
Sebelumnya.
Tadi memang benar bahwa ketiga kekasih Naruto melarang Naruto melakukan misi ke Negeri Ombak saat mengetahui apa misinya. Mereka melarang Naruto karena merasa khawatir jadi mereka melarang Naruto melakukan misi tersebut dan membatalkannya. Tapi setelah memberikan keyakinan dan alasan akhirnya ketiganya memperolehkan Naruto melakukan misi berbahaya tersebut. Dengan syarat Naruto harus pulang dengan keadaan baik-baik saja dan harus meluangkan waktu satu minggu untuk mereka setelah melakukan misi tersebut. Naruto yang mendapatkan persyaratan itu tentunya menerimanya, karena jika tidak maka ia tidak dapat mendapatkan izin dari ketiga kekasihnya.
Lanjut........
"Baiklah apakah semuanya sudah siap. " Ucap Kakashi kepada anak didiknya dan anggota Timnya.
"Semuanya sudah siap Guru. " Ucap Naruto mewakili kedua rekannya.
"Baiklah kalau semuanya sudah siap maka kita bisa mulai perjalanannya, mari Tazuna-san. " Ucap Kakashi yang mulai berjalan bersama Tazuna.
Naruto dan kedua rekannya yang mendengar interupsi dari Kakashi langsung mulai berjalan. Saat ini Naruto sedang fokus dengan sebuah titik kehidupan milik manusia yang memasuki wilayah sendirinya mulai dari ia sampai di gerbang desa tadi. Sebelumnya memang ia tidak terlaluengurusinya, karena menurutnya mungkin hanya seseorang yang sedang beristirahat jadi dia tidak bertindak. Tapi saat ia dan Timnya mulai bergerak keluar desa ia merasakan bahwa titik kehidupan itu sedang mengawasi ia dan Timnya atau mungkin klien dari Naruto.
"Emmm sepertinya bos tikusnya telah mengirim tikur-tikusnya untuk menyingkirkan penghalang mereka sebelum penghalangnya benar-benar menyulitkan mereka. Baiklah kalau begitu kita lihat dulu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. " Ucap Naruto dalam hati saat merasakan titik kehidupan yang sedang mengawasi ia dan rombongannya.
Naruto dan rombongannya terus berjalan melalui jalan setapak menuju Negeri Ombak. Mungkin bila di lihat sepertinya mereka tenang-tenang saja tanpa ada yang mengganggu. Tapi dalam jarak beberapa meter dari mereka ada yang sedang mengincar mereka di saat mereka lengah.
Sebenarnya Kakashi juga menyadari kejanggalan tersebut hanya saja ia sedang menguji anak didiknya, apakah ada yang menyadarinya atau tidak.
Hingga beberapa saat kemudian mereka di serang oleh tiga orang secara tiba-tiba dan menargetkan serangan mereka menuju Kakashi dan Tazuna.
"Sakura bersiap lindungi Tazuna-san. " Ucap Naruto langsung memberikan instruksi kepada Sakura saat merasakan ketiga titik kehidupan tadi mulai bergerak.
Sakura yang mendengar ucapan Naruto langsung bersiap walaupun ia tidak tau apa yang terjadi. Tapi saat melihat raut wajah serius ia tau bahwa ini adalah sesuatu yang dapat membahayakan.
Dua orang dari mereka menyerang Kakashi dan satu diantaranya menyerang Tazuna. Karena mereka bertiga berpikir hanya Kakashi lah yang perlu di khawatirkan. Jadi mereka memutuskan penyerangan kepada Kakashi dan satu di antaranya langsung mengeksekusi target mereka.
Tapi sebelum serangan itu mengenai kliennya Naruto langsung menghilang dan membawa klien dan rekan kunoichinya menjauh dari medan pertempuran tersebut.
"Kalian tunggu disini dan Sakura kau jaga Tazuna-san. Aku akan kembali kesana dan menyelesaikan pertarungan itu. " Ucap Naruto yang langsung menghilang lagi dan menuju ke medan pertempuran.
Sedangkan Sakura hanya dapat menuruti perintah dari Naruto dan berharap Gurunya dan Naruto baik-baik saja.
Naruto yang sudah sampai di medan pertempuran langsung menghadapi musuh yang tadinya ingin menyerang Tazuna.
"Kemana orang tua itu tadi. " Ucap musuh yang menyerang Tazuna tadi.
"Kau sedang mencari siapa paman, jika kau sedang mencari Tazuna-san jangan harap kau bisa menyentuhnya. Karena dia adalah klienku dan menjadi tanggung jawabku untuk melindunginya. " Ucap Naruto yang berada di hadapan musuhnya.
Musuh tersebut yang mendengarkan ucapan Naruto di buat emosi. Karena ia harus kehilangan targetnya dan tidak tau targetnya berada di mana.
__ADS_1
"Karena aku harus kehilangan targetku maka kau harusku bunuh bocah. " Ucap musuh tersebut yang langsung menyerang dengan Taijutsu.
Naruto yang melihat musuhnya menyerang dengan Taijutsu di buat tersenyum sinis di bibir ya.
"Mati kau bocah. " Ucap musuh yang menyerang Naruto.
Tapi sayangnya serangan tersebut dapat di tangkis oleh Naruto dan memukul mundur orang tersebut.
"Heh yang tadi itu kau sebut serangan, cuih lebih baik kau pulang saja jika itu tadi kau sebut serangan. " Ucap Naruto memprovokasi musuhnya.
Orang yang tadi menyerang Naruto yang mendengar itu di buat marah karena merasa di remehkan oleh Naruto.
"Kurang ajar kau bocah, akan aku centang kau bocah. " Ucap orang tersebut yang emosi dan ingin melakukan serangan jutsu.
Tapi sebelum ia dapat melakukan gerakan segel jutsunya kepalanya telah terpisah dengan badannya. Itu di karena kan Naruto merasa bahwa pertarungan itu hanya membuang-buang waktu dan cakranya saja. Jadi Naruto langsung menghilang dan memanggil kepala musuhnya itu.
"Heh terlalu banyak omong kosong hanya membuang-buang waktu dan cakra saja. " Ucap Naruto setelah memenggal kepala musuhnya.
Sasuke yang melihat pertarungan Naruto dengan musuhnya tadi di buat geram karena Naruto dapat mengalahkan musuhnya dengan mudah. Tadinya Sasuke berpikir bahwa Naruto akan mati dalam pertarungan itu dan ia akan senang dengan itu. Karena dengan begitu ia akan menjadi yang paling hebat. Tapi saat melihat Naruto mengalahkan musuhnya dengan mudah ia langsung mengepalkan tangannya karena emosi.
"Cih kenapa dia tidak mati saja. " Ucap Sasuke dalam hati.
Setelah mengalahkan musuhnya Naruto langsung melihat kearah pertarungan Gurunya dan dua musuh lainnya.
Setelah itu Naruto langsung menghilang menggunakan jutsunya dan mengarah kearah salah satu musuh yang di lawan gurunya.
Beberapa saat setelah Naruto menghilang menggunakan jutsunya terlihatlah sebuah kepala yang menggelinding jatuh dari tempatnya.
Kakashi dan musuh yang tersisa di buat kaget atas kematian yang secara tiba-tiba dan mengenaskan terjadi pada orang tersebut.
"Apa yang terjadi kenapa tiba-tiba dia mati seperti itu. " Ucap musuh yang tersisa dalam hati.
"Apa yang terjadi, apakah ini ulah dari Naruto. " Ucap Kakashi dalam hati.
Di saat Kakashi dan musuhnya masih larut dalam pikirannya masing-masing karena memikirkan kematian orang yang ada di dekat mereka. Naruto langsung membuat letakan segel jutsunya untuk membuat sebuah jutsu.
Lightning : Lightning Chain
Setelah Naruto melakukan jutsunya muncullah rantai terbuat dari petir di tangannya dan langsung Naruto arahkan kepada musuh yang tersisa.
Wuuuush
__ADS_1
Sebuah rantai petir mengarah kearah musuh yang tersisa yang masih larut dalam pikirannya sendiri. Sehingga membuatnya terlilit oleh rantai tersebut dan membuatnya mati rasa di seluruh tubuhnya.
"Akh........ rantai petir dari mana ini Akh........ " Ucap musuh yang merasa kesakitan karena sengatan petir dari rantai yang melilitnya.
"Hahahaha itu salahmu sendiri paman kenapa kau tidak menghindar. " Ucap Naruto kepada musuhnya sambil memegang sebuah rantai petir di tangannya.
Musuh tersebut yang mendengar ucapan Naruto langsung menengok kearah Naruto dengan wajah marah. Ia benar-benar tidak berharap jika anak yang ia dan rekannya remehkan ternyata cukup hebat.
"Kurang ngajar kau bocah, cepat lepaskan rantai petir ini kalau tidak akan aku cabik-cabik kau. " Ucap musuh tersebut geram dan mengancam Naruto.
Naruto yang mendapatkan ancaman malah tersenyum sinis. Naruto merasa bahwa musuhnya ini sangat bodok, karena sudah tau dia dalam keadaan terikat rantai oleh Naruto. Tetapi kenapa malah mengancamnya, bukanya Naruto malah dengan mudah membunuhnya ati menyiksanya.
"Hahahahah ternyata kau cukup bodoh Yah paman. Kau sendiri saja dalam keadaan terikat rantai petir masih saja mengamcamku. Jadi mari kita lihat sekuat apa kau bertahan. " Ucap Naruto dengan sinis kepada musuhnya.
Setelah itu Naruto menambahkan sengatan petir kepada musuhnya tersebut melalui rantai petirnya. Terdengarlah suara teriakan kesakitan yang amat menyayat hati.
Akh................ Akh.................
Akh........................
Akh......................... Akh.....................
Teriakan-teriakan kesakitan terus terdengar selama hampir setengah jam dari musuh Naruto yang terus di siksa dengan sengatan petir di seluruh tubuhnya. Bahkan teriakan itu sampai terdengar oleh Sakura dan Tazuna yang jaraknya agak jauh dari tempat pertempuran tadi. Hingga membuat Sakura cemas akan keselamatan Gurunya dan Naruto di sana.
Hingga Sakura memutuskan untuk melihat keadaan Naruto dan Gurunya. Sakura juga membawa Tazuna kesana, karena ia juga telah berjanji kepada Naruto untuk menjaga klien mereka. Setelah sampai di sana Sakura dan Tazuna melihat dua mayat tergeletak tanpa kepada dan satu orang yang sedang berteriak kesakitan dengan rantai petir yang melilitnya.
Sakura yang melihat Naruto dan Gurunya baik-baik saja menghela nafas lega. Tapi ia di buat bingung kenapa musuhnya masih tersisa satu dan berteriak kesakitan. Hingga Sakura melihat bahwa musuhnya terpikir rantai petir milik Naruto. Tapi Sakura juga penasaran kenapa Naruto melakukan itu.
Sedangkan Naruto masih menyiksa musuhnya dan memutuskan berhenti dan menginterogasi musuhnya untuk mendapatkan informasi.
"Hai aku akan mengakhiri siksaan ini tapi dengan syarat kau menjawab pertanyaan, bagaimana. " Ucap Naruto kepada musuhnya.
Sedangkan musuhnya hanya terdiam dengan pandangan kosong.
"Karena kau diam maka aku anggap kau bersedia dengan persyaratanku. " Ucap Naruto.
Setelah itu Naruto mengorek informasi dari musuhnya, seperti apakah benar bahwa dia di utus oleh Gato dan juga sebagainya. Setelah beberapa saat akhirnya Naruto telah mengorek semua informasi yang di miliki musuhnya.
"Sepertinya misi ini akan menjadi misi Rank A. Karena keberadaan Shinobi tingkat Jonin dan ahli Kenjutsu. Bukankah begitu Guru. " Ucap Naruto menyimpulkan semua informasi yang ada.
"Kau benar Naruto, kita harus bergegas menuju Negeri Ombak dan membuat strategi di sana dan melihat keadaan di sana. " Ucap Kakashi.
__ADS_1
"Kau benar Guru, jadi kita harus bergegas untuk menuju ke Negeri Ombak. Seharusnya jarak tempuh kita ke Negeri Ombak sekitar 3 hari perjalanan. " Ucap Naruto setuju akan rencana gurunya itu.
Setelah itu Naruto dan rombongannya melanjutkan perjalanan menuju Negeri Ombak dengan bergegas. Karena permintaan dari Tazuna dengan alasan khawatir akan keselamatan keluarganya di sana.