
Sebelumnya.
Guru Kakashi yang mendengarkan cita-cita dan impian Naruto yang pertama di buat kagum akan pemikirannya yang dewasa. Tetapi saat mendengarkan impian Naruto yang lain hanya di buat tersenyum canggung.
Sakura yang mendengar impian kedua Naruto di buat memerah wajahnya karena membayangkan jika ia dan Naruto menikah dan memiliki beberapa anak yang imut dan cantik.
"Kyaaaaaaaaaaaa. " Ucap Sakura cukup keras dengan wajah memerah dan kepala yang mengepul.
Guru Kekasih, Naruto, dan Sasuke yang mendengar teriakan Sakura di buat kaget.
Lanjut........
"Kamu kenapa Sakura kenapa tiba-tiba berteriak dan lagi wajahmu memerah. Apakah kau sakit Sakura. Jika ia maka akan aku antar kau pulang supaya kau bisa beristirahat. " Ucap Naruto kepada Sakura sambil memegang dahi lebarnya untuk mengecek kondisi Sakura.
Sakura yang di perlakukan seperti itu benar-benar di buat memerah wajahnya dan ingin pingsan.
"N..... Naruto-k..... " Ucap Sakura terpotong karena pingsan.
"Eh... " Ucap Naruto saat melihat Sakura tiba-tiba pingsan.
Guru Kakashi yang melihat calon murid pinknya pingsan hanya menggelengkan kepalanya.
Sedangkan si Uciha di Tim Naruto hanya cuek dan tidak peduli akan apa yang terjadi pada Sakura.
"Guru kalau begitu aku harus membawanya keruang kesehatan akademi untuk membaringkannya dan mengistirahatkannya. Jadi apakah masih ada yang ingin Guru katakan pada kami. Untuk Sakura biar saya yang urus saja Guru. " Ucap Naruto yang mulai menggendong Sakura yang pingsan ala tuan putri.
Guru Kakashi yang mendengarkan ucapan Naruto menganggukan kepalanya tanda ia setuju.
"Baiklah, besok kalian akan di uji terlebih dahulu sebelum menjalankan misi atau menjadi seorang shinobi. Besok berkumpul di lapangan latihan 7 jam 5 pagi. Jangan sampai telat dan persiapkan diri kalian. Karena ujian ini sangat sulit, karena hampir setengah dari anak-anak yang lulus dari akademi hanya setengah saja yang lulus di ujian ini. Kalau begitu aku pergi dulu dan sampai jumpa. " Ucap Guru Kakashi kepada calon anggota Timnya sebelum pergi dengan jutsu Body Flicker Technique nya.
Setelah Guru Kakashi pergi dengan Jutsu Body Flicker Technique nya hanya tersisa Naruto, Sakura, dan Sasuke saja di atap akademi.
Setelah Guru pembimbingnya pergi Naruto pergi membawa Sakura untuk di bawa keruang kesehatan akademi.
"Kau ikut tidak Sasuke, untuk mengantar dan menjaga Sakura di ruang kesehatan akademi sampai sadar dari pingsannya. " Ucap Naruto bertanya kepada Sasuke sambil menggendong Sakura.
"Cih untuk apa aku ikut denganmu. Lebih baik aku pulang. " Ucap Sasuke dengan nada tak pedulinyadan berjalan pergi dari atap akademi.
__ADS_1
Naruto yang melihat rekan satu Timnya seperti itu hanya di buat menggelengkan kepalanya.
Setelah itu Naruto langsung membawa Sakura kerung kesehatan untuk menunggunya sadar dari pingasannya.
Naruto memutuskan untuk menggunakan Jutsu The Flying Lightning God Style nya menuju ruang kesehatan.
Ssssrrrrriiiiiiiiinnnnnggggg
Sesampainya di ruang kesehatan Naruto membaringkan Sakura di tempat tidur pasien. Sambil menunggu Sakura bangun dari pinggannya Naruto memutuskan untuk membaca sebuah buku yang baru ia beli beberapa hari lalu.
Naruto memang suka membaca buku jika sedang senggang. Buku yang sering Naruto baca adalah buku pengetahuan atau buku novel yang biasanya ia beli di toko buku di desa.
Setelah beberapa menit akhirnya Sakura sadar dari pingsannya.
"Akh....... " Ucap Sakura yang baru sadar dari pingsannya.
Sakura yang sudah mulai sadar dari pingsannya menengok kanan dan kiri untuk memastikan saat ini dia ada di mana. Sampai mata Sakura melihat seorang pemuda yang sedang membaca sebuah buku novel di sampingnya. Saat Sakura memfokuskannya penglihatannya Sakura dapat mengenali siapa pemuda yang ada di sampingnya.
"Naruto-kun. " Ucap Sakura yang mengenali pemuda yang ada di sampingnya dan memanggil namanya.
Naruto yang mendengar itu langsung menutup bukunya dan melihat siapa yang memanggilnya. Sampai saat Naruto melihat siapa yang memanggilnya ia merasa lega.
"Syukurlah kau akhirnya sadar Sakura. " Ucap Naruto yang ada di samping Sakura dan memasukan buku novelnya di dalam cincinnya.
"Mm sudah Naruto-kun. Naruto-kun kita sekarang di mana dan di mana Guru Kakashi dan Sasuke. " Ucap Sakura yang bertanya kepada Naruto.
"Oh kita saat ini ada di ruang kesehatan akademi. Aku membawamu kemari saat kamu pingsan Sakura. Untuk Guru Kakashi sudah pergi dan meninggalkan pesan bahwa kita besok akan melakukan ujian untuk menentukan kita siap untuk mengambil misi atau tidak dan besok kita akan berkumpul jam 5 pagi di lapangan latihan 7. Untuk Sasuke pergi pulang kerumahnya. " Ucap Naruto yang menjawab pertanyaan Naruto tadi.
Sakura yang mendengar ucapan Naruto merasa menjadi wanita yang sangat bodoh. Karena pria yang ia sukai dari dulu ternyata tidak peduli dengannya sama sekali. Tetapi di satu sisi ia senang karena akhirnya ia mengambil keputusan yang benar dengan melupakan pria itu dan mengejar pria yang baik dan perhatian kepadanya.
"Terima kasih Naruto-kun, sudah mengantar dan menunggu di ruang kesehatan akademi. " Ucap Sakura dengan senyum di bibirnya.
"Sama-sama Sakura, lagi pula sebagai laki-laki aku tidak tega dengan wanita yang sedang kesusahan khususnya sedang pingsan. Terlebih lagi kamu adalah rekan satu Timku. Jadi aku harus memperhatikan kesehatan dan keselamatanmu Sakura. " Ucap Naruto dengan senyum di bibirnya saat menjawab ucapan Sakura.
Sakura yang merasa di khawatirkan dan di perhatikan oleh Naruto merasa senang dan malu sehingga wajahnya memerah.
Naruto yang melihat wajah Sakura memerah lagi merasa harus membawa Sakura pulang kerumahnya segera.
__ADS_1
"Sakura lebih baik sekarang kita pulang. Karena besok kita harus berkumpul jam 5 pagi, jadi kamu harus banyak istirahat. Kalau begitu biar aku mengantarkanmu pulang dulu Sakura. " Ucap Naruto mengajak Sakura pulang untuk mengistirahatkan tubuhnya.
"Mm terima kasih Naruto-kun mau mengantarkanku pulang. " Ucap Sakura.
"Tidak perlu berterima kasih Sakura. Ayo aku bantu kamu berdiri. " Ucap Naruto sambil membantu Sakura bangun dari tidurnya dan membantu Sakura berdiri.
Setelah Sakura bisa berdiri Naruto langsung memapahnya supaya tidak jatuh.
"Sakura apa kamu bisa berjalan, kalau tidak bisa biar aku gendong saja. " Ucap Naruto yang melihat kondisi Sakura sekarang yang masih lemah karena sehabis pingsan.
"Aku bisa kok Naruto-kun, hanya kepalaku saja yang masih terasa pusing. " Ucap Sakura sambil memegang kepalanya yang pusing.
Naruto yang melihat itu memutuskan untuk menggendongnya dan membawanya menggunakan Jutsu The Flying Lightning God Style nya supaya lebih cepat sampai kerumah Sakura.
"Kyaaa. " Ucap Sakura yang kaget saat tiba-tiba Naruto menggendongnya seperti tuan putri.
Sakura yang di gendong seperti itu merasa malu karena dia bisa melihat wajah tampan Naruto dengan sangat dekat. Wajah Sakura sangat memerah karena di gendong seperti itu.
"Kalau begitu kita pergi sekarang. " Ucap Naruto yang langsung menghilang menggunakan Jutsu The Flying Lightning God Style nya untuk mengantar Sakura pulang.
Dalam sekejap Naruto dan Sakura telah tiba di depan rumah Sakura. Naruto menurunkan Sakura dari gendongannya setelah sampai di rumahnya.
Tok tok tok
Naruto mengetuk rumah Sakura untuk memanggil orang yang ada di dalam rumah.
Sakura masih terpaku akan apa yang telah terjadi pada dirinya hari ini yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehnya.
Setelah beberapa saat akhirnya pintu rumah Sakura terbuka dan keluarlah seorang wanita yang cukup tua.
"Oh Sakura akhirnya kamu pulang juga. Bagaimana hasil ujiannya. " Ucap wanita itu yang ternyata adalah ibu Sakura.
Ibu Sakura yang melihat anak nya pulang langsung menanyakan hasil ujian akademinnya kemarin.
"Bibi maaf mengganggu, saya di sini untuk mengantarkan Sakura pulang. Karena tadi Sakura habis pingsan saat pertemuan Tim. Tetapi maaf jika saya tidak mengantarkannya pulang langsung saya membawanya keruang kesehatan akademi terlebih dahulu untuk menunggunya sadar dari pingsan. Kalau begitu saya mohon pamit undur diri dulu bibi. " Ucap Naruto kepada ibu Sakura yang ada di depannya.
"Oh begitu Yah, terima kasih sudah menjaga Sakura. Siapa namamu nak dan kenapa tidak masuk dulu. " Ucap Ibu Sakura menawarkan agar mampir dulu di rumahnya.
__ADS_1