
Sebelumnya.
Ayame yang melihat hal tersebut tentu sangat terpana dan terpesona akan keindahan dan kecantikan cincin tersebut.
Hingga ia kembali menatap wajah kekasihnya untuk meminta penjelasan.
"Itu adalah cincin untukmu, cincin itu hampir sama kegunaan dan fungsinya dengan milik Ino-chan dan Hinata-chan. Sebenarnya aku ingin mengajaku kencan sebelumnya. Hingga rencana itu gagal karena Kakek tua itu yang tiba-tiba memberikanku sebuah misi. Maaf, bila mungkin kurang romantis atau mungkin cincinnya kurang bagus. Tapi, aku janji setelah ini aku akan lebih mengatur waktuku lagi. " Ucap Naruto dengan senyum di bibirnya.
Lanjut.........................
Ayame yang mendengar ucapan dari kekasihnya di buat menangis dan mulai memeluknya dengan erat.
"Ihik........ terima kasih Naruto-kun, ihik....... aku sangat senang dan sangat suka dengan hadiah pemberianmu ini. Ihik........ ihik......... " Ucap Ayame dengan di iringi tangisan kebahagiaan.
Naruto yang melihat kekasihnya menangis karena senang juga di buat senang dan membalas pelukannya dan membelai lembut rambut Ayame.
"Baguslah kalau kamu menyukainya. " Ucap Naruto yang masih membelai lembut rambut Ayame.
Setelah merasa agak tenang tenang Ayame mulai melepaskan pelukanya dan kembali menatap wajah kekasihnya itu.
"Naru, Naru janji ya setelah misi ini Naru harus meluangkan waktu untukku dan yang lain. Aku juga tidak mau jika Naru kecapean bahkan sampai sakit. Jadi Naruto-kun harus beristirahat setelah melakukan misi ini. Oke. " Ucap Ayame kepada Naruto dengan sedikit manja.
Naruto yang melihat kekasihnya seperti itu di buat tersenyum dan mencubit hidung Ayame.
"Baiklah, aku janji setelah ini aku akan mengambil libur selama beberapa saat dan akan mengajakmu dan yang lain kencan atau jalan-jalan. Bagaimana. " Ucap Naruto kepada Ayame sambil mencubit hidung Ayame.
"Mou~ sakit Naru-kun, tapi janji ya setelah ini kamu harus mengambil libur. " Ucap Ayame kepada Naruto dengan memegangi hidungnya yang tadi di cubit oleh Naruto.
"Hehehehe maaf, tapi kamu lucu sih kalo lagi manja kaya gitu dan ya aku janji setelah ini aku akan mengambil libur ke Kakek tua itu. " Ucap Naruto kepada Ayame.
"Mmm baiklah, jadi kapan Naruto-kun berangkatnya. " Ucap Ayame bertanya kepada kekasihnya akan keberangkatanya.
"Mmm setelah ini aku akan berangkat, jadi jaga kondisimu ya dan tolong sampaikan kepada Hinata-chan bahwa aku menjalankan misi ke Negeri Bumi. " Ucap Naruto menjawab pertanyaan dari kekasihnya Ayame.
"Mmm baiklah dan kamu juga harus hati-hati juga jaga kesehatan selama misi. Aku gak mau dengar kabar buruk tentang kamu atau misimu, oke. " Ucap Ayame memberi pesan kepada Naruto.
Naruto yang melihat Ayame memberikannya perhatian penuh di buat tersenyum senang dan bahagia memiliki kekasih seperti Ayame.
Ya walaupun ia tidak hanya memiliki seorang kekasih tapi lebih tepatnya beberapa kekasih. Tapi setiap kekasihnya memiliki kelebihannya masing-masing yang dapat membuatnya nyaman dan mencintai mereka.
"Ya baiklah, akan aku ingat pesanmu itu. Ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu, ingat jaga dirimu baik-baik dan sampaikan permintaan maafku ke Hinata-chan bahwa aku belum ada waktu untuknya beberapa hari ini. Sebenarnya aku ingin menemuinya, akan tetapi ia sedang ada misi bersama timnya. " Ucap Naruto kepada Ayame dan mulai berdiri dari duduknya.
"Baiklah Naruto-kun, nanti aku sampaikan salammu kepada Hinata-chan dan kamu juga harus ingat pesanku tadi Yah. " Ucap Ayame yang juga ikut berdiri.
Setelah urusan dengan kekasihnya Ayame selesai Naruto langsung pergi menuju tempat kliennya melalui segel jutsu yang tadi ia terapkan kepada kliennya sebelumnya.
Sesampainya di sana Naruto sudah di tunggu oleh semua orang hingga membuat canggung.
__ADS_1
"Hai semunya maaf saya datang terlambat, tadi saya ada sedikit masalah yang harus saya selesaikan terlebih dahulu. Jadi saya baru sampai. " Ucap Naruto yang meminta maaf kepada semuanya.
"Ya masalah, masalah wanitakan. " Ucap Neji yang tiba-tiba berbicara dan hal tersebut membuat Naruto kaget. Karena ternyata ada yang melihatnya di Ichiraku bersama kekasihnya Ayame.
"Ah ternyata anda melihatnya ya, hehehehe maaf yah. " Ucap Naruto dengan canggung saat ternyata ada yang melihatnya sedang berduaan dengan kekasihnya Ayame.
Sedangkan beberapa orang seperti Shikamaru, Guru Asuma dan yang lain hanya mengeleng-gelengkan kepalanya saja.
Ya walaupun ada beberapa orang yang merasa cemburu akan kedekatan Naruto dengan beberapa wanita.
Sedangkan Ino sendiri sebagai salah satu kekasih Naruto paham akan apa yang di maksud masalah oleh Naruto.
Hingga ia langsung berinisiatif mendekati kekasihnya itu.
"Naruto-kun apakah kamu barusan baru pamit ke Ayame-chan dan dia gak mau kamu pergi misi lagi. Atau lebih tepatnya kamu belum ada waktu untuk Ayame-chan. " Ucap Ino yang berbisik kepada kekasihnya itu.
Naruto yang mendengar bisikan Ino hanya mengangguk dan kembali membisikkan sesuatu kepada Ino.
"Iya dan aku juga minta maaf bila aku juga tidak ada banyak waktu untuk kamu ya Ino-chan. Tapi aku janji setelah ini aku akan lebih sering meluangkan waktuku bersama kalian. " Ucap Naruto kepada Ino dengan berbisik.
"Iya tidak apa apa Naruto-kun, aku mengerti akan keadaan kita dan juga profesi kita sebagai seorang shinobi. Beda halnya dengan Ayame-chan yang bukan seorang shinobi. Jadi mungkin kamu memang harus membagi waktu kamu lagi Naruto-kun. " Ucap Ino kepada Naruto dengan berbisik.
Naruto yang mendengar ucapan Ino hanya mengangguk saja.
Hingga Guru Asuma berbicara atau mengintrupsikan bahwa mereka akan segera berangkat.
"Baiklah semuanya, kita akan segera berangkat dan semuanya langsung ketempat masing-masing. " Ucap Guru Asuma kepada semuanya.
Setelah semuanya siap, rombongan tersebut langsung berangkat menuju Ibukota Negeri Bumi.
Perjalanan dari Konoha menuju Ibu Kota Negeri Bumi setidaknya akan memakan waktu beberapa hari dengan kecepatan berlari seorang shinobi atau satu minggu lebih dengan berjalan secara normal dan berkelompok.
Setelah beberapa jam berjalan rombongan tersebut memutuskan untuk berhenti dan beristirahat di tengah hutan saat melihat hari sudah sore.
"Semuanya kita akan beristirahat di sini malam ini hingga pagi. Jadi persiapkan semuanya dan tetap waspada dan jaga keamanan nona muda dan tuan muda. " Ucap seorang pria yang bertanggung jawab akan keamanan putra dan putri Daimyo Negeri Api.
"Hai. " Ucap semua orang bersamaan menjawab ucapan pria tadi.
Setelah itu semuanya langsung mengambil tugasnya masing-masing, seperti ada yang mendirikan tenda, menyiapkan api unggun, melayani putra dan putri Daimyo, dan sebagainya.
Sedangkan Naruto sendiri saat ini sedang menajamkan sensor miliknya untuk mengecek keadaan sekitar.
Ino yang melihat kekasihnya sedang berdiri dan terdiam langsung menghampirinya.
"Naruto-kun. " Ucap Ino memanggil nama kekasihnya.
Naruto yang merasa namanya di panggil langsung tersadar dan menengok kearah orang yang memanggilnya.
__ADS_1
Hingga ia melihat kekasih pirangnya yang sedang tersenyum kearahnya.
"Iya ada apa Ino-chan. " Ucap Naruto kepada kekasihnya sambil membelai wajah kekasihnya itu.
Sedangkan Ino yang mendapat perlakukan seperti itu secara tiba-tiba di buat kaget dan memerah wajahnya.
"Ti... Tidak Naruto-kun, aku cuman ingin memanggilmu saja dan tadi itu kenapa kamu melamun. Apa kah ada masalah Naruto-kun. " Ucap Ino dengan wajah yang memerah dan menahan kegugupannya karena mendapatkan tindakan Naruto yang secara tiba-tiba itu.
"Oh, aku kira ada apa. Aku tidak ada masalah kok Ino-chan. Tadi itu aku cuman mengecek keadaan sekitar apakah aman atau tidak. " Ucap Naruto kepada kekasihnya Ino dengan tangan yang masih memegangi wajah milik Ino.
"Oh aku kira Naruto-kun sedang ada masalah, tapi syukurlah kalau Naruto baik-baik saja. " Ucap Ino sambil tersenyum.
Naruto yang mendengar ucapan dari Ino hanya menggukan dan ikut tersenyum di bibirnya.
Jujur saja ia sangat suka jika melihat senyum milik ketiga kekasihnya itu.
Selama beberapa saat Ino dan Naruto masih saling pandang satu sama lain, hingga momen tersebut terganggu oleh seseorang yang menyadarkan mereka.
"Hoooaaammm merepotkan, kalian itu mau sampai kapan saling memandang seperti itu. Ingat kita ini sedang dalam misi bukannya sedang kencan atau bulan madu. Hoooooaaaammm merepotkan. " Ucap seseorang yang menghancurkan momen milik Ino dan Naruto dengan wajah malas miliknya.
Sedangkan Naruto dan Ino langsung tersadar akan lamunan mereka saat mendengar ucapan tersebut.
Walaupun dalam hati Naruto maupun Ino sangat marah dengan orang tersebut atau salah satu temannya itu, karena telah mengganggu momen mereka.
Tapi mereka berusaha tuk sabar dan tidak menghajar temannya itu.
"Hehehehe, maaf ya Shika. Kalau begitu nanti setelah misi ini kamu akan aku beri hadiah spesial karena telah mengingatkanku ya Shi Ka. " Ucap Ino dengan senyum di bibirnya kepada teman satu timnya itu, yang ternyata Shikamaru.
Sedangkan Shikamaru yang melihat senyum milik Ino itu langsung di buat merinding dan gugup. Karena ia tau senyum itu bukan menandakan hal baik malah sebaliknya.
Naruto yang melihat senyum itu juga di buat merinding melihatnya dan ia hanya berharap bahwa sahabatnya itu bisa selamat dari kekasihnya itu.
"Ya sudah, kalau begitu aku akan melakukan sesuatu dulu dan Ino-chan bisakan kamu mendirikan tenda untukku. " Ucap Naruto kepada kekasihnya Ino dan berusaha untuk mencairkan suasana.
Ino yang mendengar ucapan kekasihnya itu langsung merubah ekspresinya dan tersenyum kepada kekasihnya itu.
"Baik Naruto-kun, tapi aku tidur bersamamu ya Naruto-kun. " Ucap Ino kepada kekasihnya.
"Mmm baiklah terserah kamu saja Ino-chan. Kalau begitu aku pergi dulu. " Ucap Naruto kepada Ino sambil mengelus rambut Ino dan di balas anggukan oleh Ino sebagai tanda persetujuan.
Sriiinnnngggg
Ino yang melihat kekasihnya telah pergi, langsung ikut pergi menyiapkan tenda untuknya tidur bersama kekasihnya nanti malam.
Sedangkan beberapa orang yang ada di sana yang melihat semunya hanya menggeleng gelengkan kepala saja saat melihatnya.
Berbeda halnya untuk beberapa orang yang merasa cemburu dan iri terhadap Ino yang mendapat perlakuan seperti itu dari Naruto.
__ADS_1
Terlebih lagi nanti mereka akan tidur bersama dalam satu tenda.
Mereka benar-benar iri terhadap keberuntungan Ino itu.