
Sebelumnya.
Dalam Clan Uzumakin kedudukan Clan di bagi menjadi 3, yaitu :
- Keluarga utama/Kerajaan.
- Keluarga Cabang pengurus atau membatu raja dalam pemerintahan.
- Keluarga Ranting rakyat biasa.
Maka dari itu tahta sementara di pegang oleh Uzumaki Rias selaku keluarga utama dan bibi dari penerus tahta. Ini di karena kan tidak adanya penerus tahta lain karena saat ini Uzushio hanya memiliki satu pangeran saja, sedang kan yang lain seperti anak dari Rias dua-dua nya perempuan.
Lanjut...............
"Kalau boleh tau apa yang ingin anda bicarakan bersama kami, Rias-sama? " Tanya pria lain dalam pertemuan tersebut.
"Huh, yang ingin aku bahas dengan kalian adalah tentang penerus tahta Uzushio, yaitu Pangeran Uzumaki Naruto anak dari Kakakku Uzumaki Khusina. " Ucap Rias yang sudah masuk kedalaman pembahasan inti.
"Bukannya Naruto-sama saat ini ada di Konohan, Rias-sama." Ucap salah satu wanita yang ada di dalam pertemuan selain Uzumaki Rias, yang bernama Uzumaki Eren.
Di dalam pertemuan tersebut di hadiri oleh 13 orang termasuk Rias, diantaranya :
- Uzumaki Rias (Ratu sementara Uzushio)
- Uzumaki Ken(Penasehat 1)
- Uzumaki Shu (Penasehat 2)
- Uzumaki Akame (Divisi Administrasi)
- Uzumaki Nami (D. Keuangan)
- Uzumaki Arata (D. Pembangunan)
- Uzumaki Gray (D. Perlengkapan)
- Uzumaki Roy (D. Pangan)
- Uzumaki Renji (D. Keamanan & Ketua Jonin)
- Uzumaki Takumi (D. Intel & Ketua ANBU)
__ADS_1
- Uzumaki Yagami (D. Intograsi)
- Uzumaki Rin (D. Medis)
- Uzumaki Eren (D. Informasi)
"Kau benar Eren, saat ini ia memang ada di Konoha dan aku juga tidak tau bagaimana kabarnya saat ini." Ucap Rias. "Semoga saja ia baik baik saja, aku jadi merasa tidak berguna **se**bagi bibi nya. " Ucap Rias dalam hati yang sangat mengkhawatirkan keadaan keponakannya dan anak dari Kakak nya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini. atau kita jemput saja dan kita bawa ke Uzushio, Rias-sama. " Ucap Shu selaku penasehat.
"Yang pasti kita harus membawanya kemari bukan Rias-sama. " Ucap Rin.
"Kau benar Rin, aku memang berniat membawanya kemari maka dari itu aku mengumpulkan kalian semua disini untuk meminta pendapat kalian bila di rasa ada yang kurang atau salah. " Ucap Rias serius.
"Lalu apa rencana Rias-sama untuk perihal ini. " Ucap Takumi.
"Aku berencana mengirim Rin, Misaki, Levi, Kirito, dan Erza untuk menjemputnya dan juga melatihnya sesuai keunggulan mereka. Saya juga ingin mereka menyelidiki selama masa pertumbuhan Naruto-kun bagaimana, karena mengingat dia seorang jinchuriki Kyubi. " Ucap Rias.
"Saya setuju bila mereka melatih Naruto-sama dan juga saya setuju bila anda menyelidiki akan hal tersebut. ya walaupun orang tua dari Naruto-sama adalah orang penting di Konoha tapi tidak menutup kemungkinan ada hal hal yang tidak di inginkan mengingat saat ini Minato-sama dan Khusina-sama sudah meninggal dunia. " Ucap Ken selaku penasehat. Sedangkan yang lain hanya mengangguk setuju.
"Ya kau benar Ken, kemungkinan pasti ia kesepian mengingat beban sebagai seorang jinchuriki Kyubi. Untuk saat ini yang kupercaya di Konoha hanya lah Hokage Ke-3 atau Hiruzen Sarutobi dan Jiraya sang sennin legendaris dan untuk yang lain aku sangat meragukannya apalagi si licik Danzo. " Ucap Rias ada kesal saat mengingat kelicikan Danzo.
"Aku setuju dengan anda Rias-sama, yang harus kita waspada adalah si Danzo busuk itu. Bagaimana kalau kita kirim juga beberapa ANBU terbaik untuk mencari informasi penting di Konoha khususnya Danzo. " Ucap Takumi muak dan kesal saat mengingat orang yang bernama Danzo. Sedangkan yang lain pun sama pemikirannya terhadap Danzo dari Konoha apa lagi kelicikan nya saat menginginkan sesuatu.
Sedangkan yang lain saling pandang untuk mendiskusikannya dan hasilnya semuanya mengangguk setuju atas keputusan Rias.
"Kami setuju Rias-sama. " Ucap ken yang mewakili semuanya.
"Baiklah kalo begitu. Takumi kau siapkan ANBU terbaik dan Rin kau sampaikan kepada yang kusebutkan tadi dan untukmu kau bisa cari orang untuk menggantikanmu sementara selama kau menjalankan misi ini. " Ucap Rias.
"Baik Rias-sama. " Ucap Rin dan Takumi secara bersamaan.
"Oh ya untuk keberangkatan 3 hari lagi jadi di persiapkan dan Rin kau dan yang lain nanti menghadapku setelah rapat selesai. " Ucap Rias.
"Ha'i Rias-sama. " Ucap Rin dan Takumi secara bersamaan.
"Baiklah, rapat kali ini kita akhiri sampai di sini. " Ucap Rias.
"Ha'i." Ucap semua nya bersamaan.
Setelah rapat di bubarkan Uzumaki Rias keluar dari ruang rapat lalu menuju kekamarnya untuk mengistirahatkan dirinya dan menenangkan pikiranya.
__ADS_1
Saat perjalanan menuju kekamarnya Rias bertemu dengan kedua putri kembarnya, yaitu Uzumaki Nana dan Uzumaki Mia.
"Ibu, habis dari mana?. " Ucap Nana kepada sang Ibu sambil menyapa. Sedangkan si adik kembarnya hanya tersenyum kepada sang Ibu.
"Oh Nana-chan dan Mia-chan, Ibu habis dari rapat bersama para petinggi Kerajaan. Kalian mau kemana Nana-chan dan Mia-chan?. " Jawab sang ibu atas pertanyaan sang anak dan berbalik bertanya kepada sang anak.
"Sebelumnya kami ingin menemui ibu, tapi saat kami berada di kamar ibu, tetapi ibunya tidak ada. " Ucap Mia atas pertanyaan sang ibu, sedangkan sang kakak hanya mengangguk sebagai tanda membenarkan.
"Oh begitu, kalian ada perlu apa dengan ibu? maaf ibu tadi sedang rapat dengan para petinggi untuk membahas tentang Naruto-kun, anak kakak ibu. " Ucap Rias.
"Tidak ada sih cuman kami mau bertemu ibu saja sambil ngobrol.Bu apa Naruto itu tampan?. " Ucap Mia.
"Ara~ apakah anak ibu ini tertarik dengan naruto-kun?. " Ucap Rias dengan menggoda sang anak.
"eh tidak mana mungkin aku suka dengan orang yang aku sendiri belum ketemu dengannya bahkan aku cuman melihat fotonya saja itu pun dia masih bayi. " Ucap Mia menyangkal godaan sang ibu. ya ada benarnya sih masa iya suka padahal belum pernah ketemu, liat fotonya aja foto pas bayi kan aneh.
"Oh ya bu apa nanti Naruto-kun akan tinggal di Uzu?. " Ucap Nana yang sedikit penasaran tentang seseorang yang sedang menjadi topik pembicaraan mereka.
"Oh ya tentu, karena kan nanti yang menggantikan posisi sementara ibu adalah Naruto-kun. Tapi ko anak ibu yang satu ini menyebut nama Naruto-kun dengan embel embel Kun yah. " Ucap Rias sambil sedikit menggoda maka perempuan nya yang satunya lagi.
"Eh tidak kok, cuman kayanya Naruto-kun itu tampan, karena yang aku lihat dari foto yang ibu miliki, ya walaupun masih bayi tapi aku yakin pasti dia tampan. " Ucap Nana dengan percaya diri dan mukanya sedikit memerah karena agak malu.
"Oh begitu ternyata. " Ucap Rias agak menggoda Nana.
"Kakak percaya diri sekali kalo dia tampan kalo dia jelek bagaimana?. " Ucap Mei menyanggah ucapan sang kakak kalo Uzumaki Naruto itu tampan.
"Tentu kakak percaya dengan insting kakak sebagai wanita. Bagaimana kalo kita taruhan kalo dia tampan dan keren dia buat kakak dan kamu jangan dekat dekat dia, tapi kalo dia tidak tampan. Kakak akan menurutin apa yang kamu mau deh APAPUN. DIEL. " Ucap Nana dengan percaya diri dan mengajukan taruhan dengan sang adik.
"Oke Diel yah Kak, awas kalo kakak tidak menempati janji Kakak. Ucap Mei menyetujui taruhan sang kakak.
"Oke Diel. " Ucap Nana.
"Hahahahah..... " Tawa Rias saat melihat bahwa kedua putri nya sedang taruhan akan penampilan yang sebenarnya dari keponakanya itu yang sekarang.
"Salam Yang Mulia Rias-sama, Tuan Putri Nana-sama, Tuan Putri Mei-sama. " Ucap seorang pelayan Istana yang menghadap Rias dan kedua putrinya dengan hormat.
"Iya ada apa. " Ucap Rias bertanya pada sang pelayan Istana.
"Nona Rin dan yang lain sudah menunggu anda di ruang rapat/pertemuan Yang Mulia. " Ucap pelayan dengan hormat.
"Oh baiklah, mari kita kesan. Nana-chan dan Mei-chan apakah kalian mau ikut atau tidak. " Ucap Rias kepada sang putri sambil menawarkan mau ikut ia atau tidak. Sedangkan yang ditanya saling menatap dan mengangguk.
__ADS_1
"Baik ayo. " Ucap Rias.