
Sebelumnya.
"Mmm terima kasih Naruto-kun. " Ucap Karin dengan senyum di bibirnya.
" Sama-sama Karin-chan, kalau begitu aku kekamarku dulu ya. " Ucap Naruto kepada Karin dan yang lain sembari masih mengelus lembut rambut merah milik Karin.
Karin yang mendengar ucapan Naruto hanya menganggukan kepalanya saja.
Setelah itu langsung pergi bersamanya untuk beristirahat dan memulihkan staminanya.
"Hah, lebih baik sekarang aku beristirahat terlebih dahulu dan besok aku akan menemui ketiga bidadariku yang cantik-cantik. " Ucap Naruto dengan senyum di wajahnya sembari membayangkan wajah dari ketiga kekasihnya.
Lanjut................
Keesokan harinya Naruto bangun dari tidurnya dan memulai aktivitasnya di pagi hari seperti biasa, seperti berolah raga, mandi dan sebagainya.
Setelah mandi dan merapikan pakaiannya Naruto berjalan menuju kearah ruang makan untuk melakukan aktivitas sarapan paginya bersama anggota Clannya.
Sesampainya di ruang makan Naruto dapat melihat Misaki, Levi, Kirito, Erza dan juga nggota baru di kediamannya itu yaitu Uzumaki Karin yang barus kemarin tinggal di kediamannya.
"Selamat pagi semuanya. " Ucap Naruto yang menyapa orang-orang yang ada di sana.
Misaki, Karin, dan yang lain yang mendengar suara Naruto langsung menoleh kearah Naruto dan membalas salam dari Naruto.
"Selamat pagi juga Naruto-sama/Naruto-kun. " Ucap Misaki, Karin, dah yang lainnya membalas salam dari Naruto.
Setelah saling menyapa Naruto langsung dudu di meja makan bersama yang lain.
"Mmm ini pasti masakan Kak Misaki sama Kak Erza, aku jadi kangen masakan kalian. Udah hampir 2 minggu lebih aku tidak makan masakan kalian yang paling enak, jadi kangen. " Ucap Naruto memuji masakan Misaki dan Erza.
Misaki dan Erza di buat tersenyum senang saat di puji oleh Naruto tentang masakan mereka.
"Ah Naruto-sama terlalu berlebihan, masakan kami tidak ada apa apanya bila di bandingkan dengan masakan Nona Hinata dan Nona Ayame. " Ucap Misaki dengan senyum di bibirnya.
"Ah tidak, masakan kalian benar-benar enak kok. Ya sudah dari pada membuat makanan-makanan ini menganggur lebih baik mari kita mulai sarapan paginya. " Ucap Naruto kepada yang lain.
Misaki dan yang lain yang mendengar ucapan dari Naruto hanya menggangguk setuju.
"Selamat makan. " Ucap Naruto dan yang lain memulai sarapan pagi mereka.
Setelah beberapa saat akhirnya sarapan pagi mereka selesai dengan perut yang kenyang.
"Terima kasih makanannya. " Ucap Naruto dan yang lain.
Setelah selesai makan Naruto dan yang lain pergi menuju ruang tamu untuk berkumpul bersama.
Sesampainya mereka di ruang tamu mereka saling mengobrol satu sama lain dengan di dampingi teh hijau dan beberapa makanan ringan di meja.
"Ano Naruto-kun. " Ucap Karin yang memanggil nama Naruto.
__ADS_1
"Ya ada apa Karin-chan. " Ucap Naruto kepada Karin karena memanggilnya.
"Ano aku ingin bertanya siapa itu Hinata dan Ayame. Apakah mereka juga seorang Uzumaki yang tinggal di sini. " Ucap Karin bertanya kepada Naruto.
"Oh mereka bukan seorang Uzumaki dan mereka juga tidak tinggal di sini Karin-chan. " Ucap Naruto kepada Karin.
"Lalu siapa mereka Naruto-kun. " Ucap Karin yang penasaran.
"Mereka itu kekasih Naruto-sama, Karin-chan. " Ucap Misaki yang menyerobot menjawab pertanyaan dari Karin.
Naruto yang ucapannya di serobot oleh Misaki merasa tidak tersinggung atau marah dan hanya mendiamkannya saja.
Sedangkan Karin yang mendengar jawaban dari Misaki di buat melebarlan alisnya karena kaget dan langsung menoleh kearah Naruto untuk mendapatkan kepastiannya.
"Ke...... Kekasih. " Ucap Karin dengan nada kaget.
Naruto yang di pandangi oleh Karin hanya menghujat kepalanya untuk membenarkan ucapan dari Misaki.
Karin yang melihat Naruto mengangguk merasa seperti sakit di dadanya dan ia tidak tau apa itu.
"Iya Karin-chan, Naruto-sama telah memiliki tiga kekasih di Konoha. " Ucap Erza membenarkan ucapan dari Misaki.
Karin yang mendengarkan ucapan dari Erza merasa dadanya tambah sakit dan sesak. Ia benar-benar tidak tau kenapa ia merasakan sakit saat mendengar bahwa Naruto telah memiliki Kekasih.
"Ti..... Tiga ke..... kekasih. " Ucap Karin yang terbata-bata dan merasa tak percaya.
Hingga ia langsung menoleh lagi kearah Naruto dan menatapnya untuk mendapat kepastian atau jawaban.
"Hah, iya Karin-chan aku memiliki tiga kekasih di Konoha dan.. " Ucap Naruto berhenti di tengah-tengah yang membuat Karin merasa penasaran.
"Dan.. " Ucap Karin yang penasaran.
Misaki dan Erza yang melihat reaksi Karin sedari tadi di buat paham akan keadaan Karin saat ini. Hingga mereka saling pandang satu sama lain menampilkan senyum di bibirnya mereka masing-masing dan mengganggukan kepala mereka.
"Dan aku memiliki dua tunangan di Uzushio. Karena aku di jodohkan oleh mendiang Ibuku dan juga mendiang Kakekku dahulu sebelum mereka meninggal. Tapi aku belum pernah bertemu dengan mereka karena kondisi yang agak sulit ini. Juga ketiga kekasihku yang ada di Konoha tidak mengetahui apapun tentang siapa diriku ini. Bahkan mereka juga tidak tau juka aku sudah memiliki tunangan. " Ucap Naruto menjelaskan tentang hubungannya yang agak rumit itu.
Karin yang mendengar penjelasan dari Naruto di buat tambah sakit dan sesak di dadanya. Bahkan ia sangat ingin menangis saat ini, kalau tidak ia tahan sebisa mungkin.
"O... Oh be.... begitu Yah. "Ucap Karin lirih dan ada sedikit nada sedih di dalamnya.
Misaki dan Erza yang melihat Karin saat ini hanya di buat tersenyum dan prihatin kepadanya.
"Ya begitulah, memang hidupku ini agak rumit. Jadi aku hanya dapat bersabar saja. Oh ya Karin-chan untuk beberapa hari kedepan kamu akan beristirahat terlebih dahulu sebelum kita akan melakukan ritual pemurnian darah Uzumaki milikmu. Jadi kamu jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu. Sedangkan jika kamu ingin berlatih sebagai Kunoichi kamu akan aku perbolehkan jika kamu sudah melakukan ritual pemurnian darah Uzumaki milikmu. " Ucap Naruto kepada Karin.
"Baik Naruto-kun. " Ucap Karin mengangguk mengerti.
"Baguslah kalau begitu, Oh ya aku akan pergi dulu untuk menemui Hinata-chan, Ino-chan, dan Ayame-chan. Aku kangen sama mereka, karena tidak ketemu hampir dua minggu lebih. Kalau begitu aku pergi dulu, dah. " Ucap Naruto kepada semuanya dan mulai berdiri dari duduknya.
Karin dan yang lain yang mendengar ucapan dari Naruto hanya mengangguk mengerti.
__ADS_1
Walaupun untuk Karin saat ini sedang merasakan sakit dan sesak di dadanya saat mendengar bahwa Naruto ingin bertemu dengan ketiga kekasihnya.
Tapi ia bisa apa, karena ia hanya orang yang menumpang hidup di rumah Naruto dan juga ia adalah orang satu Clan dan satu darah dengan Naruto. Jadi jika ia dengan Naruto maka ia akan di katakan yang tidak-tidak. Juga nanti nama baik Naruto sebagai Pangeran akan tercoreng karena dia. Maka dari itu ia hanya dapat memendam rasa yang ia miliki terhadap Naruto.
Ya maklum saja ia kan tidak tau jika Clan Uzumaki masih memperbolehkan pernikahan satu Clan. Selagi itu bukan Ayah, Ibu, Adik, dan Kakak, jadi jika di luar itu masih di perbolehkan.
Misaki dan Erza yang melihat ekspresi murung dari Karin dan juga mereka membaca apa yang di pikirkan Karin dengan mata Galaxy mereka di buat tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Karin-chan tenang saja kau masih dapat mengejar Naruto-sama kok dan kau tidak perlu memikirkan hal tabu yang di bicarakan orang lain. Karena di Clan kita masih memperbolehkan pernikahan satu Clan. Selagi itu bukan dengan Ayah, Ibu, Adik, atau Kakak. Jadi kamu masih bisa mengejar cintamu itu kepada Naruto-sama. Lagi pula kedua tunangan Naruto-sama juga dari Clan Uzumaki. Jadi kamu tenang saja dan perjungkanlah cintamu itu. Juga tenang saja sebagai calon Raja, Naruto-sama juga boleh memiliki istri lebih dari satu. Bahkan jika bisa akupunktur ingin menjadi salah satunya. Uh apa lagi Naruto-sama itu jenius, hebat, dan tampan lagi. Siapa sih yang tidak mau dengan Naruto-sama. Bahkan Nenek-nenek pun akan mau dengan Naruto-sama. " Ucap Misaki yang berusaha menghibur Karin dan menyemangatinya.
Karin yang mendengarkan ucapan dari Misaki di buat gelagapan karena ketangkap basah menyukai Naruto.
"E...... Eh a..... apa ma........maksud Misaki-san. " Ucap Karin yang berpura-pura tidak tau. Akan tetapi wajahnya sedang memerah saat ini.
Misaki dan Erza yang melihat perilaku karin di buat tersenyum dan sedikit tertawa kecil.
Sedangkan Levi dan Kirito memutuskan pergi dari ketiga gadis yang ada di sana. Karena percakapan mereka sudah mengarah ke urusan Romania. Jadi mereka lebih baik pergi dari sana.
"Sudahlah Karin-chan, kamu tidak perlu menutup-nutupinya lagi. Karena kami sudah tau itu. Juga kamu harus tau bahwa Clan Uzumaki kita juga memiliki Duojutsu yang bernama Mata Galaxy dan salah satu kemampuannya adalah mendeteksi kebohongan seseorang serta dapat membaca pikiran seseorang. Jadi kamu tidak perlu berbohong dan menutup-nutupinya lagi. " Ucap Erza kepada Karin.
Karin yang mendengar itu di buat merasa tidak percaya akan ucapan dari Erza. Karena dari yang ia tau bahwa Clannya tidak memiliki Duojutsu apapun itu. Jadi ia kurang percaya akan hal tersebut.
"Kami tau kamu pasti tidak percaya bahwa Clan kita memiliki sebuah Duojutsu. Tapi itu lah kenyataannya. Kamu lihat mata kami yang berwarna biru cerah ini. Ini adalah bukti dari Duojutsu kami. Seperti yang kamu tau, bahwa seharusnya mata dari Clan kita adalah merah sepertimu. Akan tetapi itu berubah saat kita melakukan ritual pemurnian darah Uzumaki kita. Duojutsu ini sendiri muncul saat pertama kalinya Naruto-sama melakukan ritual pemurnian darahnya. Saat itu Naruto-sama bertemu dengan tuan Clan kita yaitu tuan Otsutsuki Hagoromo atau yang bisa di sebut dengan Rikudo Sennin. " Ucap Misaki kepada Karin yang menjelaskan semuanya tentang Duojutsu milik Clan Uzumaki.
Selama beberapa saat Misaki menjelaskan semuanya tentang Duojutsu, pemurnian darah, dan pertemuan Naruto dengan Rikudo Sennin.
Karin yang mendengarkan itu semua di buat takjub dan juga senang. Takjub karena Clannya sekarang memiliki sebuah Duojutsu dan memiliki Cakra yang sangat melimpah ruah. Sedangkan senang itu karena ia sedang bahwa Clannya tidak akan mengalami penderitaan yang sama lagi di Dunia shinobi.
"Kamu sekarang percayakan Karin-chan. Jadi jangan pernah berbohong lagi kepada kami apa lagi terang perasaanmu kepada Naruto-sama. Bahkan mungkin saja Naruto-sama sudah tau akan perasaanmu itu. Hanya saja ia ingin lihat keseriusan dirimu. " Ucap Erza kepada Karin sambil sedikit menggodanya.
Karin yang mendengar Ucapan Erza di buat tersentak kaget saat Erza mengatakan bisa saja Naruto tau akan perasaannya itu. Karin yang mengingat hal tersebut langsung di buat memerah wajahnya dan jantungnya berdetak cepat.
Misaki dan Erza yang melihat Karin memerah wajahnya di buat tertawa kecil.
"Ba........ Bagaimana i.. ini. " Ucap Karin yang panik dan merasa malu jika Naruto benar-benar mengetahui perasaannya.
"Hihihi, tenang saja Karin-chan, seperti yang tadi kami ucapkan bahwa Clan kita masih memperbolehkanmu untuk memiliki Naruto sebagai suamimu. Hanya jaga kamu juga harus berusaha untuk mencapai hal tersebut. Supaya Naruto-sama membalas perasaanmu itu. Kami mau kok jika kamu memerlukan bantuanku untuk hal tersebut. " Ucap Misaki yang menggoda Karin.
Karin yang saat ini masih dalam dilema berusaha untuk menenangkan dirinya dan berusaha berpikir. Hingga Misaki menawarkan bantuannya,tentunya hal tersebut tidak akan ia lewatkan selagi bisa sedikit berjuang untuk masa depannya.
Tapi ia juga masih agak ragu apakah benar jika Clannya memperbolehkan pernikahan satu Clan.
"Ta.... Tapi Misaki-san, apakah benar tidak apa apa jika aku dan Naruto-kun sampai menikah. " Ucap Karin yang bertanya kepada Misaki.
"Tentu Karin-chan dan kamu cukup memanggilnya nama saja atau mungkin bisa memanggilnya kak.Tidak perlu terlalu formal kepada kami Karin-chan. " Ucap Misaki yang di angguki Erza.
Karin yang mendengarkan ucapan dari Misaki di buat menganggukan kepalanya dan juga di buat tersenyum senang.
"Kalau begitu, aku masih bisa mengejar masa depanku. Aku tidak masalah jika menjadi yang terselam. Selagi itu bersama Naruto-kun aku tidak masalah. Yosh ayo kita perjuangan masa depan kita dan ibu tolong doa kan anakmu ini supaya dapat mengejar masa depannya. " Ucap Karin dalam hati.
__ADS_1
Misaki dan Erza yang melihat apa yang Karin pikirkan di buat tersenyum lebar karenanya.