
Sebelumnya.
"Tazuna-san Guru, sebaiknya sekarang kita istirahat saja dulu dan untuk pembangunan jembatannya kita lanjutkan saja besok. Ya itung-itung untuk menenangkan para pekerja yang sedikit syok setelah penyerangan tadi. Bagaimana. " Ucap Naruto kepada Guru dan juga Kliennya.
Kakashi yang mendengar usulan dari Naruto tentunya setuju. Karena itu juga baik untuk ia dan juga murid-muridnya.
Sedangkan Tazuna juga setuju akan apa yang Naruto usulkan tadi. Karena ia juga sedikit syok akan penyerangan tiba-tiba tadi dan terlebih lagi ia juga harus melihat seorang psikopat yang sedang membantai musuh-musuhnya.
Setelah mencapai kesepakatan akhirnya Naruto dan yang lain memutuskan untuk pulang kerumah Tazuna dan melanjutkan pembangunan jembatannya kembali besok.
Lanjut........................
Skip 3 Kemudian.
Sudah tiga hari berlalu semenjak penyerangan yang di lakukan Gato terhadap Tazuna sebumnya. Selama tiga hari itu pula Naruto melakukan misinya dan juga membantu sekaligus membagikan harta milik Gato yang ia rampas sebelumnya.
Hari ini adalah hari di mana Naruto dan Timnya akan kembali ke Konoha di karenakan telah selesainya misi yang mereka lakukan.
Saat ini Naruto dan Timnya sedang berpamitan kepada Tazuna dan juga para penduduk Negeri Ombak untuk kembali ke Konoha.
"Naruto-san, terima kasih atas bantuan anda selama ini. " Ucap salah seorang penduduk Negeri Ombak.
"Kak Naruto terima kasih sudah menyembuhkan Ibuku dan memberi makanan kepada kami. Kakak kapan-kapan kasini lagi Yah. " Ucap salah seorang anak kecil di Negeri Ombak.
" Iya Kak Naruto, kapan-kapan bermain bersama kami lagi Yah. " Ucap anak kecil lainnya.
Naruto yang mendengar semua ucapan terima kasih dan juga sebagainya dari para penduduk Negeri Ombak di buat tersenyum.
"Sama-sama semuanya, dan akan aku usahakan untuk sering berkunjung kasini di masa depan kelak. " Ucap Naruto kepada semuanya.
"Naruto, sekali lagi aku mengucapkan terima kasih kepadamu. Karena kau telah bersedia membantuku dan juga Negeri Ombak. Seperti perjanjian kita sebelumnya bila kau membutuhkan bantuan dariku maka bilang saja. Walaupun tanpa adanya perjanjian itu pun kami bersedia menantumu di masa depan kelak. " Ucap Tazuna kepada Naruto.
"Ah sama-sama Tazuna-san dan untuk hal yang kau ucapkan tadi terima kasih. Semoga kita dapat berkejasama di masa depan kelak paman. Ingat paman kau sudah tua jadi jagalah dirimu baik-baik dan kurangilah bekerja yang terlalu keras. " Ucap Naruto kepada Tazuna.
"Ah terima kasih atas perhatiannya Naruto. Oh ya Naruto boleh kah aku minta sesuatu kepadamu. " Ucap Tazuna.
"Memangnya paman ingin meminta apa dariku. Selagi itu masih dalam batas kemampuanku, maka akan aku usahakan itu. " Ucap Naruto kepada Tazuna.
"Izinkan aku menggunakan Nama marga atau Clanku untuk menamai jembatan ini Naruto. " Ucap Tazuna.
Naruto yang mendengar ucapan dari Tazuna di baut menekan alisnya karena cukup kaget akan permintaan dari Tazuna barusan.
"Tidak hanya untuk jembatan saja Naruto-kun, mohon izinkan kami menggunakan nama marga atau Clanku untuk menamai rumah sakit yang baru saja kau buat di Negeri Ombak sebelumnya. " Ucap seorang wanita muda yang tiba-tiba ikut berbicara di antara Naruto dan Tazuna.
Naruto yang mendengar hal tersebut di baut kaget lagi. Karena ia memang sebelumnya telah membuat sebuah rumah sakit dan juga mengajari orang-orang dalam ilmu medis, yah walaupun masih rendah tapi itu sudah cukup untuk menopang kesehatan para penduduk Negeri Ombak. Tapi ia benar-benar tidak pernah berpikiran untuk mengeklaim semua itu adalah miliknya atau Clannya. Karena semua yang Naruto lakukan adalah murni untuk saling membantu.
Tapi di satu sisi Naruto juga merasa senang jika nama Clannya dapat kembali berjaya dan terkenal di daratan Elemental.
Setelah beberapa saat berpikir akhirnya Naruto menyetujui apa yang Tazuna dan yang lain minta.
"Baiklah, aku mengizinkan kalian menggunakan nama Clanku untuk menamai jembatan dan rumah sakit di Negeri Ombak. " Ucap Naruto kepada Tazuna dan yang lain.
Tazuna dan para penduduk Negeri Ombak di baut senang saat Naruto menyetujui permintaan mereka tadi.
"Terima kasih Naruto. Kalau begitu mulai sekarang jembatan ini akan aku namai dengan nama Uzumaki Great Bridge atau Jembatan Besar Uzumaki dan untuk rumah sakit akan kita berinama dengan nama Uzumaki Hospital atau Rumah Sakit Uzumaki. " Ucap Tazuna dengan nada senang dan dengan senyum di wajahnya.
"Tidak yang harusnya berterima kasih adalah aku. Karena aku sangat tersanjung saat kalian menggunakan nama Clanku untuk Jembatan ini dan juga Rumah sakit di Negeri Ombak. " Ucap Naruto dengan senyuman di bibirnya.
Kakashi dan Sakura yang melihat dan mendengar itu semua di buat ikut tersenyum dan juga senang.
Beda halnya dengan Sasuke yang saat ini sedang mengepalkan tangannya dan sedang emosi saat mendengar bahwa nama Clan milik Naruto di pakai untuk menamai sebuah jembatan dan sebuah rumah sakit di Negeri Ombak. Karena menurutnya Clannya lah yang harusnya mendapatkan itu semua. Bukanya hanya Clan yang tidak jelas. Begitulah menurut Sasuke saat ini.
Setelah di rasa cukup untuk berpamitanya, Kakashi memutuskan untuk segera bergerak untuk kembali ke Konoha.
"Baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang dan Tazuna terima kasih atas tempat dan makanannya selama ini. " Ucap Kakashi.
"Sama-sama Kakashi-san, dan terima kasih atas semuanya. " Ucap Tazuna kepada Kakashi.
Kakashi yang mendengar itu hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya saja.
Setelah itu Naruto dan Timnya langsung bergerak menuju Negeri Api untuk kembali ke Konoha.
Perjalanan menuju Negeri Api setidaknya akan memakan waktu sekitar beberapa hari dengan kecepatan mereka saat ini.
Sebenarnya bisa saja Naruto langsung mengirim mereka ke Konoha. Akan tetapi ia merasakan bahwa jika ia berjalan secara normal seperti halnya shinobi biasa mungkin saja ia akan mendapatkan sesuatu. Jadi Naruto memutuskan untuk menikmati perjalanan pulangnya ini.
Perjalanan Naruto dan Timnya bisa terbilang cukup lancar dan stabil. Hingga waktu telah menujukan waktu sore hari, maka dari itu mereka memutuskan untuk beristirahat di hutan yang mereka lalui.
"Sebentar lagi kita akan memasuki wilayah Negeri Api. Karena waktu sudah hampir sore hari maka lebih baik kita percepatan langkah kita. Supaya kita bisa beristirahat di wilayah Negeri Api dan di sana kita akan lebih aman nantinya. " Ucap Kakashi kepada murid-muridnya.
"Ha'i Guru Kakashi. " Ucap Naruto dan Sakura menyanggupi ucapan dari Gurunya. Sedangkan Sasuke hanya diam saja.
Setelah itu Kakashi dan murid-muridnya mempercepat langkah mereka supaya cepat memasuki wilayah Negeri Api.
Beberapa saat kemudian akhirnya Kakashi dan Timnya dapat memasuki wilayah Negeri Api sebelum sore hari.
Setelah mereka memasuki wilayah Negeri Api Kakashi memutuskan untuk beristirahat karena waktu telah menunjukkan waktu sore hari.
"Baiklah, kita beristirahat di sini sampai besok pagi. Karena mengingat waktu yang telah menujukan waktu sore hari. " Ucap Kakashi.
"Ha'i Guru Kakashi. " Ucap Sakura mengiyakan ucapan Gurunya.
Sedangkan saat ini Naruto sedang mengecek situasi di sekitarnya menggunakan sensor untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak terduga.
Tapi tepat pada saat ia sedang mengarahkan sensornya kesekitar tiba-tiba ia merasakan beberapa titik kehidupan di jarak sekitar 1 Km dari nya.
Naruto yang merasakan itu langsung mempertajam sensornya untuk merasakan berada jumlah dan besar kekuatan yang mereka miliki.
"I......... Ini, ini adalah cakra milik Uzumaki. Ta... Tapi siapa dan apa yang sedang terjadi. Sebaiknya aku cepat kesana untuk mengetahui apa yang terjadi di sana. Karena aku merasakan firasat kurang baik dengan hal ini. " Ucap Naruto dalam hati saat ia merasakan titik-titik kehidupan yang memasuki area sensornya.
"Guru, aku pergi dulu. " Ucap Naruto kepada Kakashi dan langsung menghilang begitu saja tanpa di balas oleh Kakashi terlebih dahulu.
Sriiiiiiinnnnnngggggg
Kakashi, Sakura, dah Sasuke yang melihat Naruto tiba-tiba langsung menghilang setelah berpamitan dengan Kakashi di buat bingung dan penasaran.
"Guru, ada apa dengan Naruto-kun. " Ucap Sakura yang agak khawatir dengan Naruto yang tiba-tiba menghilang atau pergi.
"Aku juga tidak tau, Sakura. " Ucap Kakashi menjawab pertanyaan dari Sakura.
__ADS_1
"Kalau begitu kita harus mencarinya Guru, takutnya Naruto-kun kenapa-napa. " Ucap Sakura kepada Kakashi.
"Baiklah, kita akan mencari Naruto terlebih dahulu sebelum kita beristirahat. " " Ucap Kakashi kepada dua muridnya.
Setelah itu Kakashi dan kedua orang muridnya pergi menyusul Naruto atau lebih tepatnya mencari kemana Naruto pergi.
Di waktu yang bersamaan di perbatasan Negeri Api terdapat seorang anak perempuan berambut merah, bermata merah dan juga menggunakan kaca mata sedang berlari memasuki perbatasan Negeri Api.
Sedangkan di belakang anak tersebut terdapat beberapa shinobi yang berusaha mengejar dan mencari anak perempuan tersebut sampai mereka berusaha memasuki perbatasan Negeri Api.
"Huh Huh Huh, aku harus cepat sampai Konoha. Karena kata Ibu sebelumnya, bahwa di Konoha terdapat seseorang teman ibu juga sekaligus orang satu Clan denganku. Semoga saja orang-orang jahat itu tidak sampai mengejarku sampai ke Negeri Api. Aku tidak mau tinggal di Desa yang di penuhi orang-orang jahat seperti mereka. Bahkan mereka dengan tega memanfaatkan Ibu hingga ia meninggal. Ibu semoga kau dapat tenang di atas saja. Aku berjanji akan tetap hidup seperti yang ibu inginkan, aku janji Ibu. " Ucap anak perempuan tersebut dalam hati sambil berlari menghindari kejutan dari seseorang.
Anak perempuan tersebut terus berlari hingga ia berhasil memasuki wilayah perbatasan Negeri Api.
Tapi tepat pada saat ia baru memasuki perbatasan Negeri Api ia sudah di cekat oleh beberapa orang shinobi yang sepertinya sedang mencarinya.
"Akhirnya ketemu juga kau gadis kecil. Sekarang lebih baik kau ikut bersama kami ke Kusagakure dan bila kau menolak maka kami akan membawamu secara paksa. " Ucap seorang shinobi yang ada di depan gadis berrambut merah tadi.
"Aku tidak akan mau pergi kesana lagi. Karena kalian semua Ibuku mati, kalian adalah orang-orang jahat. " Ucap gadis tersebut dengan rasa ketakutan saat berada di depan orang-orang tersebut.
"Hahahaha, Memangnya kau mau Kemana gadis kecil. Desa dan Clanku itu sudah tidak ada dan kau harus membayar biaya sewa selama kau tinggal di Desa kami. Jadi jangan pernah kau membantah ucapan kami gadis kecil. " Ucap seorang shinobi yang tadi.
"Tidak, aku tidak akan pernah mau ikut dengan kalian semua. " Ucap gadis berambut merah tersebut yang merasa ketakutan hingga ia berjalan mundur sampai ia menamberak sebuah pohon di belakangnya.
Sedangkan shinobi-shinobi yang mengejarnya mulai menu secara perlahan kerasnya.
Gadis berambut merah yang melihat orang-orang di depannya mulai maju kearahnya tambah di buat takut hingga membuat tekanan cakra dalam dirinya meningkat.
"TIDAK TIDAK TIDAK JANGAN MENDEKAT, A......... " Ucap gadis berambut merah tadi dengan berteriak kepada orang-orang di depannya hingga tak berselang lama muncullah sebuah rantai yang cukup besar dari dalam tubuhnya dan mulai menyerang kearah orang-orang yang ada di depannya.
Orang-orang yang ada di depan gadis berambut merah tersebut yang melihat gadis tersebut mengeluarkan sebuah rantai dari dalam tubuhnya di buat kaget. Hingga mereka melihat bahwa rantai tersebut mulai mengarah atau menyerang kearah mereka.
Mereka yang melihat hal tersebut langsung melompat mundur untuk menghindari serangan dari rantai gadis berambut merah tadi.
"Apa ini, kenapa tiba-tiba ada rantai besar seperti itu yang keluar dari tubuhnya. " Ucap seorang shinobi yang ingin menangkap gadis tersebut.
Sedangkan tidak jauh dari tempat gadis berambut merah tadi, Naruto sedang mengarah kearah gadis tersebut dengan kecepatan yang cukup tinggi setelah ia berpamitan kepada Guru Kakashi tadi.
Setelah sampai di tempat gadis berambut merah tadi Naruto dapat melihat seorang gadis berambut merah sepertinya, yang tubuhnya mengeluarkan sebuah rantai yang terbuat dari cakra dan juga 3 orang shinobi yang sedang menghindari rantai yang di keluarkan gadis tersebut.
"Bu........ Bukanya i.. itu Adamantine Attacking Chains. " Ucap Naruto yang terkejut saat melihat sesuatu yang ia kenal.
"Kalau itu adalah benar-benar Adamantine Attacking Chains milik Clan. Maka ia adalah salah satu dari orang-orang Clan yang keluar dari wilayah Clan. Kalau begitu aku harus menolongnya dari orang-orang itu. " Ucap Naruto dalam hati dan langsung menghilang menuju kearah gadis berambut merah tadi.
Sesampainya Naruto di tempat gadis berambut merah tersebut. Naruto langsung menekan tangannya pada pusar milik gadis berambut merah tersebut untuk melakukan tekniknya.
Fuinjutsu : Uzumaki Style Sealing Technique
Setelah Naruto melakukan hal tersebut, rantai milik gadis tersebut langsung menghilang begitu saja.
Sedangkan ketiga shinobi yang sedari tadi menghindari rantai tersebut langsung berkumpul menjadi satu dan mengalihkan pandangnya kerah gadis yang ingin mereka tangkap tadi. Tapi pada saat mereka mengalihkan perhatiannya kerah gadis tersebut. Mereka melihat seorang anak berambut merah seperti gadis tersebut yang sedang melegakan tangannya di pusar milik gadis tersebut.
"Siapa kau. " Ucap salah satu shinobi tersebut kerah Naruto.
Mereka berbicara seperti itu karena mereka melihat sebuah pelindung kepala milik Konoha di dahi Naruto. Jadi mereka berusaha bersikap waspada kepada Naruto. Karena mereka tidak mau gegabah saat berurusan dengan seorang shinobi dari Negara Besar seperti Konoha.
Naruto yang mendengar suara dari shinobi-shinobi tersebut langsung membalikan badannya menghadap kearah shinobi-shinobi tersebut dan menampilkan senyum di bibirnya.
Shinobi-shinobi tersebut yang mendengar ucapan Naruto di buat terdiam dan ada juga yang di buat emosi.
" Kurang ngajar kau bocah, hanya Genin saja berani berbicara seperti itu kepada kami. Jadi terima ini. " Ucap salah satu shinobi yang emosi dengan jawaban Naruto tadi dan mulai menyerang Naruto.
Wuuuuuuuuussssssss
Naruto yang melihat itu hanya diam dan siap menerima serangan shinobi tersebut.
Ting
Serangan shinobi tersebut dapat Naruto tangkis dengan mudah dan di balas dengan senyuman di bibirnya.
"Ah, sepertinya aku tidak punya waktu meladeni kalian bertiga. Jadi maaf aku akan selesaikan ini dengan cepat. Juga kalian harus tau ini, aku adalah seorang Uzumaki dan orang satu Clan dengan gadis yang kalian serang tadi. Jadi bila aku mendengar sesuatu yang tidak enak darinya. Maka bersiap-siaplah Desa kalian akan menerima imbasnya. " Ucap Naruto kepada Shinobi-shinobi tersebut dan langsung menghilang dari tempatnya.
Sriiiiiiiiinnnnnnggggggg
Jleb
Jleb
Jleb
Akh..............
Akh.................
Akh.....................
Setelah itu Naruto langsung menusuk 3 shinobi tersebut tepat mengenai jantung mereka menggunakan kunai miliknya.
Tak butuh waktu lama 3 shinobi tersebut langsung mati di tempat dengan kunai yang masih menancap di jantung mereka.
Setelah merasa semuanya telah beres. Naruto langsung kembali menuju tempat gadis berambut merah yang baru ia tolong barusan dan mencoba mengecek keadaannya.
"Mmmm, sepertinya ia benar-benar keturunan dari Clan Uzumaki dan kalau dari pengamatanku seharusnya ia dari keluarga ranting. Dari kondisinya memang tidak terlalu parah dan ia hanya mengalami kelelahan dan juga mungkin kelaparan. Sebaiknya aku tunggu saja ia sampai bangun saja. " Ucap Naruto yang telah mengecek keadaan keseluruh dari kondisi gadis yang ia tolong barusan.
Setelah beberapa saat akhirnya Kakashi, Sakura, dan Sasuke akhirnya dapat menemukan Naruto dengan keadaan baik-baik saja.
Tepat saat mereka tiba di tempat Naruto mereka dapat melihat 3 buah mayat seorang shinobi dan seorang gadis berambut merah seperti Naruto yang sedang berbaring di bawah pohon dan di dekat Naruto.
"Akhirnya, kami menemukanmu juga Naruto. " Ucap Kakashi kepada Naruto.
"Naruto-kun, apakah kamu baik-baik saja dan siapa gadis itu, juga siapa shinobi-shinobi ini. " Ucap Sakura bertanya kepada Naruto secara beruntun.
Naruto yang mendengar suara Guru dan rekan satu Timnya langsung membelikan badannya menghadap mereka dan menghela nafas panjang sebelum ia menjawab pertanyaan mereka.
"Huuuh, keadaanku baik-baik saja, Sakura. Sedangkan gadis ini adalah salah satu orang dari Clan Uzumaki yang masih ada di daratan Elemental ini. Untuk mereka bertiga adalah shinobi-shinobi dari Desa Kusagakure yang ingin menangkap gadis ini. Mungkin aku akan membawa pulang gadis ini kerumahku dan membiarkannya tinggal bersamaku nanti. " Ucap Naruto menjawab pertanyaan dari Sakura sambil menatap kearah gadis yang sedang tidak sadarkan diri di sampingnya.
Kakashi yang mendengar ucapan dari Naruto di baut menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti. Sedangkan untuk tujuan membawa pulang gadis berambut merah tersebut hanya dapat menyetujuinya dan menunggu keputusan Hokage untuk memperbolehkan atau tidaknya gadis tersebut tinggal di Konoha.
Sakura yang mendengar jawaban dari Naruto awalnya hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia mengerti. Tetapi pada saat ia mendengar bahwa Naruto akan membawa gadis tersebut ke Konoha dan tinggal samanya, langsung saja Sakura di buat kaget dan membelalakan matanya.
__ADS_1
"Ti...... Tinggal serumah dengan Naruto-kun, te........tetapi kenapa. " Ucap Sakura yang cukup kaget dengan ucapan Naruto tadi.
Karena menurutnya bisa saja nanti Naruto dan gadis tersebut melakukan hal-hal yang tidak baik nantinya dan yang terpenting adalah bisa saja nanti gadis tersebut akan merebut Naruto darinya.
"Tentu saja karena ia adalah seorang Uzumaki dan tentunya adalah salah satu keluargaku. Jadi tentu saja ia akan tinggal di kediaman milikku. " Ucap Naruto dengan santai menjawab pertanyaan dari Sakura.
Setelah itu Kakashi memutuskan untuk beristirahat di sekitar area tersebut sampai besok pagi, dan membakar mayat shinobi-shinobi yang Naruto bunuh tadi.
Naruto dan kedua rekannya hanya dapat mematuhi apa yang guru mereka putuskan dan mulai menyiapkan tenda juga api unggun untuk mereka beristirahat malam hari di hutan.
Di saat Naruto dan yang lainnya sedang menyiapkan tenda dan juga api unggun, tiba-tiba gadis berambut merah yang Naruto tolong tadi bangun dari pingsannya.
Naruto yang melihat hal tersebut langsung menghampiri gadis tersebut.
"Akh...... " Ucap gadis berambut merah yang baru bangun dari pingsannya sambil memegangi kepalanya yang mungkin terasa sakit atau pusing.
"Ah syukurlah, akhirnya kamu bangun juga dari pingsanmu. Bagaimana apakah ada yang sakit atau sebagainya. " Ucap Naruto kepada gadis berambut merah yang baru bangun dari pingsannya tadi.
Gadis berambut merah tersebut yang melihat ada orang di depannya langsung berusaha mundur atau menjauh dari orang tersebut. Akan tetapi usahanya gagal karena tepat di belakang gadis tersebut terdapat sebuah pohon dan menyulitkannya untuk menjauh dari orang tersebut.
Naruto yang melihat gadis yang ada di depannya seperti merasa ketakutan akan kehadirannya di depan gadis tersebut merasa paham dan memaklumi.
"Saudari, jangan takut. Aku tidak akan nenyakitimu dan kita juga sama-sama dari Clan Uzumaki. Jadi kau tidak perlu takut. " Ucao Naruto berusaha menenangkan gadis tersebut.
Gadis tersebut yang mendengar ucapan dari Naruto tentunya tidak akan mudah percaya begitu saja. Maka dari itu gadis tersebut langsung melihat Naruto dari atas sampai bawah untuk memastikan ucapan dari Naruto tadi. Bahkan ia juga sampai menggunakan salah satu kemampuan bawaannya untuk lebih memastikan kebenarannya.
"A...... Apakah kau benar-benar seorang Uzumaki. " Ucap gadis tersebut mematikan kebenaran ucapan dari Naruto.
"Tentu, aku adalah seorang Uzumaki. Seperti yang kau lihat aku memiliki rambut merah sepertimu dan juga seharusnya kau adalah seorang shinobi tipe sensor yang agak khusus milik Clan. Jadi kau seharusnya dapat mengetahui apakah aku berbahaya atau tidak dan juga aku berkata jujur atau tidak. " Ucap Naruto kepada gadis berambut merah tersebut.
Gadis berambut merah tersebut yang mendengar ucapan dari Naruto sedikit di buat kaget saat Naruto mengetahui sedikit kemampuan bawaannya. Tapi itu juga sedikit membuatnya percaya akan kebenaran ucapan dari Naruto tadi.
"Tapi kenapa warna matamu biru. " Ucap gadis tersebut bertanya kepada Naruto lagi.
"Oh, kalau ini karena mungkin turunan dari ayahku. Karena kebetulan Ibuku adalah seorang Uzumaki dan sedangkan ayahku bukan seorang Uzumaki.Tetapi aku lebih condong atau lebih mengikuti DNA milik Ibuku. " Ucap Naruto berusaha menjelaskan apa yang tadi gadis tersebut tanyakan kepadanya.
Gadis tersebut yang mendengar jawaban dari Naruto di baut menganggukan kepalanya dan mulai berpikir apakah ia akan mempercayai ucapan Naruto atau tidak.
Naruto yang melihat bahwa gadis tersebut masih agak ragu dengannya langsung mengeluarkan sebuah gulungan dari cincin penyimpangannya.
"Baiklah, mungkin kau masih agak ragu dengan pengakuanku tadi mengenai bahwa aku adalah seorang Uzumaki. Jadi mari kita lakukan sebuah tes untuk memastikan bahwa aku adalah seorang Uzumaki. Ini adalah sebuah gulungan Fuinjutsu yang aku buat untuk mengecek atau memastikan kepemilikan darah Uzumaki atau tidak terhadap seseorang. Bagaimana. " Ucap Naruto kepada gadis tersebut sambil menunjukan sebuah gulungan yang ada di tangannya.
Gadis berambut merah tersebut yang mendengar ucapan dari Naruto di buat berpikir sejenak hingga ia menyetujui ucapan dari Naruto tadi.
"Baiklah kalau begitu. " Ucap gadis tersebut menyetujui usulan Naruto.
"Kalau begitu mari kita mulai saja pengetesannya. Tapi mungkin sebelum itu biar aku jelaskan dulu cara kerja dari Fuinjutsu ini. Jadi dalam Fuinjutsu ini terdapat sebuah esensi darah Uzumaki yang aku letakan di dalamnya sebagai bahan pencocok esensi darah nantinya. Untuk cara penggunaannya cukup kita meneteskan darah kita pada gulungan ini dan nanti Jika formula Fuinjutsu ini mengeluarkan sebiah cahaya maka itu artinya darah yang di teteskan pada formula Fuinjutsu adalah darah dari seorang Uzumaki. Tapi jika Fuinjutsu ini tidak menunjukan tanda-tanda apapun, maka itu artinya orang yang meneteskan darahnya pada formula Fuinjutsu ini bukanlah seorang Uzumaki. " Ucap Naruto menjelakan cara kerja dari gulungan yang tadi ia keluar dari cincin penyimpangannya.
Setelah itu Naruto dan gadis berambut merah tersebut langsung melakukan tes pencocokan kepemilikan esensi darah Uzumaki mereka menggunakan Fuinjutsu yang Naruto ciptakan.
Setelah selesai pengecekan atau pengetesan esensi darah Uzumaki milik Naruto dan gadis tersebut, dan dapat di pastikan bahwa mereka berdua adalah benar-benar seorang Uzumaki.
"Bagaimana, apakah sekarang kau sudah percaya dengan apa yang aku ucapkan tadi. Bahwa aku adalah seorang Uzumaki sepertimu. " Ucap Naruto kepada gadis tersebut dengan senyum di bibirnya.
Gadis tersebut yang telah melihat dan mendengarkan semuanya akhirnya percaya bahwa Naruto adalah seorang Uzumaki sepertinya. Hingga membuat gadis tersebut mulai berkaca-kaca matanya, seperti menahan tangisannya.
Hal tersebut terjadi karena ia senang akhirnya ia dapat bertemu orang dari Clan yang sama sepertinya dan juga merasa kembali memiliki sebuah keluarga.
Merasa sudah tidak dapat di bendung lagi, akhirnya gadis tersebut langsung memeluk Naruto dan menangis di pelukan Naruto.
"Huaaaaaa..... ihik............Huaaaa...... Ihik........ " Suara tangisan keluar dari gadis tersebut saat memalukan Naruto.
Naruto yang melihat gadis tersebut menangis di peliknya, hanya mendiamkannya dan membalas pelukannya.
"Menangislah dan keluarkanlah semua beban yang alami selama ini. Aku berjanji bahwa mulai sekarang kau tidak akan pernah sendiri lagi atau bahkan mengalami penderitaan lagi selama aku masih ada di Dunia ini. " Ucap Naruto yang berusaha menenangkan gadis tersebut sambil mengelus atau membelai lembut rambut merah gadis tersebut.
Selama beberapa saat gadis tersebut terus menangis di pelukan Naruto. Bahkan gadis tersebut memeluk Naruto dengan sangat erat, seperti tidak ingin Naruto pergi meninggalkannya.
Naruto sendiri yang di peluk oleh gadis tersebut hanya dapat menenangkan dan membiarkannya saja hingga gadis tersebut tenang dengan sendirinya.
Sedangkan Kakashi dan Sakura yang melihat hal tersebut memutuskan untuk membiarkannya dan memilih untuk melanjutkan kegiatan mereka sebelumnya, yaitu menyiapkan tenda dan juga api unggun.
Sedangkan Sasuke yang melihat hal tersebut hanya cuek dan tak peduli seperti biasa.
Setelah merasa bahwa gadis yang ada di pelukannya sudah mulai tenang. Naruto memutuskan untuk menanyai beberapa hal kepada gadis tersebut.
"Oh ya, perkenalkan namaku adalah Uzumaki Naruto. Aku saat ini tinggal di Konohagakure dan menjadi salah satu shinobi di sana. " Ucap Naruto memperkenalkan dirinya kepada gadis tersebut dann juga berusaha memulai percakapan.
"Na..... Namaku Uzumaki Karin, aku sebelumnya tinggal di Desa Kusagakure bersama Ibu. Tetapi ternyata kami di sana hanya di manfaatkan oleh mereka. Hingga menyebabkan Ibu mati. " Ucap gadis tersebut memperkenalkan diri dengan nada lirih dan menundukan kepalanya yang memperlihatkan raut wajah kesedihannya.
Naruto yang melihat gadis tersebut menundukan kepalanya dan juga memperlihatkan raut wajah sedihnya langsung saja secara reflek mengelus lembut rambut merah gadis tersebut.
"Sudah jangan bersedih lagi yah Karin-chan, sekarangkan ada aku yang akan selalu menemani dan menjagamu. Oh yah apakah kau ingin tinggal bersamaku di Konoha. " Ucap Naruto yang berusaha menghibur gadis tersebut.
Gadis tersebut atau yang bernama Karin yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Naruto membuatnya nyaman dan juga senang. Ia juga senang saat Naruto mengajaknya tinggal bersama di Konoha.
"Ya aku mau, tapi apakah tidak apa jika aku tinggal bersamamu. " Ucap Karin yang merasa tidak enak jika nantinya membebani Naruto.
"Tentu tidak masalah, lagi pula kau kan juga adalah keluargaku. Jadi tidak masalah jika kau tinggal bersamaku di sana. Lagi pula Clan kita juga meninggalkanku beberapa peninggalan di Konoha selama mereka bekerja sama di masa lalu. Jadi itu semua sudah cukup untuk kita menjalani hidup bersama di sana. Jadi bagaimana apakah kau mau ikut bersamaku dan tinggal bersamaku di sana. Kalau masalah perizinan nanti biar aku yang urus semuanya supaya kau bisa tinggal di sana. " Ucap Naruto dengan senyum di bibirnya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut bersamamu. Lagi pula tujuanku juga sebenarnya adalah ke Konoha. Karena itu adalah wasiat dari Ibu sebelum meninggal. Ia menyuruhku untuk pergi ke Konoha dan menyuruhku untuk mencari saudara se Clanku di sana. Tetapi ternyata aku malah bertemu dengan saudara se Clanku di sini. Tapi aku sangat senang dengan itu semua, karena aku sudah bertemu dengan saudara se Clanku dan aku bisa hidup bersama saudara se Clanku. " Ucap Karin dengan nada senang dan sedikit air mata yang mengalir di matanya.
Naruto yang melihat Karin senang juga di buat ikut senang karenanya.
"Sudah, sekarang lebih baik kita makan terlebih dahulu dan setelah itu lebih baik kau beristirahat. Supaya besok keadaanmu membaik dan kita akan menuju Konoha besok. " Ucap Naruto sambil menghapus air mata Karin yang menetes di pipinya.
Karin yang mendapat perlakuan seperti itu di buat sedikit merona di pipinya. Tetapi ia juga senang saat di perlakuan seperti itu Oleh Naruto.
Setelah itu mereka berdua berjalan menuju kearah Kakashi dan Tim 7 yang sedang duduk di api unggun sambil menyiapkan makan malam mereka.
"Nah Karin-chan, perkenalkan mereka adalah rekan-rekan satu Timku di Konoha. Biar aku perkenalkan satu persatu, pertama yang itu adalah Guru dan sekaligus kapten Tim kami yaitu Hatake Kakashi. Untuk wanita berambut merah muda itu adalah satu-satunya Kunoichi di Tim ini, namanya adalah Haruno Sakura. Sedangkan yang itu bernama Uciha Sasuke. " Ucap Naruto yang memperkenalkan rekan-rekan satu Timnya kepada Karin setibanya di depan api unggun.
"Hallo semuanya, perkenalkan namaku adalah Uzumaki Karin. Salam kenal semuanya. " Ucap Karin yang memperkenalkan namanya di depan Kakashi dan yang lain.
"Hallo juga Karin-san, dan salam kenal. " Ucap Sakura yang merespon sapaan dari Karin.
Setelah sesi perkenalan selesai mereka semua memutuskan untuk memulai acara makan malam mereka semua.
Setelah selesai makan malam Kakashi memerintahkan anak-anak didiknya dan juga salah satu saudara Naruto untuk beristirahat di dalam tenda.
__ADS_1
Sakura dan Sasuke yang mendengar hal itu hanya menganggukan kepalanya saja sebagai tanda mengerti dan mulai memasuki tenda mereka.
Tetapi berbeda dengan Naruto yang memutuskan untuk berjaga malam di sana dan hanya memerintahkan saudarinya untuk beristirahat di tenda yang ia buat khusus untuknya.