The King Uzushiogakure

The King Uzushiogakure
Chapter 15


__ADS_3

Sebelumnya


Untuk pelatihan stamina dan daya tahan tubuh atau olah raga atau latihan fisik akan di lakukan pada pagi hari dan sore hari selama 2 atau 3 bulan kedepan dan untuk siang atau bahkan malam harinya akan mempelajari Fuinjutsu dan pembelajaran dasar lainnya.


Pelatihan tersebut akan terus berlangsung berlangsung atau bahkan akan ada perubahan bila itu di perlukan.


Lanjut.......


Skip 3 Tahun Kemudian.


Di bawah sebuah pohon terdapat seorang anak laki-laki yang cukup tampan bagi anak-anak seusianya. Terlihat bahwa anak laki-laki tersebut sedang menikmati hembusan angin yang menerpa dirinya.


Anak laki-laki tersebut ialah Naruto yang sedang menikmati waktu istirahatnya dari latihan yang cukup menyiksa dan hampir seperti tidak ada waktu untuk istirahat sama sekali. Naruto telah menjalani masa pelatihanya selama tiga tahun dan hasilnya cukup memuaskan bahkan untuk anak seusianya bisa di katakan moster karena keahliannya dalam teknik dan keterampilan shinobi yang mumpuni bahkan kontrol cakranya sangat sempurna di usianya yang baru 8 tahun.


Bahkan di usia yang baru 8 tahun Naruto sudah di katakan sebagai Master Kenjutsu, Master Genjutsu, Master Madis-nin, dan Master Ninjutsu. Sedangkan untuk keahlian Fuinjutsunya sudah berada di tahap Master Fuinjutsu bintang 10.


Tingkatan tahap Fuinjutsu adalah :



Pemula


Murid


Senior


Guru


Master


GranMaster



Setiap tahap dibagi menjadi 10 bintang. Para shinobi yang ahli di bidang Fuinjutsu biasanya hanya sampai pada tahap Master bintang 1 atau 2 berbeda bagi para anggota Clan Uzumaki yang mampu mencapai tahap GranMaster bintang 10 walaupun sangat jarang.


Saat ini Naruto sedang libur dari latihannya karena mulai besok ia akan mulai masuk akademi ninja Konoha 3 hari lagi.


Jadi saat ini ia memutuskan untuk bersantai di sebuah danau dekat hutan tempat ia sering latihan dan menenangkan diri dari padatnya jadwal latihan yang ia lakukan.


Sampai di mana seorang ANBU Hokage yang mendekati Naruto untuk menyampaikan sebuah pesan dari Hokage.


"Naruto Hokage-sama memintamu untuk menemuinya di kantornya sekarang. " Ucap seorang ANBU kepada Naruto yang datang dengan tiba-tiba.


Sebenarnya Naruto sudah merasakan seorang ANBU selain ANBU nya yang sedang mendekat. Itu di kerenakan Naruto juga seorang Ninja sensor dan sensor milik Naruto sangatlah sensitif jadi walaupun cakra mereka di tekan hingga ketitik terendah sekalipun Naruto tetap dapat melacaknya selagi ia masih hidup maka Naruto dapat merasakannya.


Bahkan jangkauan sensor milik Naruto hingga saat ini mencapai 1 km. Maka dari itu ia dapat merasakan tanda-tanda kehidupan di jangkauan radius 1 km jauh nya dan itu masih dapat di tingkatkan dan di latih lagi supaya jangkauannya meningkat.


Naruto yang mendengar ucapan si ANBU Hokage tersebut hanya menganggukkan kepalanya saja. Sedangkan si ANBU langsung pergi setelah menyampaikan pesan dari Hokage.

__ADS_1


Setelah itu Naruto langsung berdiri dari duduknya untuk menuju kegedung Hokage seperti yang di inginkan dari Kakek Hokagenya.


Saat di dalam perjalanan Naruto melihat sebuah kejadian yang membuatnya muak yaitu pembullyan apa lagi terhadap wanita. Naruto yang melihat itu langsung mendekatinya untuk menolong seorang gadis yang kira-kira mungkin seusianya. Walaupun jika di lihat dari luar Naruto tampak seperti anak usia 10 tahun bukan 8 tahun.


"Hey liat matanya seperti orang buta saja, hahahaha. " Ucap salah satu pembully


"Ia matanya terlihat menyeramkan, hahahaha. " Ucap pembully lainnya.


"Hahahahahaha. " Ketawa dari para pembully.


Sebenarnyanya mata dari gadis itu tidak buta atau aneh, hanya saja memang itu sebuah mata keketurunan dari sebuah Clan tertentu.


Saat para pembully sedang tertawa datanglah seorang anak yang menghentikan aksi pembullyan mereka.


"Hey hentikan itu, kalian laki-laki beraninya cuman sama perempuan. Pergi kalian pecundang. " Ucap si anak yang menghentikan aksi para pembully. Anak tersebut adalah Naruto yang ingin menolong gadis yang sedang di bully itu, karena memang Naruto sangat membenci perilaku seperti itu atau semacamnya.


"Hey siapa kau, eh bukanya itu Moster yang menghancurkan Konoha dan seorang pecundang. " Ucap salah seorang pembully yang menghina Naruto. Namun Naruto cukup sabar mendengar hal itu karena ia sudah kebah akan hinaan dan sebagainya. Tetapi berbeda dengan para ANBU Uzushio yang menjaga Naruto dari balik bayangan.


Sebenarnya Naruto sudah tau akan para ANBU yang dikirim dari Uzushio untuk menjaganya, pada awalnya memang agak kurang nyaman tetapi lambat laun ia mulai terbiasa. Kadang-kadang juga Naruto agak was was dengan para ANBU itu karena bisa saja melenyapkan seorang yang mengganggunya karena itu juga pernah terjadi dan itu membuat Naruto memarahi mereka dan mengancamnya jika mereka melakukannya lagi maka ia tidak akan pernah pergi ke Uzushio.


Mulai saat itu para ANBU Uzushio tidak pernah macam-macam lagi walaupun juga tidak tau kalau di luar jangkauan Naruto.


"Ia itu benar moster yang sering di bicarakan penduduk desa, hahahaha. " Ucap pembully lainnya yang menghina Naruto.


"Hey tapi ia sekarang terlihat berbeda. " Ucap pembully lainnya yang mengamati Naruto sedari tadi.


"Heh apa bedanya moster tetap moster dan pecundang tetap pecundang, hahahahah. " Ucap pembully lainnya lagi.


"hahaha lucu yah bagaimana kalau kita lihat siapa pecundangnya tetapi kalau kalian mau pergi sekarang juga tidak apa apa sebelum aku hajar kalian semua. " Ucap Naruto dengan nada mengejek para pembully.


"Apa kau bilang Moster, akanku hajar kau monster. " Ucap salah satu pembully yang emosi saat di ejek Naruto.


"Heh kalian benar benar minta di hajar ya. Shadow Clone Jutsu. " Ucap Naruto yang memulai menghajar para pembully itu dengan para bayangan Naruto.


Poof


poof


poof


poof


poof


Terdapat lima bayangan yang siap menghajar para pembully yang ada di hadapan Naruto.


"He apa dia Ninja. " Ucap salah satu pembully yang agak mulai takut.


"Heh dia itu pecundang buat apa kalian takut itu cuman bayangan saja, ayo kita hajar dia. " Ucap salah seorang pembully yang merasa sok hebat.

__ADS_1


Buah buah bugh


Buah bugh


Bugh bugh


Bugh


Para pembully di hajar habis habisan oleh Clon atau bayangan Naruto untuk memberikan pelajaran kepada mereka.


"Akh am... pun ampun to... long hentikan. " Ucap pembully yang sebelumnya sok hebat.


"Heh kalian baru kaya gini saja sudah kalah. Makanya jangan sok sokan membully orang. Jika kalian membully orang lagi akan ku habisi kalian, mengerti!. " Ucap Naruto dengan Nada mengancam para pembully.


"Ba.... baik kami ti....dak a... kan melakukan nya lagi kami berjanji. " Ucap para pembully itu.


"Baik aku pegang omongan kalian, sekarang kalian pergi dari hadapanku. " Ucap Naruto mengusir para pembully. Para pembully yang mendengar itu langsung lari sekeceng kencangnya.


Setelah di rasa para pembully telah pergi Naruto langsung menghampiri gadis kecil yang tadi di bully oleh para pembully tadi.


"Apakah kamu tidak apa apa?. " Ucap Naruto kepada gadis kecil di hadapannya.


Sedangkan sang gadis kecil masih memandang takjub pada pria yang menolongnya. Karena menurutnya ia sangat hebat dan baik hati di tambah wajahnya juga tampan. Dan hal itu sukses membuat muka sang gadis memerah.


Tepat pada saat Naruto ada di hadapan gadis tersebut, gadis tersebut masih di buat takjub apa lagi dengan ketampanannya. Sampai dimana Naruto membangunkan lamunan sang gadis sehingga membuatnya malu karena pria yang menyelamatkannya tepat berada di hadapannya.


"I..... ya a.... ku b.....baik s.....saja. " Ucap sang gadis dengan wajah memerah karena merasa gugup dengan pria yang ada di hadapannya.


"Oh syukurlah bila kamu tidak kenapa-napa. Oh ya siapa namamu, namaku Uzumaki Naruto. " Ucap Naruto memperkenalkan dirinya.


"Na.....maku Hyuga Hinata, salam kenal Naruto-kun. " Ucap Hinata dengan wajah memerah karena malu.


"Salam kenal juga Hinata-chan, oh ya rumah kamu dimana biar aku antar kamu pulang supaya tidak ada yang mengganggu kamu lagi. " Ucap Naruto yang menawarkan supaya Hinata ia antar pulang.


"Ti.....dak usah Naruto-kun, aku bisa pulang sendiri. " Ucap Hinata yang masih gugup dan malu saat di depan Naruto.


"Tidak biar aku antar Hinata-chan pulang saja dan jangan terlalu gugup di depanku. Santai saja Hinata-chan. " Ucap Naruto yang bersikeras untuk mengantar Hinata pulang.


"Ta...pi Naru...." Ucap Hinata yang terpotong karena tarikan dari Naruto.


"Sudah ayo aku antar kamu pulang. Kamu dari Clan Hyuga kan pasti kamu tinggal di kompleks Hyuga. Jadi biar aku antar kamu kesan supaya lebih aman. " Ucap Naruto sambil berlari dan menggandeng tangan Hinata dan itu sukses membuat muka Hinata memerah karena malu.


"E...h Naruto-kun. " Ucap Hinata yang tangannya di tarik Naruto.


Hinata hanya pasrah di tarik oleh Naruto walaupun agak gugup dan malu tapi ia juga senang.


"Oh ya Hinata-chan kamu kayanya seumuran denganku, apakah kamu nanti masuk akademi ninja?. " Ucap Naruto yang sudah tidak berlari lagi tetapi genggaman tangan Naruto masih menggenggam tangan Hinata.


"Mmm, iya Naruto-kun aku akan masuk akademi ninja nanti. " Ucap Hinata yang mulai tidak gugup tetapi masih agak malu malu.

__ADS_1


"Oh berarti kita sama Hinata-chan, semoga nanti kita sekelas Yah. " Ucap Naruto.


"Mmm, iya Naruto-kun. " Ucap Hinata. "kyaa Naruto-kun juga akan ada di akademi semoga aku bisa sekelas dengannya dan dapat berteman denganya. Kerena sepertinya aku mulai suka dengannya karena dia baik dan perhatian. " Ucap Hinata dalam hati.


__ADS_2