The King Uzushiogakure

The King Uzushiogakure
Chapter 88


__ADS_3

Sebelumnya.


"Oh begitukah, kalau begitu aku ingin membawamu pulang kalau begitu Nona Mei. " Ucap Naruto asal.


Mei dan yang lain di buat melebarkan mata mereka saat mendengar ucapan Naruto tadi. Khususnya Mei yang mendengar hal itu membuatnya berpikir hal-hal yang aneh-aneh. Hingga membuatnya merona.


Naruto yang melihat raut wajah Mei dan yang lain membuat nya ingin tertawa karenanya. Karena menurutnya agak cukup lucu raut wajah mereka saat ini.


"Hahahahahahaha, saya hanya bercanda Nona Mei. Jadi jangan terlalu di pikirkan, kalau begitu aku pergi dulu. " Ucap Naruto keluar tenda dan meninggalkan mereka semua.


Lanjut....................


Saat ini Naruto sedang berkeliling di sekitar desa Kirigakure untuk melihat-lihat seperti apa itu Kirigakure.


Selama berjalan-jalan di sekitar Kirigakure Naruto dapat melihat seberapa memperihatinkannya keadaan penduduk Kirigakure saat ini.


Hingga Naruto menjumpai seorang anak laki-laki yang sedang menangis di depan rumahnya dengan posisi berjongkok. Naruto yang melihat itu langsung menghampirinya untuk menanyakan kenapa ia sampai menangis seperti itu.


"Hallo adik manis, kenapa kamu menangis. Apakah ada yang bisa Kakak bantu. " Ucap Naruto menghampiri dan menanyakan keadaan sang anak kecil tersebut.


Anak laki-laki tersebut yang melihat Naruto di buat ketakutan dan berusaha sedikit menjauh dari Naruto.


Naruto yang melihat anak tersebut seperti ketakutan akan kedatangannya di buat paham.


"Adik manis tidak perlu takut, Kakak tidak akan menyakiti kamu kok. Jadi tenang saja Yah, Oh ya ini kakak punya makan. Apakah kamu mau. " Ucap Naruto menenangkan anak kecil tersebut.


Anak laki-laki tersebut yang melihat makanan yang di pegang oleh Naruto membuatnya tertarik dan memberanikan dirinya untuk mengambilnya.


Naruto yang melihat anak tersebut seperti tertarik akan makanan yang ia miliki di buat tersenyum.


"Kalau kamu mau ambil aja, Kakak punya lagi kalau kamu mau. " Ucao Naruto membujuk anak tersebut.


Hingga membuat anak tersebut akhirnya mau mengambil makanan yang Naruto berikan dan mulai memakannya dengan sedikit lahap.


Naruto yang melihat anak tersebut memakan makanan yang ia berikan di buat tersenyum senang. Hingga Naruto mengeluarkan lagi makanan yang ia bawa dan memberikannya lagi kepada anak tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian akhirnya anak tersebut sudah berhenti makan makanan yang ia berikan dan mulai memperhatikan Naruto.


"Kakak terima kasih makanannya. " Ucap anak laki-laki tersebut berterima kasih kepada Naruto.


"Sama-sama adik manis, kalau boleh tau siapa nama kamu. Oh ya perkenalkan nama Kakak Uzumaki Naruto. Kamu bisa panggil Kakak dengan panggilan Kak Naruto. " Ucap Naruto menanyakan nama anak tersebut dan juga memperkenalkan namanya.


"Nama aku Eiji, Kak Naruto. " Ucap anak tersebut yang bernama Eiji.


"Oh nama kamu Eiji, kalau boleh tau kenapa kamu tadi menangis Eiji. " Ucap Naruto menanyakan perihal kenapa tadi anak tersebut menangis sambil mengelus rambut anak tersebut dengan lembut.


Eiji yang mendengar pertanyaan dari Naruto di buat menundukan kepalanya dan air matanya mulai membendung di kelopak matanya hingga sewaktu-waktu bisa jatuh kapan saja.


Naruto yang melihat anak yang ada di depannya ingin menangis berinisiatif untuk memeluknya dan memenangkannya.


"Eiji kalau mau menangis menangislah di pelukan Kakak dan kalau kamu tidak ingin menceritakan kenapa kamu menangis juga tidak apa-apa. " Ucap Naruto sambil memeluk anak tersebut.


Eiji yang merasakan pelukan hangat tersebut membuatnya mulai meneteskan air matanya dan mulai menangis.


"Ihik......... ihik......... Kakak, kakak tidak pulang-pulang sejak kemarin, aku ihik.......... ihik........ cuman ditinggal sendiri dirumah ihik............. dan aku belum makan sejak kemarin ihik................. " Ucap Eiji dengan isak tangisnya sambil menceritakan apa yang terjadi padanya kepada Naruto.


Naruto yang mendengarkan tangisan dan cerita dari Eiji di buat prihatin dan kasihan kepadanya.

__ADS_1


Selama beberapa saat Eiji masih menangis dalam pelukan Naruto dan mulai mempererat pelukannta kepada Naruto. Seperti ia tidak mau di tinggal pergi lagi.


Naruto yang di peluk dan di jadikan tempat untuk menangis bagi anak tersebut hanya mendiamkannya dan memenangkan anak tersebut.


"Sudah sudah, jangan menangis lagi yah kan ada kakak sekarang. Jadi Eiji jangan menangis lagi oke. " Ucap Naruto berusaha menenangkan anak laki-laki tersebut.


Setelah beberapa saat akhirnya anak tersebut dapat tenang dan tidak menangis lagi. Bahkan saat ini anak laki-laki tersebut hampir tertidur di pelukan Naruto.


Naruto yang merasakan bahwa Eiji akan tertidur di pelukannya hanya mendiamkannya saja. Karena menurut Naruto mungkin saja ia telah menangis sejak kemarin, jadi wajar jika ia sekarang ketiduran di pelukan Naruto.


Selama beberapa saat menunggu akhirnya anak tersebut tertidur juga di pelukan Naruto.


Naruto yang melihat anak tersebut telah tertidur langsung menggendongnya dan membawanya bersamanya untuk menemui Mei Terumi di kantor Mizukage.


Selama perjalanan menuju kantor Mizukage Naruto dapat melihat kondisi anak-anak yang hampir bernasib sama seperti Eiji dan itu membuat Naruto merasa kasihan dan prihatin kepada mereka semua. Karena bagaimanapun Naruto juga pernah merasakan kesendirian dan penderitaan seperti mereka selama 4 tahun lamanya, tanpa ada yang memperhatikannya sama sekali. Maka dari itu Naruto memutuskan untuk membantu anak-anak yang menjadi korban perang supaya bisa mendapatkan hidup yang layak dan aman bagi mereka.


Beberapa saat kemudian akhirnya Naruto tiba juga di gedung atau kantor Mizukage Kirigakure. Setelah sampai di sana Naruto langsung memutuskan memasuki gedung tersebut untuk menemui Mei Terumi.


Para shinobi Kiri yang sedang menjaga gedung melihat Naruto mendekat dan ingin memasuki gedung langsung mempersilahkannya masuk tanpa di tanya atau sebagainya. Karena bagaimanapun Naruto adalah pahlawan mereka. Jadi mereka harus menghormati Naruto sebagai salah satu wujud terima kasih kepada Naruto.


Setelah memasuki gedung Mizukage, Naruto langsung menuju resepsionis gedung Mizukage untuk menanyakan dimana letak ruangan milik Mei saat ini.


Setelah mendapatkan dimana letak ruangan milik Mei dari resepsionis. Naruto langsung menuju kesana bersama Eiji yang berada di gendongannya sambil tertidur lelap.


Sedangkan saat ini di sebuah ruangan terdapat beberapa orang yang sedang melakukan diskusi yang menyangkut keadaan mereka saat ini. Tapi diskusi tersebut terhenti saat terdengar sebuah suara ketukan pintu ruangan tersebut.


Seorang wanita dewasa yang mendengar ketukan pintu tersebut langsung mengalihkan perhatiannya kearah pintu ruangan tersebut dan langsung mempersilahkan masuk kepada si pengeruk pintu tadi.


"Masuk. " Ucap wanita dewasa tadi mempersilahkan masuk kepada si pengeruk pintu.


Hingga terbukalah pintu tersebut dan menampilkan seorang remaja berambut merah dengan menggendong seorang anak kecil yang tertidur di gendongannya.


"Oh Naruto, apakah kau telah selesai berkeliling di Desa kami ini. Tapi maaf keadaan kiri saat ini kurang baik. " Ucap Mei kepada remaja berambut merah tadi, yang ternyata adalah Naruto yang sedang menggendong Eiji.


"Tak apa, aku juga memahami keadaan kalian saat ini. " Ucap Naruto dengan santai.


Mei dan yang lain yang mendengar ucapan Naruto tadi di buat bersyukur karena Naruto dapat memaklumi kondisi Kiri paska perang sebelumnya. Tapi di satu sisi mereka di buat penasaran akan sosok yang Naruto gendong saat ini. Hingga menimbulkan beberapa pertanyaan di benak mereka.


"Naruto, kalau boleh tau itu anak siap ya. " Ucap Mei bertanya kepada Naruto sambil menunjuk kearab Eiji.


Naruto yang mendapat pertanyaan dari Mei langsung mengalihkan perhatiannya kepada Eiji yang tertidur di gendongannya.


"Oh ini adalah salah satu anak korban perang yang aku temukan sedang menangis di depan rumahnya dan menahan lapar di perutnya. " Ucap Naruto menjawab pertanyaan dari Mei sambil membelai rambu milik Eiji yang sedang tertidur.


Mei dan yang lain yang mendengar ucapan Naruto tadi di buat menundukan kepalanya. Karena hal tersebut terjadi juga karena ulah mereka juga. Jadi saat Naruto menceritakan hal tersebut mereka juga merasa bersalah.


Naruto yang melihat Mei dan yang lain memasang wajah lesu dan sebagainya merasa tidak peduli. Karena toh ini juga masalah mereka dan sudah menjadi tanggung jawab mereka untuk membenahimasalah yang mereka perbuat. Walaupun inti dari perang tersebut adalah untuk kebaikan banyak orang. Jadi Naruto tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan internal seperti itu. Hal yang ingin Naruto lakukan sekarang adalah hak yang menyangkut rencannya untuk membantu para anak korban perang di kiri saat ini.


"Nona Mei, bolehkah saya meminta sesuatu dari anda. " Ucap Naruto kepada Mei.


"Oh tentu, Silahkan saja Naruto. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi apa yang kau minta. " Ucap Mei berusaha menyanggupi permintaan dari Naruto.


Walaupun dalam hati ia berdo'a supaya Naruto tidak meminta hal yang sulit darinya.


"Tenang saja, aku hanya meminta sebuah tanah yang cukup luas dan terletak tidak jauh dari pusat Desa. Juga yang terpenting adalah tempatnya aman dari segala gangguan. " Ucap Naruto mengajukan permintaannya kepada Mei dan yang lainnya.


Mei dan yang lainnya di buat heran dan penasaran akan permintaan Naruto yang meminta sebuah tanah yang tidak mau dari pusat desa itu. Hingga mereka bertanya-tanya dalam benak mereka akan tujuan Naruto dari meminta tanah tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana apakah bisa. " Ucap Naruto memastikan permintaannya.


"Bisa Naruto bisa, tapi kami harus diskusiakannya terlebih dahulu tentang hal ini. Tapi kalau boleh tau, untuk apa kau meminta tanah tersebut " Ucap Mei bertanya dengan hati-hati surat tidak menyinggung perasaan Naruto.


" Tujuanku meminta tanah tersebut adalah untuk membuat sebuah panti asuhan untuk anak-anak korban perang seperti Eiji ini. Karena bagaimanapun mereka adalah cahaya dan harapan bagi masa depan kelak. Karena tanpa adanya mereka, maka tidak akan ada yang akan menggantikan kita kelah saat kita semua tutup usia nantinya. Maka dari itu sudah sepatutnya bagi kita untuk melindungi para generasi masa depan dan mendidik mereka dengan baik. Supaya masa depan dapat lebih cerah lagi nantinya. " Ucap Naruto menjelaskan kepada semuanya.


Mei dan yang lain yang mendengar ucapan Naruto di buat mengangguk mengerti akan maksud dari Naruto meminta sebuah tanah tersebut. Mereka juga kagum akan sifat dan pemikiran Naruto tersebut.


"Baiklah kalau begitu, kami akan menyiapkan apa yang kau minta tadi. " Ucap Mei menyetujui permintaan Naruto tadi.


"Baguslah kalau begitu, kalau begitu akan aku tunggu permintaanku tadi sebelum sore hari. Oh ya aku juga minta kepadamu untuk mengumpulkan semua anak-anak korban perang di satu tempat. Bila kau sudah mengumpulkan anak-anak tersebut segera panggil aku di penginapan air yang tidak jauh dari gedung ini. Kalau begitu aku pergi dulu dan maaf telah mengganggu rapat kalian semua. " Ucap Naruto kepada Mei.


"Akan aku usahakan apa yang kau minta tadi Naruto. " Ucap Mei kepada Naruto.


Naruto yang mendengar ucapan Mei hanya menganggukan kepalanya saja dan beranjak keluar dari ruang tersebut untuk menuju kesenian penginapan di Desa Kiri dan menidurkan Eiji di sana.


Setelah Naruto keluar dari ruangan tersebut, Mei langsung memerintahkan orang-orang untuk melakukan hal-hal yang Naruto minta tadi. Karena ia tidak mau Naruto merasa tersinggung nantinya. Lagi pula hal yang Naruto minta juga baik untuk Kirigakure kedepannya.


Setelah menyewa kamar di penginapan yang tidak jauh dari gedung Mizukage, Naruto langsung menidurkan Eiji yang ada di gendongannya dan ia sendiri beranjak untuk membersihkan diri di pemandian umum milik penginapan. Tapi sebelum Naruto pergi membersihkan diri, ia terlebih dahulu membuat sebuah Clon untuk menjaga Eiji yang sedang tidur. Supaya nantinya jika Eiji bangun tidak kebingungan mencarinya.


Setelah membersihkan diri di pemandian umum milik penginapan. Naruto langsung kembali menuju kemarnya untuk beristirahat sebentar. Tapi ternyata rencananya untuk beristirahat sejenak gagal karena saat ia sampai di kamarnya, Naruto melihat beberapa shinobi yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Siapa kalian, kenapa kalian ada di depan pintu kamarku. " Ucap Naruto bertanya kepada shinobi yang ada di depan pintu kamarnya.


"Maaf Naruto-san, saya di perintahkan oleh Mei-sama untuk menyampaikan pesan dari Mei-sama. Bahwa anak-anak yang anda minta sudah di kumpulkan di lapangan gedung Mizukage. " Ucap Shinobi tersebut menyampaikan pesan dari Mei kepada Naruto.


Naruto yang mendengar pesan tersebut di buat mengangguk senang. Karena ternyata Mei dapat melakukan apa yang ia minta tadi dengan cepat.


"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan kesana setelah ini dan terima kasih telah menyampaikan pesan dari Nona Mei. " Ucap Naruto kepada shinobi tersebut.


"Sudah menjadi tugas saya untuk menyampaikan pesan dari Mei-sama kepada anda Naruto-san. Kalau begitu saya mohon undur diri Naruto-san. " Ucap shinobi tersebut undur diri dari hadapan Naruto.


Naruto yang melihat shinobi tersebut telah pergi, langsung memutuskan untuk memasuki kamarnya dan mengecek apakah Eiji telah bangun atau belum.


"Kak Naruto. " Ucap Eiji yang melihat Naruto memasuki kamar dan langsung memeluknya.


"Oh Eiji, ternyata kamu sudah bangun. " Ucap Naruto kepada Eiji sambil mengelus rambut Eiji.


"Sudah Kak Naruto, Kak Naruto kenapa ninggalin Eiji sendiri di sini. " Ucap Eiji agak cemberut kepada Naruto.


Naruto yang melihat Eiji cemberut kepadanya di buat bingung. Karena bukanya Eiji bersama Clonnya selama ia pergi. Tapi kenapa Eiji bilang ia sendiri di kamarnya. Sedangkan ia belum merasa Clonnya menghilang. Berartikan selama ini Eiji bersama bersama Clonnya.


" Eh bukannya Kakak sudah meninggalkan Clon Kakak di sini. " Ucap Naruto bertanya kepada Eiji.


"Iya, tapikan rasanya berbeda jika dengan Kakak yang asli. " Ucap Eiji kepada Naruto.


Naruto yang mendengar jawaban dari Eiji di buat tersenyum. Karena entah kenapa sekarang Eiji seperti agak manja kepadanya. Padahal mereka baru saja ketemu tadi. Walaupun Naruto tidak masalah jika Eiji manja kepadanya. Karena itu juga bagus untuknya yang baru saja kehilangan keluarganya dalam perang.


"Ya sudah maafkan kakak Yah, yang sudah meninggalkan kamu sendiri di sini. " Ucap Naruto meminta maaf kepada Eiji sambil mengelus rambut Eiji.


"Kali ini kakak aku maafin, tapi jangan lagi niggalin Eiji Yah kak. Karena Eiji gak mau di tinggal sendiri lagi. " Ucap Eji kepada Naruto.


"Akan Kakak usahakan tentang hal itu Yah. Sekarang apakah kamu mau ikut Kakak ke Gedung Mizukage. " Ucap Naruto kepada Eiji.


"Eiji akan ikut kakak pergi. " Ucap Eiji sambil memeluk Naruto.


"Baiklah kalau begitu, ayo kakak gendong biar Eiji nggak cape. " Ucap Naruto yang mengangkat Eiji dan menggendongnya.

__ADS_1


Setelah itu Naruto langsung menghilangkan Clonnya yang tadi dan berjalan keluar kamar untuk pergi ke gedung Mizukage.


__ADS_2