
Sebelumnya.
Karin yang masih di belai rambutnya oleh Naruto hanya menganggukan kepalanya saja saat Naruto berbicara.
Naruto yang merasa semua permasalahannya sudah selesai di buat bersyukur dan menghela nafas lega.
Setelah itu semuanya saling mengobrol satu sama lain. Hingga Hinata, Ino, Ayame, dan Karin terlihat sudah mulai membaur dan akrab satu sama lain.
Naruto yang melihat hal tersebut tentunya merasa senang. Karena setidaknya Karin sekarang sudah mulai terbiasa dan siap menjalani hidup barunya di Konoha. Juga setidaknya Karin sekarang sudah mempunyai teman berbicara sesama wanita.
Lanjut................
Skip Beberapa Hari Kemudian.
Setelah semua permasalahannya dengan ketiga kekasihnya selesai. Naruto dapat bernafas lega dan dapat dengan tenang mengistirahatkan tubuh dan mentalnya dari misi yang cukup melelahkan sebelumnya.
Selama beberapa hari setelah permasalahan tersebut. Naruto meluangkan waktunya sekitar 80% untuk ketiga kekasihnya dan juga untuk Karin. Sedangkan sisanya ia gunakan untuk bersantai atau untuk sedikit berlatih supaya dapat melihat di mana letak kekurangan dalam dirinya.
Selama beberapa hari itu pula Naruto selalu mengikuti semua keinginan dan semua permintaan dari ketiga kekasihnya, seperti mengajaknya berkencan dengan bergantian-gantian, mengajaknya melihat hamparan bunga di tempat bisa Naruto dan kekasihnya menenangkan diri, minta di latih oleh Naruto, dan sebagainya.
Sedangkan saat ini Naruto sedang berada di kediamannya untuk menikmati waktu santainya. Karena hari ini kedua kekasihnya Ino dan Hinata hari ini mereka mendapatkan sebuah misi dan mendapatkan jadwal latihan Tim mereka. Sedangkan kekasihnya Ayame saat ini sedang membantu Ayahnya menjalankan bisnis mereka.
"Huh, akhirnya aku dapat beristirahat dengan tenang tanpa ada yang mengganggu. "Ucap Naruto yang saat ini sedang bersantai di depan kediamannya.
Di saat Naruto sedang bersantai tiba-tiba datang lah seorang gadis berambut merah yang sedang membawa sebuah nampan yang berisikan minuman dan beberapa makana ringan menuju kearah Naruto.
"Naruto-kun, Silahkan di minum dan di makan kuenya. Karena kebetulan tadi aku iseng-iseng buat kue. Tapi maaf kalau tidak enak Yah, soalnya aku baru pertama kali buat kue sendiri tanpa bantuan orang lain. " Ucap gadis berambut merah tersebut sambil melegakan nampan yang berisi minuman dan makanan di dekat Naruto.
Naruto yang melihat gadis berambut merah tersebut menyiapkan minuman dan makanan ringan untuknya di buat tersenyum.
"Terima kasih Karin-chan, sudah mau repot-repot membuatkanku minuman dan kue. Aku yakin pasti kue ini enak. " Ucap Naruto kepada gadis berambut merah tersebut yang ternyata adalah saudarinya Karin.
"Tidak Naruto-kun, aku tidak merasa kerepotan kok. Malah aku senang bisa membuatkanmu minuman dan kue. Lagi pula bila bersantai seperti ini kan enaknya sambil minum dan memakan makanan ringan atau kue. " Ucap Karin sambil tersenyum.
Naruto yang mendengar ucapan Karin di buat mengangguk dan tersenyum.
Setelah itu Naruto langsung mencoba kue yang ada di dekatnya itu.
"Emm enak. " Ucap Naruto saat mencicipi kue buatan Karin.
Karin yang melihat Naruto mencicipi kue buatnya cukup di buat tegang karena takut kue buatannya kurang enak dan tidak memuaskan lidah Naruto.
Tapi ketegangan tersebut langsung luntur dan hilang saat mendengar kata enak saat Naruto memakan kue buatannya.
"Benarkah, kamu tidak bohongkan Naruto-kun. " Ucap Karin dengan mata yang berbinar saat melihat hasil karyanya di sukai oleh Naruto.
"Ya ini sangat enak, aku suka kue buatanmu ini. Kapan-kapan buatkan aku lagi ya Karin-chan. " Ucap Naruto yang memuji kue buatan Karin.
Karin yang mendengarkan pujian dari Naruto atas hasil dari mahakaryanya di dapur tadi di buat senang dan gembira.
Bahkan ia berjanji akan sering-sering membuatkan kue atau sebagainya untuk Naruto.
"Oh ya Karin-chan, bagaimana keadaanmu sekarang apakah sudah mulai mendingan. " Ucap Naruto bertanya kepada Karin tentang keadaannya setelah di selamatkan tempo hari.
"Yah aku sudah mulai mendingan Naruto-kun, luka-luka yang aku miliki sebelumnya juga sudah mulai sembuh. Khususnya luka akibat gigitan dari para bajingan Kusagakure juga sudah mulai hilang. Ini semua berkat Naruto-kun,aku tidak tau apa yang akan terjadi kepadaku jika aku tidak bertemu Naruto-kun. " Ucap Karin yang menjawab pertanyaan dari Naruto dengan raut wajah agak sedih saat mengingat penderitaan sebelumnya.
Naruto yang melihat raut wajah sedih Karin langsung menyeduhkan teh di salah satu cangkir dan memberikannya kepada Karin.
"Sudah, kamu tidak perlu bersedih lagi Karin-chan. Karena mulai sekarang aku dan semua anggota Clan akan selalu ada untukmu sebagai seorang keluarga. Sudah, sekarang lebih baik kamu minum teh ini dulu dan rilekskan dirimu. Juga kamu harus coba kue buatanku yang enak ini, sebelum nanti aku habiskan. " Ucap Naruto sembari memberikan secangkir teh kepada Karin.
Karin yang mendengar ucapan dari Naruto di buat mengangguk dan mulai tersenyum kembali. Setelah itu ia langsung menerima cangkir teh pemberian Naruto.
Naruto yang melihat Karin sudah mulai tersenyum kembali di buat ikut tersenyum juga.
Setelah itu Naruto dan Karin melanjutkan acara santai mereka dengan di iringi obrolan dan candaan satu sama lain.
__ADS_1
Hingga acara tersebut terganggu oleh seseorang yang berkunjung ke kediaman milik Naruto tersebut.
"Mmm sepertinya di depan gerbang kediaman ada seseorang yang ingin menemuiku. " Ucap Naruto yang merasakan aura keberadaan seseorang di depan gerbang kediamannya.
"Sepertinya kau benar Naruto-kun, aku juga merasakan aura keberadaan seseorang di depan gerbang kediamanmu ini. " Ucap Karin yang juga merasakan aura kemarahan seseorang.
"Ya sudah kalau begitu biar aku cek dulu siapa yang ada di gerbang depan itu. " Ucap Naruto yang berdiri dari duduknya.
"Ya Naruto-kun. " Ucap Karin membalas ucapan dari Naruto.
Setelah itu Naruto langsung melesat menuju gerbang depan untuk melihat siapa tamu di depan kediamannya itu.
Sesampainya di sana Naruto langsung membuka gerbangnya dan ia dapat melihat seorang ANBU yang sudah menunggunya di sana.
"Oh ANBU-San, ada yang bisa saya bantu. " Ucap Naruto kepada ANBU tersebut.
"Naruto kau di panggil oleh Hokage-sama untuk menghadapnya sekarang di kantor Hokage. " Ucap ANBU tersebut menyampaikan pesan dari Hokage Ke-3.
"Oh begitu ya. Baiklah nanti aku akan segera kesana, ANBU-san. Terima kasih pesannya, kau boleh pergi. " Ucap Naruto kepada ANBU tersebut.
ANBU tersebut yang mendengar ucapan dari Naruto hanya menganggukan kepalanya saja dan lalu pergi dari sana.
"Hah, sebenarnya ada apa Kakek memanggilku di saat aku sedang libur begini. Apakah mungkin aku ada misi, tapi bukanya kakek bilang aku akan di liburkan selama satu minggu. Hah sudahlah lebih baik sekarang aku beritahu Karin-chan dulu sebelum aku pergi ke kantor Hokage. " Ucap Naruto yang berpikir tentang alasan kenapa ia di panggil ke kantor Hokage.
Setelah itu Naruto langsung masuk ke dalam kediamannya untuk memberitahukan saudarinya bahwa ia di panggil oleh Hokage saat ini.
Sesampainya di sana Naruto langsung memberitahukan Karin bahwa ia akan pergi ke kantor Hokage untuk menemui kakek Hokagenya.
"Karin-chan, aku akan pergi ke kantor Hokage dulu yah. Kamu di rumah saja dan beristirahatlah. Ingat bahwa kamu akan melakukan ritual pemurnian darah beberapa hari lagi setelah kamu benar-benar sudah baikan. " Ucap Naruto kepada Karin.
"Baik Naruto-kun, tapi apakah kamu akan lama di sana. " Ucap Karin yang merasa terganggu waktunya berduaan bersama Naruto.
"Aku juga tidak tau, tapi mungkin akan aku usahakan pulang secepatnya. Lagi pula aku juga ingin beristirahat selama masa libur misiku ini dan juga aku butuh waktu untuk latihan dan juga waktu untuk menyelesaikan penelitian-penelitianku yang belum aku selesaikan. " Ucap Naruto yang mengingat bahwa ia mempunyai proyek penelitian yang belum rampung dan juga latihan mode Jinchurikinya yang belum sempurna.
Sebenarnya Naruto ingin meminta libur selama beberapa minggu atau mungkin satu bulan untuk menyempurnakan mode Jinchurikinya dan juga menyelesaikan proyeknya.
Bahkan bila nanti proyek penelitianan itu telah rampung dan di publikasikan ke pada hal layak luas.
Mungkin saja nanti akan banyak shinobi dan negara-negara besar yang akan berusaha mencurinya.
"Baiklah kalau begitu, Naruto-kun. " Ucap Karin.
"Ya sudah aku pergi dulu ya Karin-chan. " Ucap Naruto kepada Karin sebelum ia menghilang dari sana.
Karin yang melihat Naruto telah pergi hanya menghela nafas panjang saja dan membereskan minuman dan kue yang tadi ia bawa.
Sedangkan saat ini Naruto telah sampai di kantor Hokage untuk menemui Hokage Ke-3.
Sring
"Hallo kakek, bagaimana kabarmu dan ada apa kau mema......, eh... ternyata ada orang lain disini. Maaf-maaf atas ketidak sopananku ini. " Ucap Naruto dengan canggung saat melihat ada orang lain selain Hokage Ke-3 di ruangan itu.
Sedangkan yang lain yang melihat kedatangan Naruto yang secara tiba-tiba di buat kaget karenanya.
"Hah kau ini merepotkan saja Naruto. " Ucap Seorang anak laki-laki yang seumuran dengan Naruto.
"Hehehehe, maaf Shikamaru aku tidak tau jika kau, Timku dan juga tim dari Lee ada di sini. " Ucap Naruto sambil mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Hah merepotkan. " Ucap Shikamaru.
"Naruto-kun. " Ucap seorang gadis berambut pirang yang tidak lain adalah anggota tim 10 dan juga sekaligus kekasih Naruto atau yang bernama Yamanaka Ino.
"Oh Tuan Putriku ternyata ada di sini juga. " Ucap Naruto yang menggoda kekasihnya Ino.
Ino yang mendengar ucapan dari Naruto di buat merona sekaligus malu. Terlebihnya lagi Naruto mengatakan hal tersebut di depan banyak orang.
__ADS_1
"Sudah sudah, berhubung semuanya telah hadir. Aku akan langsung ke intinya. Kalian aku beri misi untuk mengawal putri dan putra Daimyo Negeri Api menuju Ibu Kota Negeri Bumi untuk menghadiri acara ulang tahun putri Daimyo Negeri Bumi. Lalu setelah itu kalian juga harus mengawal kembali putri dan putra Daimyo menuju Ibu Kota Negeri Api. Misi ini akan di ketuai oleh Sarutobi Asuma dan Might Guy. Lebih lanjutnya akan di jelaslan oleh Asuma dan Guy. " Ucap Hokage Ke-3 kepada semuanya.
Tim Shikamaru dan tim Lee yang mendengar penjelasan misi dari Hokage Ke-3 di buat mengangguk paham.
Tapi berbeda dengan Naruto yang bingung kenapa ia di panggil kesana sedangkan anggota timnya yang lain tidak ada di sana.
Kalau pun ia sebagai pelengkap itu tidak mungkin. Karena dari yang ia lihat kedua tim yang di tugaskan anggotanya sudah lengkap.
Jadi pertanyaannya adalah kenapa ia di panggil oleh Hokage Ke-3 ke ruangnya.
"Tunggu Kakek, aku masih bingung kenapa aku kau panggil kasini sedangkan kedua tim dari yang engkau panggil keduanya memiliki anggota yang lengkap semua. Sedangkan aku hanya sendiri di sini tanpa anggota Timku yang lain. " Ucap Naruto bertanya kepada Hokage Ke-3.
Shikamaru dan yang lain yang mendengar ucapan dari Naruto juga di buat bingung kenapa Naruto ada di sana tanpa anggota timnya yang lain.
Sedangkan Hokage Ke-3 yang mendengar ucapan dari Naruto hanya di buat tersenyum sebelum ia menjawab pertanyaan dari Naruto.
"Itu di karenakan permintaan khusus dari Putri Hana yang akan kalian kawal nanti. " Ucap Hokage Ke-3 menjelaskan alasan Naruto di panggil kesana.
Naruto yang mendengar jawaban dari Hokage Ke-3 di buat terdiam dan bingung harus menjawab apa.
Berbeda halnya dengan Ino yang langsung di buat cemburu saat mendengar ucapan dari Hokage Ke-3.
Ia merasa harus ekstra siaga menjaga kekasihnya ini dari mata-mata para wanita khususnya putri Daimyo yang akan ia kawal nanti.
Ia tidak peduli mau dia Putri Daimyo, Putri Clan atau siapapun itu. Ia harus menyingkirkannya dari kekasihnya itu.
"Hadeh, kenapa harus ada misi seperti ini lagi. Apa lagi di misi ini ada Ino-chan. Bisa-bisa aku mati nanti. " Ucap Naruto dalam hati.
"Haduh, kakek kenapa harus ada misi seperti ini lagi. Kalau tidak salah aku sudah melakukan misi seperti ini sebanyak hampir 100X dan saat ini kau memberimu misi seperti ini lagi. Kau tau aku tidak peduli jika pun mereka membayarku sebanyak 100X lipat dari seharusnya sekalipun. Aku tidak akan mau, harusnya kau tau itu. Tapi kenapa sekarang ada misi seperti ini lagi. " Ucap Naruto merasa tidak puas akan misi yang di berikan oleh Hokage Ke-3.
Naruto benar-benar merasa malas jika ada misi seperti itu.
Apa lagi jika misinya hanya menemani klien saja dan terlebih lagi jika kliennya hanya terpaku pada wajah tampannya saja.
Ia sudah berlatih keras untuk menjadi shinobi sejati. Bukanya hanya untuk menjadi laki-laki panggilan saja.
Naruto benar-benar tidak puas jika harus di berikan misi seperti itu. Terlebih lagi Naruto sebelumnya sudah memperingatkan kakaknya itu.
Sedangkan di sisi lain Ino yang mendengar ucapan dari kekasihnya di buat tersenyum senang. Karena Kekasihnya dapat memegang janji dan dirinya dari para wanita yang mengincarnya.
Sedangkan untuk Hokage Ke-3 sendiri hanya dapat menghela nafas saja.
Karena jujur saja ia juga tau bahwa Naruto pasti akan menolak misi seperti ini. Akan tetapi ia juga tidak bisa menolak misi ini. Karena misi tersebut di ajukan oleh Putri dari Daimyo Negeri Api sendiri.
Maka dari itu ia hanya dapat pasrah jika harus mendengarkan keluhan dari Naruto.
"Hah, aku tau itu Naruto-kun. Akan tetapi aku juga tidak dapat mengelak dan menolaknya. Karena misi ini langsung di ajukan secara pribadi oleh Putri Hana. Jadi aku tidak dapat menolak. Jadi aku mohon kepadamu supaya dapat menerima misi ini. " Ucap Hokage Ke-3 yang menjelaskan semuanya kepada Naruto.
Naruto yang mendengar ucapan dari Kakaknya hanya dapat menghela nafas panjang saja.
"Hah, baiklah misi ini akan aku terima. Tapi ingat kakek ini yang terakhir kalinya aku melakukan misi yang cukup konyol ini. Jika di masa depan nanti ada misi seperti ini lagi. Maka aku akan berhenti menjadi shinobi dan beralih bisnis lain. " Ucap Naruto dengan nada malas kepada Hokage Ke-3.
Hokage Ke-3 yang mendengar keputusan Naruto di buat tersenyum senang. Karena Naruto dapat mengerti posisinya saat ini.
"Baiklah aku akan aku usahakan di masa depan nanti tidak akan ada misi seperti ini lagi. Juga terima kasih kau mengerti akan posisiku saat ini. " Ucap Hokage Ke-3 yang tersenyum kepada Naruto.
"Ya ya ya, akan aku pegang ucapanmu itu kakek. Jadi dimana klien kita saat ini. " Ucap Naruto dengan malas.
Hokage Ke-3 yang mendengar ucapan dari Naruto dengan nada malas hanya dapat tersenyum dan memakluminya saja.
Beda halnya dengan orang-orang yang ada di sana yang melihat interaksi antara Naruto dan Hokage Ke-3. Mereka di buat terdiam dan seperti agak terkejut dengan cara interaksi keduanya.
Sedangkan untuk Ino sendiri yang mendengar keputusan dari kekasihnya hanya dapat terdiam.
Toh lagi pula itu juga ada untungnya untuk dirinya. Karena secara tidak langsung ia dapat berduaan bersama kekasihnya itu tanpa ada kedua saudarinya yang lain.
__ADS_1
"Baiklah baiklah, biar aku panggil dulu klien kalian itu. " Ucap Hokage Ke-3 sambil memberi kode kepada ANBU nya yang ada di sana untuk memanggilkan kliennya keruanganya.