
Sebelumnya.
Sakura yang melihat sebuah segel terbentuk di tangan Ayame di buat mengerutkan kencingnya. Karena ia tidak tau segel apa itu. Karena memang Sakura tidak tau, karena Sakura baru menjadi rekan satu Tim Naruto. Tetapi saat Sakura mendengar nama Ino dan Hinata juga cincin yang mereka gunakan. Itu membuatnya kaget dan mulai berpikir apakah benar bahwa gadis di dekatnya adalah salah satu kekasih Naruto.
Lanjut.......
"Saya yakin anda kurang percaya dengan saya. Tetapi yang pasti saya memang benar-benar kekasih dari Naruto-kun. " Ucap Ayame kepada Sakura dan ingin melakukan memilih pakaiannya.
Tetapi sebelum itu ia berbalik menatap Sakura dan mengatakan sesuatu.
"Bila benar-benar mencintai Naruto-kun, maka lakukanlah dengan cara yang baik dan minta izinlah kepada saya dan kedua saudari saya. Tapi bila anda masih ragu maka lebih baik anda mundur Sakura-san. Oh ya juga kurangilah sikap kekanak-kanakanmu itu dan bersikaplah dewasa. " Ucap Ayame pergi melanjutkan memilih pakaian yang ingin ia beli.
Sedangkan Sakura hanya berdiam dan memikirkan apa yang di ucapkan oleh Ayame tadi.
"Ragu? apakah aku masih ragu untuk mencintai Naruto-kun? Tidak aku tidak perlu ragu akan hal ini. Ibu bahkan dapat melihat sisi baik dari Naruto-kun dan dapat menilainya, bahwa Naruto-kun adalah pria yang baik. Jadi aku harus yakin dan semangat, ya aku harus semangat. " Ucap Sakura memantapkan hatinya untuk mengejar cintanya yang satu ini.
Beberapa jam kemudian Ayame dan Sakura telah kembali dengan beberapa pakaian di tangan mereka.
"Apakah sudah selesai memilihnya. " Ucap Naruto bertanya kepada kedua gadis di depannya.
Ayame dan Sakura hanya menganggukan kepalanya saja sebagai jawabannya.
" Tapi kenapa kalian hanya membawa beberapa pakaian saja. Aku kira tadi kalian akan membeli satu karung pakaian. Karena kalian memilih pakaiannya memerlukan waktu beberapa jam. " Ucap Naruto heran. Tetapi ia hanya menghela nafas saja. Karena memang sudah sifat wanita jika menyangkut akan penampilan pasti akan lama dan merepotkan pastinya.
Ayame dan Sakura hanya tersenyum saat mendengarkan ucapan dari Naruto.
"Huh baiklah mari kita bayar pakaian kalian. " Ucap Naruto yang memutuskan untuk membayar pakaian yang mereka beli.
Setelah beberapa saat akhirnya Naruto telah membayar pakaian yang kedua gadis itu pilih dan memutuskan untuk pulang. Karena ia merasa lelah setelah Tes tadi dan menunggu kedua gadis berbelanja.
"Baiklah Ayame-chan kita akan pulang atau masih ada tempat yabg ingin kau kunjungi. " Ucap Naruto kepada Ayame. Walaupun ia rasanya sudah sangat lelah, tetapi ia tidak ingin mengecewakan kekasihnya itu.
Ayame yang melihat kekasihnya sepertinya kelemahan karena belum pulang dari pertemuan Timnya dan langsung menemaninya jalan-jalan. Jadi ia memutuskan untuk pulang dan membiarkan kekasihnya istirahat. Karena bagaimanapun kekasihnya adalah seorang shinobi dan yang pasti membutuhkan tenaga ekstra dan konsentrasi tinggi. Supaya tidak menyebabkan kehilangan nyawanya, tentunya Ayame tidak mau jika Naruto kepana-napa.
__ADS_1
"Kita pulang saja Naruto-kun, aku sudah puas hari ini dan terima kasih sudah menemaniku jalan-jalan dan berbelanja hari ini. " Ucap Yang dengan senyum manis di wajahnya yang menunjukkan ekspresi bahagia.
"Tentu Ayame-chan, kalau begitu mari kita pulang. " Ucap Naruto mulai berjalan untuk mengantar kekasihnya Ayame dan rekan kunoichinya itu.
Setelah mengantar pulang Ayame dan Sakura, Naruto memutuskan untuk pulang kekediamannya dan beristirahat.
Setelah sampai di kediamannya dan telah memasuki kamarnya Naruto langsung memutuskan untuk tidur dan mengistirahatkan tubuh dan mentalnya. Tetapi ia terpikirkan akan eksperimen dan penelitiannya tentang Fuinjutsu barunya.
"Oh iya seharusnya aku hari ini menyelesaikan penelitian dan eksperimen itu. Karena itu dapat membantu Clan uzumaki mencapai kejayaan tertinggi dan pondasi yang kuat untuk masa depan Clan. " Ucap Naruto yang terpikir akan eksperimen dan penelitiannya tentang Fuinjutsunya yang sudah mencapai tahap akhir.
"Ah sudahlah itu akan aku lakukan besok setelah melakukan misi. Aku harap misi besok tidak menguras tenaga dan mentalku. Karena entah kenapa aku merasakan firasat buruk akan misi yang nanti akan aku jalani besok. " Ucap Naruto.
Setelah itu Naruto langsung memutuskan tidur dan menghilangkan beban pikirannya.
Keesokan paginya Naruto terbangun dari tidur indahnya dan memutuskan untuk melakukan kegiatan rutinitaskanya, yaitu berolah raga dan melemaskan otot-ototnya. Setelah berolah raga Naruto memutuskan untuk membersihkan dirinya sebelum melakukan sarapan pagi.
Setelah melakukan mandi dan berpakaian Naruto menuju ruang makan untuk melakukan sarapan bersama para shinobi Uzushio yang sudah melatih dan mengajarinya selama ini.
"Selamat pagi semuanya. " Ucap Naruto menyapa para Shinobi Uzushio yang ada di meja makan.
Setelah saling bertegur sapa Naruto langsung duduk dan memakan makananya bersama mereka yang ada disana
Setelah menyelesaikan sarapanya Naruto langsung menatap para Shinobi Uzushio yang ada di depannya.
"Setelah aku menjalankan misi hari ini, aku akan langsung pulang dan akan menguji coba hasil eksperimen dan penelitianku selama ini. Jadi nanti tolong bantu aku, karena jika ini nanti berhasil maka kejayaan Clan Uzumaki akan semakin berjaya tertinggi. Kita juga akan memiliki pondasi masa depan yang kokoh. " Ucap Naruto kepada orang-orang yang ada di depannya.
"Baik Naruto-sama. " Ucap semuanya bersamaan.
Naruto yang mendengarkan itu mengangguk senang. Setelah itu Naruto langsung memutuskan untuk berangkat keempat bertumpuknya Timnya sebelum mengambil misi mereka.
"Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu. " Ucap Naruto berjalan keluar rumah.
"Hati-hati di jalan Naruto-sama. " Ucap Semuanya.
__ADS_1
"Semangat menjalankan misi pertamanya Naruto-sama. " Ucap salah seorang wanita dimana.
Naruto yang mendengar itu langsung berbalik dan mengagukan kepalanya sambil tersenyum. Setelah itu Naruto melanjutkan perjalanannya berangkat menuju tempat berkumpul Timnya.
Selama perjalanan Naruto menikmati suasana desa yang ramai dan menghirup udara yang bersih.
Sesekali ada teman satu angkatan Naruto saat di akademi yang menyapanya dan Naruto juga membalas sapaan mereka.
Mungkin saat ini Naruto sudah bisa di katakan hidup tenang tanpa ada yang memukulinya atau melemparinya sesuatu. Walaupun masih ada beberapa mulut pedas yang selalu bergunjing tentangnya. Tetapi ia tidak peduli akan itu semua, yang terpenting baginya adalah menikmati masa hidupnya dengan damai dan tenteram.
Beberapa saat kemudian akhirnya Naruto tiba di tempat berkumpul Timnya. Disana ia dapat melihat dua rekan satu Timnya yang sudah menunggu.
"Selamat pagi Sakura-chan, selamat padi Uciha-san. " Ucap Naruto yang menyapa kedua rekan satu Timnya itu dengan senyum manis di bibirnya.
Sakura yang mandapat sapaan dari Naruto langsung melihat kearahnya. Sampai ia melihat sebuah senyum manis di bibir Naruto yang menambah pesona ketampanan Naruto. Dan itu sukses membuat wajah Sakura yang melihatnya merona.
"Se....... Selamat pagi Naruto-kun. " Ucap Sakura yang masih terpesona akan senyum manis Naruto.
Sedangkan rekan satu Tim Naruto yang satunya hanya diam dan tak peduli.
Naruto yang mendapat sapaan balik dari Sakura hanya mengangguk dan tersenyum. Sedangkan saat melihat rekan satu Timnya yang terlalu sombong dan memandang tinggi dirinya sendiri hanya di buat menggelengkan kepalanya.
Naruto sebelumnya merasa kasihan dengan nasib Clan Uciha yang di bantai. Tetapi saat ia melihat perilaku Uciha satu ini, itu membuatnya mengutuk supaya Uciha lenyap sepenuhnya dari dunia Shinobi.
Naruto memutuskan untuk duduk di samping Sakura dan mengawalnya mengobrol. Di bandingan ia duduk dengan Uciha satu itu. Karena ia takut kehilangan kesabaran dan kendali dirinya.
Naruto dan Sakura saling mengobrol satu sama lain. Mereka membahas tentang apa misi mereka nanti dan sebagainya.
Setelah beberapa jam akhirnya orang yang mereka tunggu sejak tadi datang juga tanpa raut wajah bersalah karena telah membuat orang lain menunggu.
"Selamat pagi semuanya. " Ucap Orang yang baru datang dan sedari tadi di tunggu-tunggu oleh Naruto dan yang lain, yaitu Hatake Kakashi atau Guru pembimbing Tim 7.
"Pantas saja masih jomlo kelakuannya saja seperti ini. Aku pun bila jadi wanita tidak akan sabar menghadapi kebiasaan terlambatnya ini. Apa lagi jika sang wanita mengajak kencan, aku yakin itu akan membuat sang wanita emosi. Aku harap ada wanita sabar di luar sana yang dapat menemani sisa hidup Guru Kakashi ini. " Ucap Gumaan Naruto tetapi masih dapat di dengar oleh orang lain, khususnya Kakashi sendiri.
__ADS_1
"Ya kau benar Naruto-kun, aku pun sudah muak dengan kebiasaan terlambatnya ini. Mungkin kalau 1 atau 2 kali itu tidak masalah. Tapi kalau sampai 3 kali maka itu sudah tidak bisa di maklumi. " Ucap Gumaan Sakura setuju dengan ucapan dari Naruto tadi.
Sedangkan orang yang sedang di bicarakan hanya memasang wajah bodohnya saja.