
Sebelumnya.
Sedangkan Guru Iruka yang melihat pertarungan Naruto dan Sasuke di buat kagum dengan Taijutsu Naruto di tambah ketenangan dari Naruto saat dalam pertempuran. Tidak hanya itu saja Guru Iruka dibuat sangat kagum saat Naruto memperingatkan Sasuke agar jangan terlalu terbawa emosi dalam pertempuran karena dapat membawa dampak kematian dan itu memangbenar apa yang semua Naruto bicarakan.
Tidak hanya Guru Iruka saja yang dibuat kagum atas pertempuran tersebut tetapi para murid juga dibuat kagum atas pertarungan tersebut.
Lanjut......
Tetapi berbeda dengan teman-teman Naruto yang sudah tau sedikit akan kekuatannya.
"Heh si Uciha itu hanya gayanya saja yang sombong tetapi bila di hadapan Naruto tidak ada apa apanya. Tapi aku suka dengan sifat Naruto yang tidak sombong dan lebih bersikap dewasa dari pada anak anak semutan Kita. Bahkan bila Naruto ingin menjadi Hokage pasti akan aku dukung. " Ucap Inuzuka Kiba yang mengingat sifat Naruto yang sangat bertolak belakang dengan usianya.
"Itu benar kriuk... kriuk... orang seperti Naruto sangatlah langka. orang sepertinya pantas menjadi Kriuk... Kriuk.... seorang teman atau sahabat. " Ucap Choji Akimici dengan makan keripik anaknya.
Sedangkan Shikamaru dan Shino hanya menganggukkan kepalanya.
Merasa bahwa pertandingannya sudah memakan waktu, Naruto memutuskan untuk menyelesaikannya.
whuuuussss Tap
"Mari kita akhiri ini Uciha-san. " Ucap Naruto yang langsung melesat menuju Sasuke.
Whuuussss
Bugh bugh bugh
Bugh bugh
BUAGH
Ukh ukh ukh
"Apakah kau tidak apa apa Uciha-san. " Ucap Naruto mengulurkan tangannya untuk membantu Sasuke. Akan tetapi....
Takkk
Uluran Tangan Naruto di tepis oleh Sasuke.
__ADS_1
"Brangsek kau. " Ucap Sasuke setelah menepis uluran tangan dari Naruto.
Naruto yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat keangkuhan seseorang.
Setelah semuanya selesai kelas langsung di bubarkan oleh Guru Iruka karena waktu akademi telah selesai.
Naruto memutuskan untuk menjenguk Ino dan Hinata yang ada di ruang kesehatan akademi.
"Hey Shika, Shino, Kiba kalian mau ikut aku melihat keadaan Ino-chan dan Hinata-chan atau tidak?. " Ucap Naruto yang bertanya kepada teman-teman nya apakah mau ikut dia atau tidak untuk menjenguk teman-temannya.
"Aduh maaf Naruto aku ada urusan Clan jadi aku tak bisa pergi. " Ucap Shikamaru.
"Aku ada urusan dengan ayahku dirumah Naruto, maaf ga bisa ikut. " Ucap Choji.
"Kalau aku harus mengurus kandang Anjing Inuzuka hari ini Naruto. Jadi maaf tak bisa ikut denganmu. Kamu saja yang menjenguk mereka Naruto, aku yakin saat kau menjenguk mereka pasti mereka merasa baikan. Nah satu lagi Naruto sekalian ajak mereka jalan-jalan, ya kan Shika, Choji. " Ucap Kiba.
Sedang kan Shikamaru dan Choji yang mendengar pertanyaan Kiba hanya mengangguk.
Sebenarnya mereka bertiga tau kalau Ino dan Hinata itu sangat mencintai Naruto tapi entah kenapa Naruto kadang-kadang peka, kadang-kadang tidak. Jadi mereka hanya bisa mendukung mereka bertiga saja dan mempersiapkan bila salah satu dari mereka berdua tidak dapat mendapatkan Naruto dan merasa sakit hati atau kecewa.
Naruto yang mendengar penuturan teman-temannya hanya menghela nafas saja. Karena ia sebenarnya memang sudah tau bahwa Ino dan Hinata itu mencintainya akan tetapi bila ia memilih salah satu dari mereka maka salah satunya pasti merasa sakit hati dan kecewa. Jadi dia harus memikirkanya dengan baik bagaimana diskusinya. Karena bagaimanapun ia adalah seorang Pangeran yang pasti membutuhkan pasangan untuk mendampinginya saat duduk di tahta nanti.
Naruto yang mendapat jawaban tersebut hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menjenguk mereka. Kalian berhati-hatilah di jalan. Dah. " Ucap Naruto yang meninggalkan ketiga temannya.
Setelah beberapa saat Naruto akhirnya sampai di depan Ruang Kesehatan Akademi. setelah beberapa saat sambil menghela nafas Naruto memutuskan masuk kedalam.
Naruto telah memasuki Ruang Kesehatan Akademi dan melihat Ino dan Hinata yang masih terbari pingsan di ranjang Ruang Kesehatan. Di samping Ino dan Hinata terdapat 2 Clon bayangannya yang di beri perintah untuk menjaga Ino dan Hinata sampai siuman.
"Kalian boleh pergi, terima kasih bantuannya. " Ucap Naruto yang berterima kasih kepada Clon bayangannya sendiri. Walaupun hanya bayangan atau Clon bayangan akan tetapi mereka memiliki kesadaran dan pemikiran sendiri.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Ino membuka matanya, yang menandakan bahwa mereka sudah sadar dari pingsannya.
"Akhirnya kamu sajar juga dari pingsan kamu Ino-chan. Aku kira aku akan menunggu kamu sampai tua. " Ucap Naruto yang melihat Ino dan Hinata yang baru sadar dari pingsanya.
"Akhkk dimana aku. Eh Naruto-kun, aku sekarang ada dimana Naruto-kun. " Ucap Ino yang bertanya kepada Naruto.
__ADS_1
"Ah Ino-chan, kamu sekarang ada di Ruang Kesehatan Akademi Ino-chan. Tadi kamu pingsan karena kelelahan saat latih tanding dengan Hinata-chan. Bagaimana keadaanmu sekarang Ino-chan. " Ucap Naruto yang menanyakan keadaan Ino.
"Aku sudah agak mendingan Naruto-kun. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku Naruto-kun. " Ucap Ino berterima kasih.
"Tidak perlu terima kasih sudah kewajibanku untuk mengkhawatirkan keadaanmu Ino-chan. Jadi ingat besok-besok bila latih tanding atau dalam pertempuran jangan pernah memaksakan diri itu tidak baik bagimu Ino-chan dan aku juga tidak suka bila kamu terlalu memaksakan diri. " Ucap Naruto kepada Ino seraya mengelus elus rambut pirang Ino.
Ino yang mendapat perlakuan seperti itu wajahnya langsung merona dan di dalam hati ia merasa senang mendapat perlakuan seperti itu.
Sedangakan tidak beberapa lama kemudian Hinata bangun dari pinggannya.
"Ahkkkkk, aku dimana? apakah ini di Ruang Kesehatan Akademi?. " Ucap Hinata yang berusadar dari pinggannya.
"Ah, akhirnya kamu bangun juga Hinata-chan. Bagaimana keadaanmu sekarang. " Ucap Naruto yang menanyakan keadaan Hinata.
"Aku sudah agak mendingan, cuman kepalaku masih sedikit pusing Naruto-kun. " Ucap Hinata yang masih merasakan Pusing.
"Apakah kamu perlu sesuatu seperti aku panggilan petugas medis atau obat untukmu Hinata-chan. " Ucap Naruto yang menawarkan sesuatu kepada Hinata seraya memegang kepala Hinata.
"Ti......dak p.....erlu N.....aruto-kun. Se....bentar lagi aku akan m...endingan ko. " Ucap Hinata yang menolak tawaran Naruto dengan wajah memerah karena mendapatkan perlakuan seperti itu.
"Oh baiklah. Tetapi bila kamu perlu sesuatu maka bilanglah padaku ya Hinata-chan. " Ucap Naruto kepada Hinata.
Sedangkan Hinata wajahnya tampan memerah karena Naruto.
Sedangkan Ino yang ada di samping ranjang tidur Hinata, di buat cemburu atas perlakuan Naruto kepada Hinata. Walaupun tadi Ino juga mendapatkan perlakuan yang sama tetapi Ino tetap merasa cemburu.
Naruto yang melihat wajah cemberut Ino, langsung langsung tau apa penyebabnya.
"Ada apa Ino-chan, apakah kamu perlu sesuatu Ino-chan. " Ucap Naruto pura-pura tidak tau dan menawarkan sesuatu.
"Tidak aku tidak membutuhkan apapun, cukup kamu ada di samping saja itu sudah cukup bagiku Naruto-kun. " Ucap Ino kedapa Naruto seraya melirik Rivalnya yang ada di sampingnya.
Hinata yang ada di samping Ino melihat lirikan Ino saat Ino mengatakan itu pada Naruto dan itu membuat Hinata cemburu karenanya dan merasa tertentang.
Sifat dari Ino Yamanaka memang bisa di katakan berani dan tak malu apa lagi saat di hadapkan dengan seseorang yang ia cintai. Berbeda dengan Hinata yang sedikit agak malu apa lagi saat berada di dekat orang yang ia cintai. Akan tetapi itu semua berubah saat mengetahui bahwa Rival nya adalah Ino Yamanaka yang menjadikannya lebih berani karena ia tidak ingin kalah atau bahkan kehilangan orang yang ia cintak.
"Tidak Naruto-kun harus ada di sampingku Ino-chan. " Ucap Hinata yang mulai emosi saat Ino dengan berani mendekati bahkan meminta Naruto untuk selalu ada di dekatnya saat ia ada di hadapannya.
__ADS_1
"Tidak denganku saja Naruto-kun. " Ucap Ino yang tidak mau kalah seraya menarik tangan Naruto yang ada di dekatnya.
"Tidak denganku saja Naruto-kun. " Ucap Hinata yang juga ikut menarik tangan Naruto karena tidak mau kalah dari Ino.