tersenyum senang karena mereka dapat memahami akan apa yang ia katakan
Setelah itu Naruto langsung menerima uluran tangan Hana dan mulai menerapkan segel jutsunya di sana.
Setelah selesai dengan Hana, Naruto. langsung menuju kearah Hiro dan langsung menerapkan segel jutsunya juga.
Naruto yang telah menerapkan segel jutsunya kepada kedua kliennya di buat mengangguk senang.
Setelah itu Naruto langsung membelikan badannya dan langsung menatap teman-temannya sekaligus rekan-rekannya satu misinya yang ada di sana.
"Nah, sekarang kalian juga ulurkanlah tangan kalian masing-masing. " Ucap Naruto kepada rekan-rekan satu misinya.
Semuanya kecuali Ino yang mendengar ucapan dari Naruto langsung melakukan apa yang Naruto perintahkan.
Karena mereka juga mengeti akan apa yang di maksud oleh Naruto.
Walaupun sebagian teman Genin Naruto yang ada di sana masih bingung. Akan tetapi mereka tetap melakukan apa yang Naruto perintahkan.
Setelah beberapa saat akhirnya Naruto telah menerapkan segelnya kepada seluruh rekan-rekan satu timnya.
"Oke semunya telah selesai, ingat yang aku lakukan hanyalah untuk cadangan saja. Apa bila nanti ada hal yang membahayakan atau sebagainya maka baru aku akan menggunakannya. " Ucap Naruto kepada semuanya.
Semuanya kecuali Ino yang mendengar ucapan dari Naruto di buat mengangguk mengerti akan maksud dari Naruto.
Sedangkan Hokage Ke-3 sendiri yang melihat Naruto sudah mengambil inisiatif sendiri di buat tersenyum senang.
"Tunggu Naruto-kun, kenapa kamu tidak memberikan Ino segelmu juga. " Ucap Tenten yang penasaran saat melihat Naruto tidak menerapkan segel kepada Ino.
Ya maklum saja ia bertanya seperti ini. Karena sedari tadi ia tidak melihat Naruto menerapkan segelnya kepada Ino dan terlebih lagi setahu dirinya Ino adalah kekasih Naruto.
Walaupun jika mengingat hal itu membuatnya cemburu dan iri tapi mau bagaimana lagi.
Naruto yang mendengar pertanyaan dari Tenten di buat mengangguk mengerti akan rasa penasaran dari Tenten saat ini.
"Oh itu di karenakan saat ini Ino-chan telah memiliki segel jutsuku di cincin yang ia pakai itu. " Ucap Naruto menjawab pertanyaan dari Tenten.
Tenten dan orang-orang yang ada di sana yang mendengar jawaban dari Naruto langsung di buat mengarahkan pandangannya kearah cincin yang Ini pakai.
Di sana mereka dapat melihat sebuah sebuah cincin yang sangat cantik dan elegan yang terpasang di jari tangan Ino.
Beda halnya dengan Ino yang merasa bangga akan apa yang ia pakai saat ini di jari tangannya.
Setelah semuanya selesai, Hokage Ke-3 langsung mengintrupsikan kepada semuanya untuk mempersiapkan diri sebelum mereka menjalankan misi tersebut.
Sedangkan untuk Hana hanya mengintrupsikan untuk berkumpul di penginapan yang ia sewa di Konoha saat ini.
Setelah semuanya telah selesai Naruto dan yang lain langsung pergi dari sana dan mulai menyiapkan segalanya.
Sesampainya di rumah Naruto langsung menyiapkan segalanya untuk perbekalanya selama misi di luar Desa nanti.
Setelah selesai menyiapkan semunya Naruto langsung menemui Karin dan yang lainnya yang saat ini sedang mengobrol di ruang keluarga.
"Semuanya, aku akan menjalankan misi keluar desa saat ini. Jadi tolong jaga rumah baik-baik dan untuk Kak Misaki tolong kau urus ritual pemurnian darah Uzumaki milik Karin-chan dan tolong latih dia selama aku pergi. " Ucap Naruto kepada semuanya.
"Baik Naruto-sama/Kun. " Ucap Misaki, Karin dan yang lainnya.
"Baiklah kalau begitu aku berangkat terlebih dahulu. Jaga diri kalian baik-baik. " Ucap Naruto yang langsung menghilang dari sana menggunakan jutsunya.
Setelah berpamitan kepada Karin dan yang lain, Naruto langsung pergi ketempat kekasihnya Ayame untuk berpamitan juga dan memesan beberapa ramen untuk ia simpan di penyimpananya, sebagai cadangan makanannya selama misi di luar desa.
Sesampainya Naruto di Ichiraku Ramen, Naruto langsung di sambut dengan sebuah pelukan hangat oleh kekasihnya Ayame.
"Naruto-kun. " Ucap Ayame yang langsung memeluk Naruto saat baru tiba di Ichiraku Ramen.
Naruto yang tiba-tiba di peluk oleh kekasihnya Ayame hanya sedikit tersentak kaget dan mulai membalas pelukannya dengan membelai lembut rambut Ayame.
"Ayame-chan, apa kamu tidak malu di perhatikan oleh para pengunjung. " Ucap Naruto berbisik kepada Ayame.
Ayame yang mendengar bisikan dari kekasihnya langsung di buat tersadar bahwa saat ini ia sedang berada di tokonya dan juga sedang banyak pengunjung. Hingga Ayame yang mengingat hal tersebut langsung di buat memerah wajahnya karena malu.
Ayame yang sedang merasa malu saat ini malah mempererat pelukan dan juga membenamkan wajahnya di pelukan Naruto untuk menyembunyikan rasa malunya saat ini.
Naruto yang melihat kekasihnya sedang merasa malu hanya dapat tersenyum tipis melihatnya.
"Ayame-chan bagaimana kabarmu. " Ucap Naruto yang menyapa kekasihnya itu dan menanyakan kabarnya.
"Kabarku baik Naruto-kun. " Ucap Ayame yang menjawab pertanyaan dari kekasihnya itu.
__ADS_1
Naruto yang mendengar jawaban dari Ayame hanya menggukan kepalanya saja.
"Oh ya Ayame-chan, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu dan juga aku ingin menikmati Ramen buatanmu. " Ucap Naruto kepada Ayame.
"Apa yang ingin Naruto-kun bicarakan kepadaku. " Ucap Ayame bertanya kepada kekasihnya Ayame.
"Lebih baik kita duduk dulu saja atau lebih baik kau buatkan aku Ramen dulu baru nanti aku akan bicarakan kepadamu, Ayame-chan. " Ucap Naruto sambil mengelus lembut rambut Ayame.
"Mmm baiklah, kalau begitu Naruto-kun duduk dulu biar aku siapkan dulu Ramen spesial untukmu. " Ucap Ayame yang mulai melepaskan pelukannya.
"Baiklah, tapi sebelum itu aku juga pesan 20 ramen untuk di simpan di sini. Oke. " Ucap Naruto kepada Ayame sambil memberi sebuah gulungan penyimpanan di tangannya.
Ayame yang mendengar ucapan dari kekasihnya dan melihat sebuah gulungan penyimpanan di buat bertanya-tanya tentang Ramen yang di pesan kekasihnya itu.
Hingga ia menyadari bahwa ramen-ramen itu akan di bawa oleh kekasihnya sebagai perbekalan untuk persediaan di dalam misi kekasihnya.
Berarti jika begitu maka kekasihnya akan pergi lagi menjalankan misi dan ia tidak akan melihat kekasihnya dalam beberapa hari kedepan atau bahkan paling parah sampai satu bulan lebih.
Walaupun kekasihnya itu belum pernah pergi misi salam jangka waktu satu bulan lebih. Akan tetapi ia juga di buat was-was akan keselamatan dan keadaan kekasihnya selama menjalankan misi dan yang paling ia tidak mau adalah jika kekasihnya memiliki kekasih lain di luar Konoha.
Ayame yang menyadari hal tersebut langsung menatap wajah kekasihnya dengan pandangan meminta penjelasan lebih lanjut.
Naruto yang melihat kekasihnya Ayame memperhatikannya dengan pandangan minta penjelasan di buat mengerti akan apa yang di maksud kekasihnya itu.
"Kamu buatkan aku ramen dulu saja, baru nanti akan aku jelaskan semuanya. Oke. " Ucap Naruto dengan senyum di bibirnya dan dengan mengelus rambut kekasihnya.
Ayame yang mendengar ucapan Kekasihnya dibuat menggukan dan mempersilahkan duduk kasihnya itu.
Setelah itu ia langsung pergi membuatkan kekasihnya Ramen.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Ayame telah selesai membuatkan pesanan kekasihnya itu dan menyajikannya juga menyimpan 20 ramen lainnya.
"Ini Naruto-kun, ramen spesial buatanku sudah siap. Silahkan dimakan. " Ucap Ayame yang menyajikan Ramen pesanan Naruto.
Naruto yang melihat ramen pesanannya sudah siap di buat tersenyum lebar dan mulai memakannya.
"Selamat ma..... " Ucap Naruto yang terpotong saat Ayame mengambil kembali mangkuk ramennya dan memandang Naruto dengan raut wajah emosi.
Naruto yang melihat kekasihnya Ayame seperti itu hanya di buat menghela nafas panjang saja.
"Baiklah, jadi begini. Tadi Kakek baru saja memberikanku sebuah misi pengawalan untuk putri dan putra Daimyo Negeri Api untuk menuju Ibukota Negeri Bumi untuk menghadiri sebuah acara atau undangan dari putri Daimyo Negeri Bumi. Kemudian mengantarkannya kembali ke Ibukota Negeri Api. Jadi kemungkinan ini akan memakan waktu sekiranya satu minggu atau bahkan dua minggu lebih, bila acara keluarga Daimyo itu terbilang lama. Untuk misi kali ini aku akan bersama tim 8 dan tim 9 atau lebih tepatnya timnya Ino-chan dan timnya Guru Guy. " Ucap Naruto yang berusaha menjelaskan semuanya kepada kekasihnya Ayame, supaya tidak adanya kesalah pahaman nantinya.
Sedangkan Ayame yang mendengar penjelasan dari kekasihnya Naruto dibuat terdiam dengan pandangan yang sulit di artikan.
Sedangkan Naruto yang melihat kekasihnya hanya terdiam saja di buat mengerti akan perasaan kekasihnya itu.
"Tapi, tapi bukanya kamu akan beristirahat dari misi selama satu minggu. Tapi kenapa sekarang kamu harus pergi lagi. Aku pengen kita pergi kencan lagi atau melakukan sesuatu hal berdua dan kenapa harus kamu lagi yang pergi di misi ini. Bukanya masih nanya shinobi yang lain. Bahkan Jonin pun juga masih banyak, kenapa harus kamu. Aku pengen Ka. u ada di sisiku, aku pengen kamu jadi sandaranku. Cuman itu yang aku inginkan. Aku tau aku egois kalau kaya goni, tapi aku juga ingin ada waktu cuman buat kita berdua. Aku memang hak bisa memonopoli kamu sendiri. Tapi setidaknya aku ingin ada waktu buat kita berdua ihik........ ihik....... " Ucap Ayame mengungkapkan semua isi hatinya dengan nada lirih dan mulai menitikan air matanya.
Naruto yang melihat kekasihnya Ayame seperti di buat bingung dan sedikit serba salah.
Hingga ia mengingat satu hal yang sebelumnya ingin ia lakukan kepada kekasihnya Ayame.
Setelah mengingat hal tersebut, Naruto langsung berinisiatif untuk menghapus air mata Ayame dan menatap matanya dengan pandangan penuh cinta dan kasih sayang.
Hingga membuat Ayame cukup tenang dan mulai berhenti menangis.
"Ayame-chan, maaf bila aku belum ada waktu bersamamu selama beberapa hari ini. Tapi untuk selanjutnya, akan aku usahakan mengatur waktuku kembali dan sebagai permintaan maafku. Aku memiliki sesuatu untukmu. " Ucap Naruto sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.
Ayame yang melihat kota kecil berwarna merah yang di pegang oleh kekasihnya di buat penasaran akan isinya.
"Apa itu Naruto-kun. " Ucap Ayame sambil menatap wajah Naruto.
Naruto yang di tanya oleh kekasihnya Ayame hanya di buat tersenyum dan menyodorkan kotak tersebut.
"kalau kamu penasaran bukalah. " Ucap Naruto dengan senyum lebar di wajahnya.
Ayame yang mendengar ucapan kekasihnya Naruto, mulai mengambil kotak tersebut dan mulai membukanya.
Secara perlahan Ayame mulai membuka kotak merah kecil tersebut. Hingga lama kelamaan mulai terlihat apa yang ada di dalam kotak tersebut.
Setelah kotak tersebut terbuka lebar, akhirnya Ayame dapat melihat sebuah cincin emas yang sangat cantik dan indah di sana.
Ayame yang melihat hal tersebut tentu sangat terpana dan terpesona akan keindahan dan kecantikan cincin tersebut.
Hingga ia kembali menatap wajah kekasihnya untuk meminta penjelasan.
"Itu adalah cincin untukmu, cincin itu hampir sama kegunaan dan fungsinya dengan milik Ino-chan dan Hinata-chan. Sebenarnya aku ingin mengajaku kencan sebelumnya. Hingga rencana itu gagal karena Kakek tua itu yang tiba-tiba memberikanku sebuah misi. Maaf bila mungkin kurang romantis atau mungkin cincinnya kurang bagus. Tapi aku janji setelah ini aku akan lebih mengatur waktuku lagi. " Ucap Naruto dengan senyum di bibirnya.
__ADS_1