
Sebelumnya.
"Saya tidak tau pastinya, tetapi dari awal akademi mereka memang sudah sangat dekat. Mereka juga sering berlatih bersama walaupun kadang-kadang dengan pembuda Nara, Akimici, Aburame, dan Inuzuka itu. Tetapi dari cerita yang di sampaikan Inoichi dan Hiashi bahwa putri mereka mendapatkan sebuah cincin emas murni pemberian Naruto yang di dalam nya terdapat beberapa segel. Seperti segel penyimpanan, segel pemilik atau yang maksud adalah bahwa cincin itu akan selalu terikat dengan pemilik hingga mereka meninggal, lalu segel suhu seperti yang terdapat di ropi Chunnin dan Jonin dan masih banyak lagi. " Ucap Hokage Ke-3 sambil memperhatikan bole cristal yang menampilkan seisi kelas Naruto.
"Apa sebuah cincin emas murni dan memiliki banyak fungsi dan kegunaan. Dapat dari mana Naruto cincin itu. " Ucap Kurunai yang kaget karena Naruto dapat memberikan sebuah cincin emas murni dan terdapat banyak fungsinya.
Lanjut.....
"Baiklah, Tim terakhir adalah Tim 10 yang beranggotakan Yamanaka Ino, Nara Shikamaru, Akimici Choji. " Ucap Guru Iruka yang melanjutkan acara pembagian Tim Genin.
"Naruto-kun, apa kamu tau tentang Guru pembimbing Timku. " Ucap Ino yang sambil menatap kekasihnya.
Naruto yang di tanya oleh kekasih pirang nan cantiknya di buat tersenyum dan mendengarkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia tau
"Ya Ino-chan, Sarutobi Asuma adalah anak dari Hokage Ke-3 Sarutobi Hiruzen. Guru Asuma adalah salah satu dari 12 ninja pelindung negara api. Jadi Guru Asuma adalah salah satu Jonin hebat milik Konoha. Di jadikannya Guru Asuma menjadi Guru pembimbing dari Ino, Shikamaru, dan Choji adalah salah satu bentuk di mulainya era baru bagi formasi legendaris milik Konoha, yaitu INO-SHIKA-CHO. Salah satu formasi terbaik milik Konoha, karena dapat menyerang dan bertahan. Ya kan Shikamaru, aku yakin kau sudah terpikirkan akan hal ini. " Ucap Naruto yang menjelaskan pertanyaan Ino sambil mengelus-elus rambut milik kedua kekasihnya. Juga tersenyum pada sahabatnya Shikamaru saat Naruto bertanya dan memandangnya.
"Cih merepotkan, kau ingin membuatku lebih bekerja keras lagikan Naruto. " Ucap Shikamaru dengan nada malasnya.
"Hahahaha, kau ini Shikamaru, kau itu harus mulai fokus saat ini Shikamaru. Karena mulai saat ini nyawa kita dan teman-teman kita bisa melayang kapan saja dan di mana saja. Bahkan jika kita melakukan kesalahan yang fatal, maka bisa-bisa membahayakan keluargamu dan Konoha. Dunia yang kita tempati itu keras Shikamaru, saat kita lemah maka siapapun akan menginjak-injak kita. Tapi saat kita kuat bahkan paling kuat di dunia shinobi pun akan selalu di incar oleh para musuh kita, khususnya keluarga kita. Karena menurut mereka jika mereka tidak bisa menyakiti kita setidaknya mereka dapat menyentuh keluarga atau orang yang kita sayang. Bahkan mereka tidak akan segan-segan membantai keluarga shinobi yang berpotensi memiliki atau melahirkan shinobi-shinobi hebat. Ingat Shikamaru contohnya sudah banyak, jadi pikirkan itu. Oke. " Ucap Naruto yang menasihati dan menjelaskan semuanya kepada sahabatnya Shikamaru supaya ia bisa lebih baik lagi.
"Ya ya Naruto, akan aku ingat apa yang kamu ucapkan tadi. Terima kasih. " Ucap Shikamaru yang mulai berpikir akan hal tersebut.
Seisi kelas mulai merenungkan apa yang Naruto katakan, kecuali satu orang yang benar-benar sombong akan kemampuannya sendiri.
Tidak hanya seisi kelas Naruto saja yang termenung akan hal yang di ucapkan Naruto tadi. Tetapi juga para Jonin yang ada ada di ruang Hokage.
"Baiklah, pembagian Tim Genin telah selesai. Jadi selamat menempuh jalan shinobi kali. Semoga berhasil, dan mungkin kalian juga harus memikirkan apa yang telah Naruto ucapkan tadi. Karena itu semua memang benar, menjadi seorang shinobi haruslah siap akan hal yang terjadi di masa depan. Sekali lagi selamat dan semoga sukses. " Ucap Guru Iruka yang berjalan menuju kepintu kelas untuk kembali ke kantornya. Tetapi ia teringat akan sesuatu dan berbalik menatap seisi kelas.
__ADS_1
"Oh ya, kalian tunggu saja di kelas. Nanti Guru pembimbing kalian akan menjemput kalian. Jadi sampai jumpa. " Ucap Guru Iruka yang berjalan pergi.
Semua murid sedang menunggu Guru pembimbing mereka masing-masing dan memikirkan apa yang Naruto ucapkan tadi.
Naruto memang selalu memberi dukungan dan dorongan kepada teman-teman, khususnya kedua kekasihnya Ino dan Hinata, dan tidak lupa juga Shikamaru, Choji, Shino, dan Kiba. Saat di sela-sela mereka berlatih bersama. Jadi bisa di katakan Naruto seperti Kakak bagi mereka semua yang selalu membantu dan menasihati mereka di saat mereka butuh sebuah dorongan.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya para Guru pembimbing tiba untuk menjemput anggota Tim barunya.
Satu persatu para pembimbing memanggil Timnya mereka masing-masing.
"Untuk Tim 8 Hyuga Hinata, Aburame Shino, dan Inuzuka Kiba ikut saya. " Ucap seorang wanita cantik yang memanggil Timnya Hinata atau yang bernama Kurunai Yuhi.
"Naruto-kun aku pergi dulu ya. CUP. " Ucap Hinata kepada sang kekasih tercinta Uzumaki Naruto sambil mencium pipinya.
Sedang kan Naruto yang di cium pipinya tersenyum kepada Hinata.
hinata yang mendengar itu hanya mengangguk dengan wajah memerah saat mendapatkan senyum manis dari kekasihnya Naruto.
Sedangkan Jonin Kurunai atau Guru pembimbing Tim 8 hanya mengeleng-gelengkan kepalanya saat melihat perilaku Naruto dengan calon anak didiknya itu.
Setelah itu Hinata pergi bersama Guru pembimbingnnya dan teman satu timnya keluar kelas.
Setelah itu datanglah seorang pria dewasa dengan rokok di mulutnya memasuki kelas Naruto.
"Jonin Sarutobi Asuma, Tim 10 Yamanaka Ino, Nara Shikamaru, dan Akimici Choji.Ikut saya. " Ucap Pria yang masuk kekelas Naruto dengan rokok di mulutnya.
"Naruto-kun aku pergi dulu Yah. Ingat jangan macem-macem saat aku dan Hinata-chan tidak ada. " Ucap Ino yang tersenyum kepada Naruto, walaupun arti dari senyuman itu sangat jauh dari kata manis untuk Naruto yang mengerti apa arti senyum itu.
__ADS_1
Naruto yang mendengar ancaman kekasihnya Ino di buat tersenyum canggung.
"Tentu Tuan Putriku Ino-chan SAYANG. " Ucap Naruto yang menjawab ancaman dari kekasihnya Ino dengan menggodanya dengan kata sayang yang cukup keras.
Ino yang mendengar itu di buat memerah wajahnya dan langsung pergi keluar kelas karena malu jika ada yang melihat wajahnya memerah.
" Naruto-kun bodoh. " Ucap Ino sebelum berlari keluar kelas.
Naruto yang melihat kekasih pirang nan cantiknya itu wajahnya memerah karena malu di buat tertawa kecil.
Sedangkan Guru pembimbing dan teman-teman Naruto yang tersisa di kelas hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka saat melihat kemesraan Naruto dan Ino.
Setelah itu Ino dan Timnya pergi keluar kelas untuk urusan tim mereka.Di dalam kelas hanya menyisakan satu tim saja, yaitu Tim 7 atau Tim Naruto.
"Naruto-kun apakah aku boleh duduk di sampingmu. " Ucap Sakura yang melihat ada kesempatan untuk mendekati Naruto langsung mendekatinya.
"Tentu Sakura, lagi pula kita ini satu tim sekarang. Jadi tidak perlu sungkan jika kamu memerlukan sesuatu. Oke. " Ucap Naruto yang memperbolehkan Sakura untuk duduk di sampingnya sambil tersenyum.
Sakura yang mendapatkan izin dari Naruto sangat senang di tambah saat Naruto juga tersenyum kepadanya.
Anggota Tim 7 lainnya yang bernama Uciha Sasuke yang melihat Sakura mendekati Naruto hanya di buat tak peduli. Karena dalam pikirannya adalah hanya tentang kejayaan Clannya dan memperkuat diri sendiri. Tanpa mempedulikan orang lain, bahkan anggota Timnya sendiri.
"Naruto-kun, kira-kira nanti Guru pembimbing kita seperti apa. Apakah orangnya seram, galak atau bagaimana?. " Ucap Sakura yang berusaha mencari topik obrolan mereka berdua.
"Guru Kakashi itu cukup muda, dia itu selalu menggunakan maskernya kemana-mana, sebelah matanya selalu Di tutupi oleh ikat kepala konohannya, Dan dari yang aku dengar bahwa Ia memiliki mata Sharingga di mata yang selalu di tutupinnya itu. " Xiao Naruto yang menceritakan Guru pembimbing mereka seperti apa.
Sakura yang mendengar itu menganggukan kepalannya tanda bahwa Ia mengerti.
__ADS_1