The King Uzushiogakure

The King Uzushiogakure
Chapter 80


__ADS_3

Sebelumnya.


"Kau benar Naruto, kita harus bergegas menuju Negeri Ombak dan membuat strategi di sana dan melihat keadaan di sana. " Ucap Kakashi.


"Kau benar Guru, jadi kita harus bergegas untuk menuju ke Negeri Ombak. Seharusnya jarak tempuh kita ke Negeri Ombak sekitar 3 hari perjalanan. " Ucap Naruto setuju akan rencana gurunya itu.


Setelah itu Naruto dan rombongannya melanjutkan perjalanan menuju Negeri Ombak dengan bergegas. Karena permintaan dari Tazuna dengan alasan khawatir akan keselamatan keluarganya di sana.


Lanjut..............


Selama perjalanan Naruto menanyakan beberapahal kepada Tazuna yang menyangkut misinya dan beberapa tentang kehidupan Tazuna.


Tazuna memiliki seorang anak perempuan dan cucu laki-laki yang umurnya mungkin tidak terlalu jauh dari Naruto. Sedangkan mestinya atau suami anak perempuannya telah meninggal karena Gato tahun lalu.


Naruto yang mendengarkan semua cerita dari Tazuna di buat geram akan perbuatan Gato terhadap orang-orang di Negeri Ombak. Hingga membuat Naruto ingin membunuh Gato dan menyiksanya. Supaya Gato tau bagaimana rasanya penduduk Negeri Ombak selama ia memonopolo Negeri Ombak.


"Ternyata Gato sangat kejam sekali. " Ucap Sakura yang juga dari tadi mendengarkan pembicaraan Naruto dan Tazuna.


"Ya begitulah Gato, ia sangat kejam dan tidak berperasaan. " Ucap Tazuna dengan nada benci kepada Tazuna.


Selama perjalanan Naruto dan rombongannya tidak mendapat masalah lagi seperti tadi. Tapi ketenangan itu membuat Naruto berpikir bahwa hal tersebut akan menandakan hal kurang baik.


Naruto dan rombongannya terus berjalan dengan kecepatan sedang. Sesekali mereka juga beristirahat bila mereka melihat sebuah desa di jalan yang mereka lalui.


Tiga hari telah terlewati dengan keadaan aman-aman saja dan tidak ada serangan yang di terima Naruto dan Timnya. Saat ini Naruto dan rombongannya telah sampai di perbatasan Negeri Api dan mereka akan menaiki sebuah sampan yang sudah Tazuna siapkan untuk menyeberangi sebuah sungai yang cukup besar untuk menuju Negeri Ombak. Sebenarnya jalur yang di lalui Naruto saat ini bukanlah jalur yang biasa di lalui oleh para penduduk atau pedagang menuju Negeri Ombak atau sebaliknya.


Setelah beberapa saat Naruto dan rombongannya menaiki sampan beserta pemiliknya yang sudah Tazuna sewa sebelumnya.


"Tazuna-san berapa jauh jarak antara perbatasan Negeri Ombak dan rumah anda. " Ucap Naruto bertanya kepada Tazuna.


"Mungkin saat sore hari kita sudah tiba di rumaku Naruto. " Ucap Tazuna menjawab pertanyaan Naruto.


Naruto yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya saja dan kembali fokus dengan sensornya untuk mendeteksi pergerakan musuh.


Beberapa saat kemudian Naruto dan rombongannya telah sampai di perbatasan Negeri Ombak dan memutuskan untuk turun dari sampan dan melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki.


Naruto dan rombongannya telah berjalan selama hampir setengah jalan tanpa hambatan sama sekali. Tapi baru saja Naruto berpikir seperti itu Naruto mendeteksi dua titik kehidupan yang sedang bersembunyi dalam jarak 1 Km lebih darinya.


Naruto masih mengamati dua titik kehidupan itu dengan intens dan dengan posisi siap siaga. Karena Naruto merasa satu di antara mereka akan sedikit merepotkan jika ia tidak hati-hati.


Setelah beberapa saat datanglah sebuah serangan pedang yang di lemparkan ke arah mereka dengan kecepatan tinggi.


"Semuanya menunduk dan menghindar sekarang. " Ucap Naruto dengan tegas memberikan sebuah instruksi kepada rombongannya.


Semuanya yang mendengar ucapan Naruto langsung mengikutinya, karena mereka percaya kepada Naruto bahwa apa yang Naruto lakukan adalah benar. Terlebih Kakashi yang juga sudah tau akan serangan itu, walaupun tidak secepat Naruto untuk mendeteksi musuhnya.

__ADS_1


Setelah itu datanglah sebuah pedang yang berputar cepat dan akhirnya menancap kesenian pohon di dekat Naruto dan rombongannya.


"Heh ternyata kau seorang ninja tipe sensor yang cukup hebat juga bocah. " Ucap Seorang shinobi yang tiba-tiba muncul di atas pedang yang menancap tadi dengan senyum sinisnya.


"Waw tidak aku sangka aku akan bertemu Shinobi hebat milik Kirigakure dan pemegang salah satu dari tujuh pedang legendaris milik Kirigakure. Sungguh sebuah kehormatan dapat bertemu dengan anda Tuan Momochi Zabuza atau Si Iblis dari Kirigakure. " Ucap Naruto sambil menundukan badannya dan tersenyum dengan maksud yang sulit di artikan.


"Heh ternyata kau cukup sopan juga bocah, Oh ternyata anda Kakashi Si Ninja Peniru. " Ucap Zabuza yang cukup tertarik kepada Naruto dan mengalihkan perhatiannya kepada Kakashi.


"Momochi Zabuza apa yang kau inginkan hingga kau kemari. " Ucap Kakashi yang menatap intens kepada Zabuza.


"Hohoho tenang Kakashi, kau seharusnya lebih sabar. Apa lagi kau saat ini menjadi seorang pengasuh untuk tiga bocah itu dan kedatanganku kasini hanya ingin kau memberikan pak tua itu kepadaku sekarang. " Ucap Zabuza dengan senyum sini dan meremehkan Kakashi.


"Heh kau menginginkan klien kami, maka jangan harap aku akan memberikannya padamu, Momochi Zabuza. " Ucap Kakashi kepada Zabuza.


Sakura, Sasuke dan Tazuna tidak mengetahui tentang siapa itu Zabuza dan hanya di buat penasaran. Apa lagi saat melihat Naruto dan Kakahi berinteraksi itu menambahkan rasa penasaran mereka. Tapi satu hal yang mereka tau bahwa orang yang bernama Zabuza itu bukanlah orang yang baik dan dapat di atasi dengan mudah.


"Ho kalau begitu akan aku ambil secara paksa darimu Kakashi. " Ucap Zabuza yang langsung menyerang Kakashi.


"Naruto, Sakura, Sasuke ambil posisi siap siaga dan lindungi Tazuna. " Ucap Kakashi memerintahkan muridnya saat melihat Zabuza mulai menyerang.


Naruto dan kedua rekannya tentu mengikuti perintah dari Guru mereka dengan menjaga klien mereka. Tapi mungkin untuk Sasuke agak sedikit membandel akan perintah tersebut.


Fire : Giant Fireball


Whuuuush


Zabuza yang melihat jutsu api milik Kakashi langsung menghilang hindar dengan cepat sebelum jutsu tersebut mengenainya.


Melihat serangannya dapat di hindari Kakashi langsung maju dan menyerangnya dengan menggunakan mata Sharingga di mata kirinya.


Terjadilah pertempuran antara Kakashi dan Zabuza menggunakan Taijutsu dan Ninjutsu masing-masing.


"Tidak salah jika kau mendapatkan julukan sebagai Kakashi Si Ninja Peniru, bahkan jutsuku saja kau tiru dari tadi. Apakah kau tidak memiliki Jutsumu sendiri Kakashi. " Ucap Zabuza memprovokasi.


Kakashi yang mendengar ucapan Zabuza hanya diam saja dan tidak terprovokasi.


Merasa di abaikan oleh musuhnya Zabuza mulai di buat naik pitam karenanya. Hingga Zabuza melakukan sebuah segel jutsu dan menyebutkanya.


Tapi sebelum Zabuza dalam melakukan jutsunya Naruto terlebih dahulu muncul di belakangnya dan menendangnya hingga terlempar cukup jauh.


"Heh kau kira aku akan diam saja jika Guruku akan kerepotan dengan jutsu kabut dari Kiri itu. Tentu saja aku tidak akan diam saja Momochi Zabuza. " Ucap Naruto setelah memukul mundur Zabusa.


"Cih sialan kau bocah tengik, berani-beraninya kau menyerangnya dari belakang. Hanya pengecut saja yang menyerang dari belakang bocah, cuih. " Ucap Zabuza berdiri di atas air setelah di tendang oleh Naruto tadi.


"Heh kau sebut aku pecundang, lalu jika kau menggunakan jutsu tadi apakah tidak disebut pecundang. Zabuza ingat shinobi selalu membunuh bahkan tidak jarang kita membunuh dari belakang dengan senyap. Jadi jangan sok benar kau Zabuza. " Ucap Naruto menatap Zabuza dengan sinis.

__ADS_1


Zabuza yang mendengar ucapan Naruto hanya mendecih saja karena di buat emosi dengan seorang bocah.


"Hey Zabuza bagaimana kalau kita bertarung sebagai sesama pengguna Kenjutsu. " Ucap Naruto kepada Zabuza dengan mengeluarkan sebuah pedang katana dari cincin penyimpangannya.


Zabuza yang mendengar tantangan Naruto di buat tersenyum menyeringai. Karena menurutnya Naruto adalah bocah yang bodoh jika memandangnya bertarung dengan pedang. Karena dia adalah seorang pengguna Kenjutsu yang hebat dan cukup terkenal. Jadi pasti Naruto akan kalah, itulah pemikiran Zabuza.


"Boleh juga nyalimu bocah, baiklah aku terima


tantanganmu bocah. Tapi ingat jika kau kalah nanti jangan menangis, hahahahahaha. " Ucap Zabuza meremehkan Naruto.


"Kita lihat saja nanti Zabuza, jadi mari kita mulai pertarungan ini. " Ucap Naruto yang langsung melesat menuju Zabuza yang berada di atas air.


Wuuuushhhh


Tang tang tang


Tang tang


Tang


Tang


Naruto dan Zabuza saling menyerang satu sama lain menggunakan pedang mereka masing-masing. Bahkan pertarungan mereka bisa di katakan sangat cepat hingga sulit di lihat atau di ikuti oleh mata.


Kakashi, Sakura, Sasuke, dan Tazuna di buat kagum atas pertarungan Naruto dan Zabuza yang bisa di katakan sangat sengit dan cepat.


Kakashi benar-benar di buat kagum, bingung dan sebagainya. Karena sebagai seorang Guru sekaligus murid dari Ayah Naruto tidak pernah berharap bahwa Naruto dapat memiliki keterampilan Kenjutsu yang sangat baik dan ahli. Bahkan menurut Kakashi Naruto sudah dapat di katakan sebagai Master Kenjutsu.


"Benar-benar seperti Ibunya. " Ucap Kakashi lirih tapi masih dapat terdengar oleh orang-orang yang ada di dekatnya.


"Kyaaaaaaaaa Naruto-kun sangat keren sekali, aku beruntung dapat satu Tim dengan Naruto-kun. " Ucap Sakura dalam hati. Hingga ia mendengar ucapan lirih Gurunya.


"Guru apakah kau mengetahui tentang Ibu dari Naruto-kun. " Ucap Sakura kepada Kakashi.


"Ya Ibu Naruto adalah salah satu pengguna Kenjutsu terbaik milik Konoha dan cukup terkenal di dunia shinobi. Kalau aku tidak salah lihat sepertinya Naruto juga saat ini menggunakan pedang mini Ibunya dulu. " Ucap Kakashi menjawab pertanyaan Sakura. Tapi pandangannya tidak lepas dari pertarungan Naruto dan Zabuza.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo semuanya bagaimana ceritanya?.


Saya di sini cuman mau minta maaf bila nantinya saat ada adegan pertempuran adegannya kurang menarik. Karena saya juga bingung mau bagaimana buatnya. Maklum saya belum pernah mengalaminya.


Jadi sekali lagi mohon maaf🙏🙏


Untuk saran dan komentarnya dari Kakak dan senior semua akan saya usahakan sebaik mungkin nantinya.

__ADS_1


Sekali lagi saya minta maaf bila ada kekurangan atau kesalahannya 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2